CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Derita Bella


__ADS_3

Polisi sudah berhasil melacak mobil Leo yang dibawa kabur oleh para penculik Lita, lewat CCTV yang terpasang di gerbang pintu TOL.


"Apa? Kenapa kearah sana?" Leo tak habis fikir dengan informasi yang diberikan oleh Polisi.


"Terima kasih Pak, Saya akan segera ke Kantor Polisi." Jawab Leo dalam sambungan telponnya.


"Bagaimana Nak?" Tanya Lambok yang terlihat sangat cemas. Apalagi dengan kondisi Istrinya, Tia yang akhir-akhir ini sering ngedrop. Tia terus saja mengigau memanggil-manggil nama Lita.


"Polisi sudah menemukan jejak mobil Ku, tapi belum bisa memastikan kemana Lita dibawa pergi, karena daerah tersebut adalah daerah perkebunan yang banyak sekali cabang jalan." Jelas Leo yang memang tahu area itu.


"Ya Allah... Lindungi Puteri Ku..." Lambok menengadah.


"Sebaiknya Kita ke Kantor Polisi, Atala." Pinta Leo.


"Papa disini saja menemani Mama, nanti kalau ada berita tentang Lita, Leo pasti akan mengabari Papa." Pinta Lita.


"Aku ikut." Kata Fathir tak mau ketinggalan.


"Baik... Ayo..." Ajak Leo dan bergegas mengendarai mobil milik Papa nya yang memang sudah diantar oleh anak buah Sang Papa.


Sedangkan Lambok masuk ke ruang perawatan Tia. Tia mengalami ngedrop setelah tahu Lita diculik. Vita dan Joanna masih setia menunggui nya.


Kabar hilangnya Lita sengaja tidak diberitahu ke Sumatera. Lambok tak ingin Nenek Nia khawatir dan malah berakibat fatal. Leo juga tidak mengabari ke Papa nya karena takut Eyang Puteri nya mendengar dan shock. Semua orang menjaga perasaan orang banyak.


___________________________


Di tempat Lain, Tiga hari Kemudian


Para Penculik sudah berhasil menghilangkan jejak kendaraan milik Leo. Mereka membuang mobil Leo ke jurang jauh dari Villa milik Bella.


Para penculik itu memang sangat handal. Mereka adalah orang-orang kepercayaan Suami Bella yang ditugaskan menjaga Bella. Dan Bella berhasil menghasut kepercayaan Suami nya agar tidak membocorkan gerak-gerik dirinya kepada Suami nya. Tentu saja Bella tak sedikit mengeluarkan biaya untuk itu.


"Bagaimana Lita...?!" Bella sudah masuk ke kamar Lita dan menemukan Lita berada di balkon kamar nya. Bella sudah mengganti kursi roda Lita dengan kursi roda matic yang otomatis berjalan kemana pun hanya dengan instruksi dari suara Lita.

__ADS_1


"Sadarlah Lita... Kamu cacat. Dan Aku sudah memastikan kalau cacatmu permanen. Dokter pribadiku sudah memeriksa semua. Obat yang selama ini Kamu konsumsi melemahkan saraf2 tubuhmu." Jelas Bella


"Leo sangat tidak pantas denganmu. Kalau Kau mencintai Leo harusnya Kau biarkan Leo bahagia dengan hidupnya. Jangan Kau bebankan dengan merepotkannya mengurus dirimu yang tidak bisa apa-apa." Bella benar-benar ingin memprovokasi otak Lita.


Lita menangis. Saat cinta nya sudah berbalas dan keinginannya untuk menikah dengan Leo hampir saja tercapai, Dia dihadapkan dengan tubuhnya yang lumpuh sebelah. Walau Lita yakin Allah tak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba NYA.


Bella seakan tahu dengan isi hati Lita. "Mungkin Kamu dan Leo tidak berjodoh. Kamu fikir, banyak sekali rintangan untuk Kalian bahagia, bukan?" Bella terus membuat mental Lita down untuk mempertahankan Leo.


"Leo sangat sempurna dan lebih pantas bersanding dengan Wanita sempurna seperti Aku." Kata Bella lagi.


"Tapi Kamu sudah menikah, Bella!" Lita histeris. Lita tak rela Leo menjadi perusak rumah tangga Bella.


"Aku tidak mencintai Suami Ku." Sarkas Bella.


"Harusnya Kamu berfikir sebelum Kamu meninggalkan Leo, dahulu!" Lita tetap tak terima.


"Semua bukan salah Ku!! Sengit Bella. Mama Ku, Matre! Mama menjebakku dan menerima lamaran tua bangka itu! Hik... hik... hik...." Bella terisak mengingat kejadian Lima tahun lalu.


