
Arby mengulurkan tangannya pada Leo. "Aku Arby, kekasih Lita." Kata Arby.
Leo tersentak. Leo tak menyambut uluran tangan Arby. Dia memandang Arby dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Lita... Selera mu rendah sekali. Dia memang tampan tapi lusuh, tampilannya biasa-biasa saja." Batin Leo.
Karena tak dapat sambutan, Arby menarik uluran tangannya.
"Ada apa? Kenapa Kamu bisa ada disini?" Tanya Leo tak suka.
"Semalam Kami merayakan Ulang tahu Lita. Hari ini Aku menjemputnya. Tapi Aku melihat Kalian berpelukan. Apa Kamu mencintai nya?" Tanya Arby.
Leo mengangguk. "Iya. Dia adalah cinta pada pandangan pertama ku. Kami bertemu saat Lita baru akan terbang ke Negara ini." Jelas Leo.
"Berarti Dia yang lebih dulu bertemu Lita. Tapi mengapa Lita mengatakan Kalau Dia, wajah nya berbulu, dan seperti om-om? Sedangkan yang dihadapanku saat ini sangat muda dan tampan." Batin Arby.
"Apa Lita juga mencintaimu?" Tanya Arby.
"Hah... Oh.. Pasti nya. Lita sangat mencintaiku." Jawab Leo berbohong.
"Apa Kamu Leo, yang semalam mengirimi nya kue ulang tahun, dan bunga?" Tanya Arby.
"Dan Kalung." Tegas Leo.
"Kalung?!" Arby terperanjat.
Leo membuka ponselnya dan memperlihatkan gambar kalung yang Dia hadiahkan buat Lita.
Arby terkejut. "Tapi Lita tak mengatakannya." Arby terlihat kecewa.
"Berarti Lita tak mau Kamu mengetahui nya. Atau mungkin Lita tak menyukaimu. Lihatlah penampilanmu, apa pantas bersanding dengan Lita?" Ejek Leo.
Arby hanya diam. Dia menunduk. Arby menyadari Dia bukanlah siapa-siapa. Tapi cinta nya sangat tulus. "Baiklah... Aku sangat mencintai Lita. Aku ingin melihat Lita berbahagia. Kalau Kamu benar-benar mencintai Lita, tolong bahagiakan Lita." Arby meninggalkan Leo begitu saja tanpa menunggu ucapan Leo. Hati nya sakit.
"Lita... Mengapa Kamu membohongiku? Mengapa Kamu tak jujur padaku?" Pikiran Arby tak menentu. Arby meninggakan kampus Lita dengan membawa luka.
________________________________
Di Hotel
"Gak ada..!" Astrid terlihat sangat cemas.
"Ya Allah... Kak Arby... Kakak dimana?" Lita juga terlihat cemas.
"Ada apa Lita?" Tanya Vita yang tiba-tiba keluar dari kamar nya.
"Vit, Kamu lihat Kak Arby?" Tanya Lita khawatir.
"Loh tadi bukannya Dia pamit, katanya mau ke kampus Kamu. Memang gak ketemu?" Vita heran.
"Tadi sudah sampai Vit. Terus Dia bilang mau ke toilet." Jelas Astrid.
"Lalu gak kembali lagi." Timpal Lita.
"Tunggu... tunggu...." Lita nampak berfikir.
"Ada apa?" Tanya Vita dan Astrid berbarengan.
"Kamu bilang Dia ke toilet. Berarti Dia melewati taman samping Kampus?" Kata Lita.
__ADS_1
Astrid mengangguk. "Terus?" Tanya Astrid.
"Apa jangan-jangan Kak Arby melihatku dengan Pak Leo?" Tanya Lita.
"Apa?! Kamu bertemu Pak Leo?!" Astrid terkejut.
Lita mengangguk merasa bersalah. "Tadi Aku ke toilet, terus Aku ingat ponselku bergetar saat pelajaran Dokter David. Lalu ku buka. Ada pesan dari Pak Leo. Baru saja Aku keluar dari toilet, Pak Leo menarikku dan memelukku." Jelas Lita.
"Apa Kak Arby melihatnya?" Tanya Astrid.
"Mungkin saja." Kata Vita. "Dia salah paham dan akhirnya kecewa lalu meninggalkan Kalian."
Lita dan Astrid menghela nafas. "Kak Arby... Kamu dimana??"
"Ya sudah... Kalau begitu Kalian disini saja. Tunggu Dia kembali. Dia pasti balik kesini, kan? Apa barang-barang nya masih ada?" Tanya Vita.
Astrid bergegas masuk ke kamar Arby. Astrid menghela nafas lega.
______________________________
Sore hari menjelang Maghrib, Arby tiba di kamar hotel. Dia terkejut melihat Lita dan Astrid yang tengah terlelap. Dipandangi nya wajah Lita. "Aku tak menyangka dibalik wajah mu yang cantik dan polos, tersimpan kebohongan." Batin Arby. Dada Arby terasa sesak.
Tak sengaja Arby menyenggol lemari di belakangnya, karena Dia yang berjalan mundur sambil menggeleng.
Braaakkk....
Lita dan Astrid terbangun.
"Kak Arby..!!!" Teriak Lita dan Astrid berbarengan.
