CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Pergaulan Joana


__ADS_3

Atala sangat khawatir dengan keagresifan Joana.


Fathir pun jadi agak takut dengan Joana yang terlalu berani mengungkapkan perasaannya.


Fitri sudah mengetahui perihal Joana yang menyukai Putera Sulungnya. Bagi Fitri, Fathir masih anak-anak, belum cukup dewasa untuk menjalin hubungan serius.


"Aku akan tinggal di rumah Bunda saja. Aku khawatir dengan Putera ku." Rajuk Fitri.


"Kamu tenang dong Sayang. Fathir kan tidak sendiri di sana. Ada Ayah dan Bunda juga Lambok dan Tia. Mereka gak akan membiarkan Putera Kita terjerumus." Hibur Fahmi.


"Lagi pula kalau Kita pindah, Kasihan Nindi dan Ibu." Kata Fahmi.


Fitri menghela nafas.


"Assalamu alaikum." Salam Ibu dan Nindi.


"Wa alaikumussalam." Jawab Fahmi dan Fitri.


Fahmi dan Fitri mencium punggung telapak tangan Ibu.


"Ada apa? Kenapa terlihat khawatir?" Tanya Ibu.


"Fitri, Bu. Dia khawatir dengan Fathir." Jelas Fahmi.


Ibu menghela nafas. Ibu terlihat murung.


"Ibu juga baru saja mendapat kabar dari Abang mu di Surabaya." Kata Ibu.


"Ada apa dengan Bang Tiar, Bu?" Tanya Fitri.


"Hotel dan Resto tempat Abang mu bekerja, sudah dijual. Dan pemilik baru nya tak mau memakai karyawan lama." Jelas Ibu.


Nindi mengusap bahu Ibu.


"Lalu?" Tanya Fitri.


"Abang mu mau pulang kampung. Dia akan menjual rumahnya di sana dan membangun di sini." Kata Ibu.


"Gak usah Bu. Biar Fitri dan Kak Fahmi yang pindah." Kata Fitri sekenanya.


"Loh? Kalian mau kemana?" Tanya Ibu.


"Aku mau ke Jakarta, Bu. Aku khawatir sama Fathir." Kata Fitri sedih.


"Apa karena Joan?" Tanya Nindi.


Fitri mengangguk. Fahmi mengelus punggung Fitri lembut.


"Tapi bagaimana dengan kerjaan Fahmi dan sekolah Fahri juga Farah?" Tanya Ibu.


Mungkin Kak Fahmi akan minta mutasi Bu. Kalau sekolah Fahri dan Farah, Fitri minta tolong sama Ibu dan Nindi untuk mengawasi Mereka sampai kenaikan kelas dan kelulusan Fahri." Kata Fitri.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu. Bagaimana dengan Fahmi?" Tanya Ibu.


"Fahmi gimana dengan Fitri saja, Bu. Yang penting Fitri bahagia." Kata Fahmi.


"Kakak beruntung memiliki Kak Fahmi." Canda Nindi.


Fitri memeluk tubuh Fahmi. "Terima kasih ya, Sayang."


___________________


Sebulan Kemudian.


"Kalian hati-hati ya. Kamu, Fitri... Jangan terlalu keras sama Fathir. Diarahkan saja." Nasehat Ibu.


"Fitri sih gak akan keras sama Fathir, Bu. Tapi Aku akan tegas pada Joan. Kalau perlu Joan biar kembali ke Negara A." Fitri terlihat kesal.


Fitri sering mendapat kabar dari Eyangnya Fathir di Jakarta, kalau Joan sering main kesana dan tak punya tatakrama, langsung masuk ke kamar Fathir.


Pernah, Joan minta nginep disana tapi dilarang oleh Bunda nya Fahmi.


Fathir pun sering menginap di rumah Diandra karena Joan yang memintanya.


Makanya Fitri sangat khawatir dengan Fathir. Takut-takut Fathir khilaf, namanya juga anak masih polos belum ngerti apa-apa, takut diajari yang tidak-tidak oleh Joan.


Fitri juga khawatir, Joan akan seperti Emily yang menggoda Lambok walau jelas-jelas ada Kakak nya Tia waktu itu yang sedang mengandung Twins.


Fahmi memang sudah mengajukan mutasi ke Jakarta dan disetujui oleh Kantor Pusat di Jakarta karena memang butuh Staf Ahli yang sudah Senior.


Bang Tiar dan Keluarganya, rencananya hari ini akan tiba di Sumatera.


Fitri males bertemu dengan istri Bang Tiar, Riris. Dulu waktu Mereka susah, Riris sama sekali gak mau bantu adik-adik Tiar. Kini roda berputar, Mereka sedang terjerembab dibawah.


Fitri hanya khawatir, mulutnya akan mengeluarkan kata-kata kasar pada iparnya. Jadi lebih baik dihindari.


