
PRAAAANGGGG!!!
"Aaacchhhh...!!! Bodoh Dany!!!" Bella mengamuk.
"Bisa-bisa nya Kamu menghianati Ku! Kamu mencintai Lita?! Apa bagusnya Lita!! Kini Dia saja sudah jadi bangkai! Dimangsa hewan buas disana! Kamu juga Leo! Kenapa Kau rusak wajahMu seperti itu?! Kamu membuat Ku illfeel!! Aaacchhh!!!" Bella mengacak rambutnya sendiri.
Karl baru saja berangkat ke Perusahaannya.
"Nyonya... Ada apa?" Tanya Rose yang tergopoh-gopoh menuju kamar Bella, mendengar suara barang-barang yang dilempar. Rose menutup mulutnya melihat guci kesayangan Tuan Karl telah hancur berkeping-keping. Guci itu peninggalan almarhum Istri Tuan Karl.
"Bereskan semua! Aku mau mandi!" Bella baru saja hendak membuka pintu kamar mandi, Dia berbalik. "Kalau Tuan tanya kenapa guci nya pecah, bilang saja Aku terpeleset! Mengerti Kamu?!" Ketus Bella.
"Iy... Iya Nyonya." Rose sangat gugup.
"Panggilkan terapist setelah itu!" Perintah Bella.
"Iya Nyonya." Rose mengangguk. Dia menelpon seorang terapist langganan Bella.
Lily masuk kedalam kamar Bella dan melihat kekacauan disana. "Ya Tuhan!" Lily membekap mulutnya saat Rose menempelkan telunjuknya ke bibirnya sendiri.
"Tolong bantu Aku. Nanti Dia selesai mandi masih berantakan, bisa dibantai Kita." Kata Rose.
"Ya Tuhan, Aku tak tahan kalau seperti ini terus. Nyonya sudah berubah sekarang. Ada apa yah? Dulu waktu di Yunani, Nyonya sangat lemah lembut, tapi setelah pindah kesini, Nyonya jadi arogan." Kata Lily.
"Sepertinya Nyonya tidak mendapatkan sesuatu yang Dia inginkan." Bisik Rose.
"Kasihan Nona Lita, karena Nyonya, Dia meninggal dalam kecelakaan pesawat Pribadi Tuan Karl." Balas berbisik Lily.
"Ssttt... Sudah... Jangan diteruskan, nanti Nyonya dengar, bisa kiamat Kita. Pesan Nyonya kalau Tuan tanya kenapa Guci nya pecah, bilang saja, Nyonya terpeleset. Nyonya juga menyuruhku memanggil Terapist." Jelas Rose.
"Ya Tuhan, Nyonya sangat licik." Lily menepak jidadnya sendiri.
Setelah selesai merapihkan kamar Bella, Rose dan Lily keluar, membuang pecahan barang-barang.
Seorang terapist juga sudah tiba di luar rumah. Rose mempersilahkan Terapist ke ruangan relax Nyonya Bella. Ternyata Bella sudah berada disana sambil membaca majalah.
Tak lama terdengar mobil Tuan Karl memasuki halaman rumah.
"Sayaaang...!!" Panggil Karl.
"Maaf Tuan, Nyonya diruang relax, sedang terapi." Kata Rose.
"Oh.. Terima kasih Rose." Kata Karl ramah.
__ADS_1
Rose hanya membungkuk. Setelah nya Dia berlalu ke dapur.
"Sayaang...?? Kamu kenapa?" Tanya Karl mendapati Bella sedang dipijit.
"Aku jatuh, Sayang... Tadi Aku gak sengaja menumpahkan air di kamar. Terus Aku terpeleset." Rengek Bella manja.
Bella terduduk. Tangannya ingin menggapai Karl. Padahal tubuhnya telanjang.
Karl langsung memeluk Bella. "Tolong tinggalkan Kami." Pinta Karl pada Terapist.
"Baik Tuan." Kata Terapist itu seraya menyingkit dari tempat itu.
"Kenapa bisa? Lalu ada yang luka?" Tanya Karl penuh perhatian.
Bella menggeleng. "Badanku hanya sedikit pegal. Kamu yang pijit yaahh..??" Manja Bella dengan gaya menggoda.
"Tapi Aku ada rapat nanti jam makan siang." Karl mencoba menolak secara halus.
"Huuuhhh.... Aku ingin Kamu... Maafin Aku, tadi Aku terpeleset dan guci milik Mami, pecah... huk..huk..huk..." Bela penuh sandiwara.
Karl menghela nafas. "Ya sudah, kalau sudah pecah mau diapain lagi." Kata Karl.
"Tapi itu guci kesayangan Mami..." Rengek Bella seolah merasa bersalah.
Karl menutup tubuh Bella dengan selimut. Kemudian menggendongnya ke kamar. Bella melingkarkan tangannya ke leher Karl.
_________________________
Tepat jam makan siang, Karl baru berangkat dari rumah. Pergulatannya dengan Bella sungguh membuatnya letih. Sehingga Dia tertidur.
Bella pun tertidur pulas. Dia tak peduli Karl ada meeting siang ini.
Terapist juga masih berada disana. Mereka, Terapist, Rose dan Lily tidak berani membiarkan Terapist pergi tanpa ada perintah dari Bella.
