
Beberapa bulan berlalu. Sejak makan malam itu, Leo menghindari Lita, bahkan di kelas pun Leo menganggap Lita tak ada.
Lita menyadari hal itu. Tapi Lita tak pernah ambil pusing. Toh Dia juga tidak suka dengan Leo.
Hari ini Lita dan Astrid telah bersiap. Lita akan mengunjungi Kediaman Keluarga Astrid di Singapura.
Semester ini Mereka memang merencanakan liburan untuk pulang kampung. Namun ajakan Astrid merubah arah tujuan Lita. Tentunya dengan persetujuan dari kedua orang tua Lita, yaitu Lambok dan Tia.
Sedangkan Leo menyibukkan diri nya. Dia mulai bekerja di Rumah Sakit tapi masih jadi pendamping Dokter.
Sebenarnya semua kesibukannya hanya untuk dapat melupakan Lita. Leo terlanjur jatuh cinta pada pandangan pertama.
Leo tak habis pikir, selama ini banyak gadis-gadis yang mengejarnya, itu sebelum dia merubah penampilan dengan cambang, brewok dan kumis. Ini Dia lakukan untuk menghindari kejaran dari para gadis.
FLASHBACK ON
Leo sedang berjalan di Mall. Tiba-tiba seorang gadis memeluknya dari depan. Tentu Leo menjadi kaget bukan kepalang.
"Sayaaang... Tolong Aku, Dia memaksaku. Aku tak pernah mencintainya. Aku hanya mencintaimu." Kata gadis itu.
Tentu saja hal itu membuat sang pacar gelap mata. Tanpa aba-aba, Dia menghajar Leo menganggap Leo merebut kekasihnya.
Leo tanpa persiapan pun terhuyung dengan sudut bibir berdarah. Sontak saja Mall itu menjadi ramai.
"Aaapaa yang Kamu lakukan?!" Leo sangat kesal. Dia langsung membalas pukulan laki-laki itu. Sedangkan wanitanya sudah Leo singkirkan dengan sedikit kasar.
Hingga akhirnya perkelahian yang tahu ujung pangkalnya itu dilerai oleh security Mall. Dan polisi pun datang ke pos security karena Laki-laki itu menelpon saudara nya yang ternyata seorang Polisi. (Mentang-mentang punya saudara Polisi, hal sepele saja jadi panjang🤣🤣🤣)
"Saya tidak mengenal Gadis itu. Melihatnya saja baru hari ini!" Leo sangat kesal. Sebenarnya Dia bisa saja menelpon Om nya yang seorang Komisaris Jendral Polisi di Negara bagian. Namun Leo tak mau melibatkannya. Dia bisa menanganinya sendiri.
Atau memghubungi kerabatnya yang seorang pengacara terkenal di Negara J. Namun Leo tak mau memamerkannya.
__ADS_1
"Tidak mungkin! Buktinya Kekasihku memiliki Foto diri Kamu!" Kata laki-laki itu.
"Aaa...Aaapppaaa??!!" Leo terperanjat manakala laki-laki itu menunjukkan ponsel wanita nya yang penuh foto diri nya di galeri.
"Sayaaang... Kamu masih saja menampik. Aku ini kekasihmu. Kamu mencampakan diriku setelah dapat wanita lain yang lebih cantik...." Ucap gadis itu manja yang segera memeluk lengan Leo.
Leo buru-buru menampiknya dengan kasar dan segera berdiri. "Heeeiiii....!! Kamu perempuan tak punya harga diri!! Jangan sentuh tubuhku dengan tangan kotormu!!" Leo berteriak, kemarahannya sudah memuncak.
Wanita itu tersurut mundur. Polisi hampir saja memborgol Leo namun tiba-tiba....
"Stoooppp...!! Kalau Kalian berani menyentuh keponakan Saya, jangan harap besok Kalian bertugas di Divisi Kalian." Seorang laki-laki Gagah bersama Istri dan kedua anaknya masuk ke pos Security.
Beliau mendengar keributan. Dan kebetulan salah seorang pengunjung Mall merekam kejadian itu. Dan alangkah terkejutnya Sang Om melihat keponakannya digiring dengan tidak hormat oleh para Security.
"Om...!!" Leo terbelalak. Dia tak menyangka Sang Om dan Keluarganya berada satu Mall dengannya.
"Kamu tenang Leo. Om yang akan menyusut kasus ini. Hayooo siapa yang berani menyentuh keponakan Saya!?" Om nya Leo telah mengeluarkan dompetnya yang ada Lencana nya disana sebagai Komisaris Jendral Polisi.
