CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Kebodohan Gery


__ADS_3

Friska meneguk minuman yang diberikan Dion padanya. Tanpa bertanya, Friska langsung meneguknya.


Kepala Friska terasa pusing. "Kamu kasih Aku apa, Dion?" Tanya Friska.


"Itu biar Kamu gak BT lagi." Kata Dion yang tersenyum.


"Dion... Kamu kasih apa, Friska?" Gery terlihat tak suka pada Dion.


"Kamu tenang saja. Ini kan perempuan yang udah nolak Lo?!" Tanya Dion


Gery mengangguk. Dia mendekat pada Friska dan melihat gelas yang berada ditangan Friska.


"Ah Lo gila, Dion. Friska gak pernah minum minuman ini. Parah Lo, Dion. Ck... Ada-ada aja Lo, nanti Gw yang repot!" Kata Gery menyesal karena meninggalkan Friska ke toilet sebentar.


Friska memintanya lagi. Dion memberikannya lagi. "Lo lihat, Dia mulai menyukainya." Kata Dion.


"Atala... Aku mencintaimu... Hik..hik..." Friska mulai tak sadar, Dia cekukan.


Gery menghela nafas. Hati nya sakit mendengar Friska menyebut nama pria lain dan mengatakan mencintainya.


"Atala... Kenapa Kamu tak membalas cintaku...! Kenapa...!!" Friska histeris.


Dion memang menempatkan Friska di ruang cafe executive. Jadi pengunjung tak dapat melihat juga mendengar ocehan Friska.


"Gery.... Ah... Gery... Kamu mencintaiku... Huk... huk... huk... Tapi perasaanku cuma buat Atala... Maafkan Aku Gery... Aku gak mau mengecewakanmu... Hik.. hik..." Friska terus saja mengoceh. Dia mengambil ponselnya dan menelpon Atala.


Atala mengangkatnya dan Friska terus mengoceh. "Atala... Aku mencintaimu..."


Atala melakukan panggilan video pada Friska tapi tak diangkat oleh Friska.


Tak lama Atala menerima panggilan Video Friska dan melihat Friska sudah mabuk.


"Dia sudah mabuk berat." Kata Dion. "Kamu antarkan pulang."


"Aku gak tahu rumahnya." Kata Gery.


"Whats..?? Gimana bisa gak tahu? Dia kan teman baikmu?!" Dion panik. "Terus mau dikemanakan nih mabuk begini?" Tanya Dion.


"Ke rumah mu saja." Kata Gery.


"Gak...! Enak saja. Nanti Mama ku ngoceh-ngoceh Aku bawa perempuan mabuk. Kerumah Mu saja." Pinta Dion.


"Ada Papa ku. Papa ku baru pulang dari tugas luar kota." Kata Gery.


"Ck... Terus gimana?" Dion nampak berfikir.


"Kita bawa ke hotel saja." Kata Gery.


"Lo mau ngapain?" Tanya Dion.

__ADS_1


"Gw gak mau ngapa-ngapain. Gw sangat mencintai Friska. Gw akan menjaganya." Kata Gery.


"Lo mang bodoh Gery. Lo gak denger, Dia mencintai orang lain. Lo gak sakit hati?!" Dion kesal.


"Lalu Aku harus apa?" Tanya Gery.


"Lo dah gede tapi masih aja oon." Kata Dion kesal.


"Gw gak ngerti maksud Lo." Kata Gery.


"Gery... Gery... yah Lo nikmatin lah tubuhnya. Lo gak lihat, Dia begitu menggiurkan." Kata Dion yang sudah meleleh air liurnya.


"Lo jangan macam-macam, Dion. Dia milik Gw, gak ada yang boleh menyentuhnya selain Gw." Gery terlihat kesal.


"Segitu cinta nya Lo sama Dia. Dia nya gak peduli sama Lo!" Kata Dion.


Akhirnya Gery dan Dion sepakat membawa Friska ke hotel tak berkelas. Mereka tak ingin mendapat masalah di kemudian hari.


Dion memberikan lokasi Mereka pada Atala. Dan Atala tanpa curiga mengikutinya. Hingga akhirnya Atala tak sadarkan diri.


Friska masih meracau. Dia mulai kegerahan karena panas tubuhnya akibat minuman yang diberikan Dion. Friska membuka bajunya tanpa Dia sadari ada Gery disana.


Gery menahan saliva nya melihat kemolekan tubuh Friska. Gery mencoba menutupi tubuh Friska dengan selimut, namun Friska malah memeluk Gery. "Atala... Jangan tinggalkan Aku... Atala.."


Friska menggeliat mesra pada tubuh Gery. Gery yang dasarnya laki-laki normal, sudah tak dapat lagi menahan gejolak kelakiannya.


Gery hanya pasrah dengan perlakuan Friska, karena Gery juga sudah terbuai dengan suasana panas itu.


