CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Derita Hati Joana


__ADS_3

Joana menangis menelungkupkan wajahnya dalam bantal. Joana sangat sedih. Di Negara A, banyak laki-laki yang mengejar-ngejarnya. Tapi Mereka hanya ingin tubuhnya saja.


Awalnya Joana tidak ingin disentuh oleh mantan-mantannya. Tapi salah seorang dari mantannya memberikan obat pada minumannya, sehingga Joana tak sadarkan diri.


Mantannya itu memperkosa Joana. Joana sangat kaget saat Dia tersadar, tubuh polosnya sedang dipeluk oleh pacarnya yang kini sudah menjadi mantannya.


Setelah itu, Joana sering melakukan hubungan suami istri dengan pacarnya. Tapi naas, pacarnya menghianatinya dan pergi dengan perempuan lain.


Kemudian Joana kembali memiliki pacar, tapi Pacarnya mempunyai sifat yang aneh. Dia akan menyiksa Joana saat akan berhubungan.


Mendapat perlakuan seperti itu, Joana melarikan diri dari pacarnya. Walau diakui oleh Joana, permainan mantannya itu sangat memuaskannya. Tapi Dia gak sanggup jika harus disakiti dulu.


Sesudahnya Joana menutup diri dari laki-laki. Saat pertama kali kesuciannya direnggut, usia Joana baru 18 tahun. Saat itu Dia baru semester dua di kampusnya.


Joana kembali ingin membuka hatinya setelah Dia begitu terpesona melihat Fathir saat pertama kali di pernikahan Daddy nya. Baru kali ini Joana merasakan hal lain dalam hatinya. Dia merasa tak ingin berpisah dengan Fathir.


Tapi kenyataannya, langkah yang Dia ambil salah. Dia tak tahu dengan Budaya di sini dan ajaran Islam.


Kini Usia Joana sudah 24 tahun. Dan Fathir baru akan menginjak usia 20 tahun. Sedangkan Atala 19 setengah tahun. Twins berusia 15 tahun lebih dan sudah duduk di bangku SMA.


Tok... tok... tok... Pintu kamar Joana diketuk. Tapi tak ada jawaban.


Berulang kali Diandra mengetuk pintu kamar Joan, tapi tak juga dibukakan oleh Joan.


"Bagaimana?" Tanya Ustadz Joey.


Diandra menghela nafas. "Pintunya di kunci dari dalam. Sepertinya Joan tertidur." Kata Diandra.


"Ada apa, Sayang?" Tanya Oma Dewi.


"Kapan Joana pulang, Ma?" Tanya Diandra.


"Tiga puluh menit yang lalu. Dia langsung masuk ke kamar dan tidak keluar sampai sekarang. Ada apa sebenarnya?" Tanya Oma Dewi.


Diandra menceritakan kejadian di rumah mertua Fitri.


Oma Dewi menghela nafas. "Mama kasihan sama Joana. Sepertinya Dia kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari Mommy nya dulu." Kata Oma Dewi.


Ustadz Joey menghela nafas. "Ya Ma, ini semua salah Saya, Kalau saja dulu Saya cepat-cepat mengambil mereka." Ustadz Joey menunduk.


Diandra mengusap bahu suaminya. "Kamu yang sabar, ya. Ada Aku disini. Aku akan membantumu." Diandra menghibur suaminya.

__ADS_1


"Terima kasih, Sayang." Kata Joey.


"Lebih baik Kalian istirahat dulu. Supaya masalah ini Kalian hadapi dengan pikiran yang tenang. Kalian tidak cepat-cepat kembali ke Negara A, kan?" Tanya Oma Dewi.


"Rencananya Kami disini agak lama, Ma. Aku gak mau Puteriku membuat Kalian malu disini." Kata Ustadz Joey.


"Syukurlah kalau begitu. Mama kesepian disini. Joana selalu pergi keluar kalau gak ada Fathir." Kata Oma Dewi.


Diandra tersenyum. "Mama sabar ya, Sebentar lagi rumah ini akan ramai dengan suara tangisan bayi." Kata Diandra yang tersipu malu.


Oma Dewi dan Ustadz Joey terperanjat. "Maksud Kamu....??!" Ustadz Joey tak percaya menunjuk ke arah perut Diandra yang masih rata.


Diandra mengangguk. Diandra sangat senang.


"Kenapa Kamu tidak cerita?" Tanya Joey.


"Aku juga baru tahu tadi di hotel saat Kita menunggu pagi. Tadi Aku mau kasih tahu Kamu, tapi tiba-tiba ponsel Kamu berdering. Terus Aku jadi lupa." Canda Diandra.


Diandra mengambil testpacknya didalam tas dan memberikannya pada Joey.


"Ya Allah... Alhamdulillaah..." Ustadz Joey melakukan sujud syukur.


"Kalau begitu, Kita langsung ke dokter ya." Ajak Ustadz Joey yang sangat bersemangat mendapat berita baik ini.


