CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Maafkan Aku, Friska


__ADS_3

"Maafkan Aku Friska.... Aku benar-benar menyesal... Aku sangat mencintaimu Friska... Aku gak mau orang lain menyentuhmu...." Gery menangkupkan kedua tangannya diatas kepala.


Friska sangat terkejut dengan pengakuan Gery yang telah menodainya. Friska memalingkan wajahnya.


Gery juga tadi ingin memeluk kaki Friska tapi Friska berteriak dan Atala menarik tubuh Gery agar menuruti permintaan Friska.


"Aku akan tanggung jawab Friska. Kalau sekalipun Kamu memintaku untuk menyerahkan diri ke kantor Polisi, Aku akan lakukan. Tapi Aku mohon, jangan membenciku..." Gery terus memohon.


Airmata Friska mencelos begitu saja. Dia tak menyangka kalau anak yang dikandungnya ternyata anak Gery bukan Anak Atala. Dan Atala tak pernah sekali pun menyentuhnya.


Atala menghela nafas lega karena terbukti tak bersalah. Dan Dia juga tak pernah menodai Friska dalam keadaan sadar atau pun tidak sadar.


Namun Atala tetap saja harus menunggu. Dia tak bisa menceraikan Friska karena Friska sedang hamil. Walau yang dikandung Friska bukan darah dagingnya.


Friska masih menangis, Dia tak sanggup berpisah dengan Atala. Dia sangat mencintai Atala. "Atala... Jangan tinggalkan Aku... Aku mohon... Aku sangat mencintaimu... Huk... huk... huk..."


"Tidak mungkin Friska... Aku gak pernah mencintaimu. Aku mencintai Vita, dari dulu, sekarang dan sampai kapanpun. Dan Kamu tahu itu. Pernikahan ini tidak benar. Aku tersiksa Friska, Kamu pun pasti tersiksa karena Aku tak pernah memperhatikanmu...." Jelas Atala.


"Huk... huk... huk..." Friska makin menjadi tangisannya.


Gery tak tega melihat penderitaan Friska. Gery juga sudah tahu akan penyakit Friska. "Sayaaang... Andai saja waktu itu Kamu jujur padaku, tentang penyakitmu, Aku gak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan selalu menjagamu..." Kata Gery memelas.


Atala terhenyak. Atala memang belum mendengar kisah cinta Friska dan Gery. Fathir hanya memberitahu pada Atala kalau pelakunya ada sama Dia di Rumah Sakit.


"Jadi... Mas Gery dan Friska sudah saling kenal?" Tanya Atala.


"Iya Dek... Aku dan Friska satu angkatan. Dan waktu itu Aku dan Friska sangat dekat. Aku sudah berniat mengutarakan isi hatiku tapi ternyata Friska menghilang selama setahun. Dan setahun kemudian Aku bertemu dengannya dan mengutarakan isi hatiku tapi Friska menolakku. Dan tak lama Aku melihat Friska dengan Kamu dan Fathir." Gery menunduk.


Atala menghela nafas. "Ternyata Cinta Mas Gery pada Friska, Cinta lama yang belum kelar. Seperti Cintaku pada Vita." Batin Atala.

__ADS_1


Fathir menghampiri Friska. "Friska... Aku dan Kamu memang gak pernah akur. Tapi Aku melihat ketulusan hati Mas Gery. Dia benar-benar menyayangimu..." Fathir mengusap airmata Friska.


"Kamu tahu Friska, Aku sangat terharu melihat pergerakan janin di rahimmu kemarin. Tapi sayang Dia bukan anakku. Seharusnya Gery yang berhak akan kebahagiaan ini." Fathir berdiri bertumpu pada lututnya di samping brankar Friska. Friska masih memalingkan wajahnya dari Gery.


Friska menatap mata Fathir lembut. Ada kejujuran dimata itu. Fathir sedang tidak membuli nya seperti saat-saat dulu. Fathir juga sedang tidak mencibirnya. Ada ketulusan dimata Fathir.


"Tapi Aku belum bisa menerimanya Fathir. Aku marah padanya karena Dia telah menyentuhku tanpa seijinku..." Kata Friska.


"Friska sudah berapa kali Gery menjelaskan padamu, Dia terbawa suasana, Kamu mabuk berat waktu itu. Gery mencoba melindungimu. Dia juga berniat mengantarmu pulang tapi gak tahu rumahmu." Jelas Fathir.


"Tapi kenapa Dia malah memfitnah Atala. Harusnya Dia biarkan Atala membawaku pulang... bukan malah membekap Atala hingga pingsan..!" Friska terdengar kesal.


"Maafkan Aku Friska... Aku sakit hati, karena Kamu terus memanggil-manggil Atala... Kamu mencintai Atala... Aku cemburu Friska... Maafkan Aku..." Gery makin menunduk.


"Fathir.... Kenapa Dia masih disini? Aku gak mau melihatnya... Aku gak mau mendengar suaranya...." Pinta Friska.


