
Malam harinya Lambok dan Fahmi tiba di ruang perawatan Nindi.
Nindi sedang tertidur saat Lambok dan Fahmi tiba, karena Nindi sangat lelah, Marcel terus saja mengganggunya. Itu karena Marcel ingin memastikan Nindi baik-baik saja pasca melahirkan.
"Bagaimana kabar Nindi?" Tanya Fahmi setengah berbisik pada Marcel.
"Alhamdulillaah Kak, Nindi baik-baik saja." Kata Marcel.
"Rencananya mau Kamu kasih nama siapa, Putrimu?" Tanya Lambok.
"Aku sudah mendapatkannya. Tapi Aku bicara dulu sama Nindi. Nanti dia ngambek kalau tidak diikutkan menamai Putrinya." Canda Lambok.
"Bisa libur 40 hari Kamu, bikin Nindi ngambek." Canda Lambok.
Marcel dan Fahmi tertawa. "Hahahaha... Bisa saja Kakak. Ya iyalah abis ini Aku masih harus puasa 40 hari." Kata Marcel.
"Nah tuh tahu. Hehehehe... Kalau perlu kamu stok tuh mie instant satu dus, kan pas tuh sehari satu. Kalau habis berarti perang dimulai. Hahahahaha..." Lambok makin geli.
Untung saja Atala sedang keluar tadi mencari makanan.
"Ya abis makan mie instant, Aku malah masuk rumah sakit Kak..... Hehehehe..." Canda Marcel.
"Ssttt... Nanti Nindi dan bayi nya bangun." Kata Fahmi.
"Anakku mana?" Tanya Lambok.
"Atala sedang cari makanan Kak, katanya iseng." Kata Marcel.
"Padahal Papa nya sudah bawa banyak makanan." Kata Lambok yang mengerti anaknya dalam masa pertumbuhan sebentar-sebentar mulut tak bisa diam.
Tak lama Atala sudah berada di ruang rawat Nindi. "Papa.... Ayah..." Panggil Atala.
"Sini Sayang." Pinta Lambok.
Atala langsung menghampiri Lambok. Lambok segera merangkulnya. "Kalian lihat, Papa nya sudah kalah tinggi sama anaknya." Canda Lambok.
Atala tersenyum.
"Kamu darimana? Ini Papa sudah bawakan Kamu makanan yang banyak. Mama mu khawatir sekali dengan Kamu." Kata Lambok.
"Aku cari makanan Pa, nih Aku beli martabak telor. Abis Papa dan Ayah lama...." Canda Atala.
Lambok menghela nafas. "Papa harus mengurus Mamamu dulu. Ya Allah... Mama mu kenapa cerewet sekali." Curhat Lambok.
"Mungkin bawaan hamil, Kak." Kata Marcel.
Lambok mengangguk. "Iya juga ya. Karena dulu waktu hamil Twins, Kakak yang ngidam dan Kakak yang cerewet." Lambok tersenyum mengingat dulu.
"Iiihhh Papa mah lebih cerewet dari Mama..." Canda Atala.
"Nah... Hahahaha..." Fahmi tertawa mendengar penuturan Atala.
__ADS_1
Lambok menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Apa iya?" Tanya Lambok.
"Iya Pa. Aku memang masih kecil waktu itu tapi Grandma pernah cerita sama Aku, hehehehe...." Atala menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Lambok mengacak rambut Atala. "Kamu pulang saja yah. Istirahat dirumah. Senin Kamu try out loh." Kata Lambok.
"Nanti yang temani Uncle siapa?" Tanya Atala.
"Gak apa Atala. Uncle akan baik-baik saja. Yang terpenting pelajaran Kamu. Nih tadi pulang sekolah langsung terbang kesini yah?" Tanya Marcel.
"Iya Uncle, tadi Aku pulang lebih cepat sebelum shalat jumat." Kata Atala.
"Nah... Kamu pasti belum istirahat kan?" Tanya Marcel.
"Hehehe... Iya Uncle. Abis aku kangen sama Auntie." Kata Atala.
"Ya sudah... Nanti Kamu balik sama Papa yah. Besok boleh kesini lagi." Kata Marcel.
"Iya Uncle." Kata Atala.
Lambok mengusap bahu Atala. "Anak Papa memang baik." Puji Lambok.
_________________
...🌷CELLIN FATIMAH🌷...
Demikian nama yang Marcel dan Nindi berikan pada Putrinya. CELLIN dari Marcel dan Nindi. Sedangkan FATIMAH, Marcel ingin Putrinya mempunyai sifat baik seperti SITI FATIMAH putri Nabi Muhammad SAW. Aamiin....
Nindi dan Marcel tersenyum. "Terima kasih Kak." Kata Nindi. "InsyaAllah Nindi akan segera berhijab. Karena Marcel sudah tahu banyak tentang aurat wanita. Marcel tak mau nanti harus bertanggung jawab akan kelakuanku di dunia." Kata Nindi.
"Alhamdulillaah..." Sahut Tia, Lambok dan Fahmi.
"Ya nih... Istriku yang cantik ini, kapan yah mau meluluskan keinginan Suaminya?" Kata Fahmi yang merangkul bahu Fitri.