Ustadz Joey langsung menggendong tubuh Diandra dan membawanya ke kamar. "Ma... Kita istirahat dulu ya." Ijin Joey.


"Iya Sayang." Kata Oma Dewi. Oma Dewi sangat terharu mendapat berita bahagia ini.


Usia Diandra memang sudah tidak muda lagi. Usianya sudah 48 tahun. Tak jauh berbeda dengan Lambok yang baru akan menginjak usia 47 tahun. Sedangkan Ustadz Joey berusia 52 tahun.


Awalnya Diandra sedikit takut untuk mempunyai bayi diusianya yang sudah tak muda lagi. Tapi karena Joey selalu berkata yang baik-baik pada Diandra, akhirnya Diandra setuju diajak Joey ke Dokter ahli kandungan di Negara A, agar Mereka bisa mempunyai momongan kembali.


Sedikit banyak, Joey juga berpengalaman, karena mantan istrinya dulu, Emily juga Dokter kandungan. Dan Joey banyak belajar dari Emily dan sering membantu Emily saat menghadapi Ibu-ibu hamil.


_____________________


Joana mengaduk-aduk makan malamnya tanpa ada tanda-tanda akan memakannya.


"Kalau Kamu gak mau makan, sebaiknya tadi jangan mengambil makanan itu, Islam tak mengajarkan membuang-buang makanan." Kata Ustadz Joey lembut.


Dia tahu, Puterinya sedang bersedih. Tapi Ustadz Joey senang, Joana masih mau berkumpul saat makan malam.

__ADS_1


Joana memaksa memasukan makanannya ke mulut.


"Sesudah makan, Daddy ingin bicara berdua dengan Kamu." Kata Joey.


Joana hanya mengangguk. Joana sudah pasrah jika Daddy nya akan membawanya pulang.


Tak lama makan malam selesai. Joey meminjam ruang kerja Papa nya Diandra untuk berbicara pribadi dengan Puterinya.


Oma Dewi mengijinkannya. "Mama harap Kalian mendapat solusi yang tepat untuk masalah Joana." Kata Oma Dewi lembut.


"Aamiin..." Kata Ustadz Joey.


Ustadz Joey merangkul bahu Joana. Dia sangat mencintai Puterinya tapi keterbatasan waktu yang membuatnya tak bisa dekat dengan Puterinya.


Apalagi Emily selalu mempersulit Dirinya jika waktunya Joana akan pulang ke rumahnya.


"Duduklah Sayang." Pinta Joey lembut.


Joana menuruti kemauan Daddy nya.


"Sekarang jujurlah sama Daddy... Selama ini Daddy tidak tahu apa yang telah terjadi pada dirimu. Maafkan Daddy... Karena Daddy baru bisa mendapatkan Kalian kembali setelah Kalian beranjak Dewasa." Ustadz Joey sangat bersalah.


Joana menangis. Dia tak sanggup untuk mencurahkan kisah hidupnya dulu sebelum bertemu lagi dengan sang Ayah.


Ustadz Joey duduk di sebelah Joana. Dia merangkul bahu Puterinya.


Ustadz Joey tahu, Puterinya pasti sudah pernah melakukan hal itu yang sebenarnya ajaran Agama mana pun melarang melakukan hubungan suami istri sebelum menikah.


Joana mulai merasa sedikit tenang. Dia mulai menceritakan perihal dirinya pertama kali direnggut kehormatannya.


Ustadz Joey sangat geram mendengar cerita Joana. Tapi sebisa mungkin Ustadz Joey menahan amarahnya. Karena semua telah terjadi.


Dengan seksama Joana menceritakan kisah cintanya di Negara A. Joana kembali menangis. Manakala Dia teringat akan penolakan Fathir.


Fathir yang sudah mulai terbuai dengan cumbuan Joana, segera tersadar dan mengucapkan istighfar dan segera mendorong tubuh Joana keras. Hingga Joana terjengkang ke belakang.


Ustadz Joey mengusap wajahnya kasar. Tapi Dia bersyukur Fathir masih bisa cepat tersadar. Itu semua karena Fathir selalu mendapat Doa dari kedua orangtuanya, Juga dari Nenek dan Eyangnya.


Allah melindungi Fathir dari godaan Syetan yang terkutuk.


Joana masih menangis. Ustadz Joey memeluk tubuh Puterinya. Ustadz Joey sangat menyesal dengan apa yang telah menimpa Puteri bungsunya.

__ADS_1


"Lalu apa yang Brian dan Jimmy lakukan, setelah Kamu diperkosa pacarmu?" Tanya Joey.


Joana menggeleng. "Aku tak pernah cerita dengan Mereka. Aku malu, Daddy. Tapi sesudahnya Aku menyukainya. Huk... huk... huk..." Ada penyesalan yang mendalam dalam diri Joana.


__ADS_2