CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Leo Terpuruk


__ADS_3

Leo menenggak minuman nya sekali lagi. Penampilannya sudah tidak karuan. Pikirannya sangat kacau.


"Litaaa... Tega sekali Kamu menghianati Ku?! Apa salah Ku?!" Leo menggenggam gelas sloki nya kuat.


"Leo.... Jangan sakiti diri Mu, Nak...." Tuan Alex yang mendapat telpon dari orang yang mengenal Leo, langsung menyusul ke Bar tempat Leo minum-minum. Tuan Alex juga mengajak Ustadz Joey.


"Istighfar Nak... Mungkin Allah sedang menguji Iman Mu..." Nasehat Ustadz Joey.


"Semua Wanita sama saja...! Penghianat!" Leo meracau.


Ustadz Joey dan Tuan Alex membopong Leo, karena kondisi nya yang sudah tak terkendali. Semua perkataan kotor Dia ucapkan tanpa sadar.


Para Tamu yang berkunjung ke Bar itu memperhatikan Leo dan sebagian berbisik-bisik.


Ustadz Joey dan Tuan Alex tak menggubris keusilan pengunjung yang berguncing.


Leo dimasukan ke jok tengah penumpang, disana sudah menunggu Mama nya, Lisa. "Ya Allah... Nak... Kenapa jadi seperti ini?" Lisa terisak melihat kondisi Leo yang menyedihkan. Lisa memeluk tubuh Leo yang sudah bau minuman.


Tuan Alex mengendarai mobil, Ustadz Joey berada di samping nya.


"Ustadz, apa sebaik nya Kita memberi tahu Tuan Lambok tentang keberadaan Lita dan pernikahan Puteri nya itu?" Saran Tuan Alex.


"Saya juga berpikir seperti itu, tapi Tuan Alex dengar sendiri kan perkataan Leo, kalau Dia akan menyelesaikan masalah ini sendiri tanpa melibatkan Tuan Lambok." Kata Ustadz Joey.


Tuan Alex menghela nafas. "Leo tidak pernah seperti ini. Dulu saat ditinggal Bella, Leo tak terpuruk seperti ini." Kata Tuan Alex.


"Seperti nya Leo benar-benar sudah mentok mencintai Lita, Pa. Lita itu gadis yang sangat special, walau Keluarga nya kaya raya, tapi Lita selalu sederhana. Mungkin itu yang membuat Leo menilai plus untuk Lita." Lisa menambahkan.


"Iya Sayang... Kamu benar. Keluarga Tuan Lambok memang tidak seperti Keluarga Kaya Raya kebanyakan, Mereka selalu merendah dan sederhana, juga dermawan. Padahal saudara-saudara Istri nya juga terbilang sukses, namun tak merubah sifat rendah hati Mereka." Kata Tuan Alex.


"Kalian benar, Tuan dan Nyonya Alex, Saya saja yang ipar nya Tuan Lambok merasakan hal itu. Mereka memang Keluarga baik-baik. Mungkin Leo merasa beruntung bisa menjadi bagian dari Keluarga Mereka." Ustadz Joey menambahkan.


____________________________

__ADS_1


Leo tersadar. Dia memandang sekeliling. Pakaiannya sudah berganti. Memakai kaos oblong dan celana pendek. Leo duduk dipinggir ranjangnya. Kepala nya terasa sakit.


Leo mengingat semalam Dia pergi ke sebuah Bar, Dia minum-minum. Entah berapa banyak yang sudah Dia tenggak.


Leo meraup wajahnya, menariknya ke kepala. Menjambak rambutnya. "Ya Allah... Ampuni Aku..."


Pintu kamar Leo terbuka. "Mama nya tersenyum penuh haru menatap Putera nya. Beliau membawa nampan. Kamu sudah sadar, Sayang?" Lisa meletakkan nampan nya diatas meja kecil sebelah ranjang Leo. Lisa duduk disebelah Putera nya mengelus kepala nya dengan lembut.


Tiba-tiba Leo bersimpuh di kaki Lisa. Dia menangis meraung. "Maafkan Leo Ma... Ampuni Leo... Leo membuat Mama dan Papa malu..."


Lisa mengelus kepala Leo. "Sudah Nak... Mama dan Papa tidak marah pada Mu." Lisa mengangkat bahu Leo. Menuntunnya untuk duduk di ranjangnya.


"Ikhlaskan Lita, Sayang. Mungkin memang Lita bukan jodoh Mu." Lisa mengusap wajah Leo dengan lembut.


Leo menggeleng. "Tidak Ma.... Sampai kapan pun Leo akan menunggu Lita. Leo yakin Lita sangat mencintai Leo. Karena Leo sangat mencintai Lita."


