CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Aku akan menunggumu


__ADS_3

Pagi ini Nadin dengan semangat menuju rumah sakit, hari ini adalah hari kepulangan mama.hari yang di nanti keluarga ibu Dewi.


tepat pukul tujuh Nadin sampe di kamar rawat mamanya, di lihatnya mama yang masih tertidur dan Rasya yang tengah membereskan sofa tempat untuknya tidur saat menjaga Mama.


"Assalamualaikum dek, mama belum bangun ya? atau tidur lagi? " tanya Nadin.


"Waalaikumsallam, baru tidur lagi mba. kita nunggu dokter visit kan baru pulang? Adek udh ijin gak masuk hari ini" pantesan dia terlihat santai baru bangun ternyata dia ijin.


"Iya dek, kita tunggu dokternya ya.kamu udah sarapan? "


"belum mba,adek beli sarapan dulu ya mba mau sarapan apa? " tanyanya sembari bangkit dari sofa.


"samain aja sama kamu dek" mendudukan badannya di atas sofa..


"yo wes adek jalan dulu ya mba cari sarapan"


Rasya berlalu keluar dari Ruang perawatan mama


Mutia tengah sibuk menyusun barang-barang mama untuk d bawa pulang.aktifitasnya terhenti saat bunyi dering ponselnya berbunyi cukup nyaring di ambilnya ponsel dalam tasnya


panggilan dari Satria, baguslah jadi ibu bisa cepat pulang pikirnya


"Assalamualaikum nadnad, kamu sudah di Rumah sakit? " suara khas lelaki itu dari sebrang


"Waalaikumsallam iya bang ini udah di kamar mama"


"Aku cuman mau bilang aku visit nanti jam 10an ya, pagi ini aku ada tindakan operasi"


"ok bang gak masalah kok," ujarnya agak sedikit kecewa..


"Ya sudah aku tutup dulu ya, kamu jangan lupa sarapan ya "


"iya bang semangat ya.. " jawab mutia kemudian menutup panggilan ..


Masih sabar harus menunggu lagi mah, gumamnya..


Nadin melanjutkan aktifitasnya yang tertunda karena panggilan dari Satria..


dia mulai membuka laptopnya dan kembali di sibukan dengan laporan-laporan dari kantor cabang..


Rasya telah kembali dengan membawa dua bungkus nasi uduk untuk nya dan kakaknya


"mba jam berapa bias dokternya visit, aku rindu kamarku mba" kata Rasya nyengir


"siangan dek ,sekarang dokternya sedang operasi" jawab nadin tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop ,sesekali ia mengkeryitkan dahinya..


Rasya yang sudah terbiasa melihat kakaknya saat sedang sibuk memilih duduk d samping ranjang mama dan mulai menyantap sarapaannya..

__ADS_1


sudah tiga jam Nadin berkutat dengan laptopnya sesekali berhenti saat mama mengajaknya ngobrol. dan melanjutkan lagi memeriksa laporan, sementara Rasya memelih untuk main game menunggu dokter datang visit


Saat tengah asyik dengan kegiatan masing..


Dokter Satria masuk bersama dengan dua orang perawat.


"Pagi bu Dewi, hari ini sudah bisa pulang ya" mendekat ke arah mama


"obatnya jangan lupa di minum" tersenyum ke arah mama.


"Mama sudah boleh pulang ya dok, Alhamdulillah " Nadin tampak bahagia..


"iya lekas sehat ya bu" menyalami mama


"makasih pak dokter " mama membalas ularan tangan Satria dan menyalami.


"baiklah saya tinggal dulu ya bu" Satria berpamitan dengan mama


"Nad,nanti bisa ke ruangan saya sebentar" tanya nya kepada Nadin, tentu Satria tak mau melewatkan setiap ada kesempatan untuk dekat dengan Nadin..


Nadin mengangguk tanda setuju..


setelah berpamitan dengan mama, dokter dan kedua perawat pergi meninggalkan ruangan mama


"dek kamu beresin barang-barang ya masukin k mobil dulu, mba mau ke bagian adminstrasi dan menemui dokter satria, mama nunggu d kamar sebentar gapapa kan mah?" tanya nya kepada mama sembari memberikan baju ganti mama untuk pulang


"Ya sudah aku tinggal dulu ya mah" beralih ke Rasya..


