CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Pengobatan


__ADS_3

Menjelang siang, Krisna tiba di gubuk nya. Dia menenteng sangat banyak belanjaan. Dengan menyewa ojek dari Kabupaten mengantarnya sampai 500 m dari kediamannya. Krisna tidak mau seorang pun tahu kediamannya.


"Ayah pulang..!!" Teriak Caca senang.


Devi tersenyum melihat kelakuan Caca. "Hati-hati Sayang... Awas jatuh." Kata Devi yang tak dapat mencegah Caca yang sudah berlari cepat.


Krisna tersenyum melihat sang Puteri berlari menghampiri nya.


"Ayah... Banyak cekali belanjanya?" Celoteh Caca.


"Ini belanjaan untuk Ibu dan obat Ibu." Kata Krisna.


Caca membantu membawakan belanjaan Sang Ayah. "Mudah-mudahan Ibu cepet cembuh, jadi Caca bica main cama Ibu..." Tawa riang Caca.


"Aamiin..." Kata Krisna.


"Ibuuuu....!!! Ayah beli obat untuk Ibuuu!!" Teriak Caca senang sekali.


Devi tersenyum sumringah melihat kelakuan Caca yang menggemaskan. "Biarkan Ayah istirahat dulu, Sayang..." Kata Devi perhatian.


Krisna tersenyum pada Devi. Dia beranjak ke belakang mengambil air minum. "Kita makan siang dulu yah... Ayah tadi beli ini...." Krisna menunjukkan satu kantong makanan siap saji.


"Yeeehhh Akilnya Ayah beliin makanan itu..." Caca bertepuk tangan sangat senang.


"Maaf ya Dev, tempo hari Caca melihat bungkusan makanan ini di tepi laut. Dan Dia bertanya-tanya. Dia penasaran seperti apa rasanya." Kata Krisna.


"Gak apa Kak, Aku bahagia kalau lihat Caca senang." Kata Devi sambil membantu membukakan makanan siap saji itu dengan sebelah tangannya.


"Ada Burger, Ayam krispi, ice krim..." Krisna menyebutkan satu persatu mengenalkan pada Caca.


Tiba-tiba Devi merasakan kembali sakit di kepala nya. Terlintas beberapa peristiwa Dia sedang makan Burger dan Ice cream bersama seseorang. "Aaaccchhhh...." Devi memegang kepala nya.


"Terlintas lagi?" Krisna langsung mendekat dan mengusap lembut kepala Devi. "Kita makan dulu habis itu Aku akan mulai meracik obat Mu."


Devi mengangguk. Caca nampak khawatir. "Ibu kenapa? Ayah... Ibu kenapa?" Rengek Caca.


"Ibu gak apa-apa Sayang. Ibu belum minum obat." Kata Krisna.


"Ibu mamam duyu yah. Abis itu minum obat." Kata Caca sok nasehat.


Devi tersenyum. Caca sudah tak sabar untuk makan.


"Enak nda Bu?" Tanya Caca.


"Sini Kamu coba." Devi mengulurkan Ayam Goreng krispi pada Caca.

__ADS_1


Caca memegangnya dan melahab nya. "Hhmmm Enak banget Bu... Ayah... Telima acih yah..." Kata Caca.


"Bilang terima kasih juga sama Ibu. Tadi Ibu yang suruh Ayah beli ini buat Kamu." Kata Krisna.


Caca mencium pipi Devi. "Maacih Bu..."


"Sama-sama Sayang Ibu yang cantik..." Devi balas mencium pipi Caca.


Krisna memberikan burger pada Devi. Membukakan saos sambel kedalam burger nya.


"Itu apa Ayah?" Tanya Caca.


"Caca suka pedas?" Tanya Devi.


Caca mengangguk. "Ayah celing kacih Aku mamam bubuy pedes..." Celoteh Caca.


Devi menyodorkan burger nya pada Caca.


"Becal cekali Bu... Caca mangapnya dak muat." Kata Caca yang sontak membuat Ayah dan Ibu nya tertawa.


_____________________________


"Ikhlas kan Lita, ya Nak Leo...." Lambok mengelus bahu Leo.


Leo baru kemarin tiba di Indonesia. Dia menginap di Jogja semalam di tempat Eyang Puteri nya dan hari ini langsung ke Jakarta bertandang ke rumah calon Mertua nya.


"Hik... hik... hik..." Tia terisak. Vita yang berada di sebelah nya langsung mengelus bahu Sang Mama.


Berita kecelakaan pesawat Lita juga sudah sampai ke Sumatera.


Saudara-saudara Lita, Tante, Om dan Nenek Lita juga sempat menginap di Jakarta untuk mendoakan keselamatan Lita jika Allah masih memberikan kesempatan hidup kepada Lita.