"Maaf Kak... Kami meniduri kasur Kakak." Kata Lita merasa tak enak.
"Aku gak kemana-mana. Aku menunggu Kalian di kampus. Tapi Kalian tak kunjung datang." Arby berbohong.
"Massaaaa...!!???" Lita dan Astrid berbarengan.
Arby mengangguk.
"Tapi Kami tadi menunggu Kakak cukup lama. Kakak bilang mau ke toilet, tapi gak kembali." Kata Astrid.
"Aku kembali tapi Kalian sudah tidak ada. Aku fikir Kalian ada kelas lain. Jadi Aku menunggu. Tapi sampai sore Kalian tak kunjung datang. Jadi Aku kembali ke hotel." Jelas Arby berbohong.
Lita dan Astrid menghela nafas. "Tapi kenapa ponsel Kakak gak aktif?" Tanya Lita.
"Iya... Aku telpon beberapa kali tapi gak diangkat." Astrid mengrucutkan bibirnya.
"Ponsel ku lowbet. Beberapa kali Aku angkat panggilanmu, tapi terputus." Arby kembali berbohong.
"Maafin Aku ya Kak. Gak jadi deh jalan-jalan." Lita terlihat menyesal.
"Gak apa. Kalian mandi sana..! Sudah maghrib." Pinta Arby.
Lita menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Aku mandi di tempat Vita saja. Lita tersipu malu." Dia buru-buru keluar Kamar Arby.
"Litaaa..!!! Iisshhh Aku ditinggalin..!" Astrid mengikuti Lita.
Arby hanya geleng-geleng kepala. Arby menghela nafas. Dia pun segera membersihkan diri.
__ADS_1
_________________________________
"Kenapa cepat sekali Kak? Kakak baru dua hari disini." Lita mengrucutkan bibir nya. Lita mendapat kabar dari Vita, kalau Arby sudah berpamitan akan kembali ke Negara nya.
Lita yang sudah siap-siap berangkat ke Kampus, sampe mangkir karena ulah Arby.
"Pekerjaanku banyak, Lita. Bos ku semalam menelpon." Arby beralasan.
"Tapi kan Kakak dikasih libur dua minggu, kenapa tiba-tiba kembali. Apa ada yang Kakak sembunyikan?" Lita merasa Arby berubah. Tak ada lagi panggilan sayang untuknya.
Arby menghentikan kegiatannya mengepak. Dia menghampiri Lita yang duduk dipinggir ranjang. Arby berjongkok dihadapan Lita. Membuat Lita salah tingkah.
"Kenapa Kamu harus bolos demi Aku?" Tanya Arby sambil mengangkat dagu Lita.
"Kenapa Kak Arby mendadak balik?" Lita balik bertanya.
Arby duduk di sebelah Lita. "Aku ingin melihat mu bahagia." Arby menghela nafas yang terasa sesak menghimpit dada nya.
"Aku bahagia Kak." Lita mengerutkan keningnya. Lita duduk menyamping menghadap Arby. Arby melakukan hal yang sama. Arby menatap dalam mata Lita.
"Apa Kamu mencintaiku?" Tanya Arby tiba-tiba.
Lita terperanjat tak menyangka akan mendapat pertanyaan yang Dia belum bisa menjawabnya.
"Kenapa Kamu tak menjawab? Apa ada orang lain?" Tanya Arby.
Lita menggeleng. Lita heran dengan Arby yang tidak sabar menunggu nya mencintai.
"Lalu Leo?" Tanya Arby.
Lita menatap tajam mata Arby. "Apa Kakak salah paham? Apa Kakak melihatku di taman bersama nya?" Tanya Lita.
Arby menggeleng tetap dengan kebohongannya.
Lita menghela nafas. Tanpa diminta Lita menceritakan peristiwa kemarin tanpa ada yang ditutupi.
"Kenapa Kamu menceritakannya padaku? Apa Kamu mulai mencintaiku?" Pertanyaan Arby menohok.
"Aku hanya tak ingin ada salah paham. Mengenai perasaanku pada Kak Arby, Aku belum bisa menjawabnya." Lita menunduk.
Arby tersenyum. Arby kembali mengepak barang-barangnya. "Kembali lah ke Kampus. Tidak baik mangkir dari kelas." Pinta Arby.
"Kakak mengusirku?" Tanya Lita sedih.
Arby menggeleng tanpa menatap Lita.
Lita berdiri. "Kalau kepergianku membuat hati Kak Arby senang, Aku akan melakukannya." Lita berlalu hendak membuka pintu.
Tiba-tiba Arby menarik tangan Lita dan membalikan tubuh Lita. Arby memeluk tubuh Lita.
Lita terkejut mendapat perlakuan itu.
"Aku sangat mencintaimu. Tapi Aku sangat tahu diri. Kamu memang tak pantas bersanding denganku." Kata Arby tanpa melepas pelukannya.
"Apakah ada batasan dalam bercinta?" Tanya Lita dengan suara berat karena terasa sesak. Arby memeluknya dengan sangat erat.
Arby merasakannya. Dia melerai pelukannya. "Maaf..." Arby menunduk.
__ADS_1
Lita berbalik, menarik gagang pintu dan meninggalkan Arby yang terpaku melihat kepergian Lita.