CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Kejutan Yang Mengesalkan


__ADS_3

"Mau kah Kamu menjadi kekasihku... Jika Kita berjodoh, Aku ingin meminangmu untuk menjadi Ibu dari anak-anakku." Tiba-tiba Arby berjongkok, menyodorkan sebuah cincin yang masih bertengger pada kotak berbusa. Mereka sedang makan malam di sebuah Resto. Besok pagi Lita akan berangkat ke Negara J.


Sontak saja Lita menutup mulutnya tak percaya. Para pengunjung Resto berdiri. Mereka ikut bersuara. "Terima....! terima....! terima...!"


Lita mengedarkan pandangannya. "Kak Arby, apa yang Kakak lakukan?" Lita setengah berbisik.


"Aku serius Sayaaang...." Kata Arby yang masih setengah berjongkok dengan menopang tubuhnya dengan sebelah lututnya.


"Tapi Aku belum siap...!!" Bisik Lita serius.


Para pengunjung masih menunggu dan terus berteriak, "Terima...! terima...! terima....!"


Lita gundah. Disisi lain Lita hanya memganggap Arby sebatas teman. Tapi satu sisi, pengunjung pasti akan menghujatnya jika Lita menolak Arby.


"Kak... Aku hanya menganggapmu teman..." Lita masih berbisik kesal. Sedangkan para pengunjung nampak tak sabaran. Ada yang kesal karena pertimbangan yang lama, ada juga yang segera duduk menyantap makanannya karena keputusan Lita yang sangat lambat.


"Lututku sakit, Lita." Keluh Arby.


Lita melotot. Di sodorkannya jari Lita ke arah tangan Arby yang memegang cincin.


Para pengunjung bertepuk tangan. Arby memakaikan cincin itu ke jari manis Lita. "Aku belum setuju!" Gumam Lita ketus.


Arby mengecup jemari Lita. Lita buru-buru menariknya. Lita tersenyum terpaksa pada semua pengunjung yang bertepuk tangan.


"Terima kasih... terima kasih..." Kata Lita, padahal hati nya sangat dongkol.


Selama makan malam, Lita hanya diam. Dia sangat kesal pada Arby. Sebelumnya Lita sudah bilang kalau Dia hanya menganggap teman terhadap Arby.


Arby memandang wajah Lita yang terus saja merengut.


"Selamat yaaahhh... Semoga cepat diresmikan. Kalian sangat serasi..." Tiba-tiba sepasang suami istri menghampiri meja Lita dan Arby sambil mengulurkan tangan.


Lita tersedak. Uhuk...uhuk... uhuk...


Arby menyodorkan air minum pada Lita. Arby membantu Lita dengan memijat tengkuk Lita dengan lembut.


Airmata Lita mengambang. "Terima kasih...Uhuk..." Lita terbata menjawab ucapan selamat dari pasangan itu.


"Duuuhhh sayangnya calon suami...." Kata sang istri yang melihat Arby memijat tengkuk Lita.


"Maaf..." Lita segera beranjak dari tempat duduknya. Setengah berlari menuju toilet. Lita menangis di dalam sana. Arby menyusul nya. Menunggu di depan pintu toilet wanita.


15 menit.... Lita belum juga keluar dari toilet. Arby sudah cemas. Seorang cleaning service hendak masuk ke toilet.


"Nona... Tolong kekasih Saya di dalam. Sudah 15 menit belum keluar." Kata Arby.


"Oohh yang tadi abis dilamar ya?" Tanya cleaning service itu.

__ADS_1


Wajah Arby bersemu merah. Arby mengangguk. "Iya..."


"Baik Tuan." Kata Cleaning service.


Di dalam Toilet.


"Hik... hik... hik... Aku belum siap..." Lita terisak. "Kenapa Kak Arby tak membicarakan dulu denganku." Lita memandang cincin di jemari nya.


"Nona....!" tok.. tok.. tok... Panggil Cleaning service.


"Hik... hik... hik..." Lita mendongak. Lita menekan air penyiraman pada closet agar tak terdengar isakannya.


"Nona...!" Panggil cleaning service lagi.


"Iya... tunggu sebentar." Jawab Lita. Kembali menekan air penyiraman. Lita segera keluar.


"Maaf Nona, Kekasih Nona cemas, menunggu di depan pintu toilet." Kata Cleaning Service.


Lita mengangguk. "Terima kasih." Kata Lita. Lita membasuh wajahnya. Kemudian mengusapnya perlahan dengan tisu.


Cleaning service itu mengerjakan pekerjaannya.


Lita segera keluar dari toilet. Dia meninggalkan tas nya di meja makan.


"Kamu gak apa-apa kan?" Arby terlihat cemas melihat Lita keluar dari toilet. Arby tahu Lita marah pada nya.


Arby hanya mengangguk. Dia mengikuti Lita ke meja. Arby mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dari dompet dan memanggil seorang waitress.


"Ya Tuan." Tanya Waiters.


"Tolong dibayar bill Saya. Kembaliannya ambil saja." Kata Arby yang memang sudah dapat mengira total harga makanan Mereka.


Setelah mengambil tas nya, Lita langsung keluar dari resto. Arby mengejarnya.


