CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Kebenaran Yang Terungkap


__ADS_3

"Siapa Ma?" Tanya Papa nya Diah pada istri nya.


"Vero, Pa... Temannya Diah. Mereka basah kuyup pulang sekolah." Kata Mama nya Diah.


"Vero Putera nya Adnan?" Tanya Papa nya Diah.


Mama nya Diah mengangguk.


"Sudah berapa kali Papa bilang, Diah tidak boleh dekat-dekat dengan keluarga Ayah Burhan!!" Papa Diah sangat kesal.


"Pa... Diah sangat mencintai Vero, Mama gak tega melarang Diah. Sejak dekat dengan Vero, Diah makin semangat sekolah nya." Bujuk Mama Diah.


"Mama kan tahu, Papa tidak sudi berhubungan kembali dengan keluarga Ayah Burhan! Keluarga itu, keluarga pengeretan!" Suara Papa Diah terdengar jelas oleh Vero yang baru saja lewat ruang kerja Papa Diah yang pintu nya tak tertutup rapat.


Vero baru saja keluar dari kamar mandi setelah mendapat ijin dari Mama nya Diah untuk mandi dan berganti pakaian. Vero meninggalkan motor nya di halaman rumah sehingga Papa nya Diah melihat motor terparkir disana.


FLASH BACK OFF


"PAPA TIDAK SUDI BERHUBUNGAN KEMBALI DENGAN KELUARGA AYAH BURHAN! KELUARGA ITU, KELUARGA PENGERETAN!"


Kata-kata Papa nya Diah masih terngiang ditelinga Vero. Vero mengusap wajahnya kasar.


"Jadi karena kata-kata Papaku, Kamu menjauhiku dan memutuskan hubungan Kita?" Diah nampak frustasi. Diah tak menyangka sang Papa akan berkata seperti itu.


Diah sangat tahu akan Papa nya yang selalu bertutur kata baik dan bersikap lembut pada orang lain.


Diah menggeleng. "Tidak mungkin.... Kamu pasti salah dengar. Papa tidak seperti itu...." Diah terus menggeleng.


"Lalu apa untung nya bagiku berbohong padamu?! Aku sangat mencintaimu saat itu, tapi kata-kata itu telah melukai hatiku! Almarhum Ayah ku juga seorang yang lembut dan selalu bertutur kata yang baik. Tapi Papa mu, menganggap keluarga Kakekku, keluarga pengeretan. Aku gak bisa terima itu!" Jelas Vero dengan tegas.


"Lalu kenapa Kamu memutuskan cinta Kita sepihak tanpa ada nya persetujuan denganku?" Diah belum bisa menerima.


"Papa mu menemuiku di sekolah dan Dia menghina Almarhum Ayahku..." Vero sangat geram. Wajahnya menunduk tangannya mengepal. Airmata nya mencelos begitu saja mengingat kasih sayang Ayah Bunda nya yang telah pergi menghadap Sang Khaliq.


Diah yang duduk disebelah Vero hendak mengusap punggung Vero, namun diurungkan karena Diah melihat tangan Vero yang sudah mengepal. Diah sangat kenal betul akan sifat Vero jika sedang menahan amarah. Jika Diah menyentuhnya, salah-salah Diah yang akan kena bogem mentah dari Vero.


"Maafkan Papa ku.... Maafkan Aku.... Aku sungguh-sungguh tidak tahu kejadian ini. Andai saja saat itu Kamu mau bercerita denganku... hik...hik...hik...." Diah mulai menangis.


Diah tahu, Vero berkata jujur, yang Diah sesalkan Vero tak mau berterus terang padanya dan membiarkan hatinya sakit menanti yang tak pasti dengan keputusan sebelah pihak.


Vero mendongak... Dia menghela nafas. Vero merengkuh bahu Diah yang sedang terisak. "Maafkan Aku... Aku hanya tak ingin menyakiti hatimu dengan mengatakan kebenarannya." Kata Vero yang mulai melunak.

__ADS_1


Diah makin terisak. Diah sangat mencintai Vero hingga kini, tapi kini hati Vero milik Lita, sahabatnya. Diah tak ingin merusak hubungan Mereka. Diah memutuskan ikut dengan Vero karena Diah menyadari, sahabatnya lebih berhak atas diri Vero. Apalagi saat ini Diah sudah mengetahui sebab Vero meninggalkannya. Diah sangat malu akan sikap Papa nya yang kasar pada Vero.


_________________________


Panggilan terakhir pesawat yang akan ditumpangi Lita telah terdengar.


Setelah puas melepas pelukan kedua orangtua dan adik laki-laki nya, Lita mulai berjalan meninggalkan keluarganya.


"Litaaaaa...!!!!!" Suara itu menggema. Tak ayal membuat semua orang yang ada disekitarnya menoleh ke arah suara.


Diah dan Vero berlari. Lita menoleh ke belakang. Namun petugas bandara menghalau tubuh Diah dan Vero yang ingin menerobos.


