CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Masa Lalu


__ADS_3

Krisna baru tiba menjelang dzuhur. Dia terlihat sangat letih. Caca yang melihat kedatangan Sang Ayah langsung menyambutnya.


"Ayaaahhh..." Caca berlari menghambur pada Sang Ayah.


Seketika hilang rasa letih di tubuh Krisna setelah melihat Puteri kesayangannya.


"Jangan suka lari-lari, nanti jatuh." Kata Krisna yang sudah menggendong tubuh Caca.


Caca memperlihatkan buku gambar yang Dia bawa berlari. "Caca tadi cama Ibu, belajal gambal ini. Badus dak Yah?" Tanya Caca.


"Oohhh... Pintar nya anak Ayah. Ibu nya pintar juga yah ngajarin Caca gambar?!" Canda Krisna sambil mengerlingkan mata ke arah Devi.


Devi tersenyum dan tersipu malu melihat keganjenan Krisna.


"Mata nya kena debu, yah Kak?" Goda Devi.


Krisna menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. "Hehehehe..."


"Ayo sebelum makan bersih-bersih dulu, abis itu Kita shalat Dzuhur, baru makan siang." Ajak Devi.


"Siap Ibu?" Sigap Krisna. Caca juga ikut-ikutan gerakan Sang Ayah.


Devi hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum. "Ya Allah... Seandai nya Vita diijinkan mempunyai anak dengan cepat, mungkin anak nya sudah sebesar Caca. Dan Aku sangat bahagia mempunyai keponakan selucu dan secerdas Caca." Batin Devi.


"Ibu.... Ibu kok melamun?" Tanya Caca.


"Oohh... Gak sayang... Ibu cuma lagi mikir, apa yang kurang yah?" Kata Devi.


"Teludung colat Caca, Ibu." Kata Caca.


"Oh iya... Kok Ibu sampe lupa yah. Sebentar, tadi abis Ibu cuci. Devi melangkah ke arah belakang gubuk Mereka." Tak lama Devi kembali membawa mukena milik Caca. "Ini dia punya Puteri Ibu yang cantik." Kata Devi sambil menyerahkan pada Caca.


"Wangi Bu.... Hhhmmmm..." Caca menghirup cucian yang sudah kering itu.


"Apa nya yang wangi, Sayang?" Tanya Krisna yang baru keluar dari kamar mandi.


"Alat colat Caca, baju-baju Caca, cemua yang Ibu cuci, wangi, Ayah...." Celoteh Caca.

__ADS_1


Krisna mencium handuk yang baru saja Dia pakai. "Iya yah... Ibu memang pintar sekali." Puji Krisna.


"Sudaaaahhh... Ayo buruan shalat, tadi kata nya laper, mau tunggu Ayah aja..." Kata Devi melirik Caca.


"Iya... Caca lupa Bu... Ayo Yah..." Ajak Caca.


Krisna mengangguk dan segera menggelar tikar. Krisna mengimami Shalat Mereka.


Setelah shalat, Krisna merapikan perlengapan shalat juga tikar. Dia mengganti dengan tikar khusus makan.


Devi menyiapkan makan siang Mereka. Caca membantu Devi.


"Kayak nya Aku harus memperluas rumah ini." Kata Krisna memandang sekeliling rumah nya. Tak ada penyekat antara kamar tidur dan ruang untuk makan. Ruang makan, ruang shalat, ruang tamu, itu-itu saja tempat nya.


"Memang boleh Kak, menambah area nya?" Tanya Devi.


"Boleh Dek. Ini tanah garap. Milik ku yah seluas sampe tetangga Kita terdekat." Jelas Krisna.


"Berarti Kakak menyimpan surat-surat nya?" Tanya Devi.


Krisna mengangguk.


"Tidak, Mereka beranggapan Aku sudah mati dalam kecelakaan itu." Kata Krisna.


Krisna memang sudah menceritakan perihal kepergiannya membawa Caca bersama nya tanpa seorang Istri.


Keluarga Istri Krisna tidak terima, Puteri Mereka meninggal dunia setelah dirawat dan di Obati oleh Krisna di Sebuah salah satu Rumah Sakit di Kalimantan. Keluarga Istri Krisna bisa dibilang belum bisa percaya dengan pengobatan medis, Mereka lebih percaya dengan tabib atau dukun.


Sebenar nya kesalahan bukan dari Krisna. Keluarga itu menyerahkan Puteri nya pada seorang dukun untuk diobati. Dukun itu bilang Puteri nya kena guna-guna pengaruh orang jahat.


Tapi lambat laun hanya mendapatkan pengobatan dari gaib tanpa ada pemberian obat herbal atau sejenisnya. Hanya air mineral yang sudah di jampi-jampi.