Walau pun anak sulung Abangnya sudah mapan, tapi Dia juga kurang perduli pada orangtua nya. Mungkin ini karma buat Riris, karena Dia dulu juga gak perduli pada Ibu.


______________________


"Ayah.....! Mama.....!" Panggil Fathir dan Atala. Mereka memang menjemput Ayah dan Mama Fathir di Bandara.


"Sayaaang...." Jawab Fitri yang segera memeluk Fathir kemudian Atala.


Atala dan Fathir mencium punggung telapak tangan Fahmi dan Fitri secara bergantian.


"Kalian sehat-sehat saja kan? Dimana Twins?" Tanya Fitri.


"Kami dari kampus Ma, langsung kesini. Tadi Twins dijemput Mama Tia." Kata Fathir.


Fitri mengangguk. "Lalu perempuan itu?" Tanya Fitri ketus.


"Sayaang..." Panggil Fahmi.

__ADS_1


Fathir hanya menunduk. Dia tahu yang Mama nya maksud adalah Joan.


"Kak Joan ada di rumah Oma, Ma." Kata Atala.


"Tadi pagi Dia memang merengek minta ikut, tapi Kami tak mengajaknya. Kami sengaja dari kampus langsung kesini." Kata Atala lagi.


Fitri menghela nafas. "Kamu gak pernah macam-macam kan sama Dia, Fathir?" Selidik Fitri.


Fathir menunduk. Dia takut Mamanya murka. "Gak Ma. Aku gak ngapa-ngapain." Kata Fathir.


Fahmi mengelus bahu Fitri. "Sayaang... Bicaranya di rumah Bunda saja, ya? Gak enak terdengar orang lain." Kata Fahmi mencoba meredam kekesalan Fitri.


Fitri mengangguk. Dia hanya ingin melindungi buah hatinya dari pergaulan bebas ala-ala Negara A.


___________________


"Sayaaang.... Apa tak sebaiknya Joan dipanggil pulang saja." Diandra sedang bermanja dengan Ustadz Joey di ruang keluarga.


Tidak ada siapa pun di rumah Mereka, hanya beberapa asisten rumah tangga, security dan supir.


Anak-anak Ustadz Joey, Brian dan Jimmy sedang menginap di rumah Mommy Mereka.


Ustadz Joey menghela nafas. "Aku sudah menyuruhnya pulang, tapi Joan sangat keras kepala. Aku juga tak enak pada Lambok dan istrinya yang kualahan menghadapi Joan."


"Minggu depan, Aku akan ke Indonesia untuk membawa pulang paksa Joan." Kata Ustadz Joey.


Diandra mengusap lengan suaminya. "Kamu yang sabar, Joan dididik dari kecil oleh Mommy nya jadi sangat sulit untuk Kita untuk mengarahkan Joan." Kata Diandra.


Lambok memang mengurus perpanjangan Visa untuk Joan selama 6 bulan. Lambok berharap Joan bisa belajar islam disini.


Tapi ternyata pergaulan nya di Negara A, Dia samakan disini. Berulang kali, Oma Dewi dan Tia menasehati Joan, tapi Joan selalu menampiknya. Dia mengatakan Oma Dewi dan Tia ketinggalan jaman, tidak modern.


Eyang nya Fathir juga sudah menasehati Fathir, tapi ternyata Fathir juga menyukai Joan walau Fathir sebenarnya juga takut dengan gaya hidup Joan.


Fathir pernah bercerita pada Lambok secara pribadi, kalau Joan selalu merayunya dan mencumbunya. Fathir yang masih polos menceritakan semua pada Lambok.


Dia bertanya kenapa kalau Joan yang agresif padanya membuat juniornya terbangun dan itu membuatnya kesakitan karena pegal menahan ketegangannya.


Lambok menanggapi nya dengan serius walau Lambok juga merasa lucu karena Fathir yang benar-benar masih lugu.


Fahmi dan Fitri memang mendidik Putera Puteri Mereka agar tumbuh menjadi anak-anak yang sholeh dan shalehah. Memberitahu batasan pergaulan laki-laki dan perempuan.


Fathir pernah bertanya pada kedua orangtua nya kenapa Papa Lambok dan Mama Tia boleh mesra.


Fahmi dan Fitri menjelaskan kalau sudah sah menjadi suami istri, boleh mesra. Fahmi mengatakan dalam bahasa yang bisa dimengerti oleh Fathir.


Dan Fathir juga selalu mendengarkan apa yang diajarkan kedua orang tua nya.


Lambok juga menegur Joan untuk bersikap sopan. Joan harus ikhlas mendalami islam bukan karena ingin dekat dengan Fathir. Tapi sepertinya Joan mendengarkannya masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri.


Ustadz Joey memang sering memantau perilaku Puterinya dari Lambok. Ustadz Joey merasa tak enak dengan Lambok.

__ADS_1


Dan Lambok mencoba menghibur Ustadz Joey untuk bersabar.


__ADS_2