Lambok yang melihat, langsung menghampiri Vero dan Diah.


Lita tersenyum pada Diah dan Vero. Lita melambaikan tangan.


"Litaaaaa...!!!! Jangan tinggalkan Aku..!!!" Teriak Vero.


Namun Lita tak menoleh lagi, Dia memantabkan langkahnya masuk.


"Litaaaaa....!!!!" Vero terkulai lemas. Lambok langsung menangkap tubuh Vero yang akan merosot.


"Nak... Biarkan Lita pergi...." Kata Lambok bijak.


Lambok mengangguk dan merangkul bahu Vero mengajaknya duduk. Tristan menyodorkan air mineral pada Vero dan Diah.


"Terima kasih Dek." Kata Diah.


Tristan hanya tersenyum.


"Aku sangat mencintai Lita, Om...." Vero terlihat frustasi.


Lambok hanya tersenyum. Lambok merogoh saku celana nya dan mengeluarkan sepucuk surat dan memberikan pada Vero. "Buat Kalian, Vero dan Diah. Lita memberikannya tadi sebelum berangkat." Kata Lambok.


Vero termangu melihat surat itu. "Biar Aku saja yang membaca." Kata Diah yang masih sadar dan mengambil surat itu dari tangan Vero.


Diah mulai membuka dan membacanya.


🌷Dear Diah dan Bang Vero.🌷


🌷Diah... Kita adalah sahabat.😍 Kebahagianmu adalah kebahagiaanku juga. Aku tak bermaksud merebut Bang Vero dari dirimu.... Maafkan Aku.

__ADS_1


Aku titip Bang Vero. Aku yakin Kamu masih sangat mencintai Bang Vero. Aku sudah tahu perihal Bang Vero meninggalkanmu dari Papa, karena Papa kenal baik dengan Papa mu, Diah. Papa sudah menceritakan semua. Papa juga sudah meyakinkan Papa mu untuk menerima Vero.


Bang Vero.... Kembali lah pada Diah. Aku tak berhak merebut kebahagiaan sahabatku. Berbahagialah.....


Aku menunggu kabar bahagia dari Kalian, saudaraku😙😍


🌷Salam Sayang Untuk Diah😗 dan Salam Hormat untuk Bang Vero🌷


Diah menghela nafas. Vero menjambak rambutnya sendiri.


"Jangan seperti ini, Nak...." Lambok mencoba mengambil tangan Vero dari rambutnya sendiri.


"Tapi Om... Hati ku sekarang hanya ada Lita. Diah adalah masa lalu ku..." Vero menunduk.


"Tante...." Diah memeluk tubuh Tia.


"Lita sudah ikhlas, Sayang. Lita tidak marah pada Kalian. Lita ingin Kalian memperbaiki hubungan Kalian. Papa mu hanya salah paham saja." Tia menghibur Diah.


"Bang Vero.... Cobalah untuk menerima Kak Diah lagi. Kak Diah sangat mencintai Abang. Kakakku merasa bersalah karena telah menaruh hati pada Abang." Tristan merangkul bahu Vero.


"Tapi Lita tak merebut Aku dari Diah. Aku sudah memutuskan Diah sebelum Aku mengatakan isi hatiku pada Lita. Lita tidak bersalah." Kata Vero.


Lambok dan Tia tersenyum. "Lita akan sangat bahagia jika Kalian bersatu kembali." Kata Tia sambil menarik tangan Diah dan menyatukan dengan tangan Vero yang ditarik oleh Lambok.


Vero menatap wajah Lambok dan Tia bergantian. Tia dan Lambok tersenyum sambil mengangguk. Vero menatap wajah Diah. Diah tersipu malu.


"Aku minta maaf Diah. Aku minta waktu untuk menata hatiku." Kata Vero pelan.


Diah mengangguk. "Aku akan sabar menunggu hingga cintamu kembali lagi padaku." Kata Diah malu-malu.


"Ayolah Ma, Pa... Kita pulang. Aku sudah laper nih..." Tiba-tiba Tristan bangun dari duduknya.


"Hahahahaha...." Lambok tertawa sambil mengacak rambut Tristan. Tia merangkul pinggang Tristan.


"Kalian mau berdua atau ikut Kami?" Tanya Tia pada Vero dan Diah.


"Tidak Tante, maaf Om, Kami harus kembali ke Sumatera." Kata Vero.


"Yakin gak mau mampir?" Canda Lambok.


Vero tersenyum. "Lain kali saja Om. Nenek dari tadi telpon terus. Sampai Ponselku, Aku off." Kata Vero menunduk.

__ADS_1


"Yah sudah. Kalian hati-hati ya. Jangan lupa mengundang Kami pada hari bahagia Kalian." Goda Tia.


Vero hanya diam. Hati nya sakit. Vero belum bisa menerima kepergian Lita tanpa mendengar penjelasannya. Mungkin ini karma baginya yang juga telah meninggalkan Diah tanpa kejelasan.


__ADS_2