Akhirnya Gery melepaskan hasratnya. Walau terasa nyeri dibagian intinya saat akan menjebol keperawanan Friska. Friska pun sempat berteriak menahan sakit namun Gery buru-buru membungkam mulut Friska dengan bibirnya.


Gery pun akhirnya melakukannya berkali-kali pada Friska karena Friska yang terus memintanya. Hingga akhirnya Friska tak sadarkan diri. Gery pun sudah terkulai lemas.


Gery menjambak rambutnya manakala dirinya tersadar apa yang telah Dia perbuat. Dia melihat seprei yang sudah ternoda dengan darah perawan Friska.


"Ya Tuhan.. Apa yang sudah Aku lakukan? Friska..." Gery menepuk-nepuk pipi Friska lembut. "Sayang... Bangun sayang... Maafkan Aku... Aku tak bermaksud..."


Pintu kamar hotel diketuk. Gery menoleh dan langsung menyelimuti tubuh Friska.


Tubuh Gery gontai karena lemas. Dia membuka kunci pintu. Dion dan beberapa orang memapah tubuh Atala yang sudah tak sadarkan diri.


"Dia kenapa?" Tanya Gery heran.


"Sudah... Lo diam saja. Lo cepat pakai baju. Dan pergi dari sini." Pinta Dion.


"Hah..?! Lo gila? Meninggalkan Friska dengannya?" Gery nampak khawatir.


"Dia Atala, Pria yang dicintai Friska. Lo tenang aja. Semua nya beres. Lo gak akan kena masalah. Dia yang akan menanggung dosa-dosa Lo!" Dion terkekeh.


"Tapi...." Gery masih tak terima.

__ADS_1


Dion memerintahkan anak buahnya membawa tubuh Atala yang tak sadar.


Mereka melucuti pakaian Atala. Hanya meninggalkan boxernya saja. Kemudian Mereka merebahkan Atala di samping Friska dengan posisi tangan Atala memeluk tubuh Friska yang tertutup selimut.


Gery menghela nafas. Dia tak dapat berbuat apa-apa akan apa yang diperbuat temannya, Dion.


FLASH BACK OFF


Gery masih menunduk sambil mengusap darahnya yang menempel di bibir dan di hidung akibat bogem dari Fathir.


Atala tiba di depan ruang UGD dan langsung menghajar Gery. Karena disana hanya ada Fathir dan Gery. Tanpa bertanya Atala langsung melayangkan bogem mentah ke wajah Gery.


"Kurang ajar...!" Buk... buk... buk...


Fathir terlonjak. Dan langsung memegangi tubuh Atala yang sudah kalab. "Tenang Atala... Dia sudah tak berdaya." Pinta Fathir.


"Bangun Lo...! Lawan Gw! Jangan jadi pengecut! Gw gak kenal sama Lo! Tapi kenapa Lo menjebak Gw!?" Atala masih emosi. Atala sudah tahu karena tadi Fathir sudah memberitahunya lewat telpon.


Atala hendak menyerang Gery. Namun sebuah tangan Kekar yang sudah mulai termakan oleh usia menahannya.


"Jangan Nak... Dia Abangmu....!" Teguh mencegah Atala.


Atala mendongak dan melihat siapa yang menghalanginya. "Papa....??!" Atala sangat terkejut.


"Jangan Atala... Dia saudara Mu..." Teguh memohon.


Atala terkulai lemas. Fathir masih memegangi tubuh Atala. Fathir membawa Atala duduk di kursi.


"Kalian...! Bapak dan Anak sama saja..!" Atala berteriak. "Kalian penghancur hidup orang lain!!" Atala histeris.


Teguh dan Gery terperanjat. Teguh tak menyangka, Atala yang dikenalnya sangat lembut dan sopan tapi bisa berkata kasar padanya.


"Pergi Kalian.... Aku gak punya Saudara dan Bapak kejam seperti Kalian...!!" Atala mengusir Teguh dan Gery.


Diandra terkulai lemas. Ustadz Joey segera memeluknya. Diandra mendengar perkataan Atala barusan. Walau Diandra belum tahu persoalan yang sebenarnya, tapi Dia kaget melihat sikap Atala yang kasar pada Ayah kandungnya.


Diandra juga kaget kalau ternyata Teguh memiliki anak dari perempuan lain yang usianya lebih tua dari Atala.


Diandra benar-benar sangat kecewa pada mantan suaminya. Ternyata Teguh membohonginya selama ini.


"Istighfar Sayaaang... Semua sudah lama berlalu..." Kata Ustadz Joey.


"Ya...Tapi sekarang, Anaknya menyakiti Puteraku... Hik.. hik... hik..." Diandra terisak.


"Diandra... Maafkan Aku." Kata Teguh yang juga melihat Diandra.


Diandra memalingkan wajahnya. Dia jijik melihat wajah mantan suaminya.


"Sebaiknya Anda pergi. Kalian tak diinginkan disini." Pinta Ustadz Joey.

__ADS_1


__ADS_2