"Tuan...." Panggil Lily yang membawakan susu untuk Karl. Lily sudah paham kebiasaan Karl.
"Ooohh... Terima kasih Lily..." Karl duduk sebentar dan meneguk minumannya.
"Mica... Kamu masih disini?" Tanya Karl melihat Terapist istri nya masih setia menunggu.
"Iya Tuan." Kata Mica.
"Pulanglah. Bella sudah baik-baik saja." Pinta Karl sambil mengeluarkan dompetnya dan beberapa lembar uang.
__ADS_1
"Tapi Nyonya...." Kata Mica.
"Tidak apa. Tadi Nyonya sudah pesan, Kamu pulang saja." Kata Tuan Karl.
"Baik Tuan. Terima kasih." Kata Mica seraya menunduk menerima uang dari Karl.
_____________________________
"Mengapa Dokter ada disini?" Tanya Leo pada Dokter Oliver.
"Nak... Bangkitlah... Biarkan Lita tenang. Kembalilah ke Jakarta atau ke Negara J. Tidak baik seperti ini." Nasehat Dokter Oliver tanpa menjawab pertanyaan Leo.
"Aku akan menunggu disini sampai Lita datang." Kata Leo.
Dokter Oliver menghela nafas. "Kalau ternyata Lita tak ada di Pulau ini, Bagaimana? Ternyata Lita terdampar di Pulau lain, atau bisa saja sudah kembali ke Jakarta, berkumpul dengan Keluarga nya." Kata Dokter Oliver.
"Sudah hampir sebulan Kamu terus memandangi lautan ini. Mungkin Tuhan belum memberikan kebahagiaan mu. Dia masih ingin menguji mu." Dokter Oliver terus menceramahi Leo.
Leo menunduk. Meresapi perkataan Dokter Oliver. Tadi nya Leo ingin ke Negara J untuk mengusut tuntas kasus penculikan Lita. Namun kemarin sore Dia mendapat kabar dari Tuan Karl kalau ternyata memang Dany dibalik penculikan Lita.
Tuan Karl menemukan foto-foto Lita di kamar Dany. Dan Polisi sudah memeriksa sidik jari di foto itu.
Akhir nya Polisi menutup kasus Lita. Karena otak dari penculikan Lita juga sudah tiada dalam kecelakaan pesawat.
Di Negara J
Tuan Karl sangat geram pada Bella, Istri nya. Dia memang menemukan bukti-bukti kalau Bella adalah otak dari penculikan Lita.
Bella tidak tahu kalau Karl memasang CCTV di Villa tempat Bella membawa Lita. Karl memang melihat Bella tak menyakiti Lita, malah Bella memperlakukan Lita dengan baik.
Feeling Karl sangat kuat. Dia tahu kalau Lita tunangan Leo. Dan Leo adalah mantan kekasih Bella. Dia meminta anak buah nya menyelidiki tentang Leo dan Lita. Juga kedekatan Bella dengan Dany.
"Sampai kapan Kau akan terus mengejar Tuan Alexander? Atau Kau baru jera kalau Aku jebloskan ke hotel rodeo." Karl sangat murka pada Bella. Namun Karl tidak ingin kehilangan Bella.
Bella yang saat itu sudah memasang pose untuk menjerat Karl dalam permainan Cinta nya, tak percaya dengan apa yang keluar dari bibir suami nya.
Karl melemparkan semua bukti-bukti nya kepada Bella ke tempat tidur. Juga memberikan rekaman CCTV. Karl juga tahu perselingkuhan Bella dengan Dany.
Bella langsung memeluk kaki Karl memohon ampunan. "Kamu selalu meninggalkan Aku sendiri disini. Aku kesepian. Kau gak mau mengajakku kalau Kau pergi untuk urusan bisnis keluar Negeri." Bella terisak.
Karl sadar dirinya juga salah membiarkan Bella sendiri di Negara J. Sewaktu di Yunani, Bella tak pernah kesepian karena ada anak-anak Karl dari Istri pertama nya. Karl menghela nafas. Bella sangat menyayangi Mereka.
Bella masih menangis di kaki Karl. Bella mulai mencintai Karl. Karena cinta tulus Karl. Dia memang sempat sangat terobsesi pada Leo karena Bella merasa diacuhkan oleh Karl.
__ADS_1
Tadi nya Bella akan bertobat setelah kejadian kecelakan pesawat itu. Tapi nyatanya Sang Suami lah yang membongkar kebusukannya. "Maafkan Aku... Aku sangat mencintai mu... Huk.. huk... huk... Tolong beri Aku satu kesempatan. Aku akan memperbaiki semua nya. Jika penjara bisa membuat mu memaafkan Aku, Aku akan menyerahkan diri." Bella bergegas mengenakan pakaiannya. Dia sungguh-sungguh ingin menyerahkan diri.
Karl membiarkan Bella pergi ke Kantor Polisi. Namun baru saja Bella akan mengakui perbuatannya, Karl langsung memberikan kesaksian kalau Dany lah dalang dari penculikan Lita. Karena Dany merasa sakit hati ditolak Lita. Dan Karl memberikan semua bukti-bukti yang memberatkan Dany.