
Resepsi pernikahan sedang digelar. Lita dan Leo terlihat sangat serasi. Mereka terlihat begitu bahagia.
Caca sibuk bermain dengan saudara-saudara nya yang berasal dari Sumatera, juga beberapa anak dari kolega Tuan Alex dan Lambok.
Disana hadir juga Ustadz Joey dan Diandra dan Putera Mereka. Teguh mantan Suami Diandra pun hadir beserta Geri dan Friska dan Putra Puteri Mereka. Rafa dan Keluarga besarnya juga turut hadir. Resepsi Pernikahan ini memang tergolong mewah.
Alex dan Lisa terlihat sangat bahagia melihat Putera bungsu nya bersanding di pelaminan menjadi Raja satu hari. Alexa dan Suami juga Putera-puteri Mereka, ikut merasakan kebahagiaan ini.
Lita berulang kali mengusap airmata bahagia. Keletihannya karena perjalanan jauh tak dirasa oleh nya. Teman-teman sekolah dan Kampus nya juga turut diundang. Demikian pula dengan Astrid dan Arham.
Leo sesekali mengelus bahu Lita manakala airmata bahagia itu kembali menetes. Rintangan yang kerab menerjang hubungan Mereka kini berakhir di pelaminan dengan rasa bahagia yang tak terhingga.
Lambok dan Tia saling merangkul. Bahagia melihat Puteri nya menikah. Tuan dan Nyonya Wijaya jauh-jauh datang dari Negara B karena kabar yang disampaikan Lambok. Mereka juga terlihat bahagia walau tubuh tak segagah dan secantik dahulu.
Caca berulang kali terlihat tertawa lepas bersama kedua Eyang Uyut nya. Tuan dan Nyonya Wijaya begitu terharu melihat Caca yang sangat menggemaskan. Kini Mereka tak pernah kesepian lagi, ada Anak, Mantu, Cucu dan Cicit melengkapi hidup Mereka.
Nenek Nia juga terlihat bahagia. Walau sudah tua tapi masih terlihat gagah karena Beliau tak pernah bisa diam, selalu menggerakkan tubuh nya dan memakan makanan yang alami yang diolah sendiri.
__________________________
Leo menggendong tubuh Lita ala bridal setelah acara resepsi pernikahan selesai. Tamu undangan sudah menempati kamar Mereka masing-masing di sebuah hotel berbintang yang memang disediakan untuk para undangan yang tinggal jauh.
Keluarga Besar Mereka juga sudah masuk ke peristirahatannya.
Lita menelusupkan wajahnya ke dada Leo. Lita tersipu malu. "Kamu ringan sekali... Setelah ini Aku tak akan membiarkan Kamu lupa akan sarapan dan asupan gizi." Kata Leo sambil mengecup kening Lita.
Mereka kini telah tiba di kamar. Leo mendudukkan tubuh Lita di tepi ranjang yang sudah dihias sedemikian indah.
"Kita mandi dulu, setelah itu shalat." Pinta Leo.
Lita mengangguk. Leo sudah melepas pakaiannya hanya tinggal boxer nya saja. Lita histeris melihat keadaan Leo.
"Kenapa Sayang??" Leo mendekati Lita yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Lita menunjuk. "Kakak jangan telanjang depan Aku... Malu tahu..." Lita masih menyembunyikan wajahnya.
Leo menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Sayang... Aku sekarang Suami Kamu... Nanti Kamu juga akan lihat semua..." Canda Leo.
Lita menggeleng. Leo mensejajarkan tubuhnya dengan Lita. Leo melerai telapak tangan Lita dari wajahnya namun Lita malah memejamkan matanya. Leo melepas riasan yang ada di kepala Lita. Kemudian Membuka hijab milik Lita.
__ADS_1
"Sayaaang...." Leo mengecupi wajah Lita.
Lita membuka matanya perlahan. Mata Mereka saling menatap. Ada rasa cinta yang begitu besar di kedua mata itu.
Leo menarik tangan Lita dengan lembut membawa nya ke bahu nya. Leo menatap wajah Lita yang tanpa hijab. Melepas sanggulan rambutnya dan membiarkannya tergerai. Leo mencium rambut wangi Lita. Lita semakin tertunduk malu.
"Kalau Kamu terus saja diam, jam berapa lagi Kita akan shalat isya, Sayang??" Goda Leo.
Lita tersenyum. "Abis Sayang telanjang gitu, Aku kan malu."
"Masa sama Suami sendiri malu. Kita mandi bareng yah..." Leo mengharap.
Lita menggeleng dengan cepat. "Gak... Gak...."
"Kenapa?" Tanya Leo bingung.
"Aku... Aku..." Lita kembali menundukkan kepalanya.
Perlahan Leo menurunkan resleting gaun pengantin Lita hingga turun ke pinggang. Lita hanya memakai pakaian dalamnya.
Kemudian Leo menggendong tubuh Lita ke kamar mandi. Leo benar-benar ingin mandi bersama Lita.
Lita mencium punggung telapak tangan Leo setelah selesai shalat. Leo mengecup kening Lita. Lita merapihkan peralatan shalat Mereka. Baru saja selesai Leo langsung menggendong tubuh Lita dan itu membuat Lita menjerit.
