CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Obrolan Keluarga


__ADS_3

"Bagaimana Kuliah mu hari ini, Sayang?" Tanya Lambok disela-sela makan malam.


"Alhamdulillah Pa, lancar." Kata Atala.


"Apa banyak perempuan yang mengganggu Kakak?" Canda Lita.


"Huk.. huk.. huk.." Atala terbatuk mendengar perkataan Lita. Vita memberikan air minum pada Atala.


"Pelan-pelan dong Kak." Pinta Vita.


Lita terkekeh. "Maaf Kak... Berarti benar perkataanku." Canda Lita.


Atala hanya diam. Dia bingung harus bicara apa.


Lambok hanya menggeleng melihat Lita dan Atala sambil tersenyum.


"Maka nya dihabiskan dulu makanannya, baru ngobrol." Kata Tia.


"Maaf Ma..." Atala menunduk dan melanjutkan makannya.


"Papa juga nih. Orang lagi makan malah ngobrol." Canda Tia.


"Maaf Ma... Papa kan pengen tahu kuliah Atala." Kata Lambok tersenyum.


Tak lama Mereka selesai makan malam. Vita dan Lita membereskan bekas makan malam mereka.


Tia membuatkan minuman untuk keluarganya yang akan berkumpul di ruang tengah sambil membahas kegiatan anak-anak mereka di luar rumah.


"Kapan-kapan Aku ke kampus Kakak ah. Aku mau lihat gadis Kampus yang menggoda Kak Atala." Canda Lita.


Atala mengerutkan keningnya. "Kenapa perkataan Lita sama dengan apa yang diusulkan Fathir." Batin Atala.


"Kak... Kok bengong sih?" Lita mengagetkan Atala.


"Lita... Kamu ngapain sih ikut campur urusan Kak Atala? Kak Atala kan sudah besar, bisa jaga diri sendiri." Ketus Vita.


Lita terkekeh. Dia ingat pesan yang dikirim Fathir tadi sore.


"Kak Atala, Kakak kan sudah besar. Kalau masalah digodain gadis-gadis Kampus, Kakak kan bisa bersikap tegas. Gak perlu kan mesti Lita yang jagain Kakak terus-terusan." Vita terlihat tak suka.


Lambok dan Tia terkejut melihat sikap Vita yang tak seperti biasa.


"Lita.... Ngapain juga Kamu mau ke kampus Kak Atala. Kita kan masih SMP, apa kata anak Kampus nanti, Kak Atala punya bodyguard anak SMP." Vita mengrucutkan bibirnya.


Atala menghampiri Vita. Atala merangkul bahu Vita. "Maafkan Kakak ya Dek. Kakak memang lemah, tak seperti Kamu yang selalu tegar." Canda Atala yang mencubit hidung mancung Vita yang mungil.


"Tuuuhh kan... Ujung-ujungnya hidung Aku deh yang kena sasaran." Vita mengrucutkan bibirnya.


Lambok, Tia dan Lita tertawa melihat kejahilan Atala dan kepolosan Vita.


"Tata... Tata...." Tristan menghampiri Vita dan duduk dipangkuan Vita. Tristan mengelus hidung Vita lembut. Lalu Tristan memukul tangan Atala.


"Uuhh..." Kata Tristan.

__ADS_1


Atala kaget. "Kok, Kak Atala ditabok sih Dede ganteng..." Atala gemas dan mencubit pipi Tristan.


Tristan merengek pada Vita menunjuk ke Atala. Vita memukul pelan tangan Atala. "Kak Atala nakal nih..." Canda Vita.


Tia dan Lambok hanya geleng-geleng kepala. "Lihat kan Atala, Tristan menjaga Vita karena Kamu menggoda Kakaknya." Canda Lambok.


"Ya dong... Tristan harus jadi bodyguardnya Twins kalau Kak Atala gak ada." Canda Atala yang langsung menggendong Tristan dan mencium pipi Tristan. Tristan membalas mencium pipi Atala.


Mereka tertawa melihat keakraban yang terjadi. Lambok mengecup pipi Tia. Lambok sangat bahagia mendapat keluarga yang harmonis.


__________________


"Jadi ini wanita yang telah menukar bayi ku." Diandra mengamati wajah perempuan itu.


Diandra memang punya banyak kenalan orang penting di Rumah Sakit dan keamanan. Jadi Diandra dengan mudah mendapatkan rekaman CCTV pada saat bayi nya ditukar.


Dulu waktu masih menjadi istri Teguh, Diandra tak dapat berbuat banyak karena gerak-geriknya yang selalu dibatasi oleh Teguh.


Teguh tidak mau Diandra mempunyai banyak kenalan. Apalagi paras Diandra yang sangat cantik.


Pada kenyataannya Teguh yang malah menghianati Diandra.


