CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Isi Hati Atala


__ADS_3

Lambok dan seluruh keluarganya akhirnya berangkat umrah. Ibu, Nindi, Marcel dan anak-anaknya juga ikut. Marcel sangat ingin pergi ke Mekkah.


Lambok juga sudah mendaftarkan Ibu untuk pergi Haji ke tanah suci. Insya Allah tahun depan, Ibu berangkat.


Tapi untuk kali ini Lambok mengajak Ibu umrah agar tidak kaget nanti pas Naik Haji.


Fahmi dan Fitri juga seluruh Keluarganya juga berangkat Umrah.


10 hari Mereka melaksanakan Umrah di tanah suci. Fahmi dan seluruh keluarganya sudah kembali terlebih dahulu ke Jakarta.


Ibu, Nindi dan Marcel juga anak-anak Mereka juga sudah kembali ke Sumatera.


Lambok dan Keluarganya belum kembali ke tanah air, karena mau melihat Universitas Kairo untuk Vita. Lambok juga ingin tahu sedetil-detilnya nanti Vita tinggal dimana kalau Dia mulai belajar di Universitas itu.


Karena saingannya sangat ketat, dari seluruh penjuru Dunia peminatnya kuliah disana.


Vita terlihat sangat bahagia bisa melihat langsung Universitas yang Insyaa Allah tak lama lagi menjadi ladang baginya untuk mencari Ilmu.


Atala terlihat sedih karena akan jauh dari pujaan hatinya.


Atala terus mendekat pada Vita. Sesekali Atala menggandeng tangan Vita juga merangkul bahu Vita.


Debaran jantung Vita berdegub sangat kencang. Tapi sebisa mungkin Vita menahan gejolak hatinya.


"Aku mau ajak Kamu jalan-jalan..." Tiba-tiba Atala berbisik pada Vita.


"Kemana Kak? Mama dan Papa akan kembali ke hotel." Kata Vita.


"Please... Kamu akan lama tak bertemu dengan Kakak.... Kakak akan sangat merindukanmu." Pinta Atala.


"Baiklah... Tapi Kakak ijin sama Papa dan Mama ya." Pinta Vita lembut.


Atala mengangguk senang. Atala sudah menyiapkan diri untuk mencurahkan isi hatinya pada Vita.


"Pa... Ma... Aku dan Vita mau jalan-jalan dulu ya." Pamit Atala.


"Kamu mau kemana Sayang?" Tanya Tia khawatir.


"Ma.... Kak Atala mau mengutarakan isi hatinya pada Vita..." Bisik Lita.


Tia tersenyum. "Kamu hati-hati ya. Jangan terlalu malam. Ingat.. Kita di Negeri orang." Tia mengingatkan.


"Iya Ma..." Atala terlihat sangat senang.

__ADS_1


Lambok mengerutkan keningnya. "Ada apa Sayang? Kok Lita bisik-bisik?" Tanya Lambok yang sedang menggandeng Tristan.


"Nanti Aku ceritakan di hotel." Kata Tia yang membuat Lambok menjadi sangat penasaran.


"Ada apa sih? Kok main rahasia-rahasiaan sama Papa? Kaya nya Papa ketinggalan berita nih." Lambok menjentikkan jarinya di dagunya.


Lita terkekeh melihat kelakuan Papa nya. "Iihh Papa gayanya kaya ABG...." Canda Lita.


"Loh Papa kan memang masih muda... Masih punya cinta untuk Mama dan Kalian." Goda Lambok yang mengerlingkan sebelah matanya pada Tia.


"Hahahaha...." Lita tertawa mendengar Papa nya terus menggoda sang Mama, sedangkan Tia jadi tersipu malu.


"Ayo Kita kembali ke hotel." Ajak Tia.


____________________


"I Love You....." Tiba-tiba Atala membisikan kata-kata cinta pada Vita, saat Vita sedang asik melihat pemandangan gurun pasir yang terhampar luas di hadapannya.


Mereka baru saja turun dari mobil travel yang Atala sewa untuk mengajaknya berkeliling.


Vita terperanjat tak percaya. Vita menatap mata Atala sangat dalam, mencari kebenaran disana.


"Kaaaakkk... Apa yang Kakak katakan?" Vita terlihat gugup. Debaran jantungnya terus berpacu.


Vita masih terperanjat. Dia tak menyangka akan apa yang diutarakan Atala. "Tapi Kak Friska...??" Tanya Vita ragu.


"Aku dan Friska gak punya hubungan apa-apa. Aku hanya ingin membuatmu cemburu. Dan Friska membantuku. Aku sudah gak tahan ingin mengutarakan isi hatiku, tapi Kamu masih sekolah." Jelas Atala.