Fathir menghela nafas. "Kamu memang keras kepala Friska." Fathir menatap Gery, memohon Gery agar meninggalkan ruang rawat Friska. Atala mengajak Gery agar keluar.


Papa Mereka, Teguh, juga sudah menemui Rafa, Papa nya Friska dan menceritakan semuanya pada Rafa. Rafa awalnya memang sangat marah. Tapi Teguh dapat meyakinkan Rafa kalau Gery adalah anak yang baik. Dia hanya terbawa suasana karena Friska yang mabuk berat dan menyerahkan tubuhnya pada Gery walau dalam keadaan tak sadar.


Gery melakukan itu dengan cinta. Gery sama sekali tak mau melukai Friska. Tapi Friska yang terus memaksanya melakukam itu, karena pengaruh dari minumannya.


Gery juga sangat menyesal andai saja malam itu Dia tak membawanya ke Cafe milik Dion, Friska gak akan membencinya seperti saat ini. Gery menjambak rambutnya. Semua sudah terjadi dan waktu tak dapat diputar ulang.


"Aku hanya berharap Friska memaafkan Aku. Dan Aku berjanji akan membahagiakan Friska. Apapun yang Friska minta Aku akan penuhi walau nyawa taruhannya sekalipun." Kata Gery pada Atala.


________________________


Gery tak pernah putus asa. Hampir setiap hari Dia menjenguk Friska di Rumah Sakit walau Friska selalu mengusirnya.

__ADS_1


Gery hanya pasrah, Dia akan menunggui Friska di luar ruang perawatannya hingga ada orang yang menjaga Friska.


Atala juga makin sibuk dengan pekerjaannya. Niatnya akan jadi Arsitek di Mesir, tidak terlaksana. Karena perusahaan yang memintanya dulu belum memulai proyeknya disana, karena belum ada kesepakatan.


Atala menitipkan Friska pada Fathir dan Gery. Atala juga berpamitan pada Rafa. Walau Rafa kecewa akan sikap Atala yang masa bodo pada Friska, tapi Rafa akhirnya mau mengerti kalau Atala juga tersiksa dengan pernikahan ini.


Siska, Mama Friska, selalu memberi pengertian pada Suaminya agar tidak selalu memojokan Atala. Walau bagaimanapun terbukti Atala tidak bersalah. Anak yang dikandung Friska juga bukan anak Atala.


Atala juga sudah menawarkan pada Rafa agar membawa Friska ke Negara T tempat Papa Carlos dan Tabib. Karena terbukti Mama nya sembuh dengan obat-obatan alami yang Dia berikan. Juga kini terdengar kalau Mama Dita sudah hamil dan sebentar lagi akan melahirkan.


Tapi Rafa tak percaya dengan pengobatan tradisional. Dia lebih mengandalkan kecanggihan ilmu kedokteran.


________________________


Usia kandungan Friska sudah hampir sembilan bulan. Kondisi Friska juga sangat mengkhawatirkan. Selama ini Friska selalu melamun dan tak mau makan. Friska kecewa pada Atala yang memberikan tanggung jawabnya pada Fathir dan Gery.


Gery tak pernah absen untuk datang melihat keadaan Friska walau selalu penolakan yang Dia dapat.


Gery sudah mempersiapkan semua keperluan Friska saat melahirkan nanti dan kebutuhan bayi nya kelak. Gery juga sudah mempersiapkan pernikahan untuk Friska. Karena Atala akan menalak Friska saat Friska sudah melahirkan.


Atala juga banyak membantu Gery dalam mempersiapkan semuanya. Walau bagaimanapun, Gery adalah Kakaknya. Dan selama Atala dekat dengan Gery, Atala sangat yakin kalau Gery memang tulus pada Friska.


Dan Gery memang orang yang baik. Hanya saja kurang kasih sayang akan sosok Mama karena Dia tak mendapatkan sejak Mama nya menghadap Ilahi saat Dia masih di SMA.


Tak lama Teguh menikahinya secara sah, Tiga tahun kemudian Istrinya meninggal Dunia. Dan Gery benar-benar terpukul akan kepergian sang Mama.


Atala juga meminta Mama Diandra untuk menyayangi Gery, Walau bagaimanapun Gery tak punya salah pada Mama nya, yang bersalah adalah Papa nya dan Mama nya Gery. Gery tak meminta dilahirkan dari hasil perselingkuhan.


Diandra pun perlahan mau menerima Gery. Dan menyayanginya seperti Puteranya sendiri. Gery pun sangat bersyukur mendapati Mama selembut Diandra.

__ADS_1


Teguh sadar bahwa Diandra memang betul-betul Wanita yang baik. Teguh menyesal telah menyia-nyiakan Diandra. Teguh berjanji gak akan mengusik rumah tangga Diandra. Dia justru akan membantu Diandra dan Ustadz Joey jika dirinya diperlukan.


__ADS_2