Fitri hanya menunduk. Dia malu karena selama ini tak pernah mendengarkan perkataan Suaminya.
"Maafkan Fitri, Kak. Insya Allah Fitri juga akan segera menutup aurat Fitri." Janji Fitri.
"Alhamdulillaah..." Jawab yang lain.
Ibu mengusap airmatanya. Ibu bahagia dengan kebaikan anak-anak dan menantunya. "Semoga Ayah Kalian bahagia disana, karena mempunyai anak-anak yang sholeh dan Sholehah seperti Kalian." Kata Ibu.
"Aamiin..." Jawab semua. Tia merangkul bahu Ibu dan mengusap punggungnya lembut.
"Bagaimana? Apa jadi hari ini Kalian pulang?" Tanya Lambok.
"Ya Kak. Aku sedang menunggu surat-suratnya keluar. Sudah langsung ku urus pas Nindi melahirkan." Kata Marcel.
"Alhamdulillaah... Kakak juga sekalian pamit balik ke Jakarta. Besok Atala try out." Kata Lambok.
"Biar sukses yah, Anak tampan Auntie." Kata Nindi.
__ADS_1
"Terima kasih Auntie." Kata Atala.
_________________
Tiga Tahun Kemudian.
Atala kini sudah kelas 3 SMA dan akan segera menghadapi Ujian kelulusannya.
Twins sekarang duduk di kelas 1 SMP. Mereka juga akan menghadapi Ujian kenaikan kelas.
Atala tumbuh menjadi remaja yang sangat Tampan. Tak jauh beda seperti Lambok dulu. Hanya saja tubuh Atala lebih segar dan Atletis.
Banyak teman sekelas maupun Adik kelasnya yang berusaha mendekati Atala. Namun Atala tak pernah menanggapinya.
Teman-teman Twins yang melihat Atala pun tak jarang menggoda Atala manakala Atala sedang menjemput Twins kala sedang ekskul.
"Apaan siih Kalian? Kita masih kecil tahu." Kata Lita ketus. Lita sangat kesal jika ada teman perempuan yang sengaja mendekati Kakaknya.
Sedangkan Vita hanya terdiam. Vita memang sangat pendiam dan tertutup. Dia selalu menahan pandangannya. Apalagi dengan Atala, terkadang Atala menjahilinya, tapi Vita hanya tersenyum saja pada Atala dan itu membuat Atala sangat gemas.
Tia selalu mengatakan pada Putra dan Putri-putrinya untuk tidak berpacaran selama masih sekolah. Malah Tia melarang Mereka untuk berpacaran. Tia hanya ingin menjaga anak-anaknya.
Atala, Lita dan Vita menurut apa yang dikatakan Mama nya. Lambok hanya tersenyum melihat anak-anaknya yang menurut pada Mama nya.
Vita pun memutuskan untuk berhijab sesegera mungkin. Tia dan Lambok sangat mendukung keinginan Vita.
Hari ini sepulang sekolah, Tia yang memang menjemput anak-anaknya pulang sekolah, mengajak mereka ke pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta. Dia ingin membelikan bahan baju dan hijab untuk Vita.
Atala sangat senang dengan keputusan Vita. Atala janji akan selalu menjaga Adik-adiknya yang mulai tumbuh sebagai gadis yang cantik dan manis.
Lita yang berparas sangat Cantik yang cenderung mengambil gen nya Lambok, putih, hidung mancung, ceria dan memiliki senyum yang manis seperti Tia.
Sedangkan Vita mengambil gennya Tia, Hitam manis, tak bosan untuk dilihat, hidung mancung seperti Lambok, dan senyum manis seperti Tia. Tapi Vita agak pendiam. Kalau kata Atala, Vita foto kopi nya Mama.😊
"Ma... Kenapa Kita beli bahan? Kenapa gak beli jadi saja." Tanya Lita.
Tia tersenyum. "Mama ingin menjahitnya sendiri untuk Kakakmu. Biar lebih pas dan rapih." Kata Tia.
Lita hanya mengangguk. Sedangkan Atala sibuk menjahili Vita.
"Kak... Malu tahu iiihhh..." Kata Vita.
"Loh kenapa harus malu. Kamu kan Adik Kak Atala yang manis." Atala menggodanya kembali.
Sebenarnya diam-diam Vita menyukai Atala tapi bukan seperti Kakak tapi suka sama lawan jenis. Tapi Vita terus menampiknya karena Dia tahu, Atala, Kakak kandungnya. Gak mungkin dia menyukai Kakaknya sendiri.
"Atala...." Panggil Tia. "Adiknya jangan digodain terus. Lihat tuh wajahnya sudah merah gitu." Canda Tia.
"Ya Ma... Abis Adikku ini sangat menggemaskan." Kata Atala yang merangkul bahu Vita dan mengajaknya menghampiri sang Mama yang telah membayar belanjaannya.
"Abis ini Kita kemana Ma?" Tanya Atala.
__ADS_1
"Kita makan dulu yah. Kalian pasti lapar. Terus Kita segera pulang. Kasihan Papa, Papa pasti repot menjaga adik Kalian yang lagi aktif-aktifnya." Kata Tia.