Vita menunduk. Vita masih tak percaya akan apa yang dia dengar.


Atala mengangkat dagu Vita dengan lembut. "Apakah Kamu mencintaiku juga?" Tanya Atala dengan tatapan penuh cinta.


Mata Vita berkaca-kaca. Vita bingung, Antara senang, haru, juga sedih. Dia sedih karena akan berjauhan dengan Atala. Dia kuliah jauh kesini karena ingin menjauhi Atala.


Tapi ternyata Atala mengutarakan isi hatinya disini.


Atala masih menunggu jawaban Vita. Atala mengusap airmata Vita yang sudah jatuh ke pipi.


Tiba-tiba Vita memeluk Atala. "Aku mencintaimu Kak... Aku juga merasakan hal yang sama sepertimu dari dulu. Tapi Kutepis jauh-jauh karena Aku pikir Kakak adalah Kakak kandungku."


"Hatiku juga sakit saat tahu Kak Atala dekat dengan Kak Friska. Hik... hik.. hik..." Vita terisak. Vita tak mau lagi menyembunyikan perasaannya yang akhir-akhir ini selalu terasa nyeri.


"Ya Allah... Alhamdulillaah... Ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan." Atala melerai pelukan Vita. Atala langsung sujud syukur di pinggir gurun pasir.

__ADS_1


Vita mengusap pipinya lembut. Dia menangis sambil tertawa. Vita sangat bahagia ternyata cintanya bersambut. Tapi tiba-tiba senyumannya hilang. "Astaghfirullaah..."


Atala telah selesai melaksanakan sujudnya. Dia menatap Vita heran. "Ada apa? Kenapa Kamu terlihat sedih?" Tanya Atala.


"Aku takut Kak... Mama dan Papa... Mereka pasti..." Vita belum menyelesaikan kata-katanya.


Atala menempelkan jari telunjuknya pada bibir Vita. "Mama sudah tahu. Dan Mama merestui Kita. Mungkin sekarang Mama sedang bicara sama Papa." Kata Atala tersenyum.


"Benarkah?" Vita terperanjat tak percaya. Vita mengrucutkan bibirnya. "Jadi selama ini Kakak dan Mama sekongkol ya?"


Atala tertawa. "Hahahaha... Tidak begitu sayang... Mama gak sekongkol. Mama hanya ingin Aku menjagamu. Mama juga mengingatkan Aku kalau Kamu masih sekolah. Tapi setidaknya Aku bahagia Mama merestuiku."


Vita tersipu malu. "Tapi Kita akan berpisah Kak..." Vita mengrucutkan bibirnya kembali.


"Tak akan lama, Sayang. Setelah Kakak berhasil mendapat gelar sarjana, Kakak akan segera pindah kesini untuk bekerja." Janji Atala.


"Benarkah?" Vita tak percaya.


"Kamu jahat, Sayang... meninggalkan Aku kuliah jauh kesini. Aku sangat kaget ketika mendengar kalau Kamu sudah ikut test ujian kuliah disini. Makanya Kakak langsung mencari perusahaan yang sedang membutuhkan arsitek yang masih fresh graduate." Kata Atala.


"Tapi Kak..." Kembali mulut Vita dibungkam oleh jari telunjuk Atala.


"Aku akan segera menikahimu. Kamu siapkan?" Tanya Atala.


Vita terperanjat. "Kak... Aku..."


"Aku hanya akan menghalalkan hubungan Kita. Aku gak mau Kita melakukan Zina hati. Aku gak akan meminta hak ku kalau Kamu belum siap. Aku juga tahu Kamu masih sangat muda." Atala mengajukan permohonan.


Vita tersenyum. "Tapi apakah Kakak akan ridho?" Tanya Vita tersipu malu.


"Insyaa Allah Aku akan ridho, Sayang. Aku tak ingin Kamu kenapa-napa disini sendirian. Aku ingin selalu bersama mu sampai maut memisahkan Kita." Kata Atala.


"Terima kasih Ya Allah..." Vita menengadah.


"Apa Aku boleh memelukmu?" Tanya Atala.


Vita mengangguk. Atala pun memeluk Vita. "Ya Allah permudahkanlah niat Kami..." Doa Atala yang terdengar oleh Vita.


"Aamiin....." Sahut Vita dan Atala.


Atala segera melerai pelukannya. Dia tak ingin larut. "Maaf ya Sayang..." Kata Atala.


Vita mengangguk. "Kita pulang sekarang, Kak?" Ajak Vita.

__ADS_1


Atal mengangguk. Atala terlihat sangat bahagia. Sepanjang jalan Atala dan Vita tersenyum. Mereka merencanakan masa depan Mereka.


__ADS_2