Kerabat dekat sang Ayah sudah menganjurkan untuk dibawa ke Rumah Sakit. Tapi Mertua Krisna malah tambah murka. Hingga akhir nya Adik ipar nya sudah tidak sanggup lagi menahan sakit, Dia tak sadarkan diri.


Kerabat nya dengan memaksa membawa Adik Ipar Krisna ke Rumah Sakit. Krisna saat itu sedang bertugas di Rumah Sakit. Dia dengan sigap menangani Adik ipar nya, namun Tuhan berkehendak lain, Adik ipar nya tidak bisa diselamatkan karena usus nya sudah pecah di dalam.


Saat itu Istri Krisna yang sedang hamil besar ikut Krisna ke rumah Sakit karena berjaga-jaga takut akan kelahiran anak Mereka yang memang sudah dekat.

__ADS_1


Saat Ayah nya ngamuk-ngamuk menyalahkan Krisna, Istri nya mendengar dan menghampiri keributan itu. Alangkah kaget nya melihat Sang Ayah ada disana memaki Suami nya.


"Jadi Dia Suami Mu?!" Geram Sang Ayah. "Kau lebih percaya Dokter ini dari pada kepercayaan Keluarga Kita?!"


Krisna juga terkejut tak menyangka kalau yang Dia tangani adalah Adik Ipar nya sendiri, dan yang memaki nya adalah Ayah Mertua nya.


Krisna sudah menjelaskan kalau Adik Ipar nya terkena kanker usus dan sudah stadium akhir. Krisna juga menyesalkan kenapa baru dibawa ke Rumah Sakit setelah parah begini.


Ayah Mertua ngamuk menghajar Krisna, Istri Krisna mencoba menghalau amukan Sang Ayah, hingga Dia jatuh tersungkur dan mengalami pendarahan.


Krisna langsung membopong tubuh Istri nya ke ruang persalinan. "Sayang... Selamatkan Puteri Kita." Kata Istri Krisna disaat terakhir.


Namun Sayang Istri Krisna tidak terselamatkan karena benturan keras di kepala nya. Dokter kandungan menyarankan untuk operasi caesar karena ingin menyelamatkan janin dalam perut Istri Krisna. Akhir nya Operasi dilaksanakan.


Ayah Mertua tidak terima dan mengatakan kalau anak yang dilahirkan Puteri nya adalah anak Iblis pembawa malapetaka. Dia ingin melenyapkan nyawa Cucu nya sendiri.


Krisna yang tak sanggup lagi memberi pengertian kepada Ayah Mertua nya, langsung membawa kabur Puteri nya itu.


Krisna memberikan bayi nya kepada Dokter sahabat nya untuk diselamatkan. Dan Krisna membawa jasad seorang bayi, menukar untuk mengecoh Mertua nya.


Mertua nya mengejar mobil yang di kendarai Krisna. Hingga Krisna tak dapat mengendalikan laju kendaraan nya. Mobil nya jatuh ke jurang. Beruntung sebelum mobil Krisna terjun ke jurang, Dia sudah melompat sambil memeluk jasad seorang bayi.


Mobil itu tebakar hangus di dasar jurang. Ayah Mertua nya merasa puas. Hari itu Dia memakam kan dua orang Puteri nya.


Krisna hanya bisa berdoa sambil menangis melihat prosesi pemakaman Sang Istri yang jasad nya hanya diletakan di dalam rumah pohon. Krisna melihat dari Video yang dikirimkan sahabat nya.


Krisna mengerti mengapa selama ini Istri nya menyembunyikan jati diri Keluarga nya. Karena Dia juga tidak sepaham dengan Ayah nya.


"Kak... Kok melamun?" Devi menyentuh lengan Krisna. "Nasi nya jadi dingin, Kak. Aku tukar yang hangat yah?" Kata Devi.


"Aahhh... Tidak Usah. Maaf... Aku tadi teringat...." Krisna tak melanjutkan perkataannya karena Devi yang langsung meletakan telunjuk ke bibir nya.


"Ada Caca..." Bisik Devi.


Krisna mengangguk. Krisna memang tak mengatakan pada Caca kalau Ibu nya sudah tiada. Dia bilang Sang Ibu sedang menyelesaikan study nya jauh di Negeri Orang.


Krisna tak ingin Puteri nya tahu penyebab kematian Ibu nya. Krisna juga tidak ingin Puteri nya mengenal Keluarga Ibu nya, karena Mereka tak pernah menginginkan Caca. Mereka malah menginginkan Caca mati karena Caca adalah titisan dari Iblis, seperti tanggapan Mereka.

__ADS_1


__ADS_2