Tapi kini Diandra bersyukur bisa terlepas dari Ikatan Pernikahannya dengan Teguh. Diandra sangat mencintai Teguh tapi penghianatan Teguh merubah cinta itu jadi benci.


Sebenarnya Lambok merencanakan menjodohkan Diandra dengan sahabatnya, Yaitu Ustadz Joey mantan suami Emily, tapi Diandra belum mau ta'aruf dengan Ustadz Joey.


Diandra membuka galery ponselnya. Dia melihat foto Ustadz Joey. Diandra tersenyum. Diandra kembali Fokus dengan wajah perempuan yang menukar bayinya.


Diandra sudah mendapat data-data tentang perempuan itu. Diandra mendial ponselnya, menghubungi seseorang.


"Tolong cepat kesini, Saya ada kerjaan lagi buat Bapak." Pinta Diandra.


"Baik Bu." Kata orang itu dan segera menekan tombol off pada ponselnya.


Diandra menghela nafas. "Ya Allah... permudahkanlah Aku bertemu dengan putra kandungku." Diandra mengambil foto Rasya dari atas meja kerjanya. Diandra mengusap foto itu.


"Seandainya Allah tak cepat memanggilmu, Nak. Kamu akan bertemu dengan saudaramu." Batin Diandra.


Rasya memang disusui oleh Diandra. Diandra sangat menyayangi Rasya walau dia tahu Rasya bukan anak kandungnya.


Diandra kesal pada perempuan yang menukar Putranya. "Seandainya Kamu tak menukar bayiku, Aku akan menerimanya dengan ikhlas mengurus 2 bayi sekaligus." Batin Diandra.


Tok... Tok... Tok... Pintu ruang kerja Diandra diketuk.


"Masuk..." Kata Diandra.


"Maaf Bu... Diluar ada Pak Rahman." Kata Bela, Sekretaris Diandra.


"Oh ya... Tolong suruh masuk. Saya sudah menunggunya." Pinta Diandra ramah.


"Baik Bu." Kata Bela sopan.


Tak lama. "Assalamu alaikum Bu Andra." Sapa Pak Rahman.

__ADS_1


"Wa alaikumussalam Pak Rahman. Silahkan masuk." Pinta Diandra ramah.


"Silahkan duduk Pak." Diandra mempersilahkan Pak Rahman untuk duduk.


Diandra pun duduk di sofa dimana Pak Rahman duduk. "Saya minta tolong sama Bapak. Tolong cari informasi tentang wanita ini." Diandra memberikan amplop pada Pak Rahman.


Pak Rahman membuka amplop itu dan melihat foto itu. "Baik Bu. Saya akan segera melaksanakan perintah Ibu." Kata Pak Rahman.


Diandra tersenyum sambil memberikan sebuah amplop lagi. "Ini untuk Pak Rahman. Sisanya kalau kerjaan Bapak selesai."


"Baik Bu... Terima kasih. Kalau begitu saya permisi." Pamit Pak Rahman.


Diandra mengangguk. Diandra bergegas merapihkan mejanya. Dia melihat jam di dinding menunjukan jam 4 sore, waktunya Dia pulang kerja.


"Bela... Tolong ke ruangan Saya." Pinta Diandra melalui telpon ruangannya.


Tak lama Bela sudah berada di ruangan Diandra. "Saya Bu..."


"Apa masih ada schedult lain?" Tanya Diandra.


"Gak ada Bu. Hari ini sudah selesai." Kata Bela.


"Baiklah. Kalau begitu Saya pulang sekarang. Kalau kerjaanmu sudah selesai, Kamu juga boleh pulang." Kata Diandra.


"Baik Bu. Saya masih memindahkan file-file meeting tadi." Kata Bela.


"Ya sudah. Kamu jangan sampai larut ya." Pesan Diandra. Yang juga sudah mematikan layar Laptopnya.


"Ya Bu." Kata Bela setengah menunduk.


"Assalamu alaikum." Salam Diandra.


"Wa alaikumussalam..." Jawab Bela.


Diandra segera berlalu menuju mobilnya.


Security telah membawa mobil Diandra ke depan Loby, karena Bela yang sudah menghubunginya.


Security membukakan pintu untuk Diandra.


Diandra tersenyum. "Terima kasih Pak."


Security mengangguk. "Hati-hati dijalan Bu."


Diandra sudah berbaur dengan kemacetan jalanan Ibu Kota.


1 Jam Kemudian.


Mobil Diandra sudah masuk ke garasi mobil di rumahnya.


"Assalamu alaikum Mama...." Sapa seseorang.


Diandra terperanjat. Diandra bergegas turun dan langsung menghambur dan memeluk hangat Seseorang itu. Diandra menciumi wajahnya.

__ADS_1


"Kamu kemana saja? Mama nunggu kabar Kamu. Kamu gak jadi tinggal disini?" Tanya Diandra.


__ADS_2