"Tapi Nak... Kamu bilang Lita sudah menikah? Berarti Lita sekarang sudah hidup bahagia dengan Keluarga baru nya." Lisa mencoba memberi pengertian pada Putera semata wayang nya.


Leo terdiam. Dia menunduk dalam. Leo mengingat wajah Lita saat terakhir Dia melihatnya. Masih ada cinta untuk nya. Berulang kali Lita menunduk untuk tidak menatap wajah nya. Tapi Leo tak habis pikir, kenapa Lita lebih memilih menikah dengan laki-laki itu yang jelas-jelas seorang duda. Leo melihat gadis kecil yang terus memeluk Lita dan memanggilnya Ibu.


Leo mengangguk. Lisa pun meninggalkan Leo.


Dengan enggan Leo menyantap sarapan yang bisa dibilang sudah kesiangan.


_________________________


Krisna sudah dibolehkan pulang dari Rumah Sakit. Lita dan Caca sangat bahagia karena Krisna kini baik-baik saja.


Arham sudah menyewakan satu rumah untuk Lita dan Krisna, karena Lita menolak saat diajak untuk tinggal di rumah Mereka.


Tristan juga sudah berpamitan, Dia akan mengurus Study nya yang tertinggal satu semester kemarin. Dia berjanji akan kebut ketinggalannya dan lulus pada waktunya.


Arham mengantar Krisna dan Keluarga kecil nya ke rumah kontrakan Mereka. Lita membantu memapah Krisna. Arham membawakan tas bawaan Lita. Kemudian Lita menggendong Caca yang terlelap di jok mobil.

__ADS_1


Setelah berbincang-bincang, Arham meninggalkan Mereka.


"Sayaang...." Panggil Krisna pada Lita.


"Ya Kak..." Sahut Lita. Caca sudah terlelap dan sudah dibaringkan di ranjang kamar sebelah. Lita masuk ke kamar Mereka.


Krisna menepuk tepi ranjang sebelah nya. Lita duduk disebelah Krisna.


"Apakah Kamu tidak menyesal menikah dengan Ku?" Tanya Krisna tiba-tiba. Krisna tahu, selama kebersamaan Mereka, Lita sangat menderita, Krisna tahu tentang Keluarga Lita yang Kaya Raya.


"Kenapa Kakak bertanya seperti itu? Apa Kakak menyesal punya Istri yang tidak sempurna seperti Aku?" Lita balik bertanya. Lita menunduk manakala mata nya sudah berkaca-kaca.


Krisna menarik bahu Lita dengan lembut dan menyandarkan kepala Lita ke dada nya. "Maafkan Aku karena selalu memberikan Mu kesusahan." Mata Krisna pun berkaca-kaca.


Lita menarik kepala nya yang bersandar di dada Krisna. Lita mengusap airmata Krisna. "Kakak gak pernah memberi Ku kesusahan. Aku yang selalu merepotkan Kakak selama ini."


Krisna menangkup wajah Lita. "Tidak Sayang... Aku gak pernah Kamu susahkan. Aku menyayangi Mu." Krisna mencium kening Lita dan kedua pipi Lita kemudian mengecup bibir Lita dengan lembut.


Lita memejamkan mata atas perlakuan Krisna. Krisna tak melepas kecupannya dari bibir Lita.


"Kak...." Lita mendesah. Lita membalas kecupan Krisna.


Krisna melepaskan hijab Lita. Mengecupi leher Lita. Membuka perlahan kancing gamis Lita. Kecupannya turun ke dada.


"Sayang... Maaf kalau malam pertama Kita tertunda." Kata Krisna yang nafas nya sudah memburu. Namun rasa sakit pada sisi perutnya, membuatnya tak melanjutkan cumbuannya.


"Yang penting Kakak sehat dulu. Aku gak apa-apa Kak." Kata Lita yang sudah mulai terbuai tapi tiba-tiba Krisna menghentikannya. Padahal daerah inti Lita sudah berkedut dan basah.


Krisna merebahkan tubuh Lita. Krisna berbaring disebelah tubuh Lita. Krisna memeluk tubuh Lita. Mengelus rambut Lita.


Lita memiringkan tubuhnya menghadap ke Krisna. "Kakak istirahat ya... Aku masih akan membereskan barang bawaan Kita." Kata Lita.


Krisna menggeleng. "Tidurlah disisi Ku. Kamu sudah letih selama ini mengurus Ku."

__ADS_1


Lita menuruti kemauan Suami nya. Lita kembali berbaring. Krisna memeluk tubuh Lita.


__ADS_2