"dek ini kunci mobil masukin dulu aja barang-barangnya ya"


"Ok siap komandan" balas Rasya mengangkat tangannya memberi hormat ke Nadin


Nadin berlalu keluar menuju ruang administrasi untuk menyelesaikan pembayaran. setelah selesai urusan dengan bagian administrasi kaki nya melangkah menuju ruangan Satria..


Tok..tok..di ketuknya pintu rungan


seorang perawat mempersilahkan masuk


"tunggu sebentar ya bu,pak dokternya belum kembali"


"maaf saya tinggal dulu ya bu, mau nyiapin keperluan praktek" tutur sang perawat ramah


"iya sus,gakpapa kan saya nunggu di dalam ruangan dokter satria? " tanya Nadin dia merasa tak enak berada di ruangan sendirian.


"gakpapa mba tadi dokter Satri udah bilang suruh nunggu sebentar"


"saya permisi bentar ya bu" sang perawat menunduk dan berlau dari hadapan Nadin

__ADS_1


Satri segera menyelesaikan pekerjaannya membaca rekam medis para pasien-pasiennya di lihatnya jam di tangan nya masih ada waktu limas belas menit sebelum praktek untuk bertemu Nadin..langkah kakinya di percepat agar segera sampai di ruang prakteknya.


Di bukanya hendel pintu, nampak nadin tengah duduk di sofa tengah bermain dengan ponselnya.


"nad nad sudah dari tadi ya, maaf ya hari ini jadwalku padat banget " suara Satria mengagetkan Nadin..


"gak kok bang, apa ada hal serius soal ibu bang" tanyanya..


"ehh gak nad ibu baik-baik saja nanti hari jumat jadwal kontrolnya ya" berjalan mendekat dan duduk di sebelah Nadin..


jantung Nadin berdetak kencang ada rasa deg degan bisa sedekat ini dengan Satria.


begitu pun dengan Satria.


tekatnya bulat,ia tak mau memendam perasaannya kepada Nadin.sakit rasanya mencintai dalam diam.sudah tak perduli lagi apapun nanti keputusan Nadin dia akan terima..


"Nadnad, maaf ini soal kita ___" kalimatnya terjeda Satria menarik nafas dalam


Nadin menoleh "kita, kenapa bang? "


"soal aku sebenarnya soal perasaanku terhadapmu duabelas tahun berpisah nyatanya aku tak bisa melupakanmu" tuturnya pelan


Nadin terkejut,12 tahun dia pernah merasakan rasa yang sama tapi dia memilih menelannya dia berharap rasa itu hilang dengan sendirinya bersama hilangnya Satria


"bang jangan bercanda ihh,harusnya aku yang bilang seperti itu karena jujur pas smp aku sebenarnya suka sama abang hehehe, tapi itukan dulu bang cinta monyet" jawabnya tanpa melihat Satria


"Nad kamu boleh menganggap cinta monyet tapi kenyataanya perasaan ku kepadamu tak berubah nad,kita sama-sama sudah dewasa dan bukan waktu untuk bermain-main" ucapnya serius..


"maaf bang kasih aku waktu, ini terlalu cepat untukku" Nadin bangkit dari duduknya


"Aku permisi bang sepertinya pasienmu sudah banyak yang menunggu" mengambil surat kontrol mama dan keluar meninggalkan ruangan Satria dengan hati yang bahagia,bukan nadin menolak tapi dia butuh waktu untuk mencerna semua ini


Duabelas tahun tak bertemu dan tidak ada hubungan dekat di masa lalu.baru satu hari bertemu lagi dengan cepatnya Satria mengungkapkan perasaanya. Nadin masih harus mencerna dan memantapkan hatinya kembali.


Satria terdiam memandangi kepergian Nadin, ada sedikit perasaan lega kala mengungkapkan perasaan yang ia pendam selama ini, terlalu cepat memang.dia tak mau kehilangan cintanya.


dan kini dia mesti bersabar,Nadin butuh waktu


seberapa lamapun waktu yang kamu minta aku akan tetap menunggumu aku harap tak terlalu lama


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


kok cepet ya Satria mengungkapkan Alurnya sengaja aku buat seperti ini.


tapi tenang aja ceritanya bakalan beda dari yang lain


terimakasih untuk yang sudah mampir jangan lupa like dan vote nya yah..😘😘πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2