CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Cerita Atala


__ADS_3

"Kamu lihat apa, Sayang?" Tanya Atala pada Vita yang sedang memperhatikan dua orang.


"Kak Atala.... Kok Aku perhatikan dari tadi, Kak Friska dan Mas Gery mesra banget deh." Kata Vita.


"Kenapa emangnya? Kamu cemburu sama Mas Gery?" Goda Atala.


"Iiihhh Kak Atala apaan siihh... Aku kan cuma sayang sama Kakak..." Vita mengrucutkan bibirnya.


Atala merangkul bahu Vita. Para tamu yang bersalaman memang sudah mulai menyusut. Acara pernikahan hanya dibatasi hingga jam 3 sore.


"Mereka itu sepasang suami istri, jadi wajar kalau Mereka mesra." Bisik Atala.


Vita agak terperanjat. "Benarkah? Tapi sejak kapan?" Tanya Vita penasaran.


Atala tersenyum dan mulai bercerita.


FLASHBACK ON


Dua tahun yang lalu.


Ponsel Atala terus berdering. Atala yang baru dari pantai dan masuk ke dalam mobilnya karena panggilan adzan maghrib, melihat banyak panggilan tak terjawab dari Gery.


Atala melajukan kendaraannya. Dia mencari Masjid terdekat. Tak lama Atala memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah Masjid.


Atala bergegas turun dan langsung ke toilet untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dan celana panjangnya karena telah basah dan kotor terkena hempasan pasir air laut. Setelah bersih dan berganti pakaian, Atala langsung ke mobil meletakan pakaian kotornya ke jok belakang. Dan bergegas masuk kedalam Masjid. Atala langsung masuk shaf jamaah.


15 menit kemudian.


Atala masih terus berdzikir dan berdoa. Memohon pertolongan dari Allah SWT untuk kehidupannya dan masa depannya yang lebih baik.


Tak lama Atala keluar dari Masjid dan menuju mobilnya. Atala mengambil ponselnya dari dalam laci mobil. Ada belasan panggilan tak terjawab dari Gery dan beberapa pesan masuk.


"Kamu dimana, Dek? Friska sudah sadar. Dia menanyaimu terus."


"Dek... Angkat telpon Mas.... Penting."


Atala menghela nafas. Dia mendial nomor Gery.


Tak lama panggilannya tersambung.


"Dek... Kamu dimana?" Tanya Gery dari seberang sana.


"Aku baru selesai shalat Maghrib di Masjid dekat pantai." Kata Atala.


"Cepat lah pulang. Tabib menunggumu." Pinta Gery.


"Ya Mas. Aku akan segera pulang." Atala memutuskan sambungan telpon dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Satu Jam lebih kemudian. Mobil Atala memasuki pekarangan rumah Rafa.


Gery sudah menunggunya di teras rumah. Gery bergegas menghampiri mobil Atala yang baru saja terparkir.


Atala keluar dari mobil dan secara tiba-tiba Gery memeluknya.

__ADS_1


"A.. Ada a... apa Mas?" Atala nampak gugup karena Gery memeluknya dengan deraian airmata.


"Friska sudah sadar. Dan Dia mengingat semuanya." Kata Gery sambil melerai pelukannya. Gery mengusap airmatanya sendiri.


"Dek... Apakah Kamu mau melepaskan Friska untuk Mas?" Tanya Gery berharap.


Atala terperanjat tak percaya. "Apa Friska mau menerima Mas Gery?" Tanya Atala.


Gery mengangguk senang. "Aku sudah menceritakan semua. Papa Rafa juga ingin minta maaf padamu. Friska juga sebenarnya sangat menyesal karena telah merebutmu dari Vita."


Atala terdiam. Dia teringat akan Vita yang beberapa kali menghindarinya. Atala menghela nafas. "Sekarang bagaimana keadaan Friska?"


"Masih lemah. Tapi Dia sudah sadar. Dia menanyaimu terus." Kata Gery.


"Ayo Dek... Kamu lihatlah Friska. Tabib juga menunggumu." Kata Gery.


Atala mengangguk dan bergegas masuk kedalam rumah.


Atala langsung ke kamar Friska. Disana Atala melihat tabib yang masih membersihkan darah dari telinga Friska.


"Tabib... Bagaimana keadaan Friska?" Tanya Atala.


Rafa yang sudah memasang wajah tak suka pada Atala langsung ditarik masuk oleh Siska.


"Ingat Mas...! Atala tidak salah apa-apa. Kamu jangan punya pikiran macam-macam menjodohkan Atala dengan Raisa. Aku gak mau Atala terluka lagi karena keegoisanmu! Aku juga gak mau kehilangan sahabat terbaikku, Tia!" Ancam Siska.


Rafa menghela nafas. Dia duduk lemas dikursi di dalam kamarnya.


"Kamu darimana Nak?" Tanya Tabib pada Atala.


"Apa sekarang sudah baikan?" Goda Tabib.


Atala mengangguk. "Aku berharap mimpi buruk ini segera berakhir." Kata Atala sedih.


"Hehehehe...." Tabib terkekeh. "Sabar Nak.... Kebaikan seseorang akan dibalas dengan kebaikan, asal kan Kamu ikhlas menjalani semua ini." Kata Tabib.


Atala mengangguk walau hatinya terasa perih mengingat sudah dua tahun lebih hidupnya tak karuan.