"Kalau memang Wanita mu menyimpan Foto-foto Saya dan Dia adalah gadis Saya, coba tunjukan satu Foto saja kebersamaan Kami." Pinta Leo tegas.
Leo telah menceritakan perihal kejadian ini pada Sang Om. Sang Om juga sudah mengecek CCTV Mall tempat kejadian itu berlangsung.
"Ini ada...!!" Kata laki-laki itu kesal.
Leo mengambilnya. Dia tersenyum, kemudian..... "Hahahaha.... Hei Bodoohhh!! Apa Kamu buta tidak bisa melihat ini editan atau asli!?!" Geram Leo.
Om nya Leo pun melihatnya. Memang sepintas real namun setelah dilihat lebih teliti, jelas sekali kalau itu foto editan.
Sang wanita terhenyak kaget. Dia tak menyangka kalau Leo bisa melihat kalau Foto itu editan.
"Heeiii..!!! Perempuan...!!! Coba Kamu sebut nama lengkapku, selengkapnya!!" Hardik Leo.
__ADS_1
Gadis itu terperangah. Dia hanya tahu nama nya Leo Sang Idola. Namun tak tahu nama lengkapnya.
"Leo...." Gadis itu terlihat ragu.
"Kalau Kamu memang gadis ku, Kamu pasti tahu siapa namaku, Nama Ibuku dan Ayahku. Karena Aku tak pernah menutupi semua dari orang yang Aku cintai!" Leo masih geram.
Akhirnya masalah terselesaikan. Laki-laki yang main hakim pada Leo, juga wanitanya yang memfitnah Leo, digiring ke Kantor Polisi.
Mereka memohon untuk dimaafkan oleh Leo. Namun Leo sudah sangat kesal. Dua minggu Leo bolak-balik ke Kantor Polisi untuk memberikan saksi. Juga pihak Keluarga Laki-laki dan Perempuan itu yang memohon pada Leo untuk melepas tuntutan Leo dan mencabut perkara ini.
Namun nampaknya Leo ingin sekali memberi pelajaran pada Kedua orang itu. Agar tak mudah melibatkan Polisi hanya karena merasa punya saudara yang berwenang di Kepolisian dan main hakim sendiri. Juga pada sang Perempuan agar tidak sembarangan mengaku-ngaku dan mengedit Foto dengan demikian halusnya.
Tempat percetakan tempat Dia mengedit Foto Leo dan dirinya pun terkena sanksi denda dan terancam ditutup. Namun karena Mereka memberikan alasan yang tepat, Mereka hanya membayar denda saja.
Leo memperingan hukuman kedua orang itu hanya tiga bulan kurungan. Itu pun Leo melihat perubahan sikap Mereka yang ingin berubah menjadi baik.
Selama tiga bulan itu, Leo tak lagi merawat wajahnya. Dia membiarkan wajahnya ditumbuhi bulu-bulu halus dan pada akhir nya menjadi lebat.
Pihak Kampus dan Rumah Sakit juga sempat protes. Namun Leo bisa meyakinkan Mereka kalau tampilannya saat ini tak akan mengubah kinerjanya.
Dengan penampilannya sekarang, setidaknya Leo terbebas dari kejaran Gadis-gadis yang dianggapnya tak punya harga diri.
FLASHBACK OFF
Leo menghela nafas. Dia bergegas merapihkan file-file di meja kerja nya. Dia memutuskan ingin refreshing ke Mall, menghilangkan penatnya.
Leo masih teringat akan wajah Lita. "Ya Tuhan... Kenapa susah sekali menghilangkan bayangan wajahnya??" Leo mengusap wajahnya kasar.
Dia melihat kalender di meja nya. "Liburan Semester baru di mulai. Apa Aku akan sanggup tak melihat wajahnya dua minggu ini?" Batin Leo. Leo menghempas nafasnya dengan kasar, membuang sesak di dada nya.
Leo segera meninggalkan rumah sakit. Dia berangkat ke Mall dengan menggunakan mobil sport kesayangannya. (Gimana cewe-cewe gak ngejar-ngejar, udah tampan, tajir melintir, pake mobil sport lagi🤣🤣🤣Author halu ketinggian)
__ADS_1
Tak lupa Leo mengganti pakaian Dokter nya. Dia memang selalu membawa baju ganti di dalam mobilnya.