
Author pov.
Jam praktek Satri telah usai.hari ini seperti hari-hari sebelumnya banyak pasien yang harus dia tangani.Satria berjalan menuju parkiran khusus dokter tujuannya mengambil mobil,pulang dan beristirahat sejenak. dan bertemu sahabatnya Vino
Dari kejauhan di lihatnya Nadin tengah jalan dan berbincang dengan seorang Pria sesekali mereka tertawa bersama, menuju mobil dan berpisah di parkiran masing-masing memasuki mobil mereka.
Nadin melajukan kendaraannya keluar dari rumah sakit menuju toko roti tempat dia dan keluarganya mengadukan nasib.
Satria memacu kendaraannya di belakang mobil Nadin dan mengikutinya. niat awal untuk pulang dan istirahat batal, jika sudah menyangkut Nadin rasa penat dan cepeknya hilang.
Memasuki halaman toko nadin memparkirkan mobilnya di parkiran belakang khusus dirinya.
dia berjalan memasuki toko kue dan mulai sibuk mengerjakan laporan-laporan.
Sudah setengah jam Satria menunggu di parkiran,tidak ada tanda-tanda bahwa nadin akan keluar dari toko tersebut " ngapain dia lama banget di dalam? " gumamnya.
Satria turun dan masuk ke toko kue.Nampak olehnya Nadin tengah duduk di dekat kasir dan membolak balikan laporan "ohh jadi ini toko kue miliknya" Tersenyum dan mendekat ke arah nadin..
"Assalamualaikum siang pak, selamat datang di olive cake, dengan saya Putri ada yang bisa di bantu pak" sapa seorang pelayan yang berdiri di dekat meja kasir ..
"Waalaikumsallaam, siang mba apa saya bisa berbicara sebentar dengan mba Nadin"
Mendengar namanya di sebut Nadin menoleh ke arah Satria dan meletakkann kertas-kertas laporannya..
"Bang satria.." sapanya ramah
Dia berjalan mendekati Satria " apa ada masalah soal mama? " tanya nya.
"Nggak ada nad,kebetulan aku lewat dan ingin membeli kue dan aku melihatmu jadi gak salah kan kalo aku ingin ngobrol denganmu sebentar" Satria membuang pandangannya ke sembarang arah..
"ohh gitu,biar enak ngobrolnya mari ke ruanganku" ajaknya..
Dia berjalan menuju ruangan yang ada di belakang deretan rak kue yang
Ruangannya yang dia maksud tempat kecil yang di sekatnya dekat dengan dapur..
"Duduk dulu bang, mau minum apa? " Nadin mempersilahkan Satria duduk di sofa kecil di ruangannya.
"Air putih hangat saja nad" jawab satria.
"ini toko kamu ? "tanyanya.
Nadin tengah memanggil karyawannya lewat telepon dan meminta membawakan minuman dan makanan
__ADS_1
"Iya bang, tepatnya punya keluarga,mama sakit- sakitan jadi aku yang melanjutkan" ujarnya.
"ohh, kamu masih tinggal di rumah yang dekat sekolahan kan? " tanya Satria..
"Masih bang, ohh ya abang selama ini kemana aja? " tanya Nadin
"Selesai smp aku ikut pindah orang tua ke surabaya, dan melanjutkan sekolah ku disana.
"pantesan aku dulu sering lewat depan rumah bang vino ada tulisan rumah di jual" ujarnya sembari mengambil minuman dan makanan yang di antar karyawannya " Makasih lis" tersenyum
"udah 12 tahun ya kita gak bertemu banyak yang berubah" Satria memulai basa-basi dia ingin tau apa saja yang terjadi dengan gadis ini selama kepergiannya.
"Iya bang, saat abang lulus smp,menjadi hari patah hati nasional,sampe teman-teman mencari bang satria ke rumah bang satria, haha" nadin tertawa lepas mengingat kebodohannya dan teman-temannya yang mencoba mencari satria..
"kamu juga dong termasuk deretan teman-temanmu yang patah hati " tanya satria
Deg..
Nadin menghentikan tawa nya ada perasaan aneh di dirinya
" gak lah bang, aku dulu tu fokus sekolah aja gak mikirin patah hati " ujarnya..
"di minum bang"
Satria tersenyum mengambil gelas di depannya dan mulai meneguknya..
seketika mereka berdua menoleh ke arah Salman.
"Waalaikumsallam " jawab mereka berdua kompak
"ehh Man,kenalin ini dokternya mama" Nadin memperkenalkan Satria kepada salman.