"Sayaaang.... Jangan bikin kaget terus..." Lita mengrucutkan bibirnya.
Leo memandang wajah Lita sambil terus tersenyum. Membaringkan tubuh Lita di ranjang. "Apakah malam ini Aku boleh melaksanakan tugas Ku sebagai seorang Suami?" Tanya Leo lembut.
Lita tersenyum dengan pipi bersemu merah. Lita mengangguk.
Leo membaca doa. Dia memulai dengan mencium kening Lita kemudian pipi dan langsung ke bibir yang awalnya sebuah kecupan kini malah terus mendalam.
Leo terus melancarkan cumbuannya yang membuat Lita begitu terbuai. Hingga Lita tak sadar kalau kancing piyama nya sudah terbuka semua. Leo menatap tubuh Lita. Lita memalingkan wajah karena malu. Leo tersenyum.
"Kamu sudah siap, Sayang?" Bisik Leo ketika Mereka sudah tak mengenakan sehelai pakaianpun.
"Apakah akan sakit?" Tanya Lita polos.
"What??!!" Leo terperanjat. "Sayang.... Kamu kan sudah berpengalaman..." Canda Leo namun dengan wajah tak percaya.
__ADS_1
Wajah Lita bersemu merah. "Mau kah Sayang melakukannya perlahan?" Harap Lita.
Leo tersenyum. Leo pikir karena Lita sudah lama tak tersentuh maka nya Lita seakan melupakan rasanya.
Leo menghujamkan miliknya kedalam milik Lita. Lita teriak, airmatanya keluar menahan sakit. "Sayaaang... Sakiiiit....!"
Leo buru-buru mencabutnya, padahal belum separuh miliknya masuk tapi Lita seakan seperti gadis perawan yang baru dijebol gawangnya.
"Sayaaang... Kamu kenapa?" Tanya Leo tak tega.
"Sakit Sayaaang... Hik... hik..." Lita tak kuasa menahan airmatanya.
Leo menarik tubuh Lita dan memangkunya. Lita memeluk tubuh Leo. Leo mengecupi wajah Lita, Dia merasa bersalah karena telah menyakiti Lita.
"Aku...." Lita tak meneruskan ucapannya.
"Apakah Almarhum Krisna tak pernah menyentuh Mu?" Tanya Leo hati-hati.
Lita menatap wajah Leo dengan lembut. "Kak Krisna sakit setelah Dia tertembak. Saraf-saraf yang terhubung dengan intinya tak berfungsi." Mata Lita kembali berkaca-kaca.
Leo langsung memeluk tubuh Lita dengan erat. Leo tak tahu harus bahagia atau bersedih mendapatkan Istrinya yang masih perawan. Leo teringat saat terakhir Krisna meminta pertolongan padanya untuk memeriksa kondisinya, tapi Leo menolaknya.
"Maafkan Aku, Krisna. Karena cemburu, Aku jadi membenci Mu, bahkan disaat terakhir Kita bertemu." Kata Leo dengan mata berkaca-kaca. "Maafkan Aku, Sayang... Sebelum kecelakaan itu, Krisna meminta pertolongan Ku, tapi Aku tak mendengarkannya. Aku gak tahu kalau Dia sakit..." Leo menundukkan kepala menyesal.
Lita menangkup kedua pipi Leo. "Itu sudah lama berlalu, Sayang. Kak Krisna juga pasti mengerti." Kata Lita.
"Apakah Kamu sudah memeriksakan kondisi Krisna?" Tanya Leo.
Lita mengangguk. "Aku tahu dan ini memang sulit akan kembali normal. Tapi Aku membohonginya dengan mengatakan kalau Kak Krisna pasti sembuh... Hik.. hik.. hik..." Lita kembali terisak menyesali kebohongannya.
"Leo kembali memeluk tubuh Lita. Sssttt... Sudahlah Sayang... Kalau Aku berada di posisi Mu, Aku juga akan melakukan hal yang sama. Ikhlaskan semua nya." Leo mengusap punggung polos Lita.
"Tapi Aku ingin, semua menjadi pembelajaran. Aku mau Rumah Tangga Kita tanpa ada kebohongan, walau kejujuran sangat menyakitkan, tapi Aku tak mau, demi kebahagiaan, Kebohongan terus ditutupi kebohongan." Pinta Lita sambil menatap dalam manik mata Leo.
"Iya Sayang... Aku janji. Demikian juga dengan Mu.... Jangan pernah menyembunyikan apapun dari Ku." Pinta Leo yang diangguki oleh Lita.
Akhirnya Mereka menghabiskan malam pengantin Mereka dengan rasa penuh cinta yang halal. Leo berhasil menjebol gawang pertahan Lita. Walau Leo harus extra sabar, karena milik Lita yang sangat sempit dan berulang kali Lita menangis karena milik Leo yang sangat super.
Namun pada akhirnya, hari-hari berikutnya Lita yang semakin gencar melakukan penyerangan terhadap Leo, karena kenikmatan yang luar biasa.
__ADS_1