"Atala....." Tiba-tiba Friska memanggilnya.


"Syukurlah.... Akhirnya Kamu sadar juga, Nak." Kata Tabib. Walau tadi Friska sempat tersadar dan juga shock karena cerita Gery, Dan Friska kembali pingsan karena melihat darah yang juga tak berhenti mengalir dari telinganya.


Atala langsung mendekat kepada Friska.


Friska mengambil tangan Atala. "Maafkan Aku... Aku sudah memisahkan Kamu dengan Vita, kekasih hatimu...." Kata Friska lemah.


Atala mengangguk. Airmatanya sudah menetes.


"Kamu jangan menangis Atala. Aku gak akan meninggal dunia kok... Aku masih mau hidup dan memperbaiki semua..." Canda Friska.


Atala yang menangis jadi tertawa mendengar penuturan Friska.


"Kamu adalah sahabat baikku. Memang Aku juga mencintaimu. Tapi tak seharusnya Aku merusak hubunganmu dengan Vita. Mas Gery juga sudah menceritakan semua kalau Gifany adalah anak biologisnya. Dia yang telah menodaiku. Tapi Dia juga tak sengaja karena terbawa suasana Aku yang mabuk berat." Kata Friska.

__ADS_1


"Sudah Friska.... Jangan diteruskan. Aku sudah tahu semuanya. Mas Gery sudah menceritakan padaku." Kata Atala.


"Lalu... Apakah Kamu membenciku?" Tanya Friska.


Atala menggeleng. "Aku gak pernah membencimu. Aku hanya gak suka dengan perlakuan Papa mu padaku." Atala menunduk.


"Maafkan Papa ku ya Atala... Papa sangat menyayangiku..." Kata Friska.


"Apa Kamu mencintai Mas Gery?" Tanya Atala.


Friska terdiam. Atala menyentuh pipi Friska. Friska tersadar. "Aku memang mencintai Gery. Tapi setelah Dokter memvonis umurku tak akan lama, Aku jadi menjauhi Gery. Dan entah kenapa setelah melihatmu dan Kita berteman, Aku serasa mendapat kehidupan. Aku ingin dekat denganmu Atala, disisa hidupku...." Friska menunduk. "Maafkan Aku Atala...." Friska mulai menangis.


Atala mengusap airmata Friska. "Sssttt.... Sudahlah... Yang penting sekarang Kamu fikirkan kesehatanmu... Setelah itu perbaiki hubunganmu dengan Mas Gery." Kata Atala.


"Apakah benar kalau Gery itu Kakakmu?" Tanya Friska.


Atala mengangguk. "Ya... Papa pernah menikah dengan perempuan lain dan Mas Gery anak hasil pernikahan Papaku dengan wanita itu." Jelas Atala.


"Ooohhhh...." Kata Friska.


"Kamu tenang saja Friska. Mas Gery sangat mencintaimu. Aku tahu betul, Mas Gery sangat tulus padamu...." Kata Atala.


Friska mengangguk. "Atala... Cepatlah urus perpisahan Kita. Dan Kamu harus kembali sama Vita." Pinta Friska.


Atala nampak murung. "Aku gak tahu... Sepertinya Vita membenciku...." Atala terlihat sedih.


Tabib mengelus bahu Atala. "Kamu belum mencoba nya Nak.... Dia masih sangat mencintaimu... Dia selalu menunggumu..." Kata Tabib.


Atala terperanjat. "Benarkah Tabib?!"


Tabib mengangguk. Friska tersenyum.


"Kamu tenang saja Atala. Setelah Aku sehat dan urusan Kita selesai, Aku janji akan membantumu mendapatkan Vita kembali." Kata Friska.


"Terima kasih Friska..." Kata Atala.


Gery mengusap airmatanya. Dia menghampiri Friska dan Atala. "Maafkan Mas Gery, ya Dek. Gara-gara Mas, hidupmu jadi berantakan." Kata Gery.


Atala bangkit berdiri. Dia menghampiri Gery dan memeluknya.


"Mas janji akan mengembalikan Vita padamu." Kata Gery.


"Mas Gery dan Friska gak usah memikirkan Aku. Aku akan segera mengurus perpisahanku dengan Friska. Setelah itu setelah masa iddah Friska selesai, Kalian segeralah menikah. Aku akan mempersiapkan kebahagiaanku sendiri dengan Vita." Kata Atala.


"Baiklah Dek. Setelah Friska sehat dan semua urusan selesai, Mas akan membantumu melamarkan Vita untukmu." Janji Gery.


"Maafkan Papa, Atala...." Tiba-tiba Rafa sudah berada dalam kamar Friska.


Atala menghampiri Rafa. "Ya Om... Gak apa. Atala juga minta maaf kalau selama ini Atala gak pernah hormat sama Om." Kata Atala.


"Om ngerti dengan sikap Kamu. Om sadar, selama ini Om begitu egois dengan keinginan Om sendiri tanpa mau tahu perasaan Kamu." Kata Rafa.


"Sudah ya Om. Yang terpenting sekarang, Friska sudah sehat. Dan Dia akan kembali dengan cinta pertamanya yaitu Mas Gery." Kata Atala.

__ADS_1


Mereka semua tersenyum bahagia. Siska meneteskan airmata. "Terima kasih Ya Allah... Engkau telah membuka hati suamiku...."


__ADS_2