"tau gak ternyata dokter ini kakak kelas aku" Nadin masih terus mempromosikan Satria.
di ulurkannya tangannya menyalami Salman
" Satria " salman membalas uluran tangan Satria "Salman, sudah lama dok ? "tanya salman..
"gak barusan kok, hanya kebetulan mampir dan bertemu Nadin " Satria mencoba menjelaskan agar tak ada kesalahpahaman.di lihat dari sorot mata salman yang menanyakan tentang keberadaanya di sini. siapa kah lelaki ini apa dia kekasihmu Nadin? suara hati Satria..a
"oh" hanya dua kata yang di jawab salman
" Baiklah kalo begitu saya permisi, nadin jangan lupa hubungi no yang aku kasih ke kamu tadi " Satria mengingatkan Nadin, karena sejak dia memberikan kartu nama belum ada Nadin menghubunginya.
__ADS_1
"ok bang, sebentar Nadin hubungi.." Ia pun mengambil ponsel dan mulai melakukan panggilan ke nomer yang tertera di kartu nama yang satri berikan tadi.
"ok sudah masuk, aku save ya.."
"saya duluan ya mas Salman" Satria bersalaman pamit dan meninggalkan ruangan Nadin..
Di otaknya berfikir siapa Salman ? apa hubungannya dengan Nadin? "Aku harus tau siapa laki-laki itu,Vino pasti tau aku harus temui anak itu" berjalan cepat menuju mobilnya dan memacu kendaraannya meninggalkan toko kue Nadin.
_______________________________________________
NADIN POV
Hari ini terasa berat bagiku, ada kejanggalan laporan di cabang, beruntung Salman mau membantuku menyelidikinya.
seperti hari-hari biasanya.Aku menemani mama di rumah sakit bergantian dengan Rasya adik bungsuku.
Hari ini Nasya sahabatku dan masVino tunanganya menjenguk mama saat jam makan siang dan mereka juga membawakan ku makan siang.lumayan pikirku aku gak perlu repot-repot membeli makan siangku..
saat sedang berbincang,dokter baru yang menggantikan dokter rini melakukan visit ke ruangan mama.
dokter Satria yang di ceritakan Rasya tadi pagi ternyata mas Vino mengenalnya dan Dokter Satria juga mengenaliku sebagai juniornya di Sekolah dasar dan menengah pertama..
Sudah 12 tahun rasanya tak pernah bertemu dengannya. tak pernah berubah kharismanya, gantengnya kayaknya turunan dan tak bisa luntur.
setelah visit dia memintaku menemuinya di ruangannya, aku agak cemas mungkin ada kondisi ibu yang sangat serius dan harus di bicarakan dengan ku sebagai anaknya..
saat aku masuk k ruangannya jantungku berdetak tak karuan, ada rasa grogi saat bertatapan dengannya..
setelah dia menjelaskan kondisi ibu, dia memberikanku kartu nama katanya kalo ada perlu konsultasi soal ibu bisa menghubunginya.
kemudian kami berbincang tentang masa sekolah,harus aku akhiri perbincangan dengannya karena Salman menghubungiku.
Aku pamit dengannya untuk kembali ke ruangan Ibu.
Aku hurus kembali ke toko untuk mendata ulang semuanya ku minta Fara sepupuku untuk menjaga ibu sampai Rasya datang,Aku berpamitan dengan ibu dan berjalan bersama salman menuju parkiran dari jauh aku melihat bang Satria memasuki mobilnya. saat aku keluar dari rumah sakit kulihat dia mengikutiku sampai ke toko.
saat tiba di toko aku tak melihat nya masuk kedalam, pikirku mungkin rumahnya searah dengan toko..setengah jam kemudian dia masuk kedalam dan menemuiku.
Aku mengajaknya berbincang di ruangan,Ingin rasanya aku memeluk dan berkata "Bang satria aku kengen " walau saat sekolah dia termasuk senior yang pendiam dan dingin tapi sebagai gadis normal aku pun ikut bersaing bersama teman-temanku untuk mendapatkan hatinya hahaha lucu kalo aku mengingatnya..
Tapi kini keadaanya berbeda bang Satria yang pendiam dan dingin menjelma menjadi laki-laki dewasa yang ramah dan hangat..
obrolan kami terputus saat Salman datang dan bang Satria pamit pulang, sebelum pulang dia meminta ku menghubunginya..karena banyak kerjaan aku sampai lupa menyimpan no nya di ponselku, pikirku kondisi ibu belum perlu untuk konsultasi dengannya. ada rasa sedih kecewa saat harus bertemu dengannya sebentar.
__ADS_1
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
kalo suka bantu like dan vote ya kakak πππ₯°