Hidup nya sangat bahagia karena Leo melamar nya dan segera akan menikahi nya. Sang Mama yang memang dari awal tidak menyukai Leo yang biasa saja, berusaha memisahkan Bella dengan Leo.


Saat itu Leo masih kuliah. Tapi Leo sudah bisa mengobati Papa Bella. Namun Mama Bella yang memang tidak suka sama Leo yang kere, menukar obatnya.


Sebenarnya Leo tidaklah kere, karena Papa nya adalah salah satu Pengusaha sukses. Namun Leo tidak mau berhasil diatas kesuksesan Sang Papa. Didikkan Sang Mama yang mengajari Leo untuk sederhana sangat menempel pada dirinya.


Dan Mama nya Bella merasa Leo sangat pelit dan perhitungan. Dia berhasil mempengaruhi Bella kalau Leo sengaja membunuh Papa Bella secara perlahan.


Mama Bella merayu Bella agar menerima lamaran Pengusaha Kaya Raya yang baru saja ditinggal meninggal oleh Istri nya, demi biaya pengobatan sang Papa yang sangat tidak sedikit. Karena menurut Dokter Papa Bella terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan yang menurunkan fungsi sarafnya.


Bella sangat marah pada Leo, dan menerima pinangan Pengusaha itu.


Saat itu Leo mencoba meyakini Bella kalau Dia tidak mungkin menyakiti calon Papa Mertua nya, namun Mama Bella terus memprovokasi Bella. Dan Akhirnya Bella menghina Leo di depan calon Suami nya.


Lambat laun akhir nya Bella tahu kalau Mama nya yang selama ini jahat. Papa nya yang berangsur pulih karena Suami nya memberikan akses pengobatan di Rumah Sakit ternama di Negara J. Papa Bella menceritakan semua yang terjadi pada Bella.

__ADS_1


Sedangkan Mama Bella sudah pergi dengan laki-laki lain entah kemana, setelah menerima uang kompensasi dari Suami Bella dengan jumlah fantastis setelah pernikahan Bella dan Suami nya.


Bella sangat terpukul dengan kenyataan yang ada. Dia tak menyangka Mama nya sekejam itu.


"Semua sudah terjadi, Nak. Jalani hidup Mu sekarang. Jangan pernah mengusik hidup yang lain." Pesan Sang Papa saat itu.


"Tidaaaaakkkk!!!!" Bella histeris.


Lita terkejut. Lita mengelus dadanya. "Astaghfirullaah..."


Bella langsung meninggalkan Lita yang termangu melihat tingkah laku Bella.


"Ya Allah... Apa benar Aku dan Leo tak berjodoh?" Batin Lita. Lita mencemaskan orangtua nya. Mereka pasti sangat terluka karena dirinya diculik.


"Ya Allah kalau memang Leo bukan jodoh Ku, Aku bisa terima dengan ikhlas. Tapi Aku mohon, Lindungi lah Mama dan Papa Ku, jangan buat Mereka terluka. Bahagiakan selalu Mereka, Ya Allah.... Hik... hik... hik...." Lita terisak.


Lita tahu akhir-akhir ini kondisi Sang Mama sering ngedrop. Walau Orangtua nya sering menutupi nya. Tapi Lita tahu. Makanya sebisa mungkin Lita membahagiakan kedua orangtua nya disisa hidup Mereka.


_________________________


"Kami sudah menemukan mobil Anda, Dokter Leo." Kata Petugas Polisi.


"Benarkah? Lalu Calon Istri Ku?" Tanya Leo antusias.


Polisi itu menghela nafas. "Kami menemukan mobil Anda di Jurang. Dan Anggota Kami tidak menemukan jasad siapa pun disana. Sidik jari pun hanya milik Anda dan Nona Lita. Seperti nya Para Penculik ini sangat Lihai. Mereka benar-benar menghapus jejaknya." Jelas Polisi itu.


"Astaghfirullaah..." Leo meremas rambutnya.


Atala dan Fathir mengusap bahu Leo.


"Apa tidak ada titik terang?" Tanya Fathir yang sudah melihat Leo begitu frustasi.


"Team Kami masih terus menyelidiki TKP. Dan Kami menemukan ini di mobil itu. Seperti nya ini milik Nona Lita." Kata Petugas itu.

__ADS_1


Leo mendongak dan mengambil tabung alumunium itu dan membuka penutupnya. "Ini adalah sertifikat Dokter milik Lita, hadiah dari Dokter Oliver. Sayaang.... Kamu dimana??" Leo menitikkan airmata.


__ADS_2