Tapi Nenek Nia berkeyakinan, Cucu nya masih hidup. Sempat terjadi keributan antara mendoakan arwah Lita atau keselamatan Lita.


Akhir nya seluruh Keluarga mendoakan demi keselamatan Lita. Mereka juga tidak yakin Lita sudah menghadap Sang Kuasa.


"Kami sekeluarga juga merasa demikian Nak Leo. Apalagi Nenek nya Lita, Dia merasa Lita ada tapi sangat jauh dari Kita. Kata Nenek, Lita sedang tidak sadarkan diri tapi entah dimana." Jelas Leo.


"Papa minta Kamu meneruskan hidup Mu. Jangan Kau zhalimi diri Mu. Kamu gak mau kan saat nya Lita pulang, Dia mendapati Mu tidak baik-baik saja." Nasehat Leo.


Di tempat lain.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Devi terbatuk.


Krisna memberikan air minum pada Devi dan juga langsung memijat leher Devi. "Ada apa?" Tanya Krisna khawatir.

__ADS_1


"Gak tahu Kak... Seperti ada yang memanggil Aku." Kata Devi.


"Apa mungkin Keluarga Mu?" Tanya Krisna.


"Mungkin Kak, tapi Aku gak tahu dimana Keluarga Ku? Aku gak ingat apa-apa....Hik... hik... hik..." Devi terisak.


"Sssttt... Istighfar.... Mohon pada Allah SWT agar mengangkat semua penyakit yang ada pada diri Mu. Dan Kamu segera dipertemukan oleh Keluarga Mu. Aamiin...." Kata Krisna.


"Ya Kak... Terima kasih..." Devi menunduk. Dia bingung harus mengingat dari mana? Sedangkan nama nya saja Dia lupa.


_________________________


Krisna mulai meracik obat-obatan dari rempah-rempah. Krisna sudah menge-test zat pelemah apa yang ada pada tubuh Devi hingga separuh badannya lumpuh.


Saat Krisna menyebut zat pelemah itu, Devi kembali terbayang akan seseorang tapi tidak jelas siapa.


Krisna meminta Devi untuk lebih tenang, tidak panik.


Devi mengangguk. Devi memperhatikan kegiatan Krisna. Sesekali Devi menyebutkan khasiat dari rempah-rempah itu secara spontan dan itu membuat Krisna kaget.


"Apa Kamu juga seorang Dokter?" Tanya Krisna.


Devi menggeleng. "Entah lah... Aku hanya spontan menyebutnya. Seperti nya Aku pernah membuat racikan Obat, Aku tidak ingat kapan dan dimana." Devi tak dapat membendung tangisan


"Sudah... Kamu jangan menangis terus. Bismillaah... Mudah-mudahan obat herbal ini bekerja dengan cepat." Krisna mencoba menghibur Devi.


Sedangkan Caca sudah terlelap setelah makan siang tadi.


Devi kembali memperhatikan pekerjaan Krisna. Sesekali Devi spontan membantu Krisna memecahkan rumus kadar racikan obat nya.


"Aku yakin, Kamu sebenarnya juga seorang Dokter. Karena Kamu dengan cepat tahu apa yang sedang Aku lakukan." Kata Krisna penuh keyakinan.


"Mungkin... Aku juga tidak ingat apa-apa." Kata Devi.


________________________


Hari terus berganti. Minggu berganti Bulan. Dan kondisi kesehatan Devi berangsur meningkat. Devi sudah mulai dapat merasakan reaksi dari Obat racikan Krisna.


Sedikit demi sedikit tubuh sebelah kanan nya mulai bekerja seperti semula. Luka-luka nya pun sebagian sudah menghilang. Hanya tinggal di bagian pinggang yang masih terlihat bekas nya karena memang itu luka yang sangat dalam.


Ingatan Devi pun ternyata sudah kembali. Tapi hanya Devi yang tahu kalau Dia sudah mengingat siapa jati diri nya. "Aku adalah Lita... Tunangan Dokter Leo. Tapi... Tidak... Aku tidak boleh kembali.... Aku gak mau merusak hubungan Bella dengan Leo." Batin Lita.


"Maafkan Aku, Ma... Pa... Semoga Kalian disana dalam keadaan sehat wal afiat... Aamiin..." Doa Lita.


Krisna sedang melaut sejak dini hari tadi. Devi atau Lita sudah dapat mengerjakan pekerjaan rumah walau belum setrampil saat sehat dulu. Namun Lita terus berusaha untuk pulih.

__ADS_1


Caca pun sangat bahagia karena kini Dia bisa bercerita dan bermain bersama Lita atau Devi sebagai Ibu nya.


__ADS_2