"Lita... Maafkan Aku..." Arby mencoba menggapai tangan Lita.


Tapi Lita buru-buru menepis nya.


Arby segera membukakan pintu mobil untuk Lita. Lita segera naik. Arby setengah berlari ke pintu setir. Arby menjalankan kendaraannya dengan kecepatan sedang.


"Aku sungguh-sungguh mencintaimu Lita... Aku gak main-main." Kata Arby masih fokus menyetir.


Lita menoleh dengan tatapan serba salah. "Tapi Kakak kan tahu, Aku gak bisa... Aku gak mau terbayang terus wajah Vero ketika melihat Kakak. Aku gak mau perasaan ini menyakiti Kita berdua.." Tegas Lita.


"Aku gak peduli. Kamu menganggapku sebagai Vero atau Arby. Yang jelas Aku sangat sangat mencintaimu." Arby serius.


Lita mendengus kesal. Airmata nya kembali mengalir.

__ADS_1


Arby menepikan mobil nya di sebuah taman. Dia membuka pintu setir. Kemudian beranjak ke pintu dimana Lita duduk.


"Mau ngapain?" Tanya Lita ketus.


Arby menyodorkan tangannya. "Please... Aku gak mau Kita berpisah dengan memendam kekesalan." Pinta Arby lembut.


Lita mau tak mau menyambut tangan Arby. Arby benar, Dia dan Arby tak bermusuhan. Hanya saja hati nya yang tak terima dengan semua kejutan ini.


Arby menggandeng tangan Lita membawa nya ke tengah taman. Sesekali Arby mengecup jemari Lita yang Dia genggam.


Lita merasa tak enak. Tapi Lita tak berdaya. Lita tak ingin menyakiti hati Arby. Tapi juga belum bisa menerima cinta Arby.


Arby mengajak Lita untuk duduk di sebuah kursi taman. Situasi taman agak sepi. Nampaknya sudah banyak yang pulang karena memang hari yang sudah menjelang tengah malam.


Arby duduk menghadap Lita yang duduk menyamping. "Lita..." Panggilnya.


Lita menoleh. Dan kembali memandang lurus.


"Tolong... Lihatlah ke arahku." Pinta Arby lembut.


Lita menurut. Kini posisi Mereka berhadapan. Walau duduk dengan setengah bokong yang menempel pada bangku taman.


"Aku hidup sebatang kara. Aku sudah tidak punya orangtua. Saudara pun tidak ada. Saudara dari orangtua ku juga tidak ada." Arby mulai membuka suara. Arby menatap lekat wajah Lita dengan tangan menggenggam jemari Lita.


Expressi Lita setengah kaget tak percaya.


"Bukan Aku tak mau mengajakmu ke rumah. Karena di rumah tidak ada siapa pun. Aku hanya punya Arham dan Astrid." Arby menunduk.


"Aku melihat mu berbeda dengan wanita di luar sana. Kamu tak banyak menuntut. Aku tahu Kita baru mengenal selama 11 hari. Tapi entah mengapa perasaanku mengatakan Kamu lah jodoh ku... Kamu yang akan memberikan Aku sebuah keluarga..." Mata Arby berkaca-kaca.


Lita sudah terisak. Lita membayangkan hidup Arby yang sebatang kara. Dia saja yang jauh dari Mama dan Papa nya juga saudara-saudaranya untuk waktu tertentu merasa sangat kesepian, apalagi Arby yang hanya punya Arham dan Astrid.


"Aku tak meminta belas kasih mu. Kalau Kamu belum bisa membalas cintaku, Aku akan sabar menunggu hingga Kamu mau membalas cintaku..." Kata Arby lagi.


"Kak Arby....." Dada Lita terasa sesak.


"Tak apa.... Aku mengerti, sangat mengerti... Memang sulit menghilangkan bayangan orang yang Kita cintai..." Arby sangat pengertian. Arby mengusap airmata Lita yang sudah menetes.


"Maafkan Aku kalau semua ini tak pernah Kamu harapkan. Maafkan Aku kalau Aku menambah beban di hati mu..." Kata Arby.


Lita menggeleng. "Kakak gak salah... Hati ku yang salah..." Lita menyalahkan dirinya.


"Tidak Sayang... Jangan menyalahkan dirimu. Aku hanya meminta kesempatan dari Kamu. Jika berkenan, Aku akan menunggu." Kata Arby lagi dengan lembut.


Lita mengangguk. "Aku akan coba... Tapi jangan terlalu berharap. Aku tak mau menyakiti..." Kata Lita masih terisak.


Arby tersenyum. "Aku akan menunggu. Jika Kamu bukan jodohku, Aku akan mundur tanpa membawa luka. Aku janji. Kebahagiaanmu yang utama bagiku..." Arby kembali mengusap wajah Lita.

__ADS_1


"Terima kasih...." Tiba-tiba Lita memeluk tubuh Arby. Arby tersentak kaget, tapi Arby bahagia, ada perjuangan yang akan Dia raih. Dan Lita juga mau berjuang melawan hatinya. Arby balas memeluk tubuh Lita dan mengelus punggung Lita dengan lembut.


__ADS_2