CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Leo Terkejut


__ADS_3

Lita bergegas ke kamar nya. Lita mengecek ponsel nya. Ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari Leo. Lita menghela nafas. "Ngapain lagi sih tuh orang?" Batin Lita.


Lita membuka aplikasi pesan pada ponsel nya. Ada pesan dari Leo.


🌷SELAMAT ULANG TAHUN LITA.... AKU MERINDUKANMU😚😘🌷


Lita menghela nafas. "Ternyata Dia sungguh-sungguh. Tapi.... Dia kan beda dengan ku...." Lita memandang tubuh nya di cermin dari atas kepala hingga ujung kaki. Semua tertutup rapat.


"Aahhh... Apaan sih..." Lita menepis pikirannya. Lita membersihkan wajah dan menggosok gigi di kamar mandi.


Setelah nya Dia mengganti pakaiannya dengan piyama tidur.


Lita merebahkan tubuh nya. Wajah nya menatap langit-langit kamar.


"Bagaimana Papa ku...!!?" Tiba-tiba bayangan pria itu masuk dalam pikirannya. Beberapa hari ini wajah itu mengganggu nya. Ada desiran aneh menyelusup ke jantung.


"Astaghfirullaah... Mengapa bayangannya tersimpan di otak ku?" Gumam Lita.


Ponsel nya berkedip. Kamar Lita memang gelap. Hanya ada pancaran sinar dari lampu balkon. Lita memang lebih suka tidur dengan lampu padam. Sehingga kedipan ponsel itu menerangi ruang kamar nya.


Lita beranjak menuju ponsel nya. "Kak Arby..." Gumam Lita. Lita langsung menjawabnya.


"Assalamu alaikum Sayaaang... Kamu sudah tidur?" Tanya Arby.


"Aku baru merebahkan tubuhku di ranjang. Kakak belum tidur?" Lita balik bertanya.


"Aku gak bisa tidur. Aku begitu merindukanmu." Kata Arby jujur.


"Baru saja Kita bertemu, Kak." Kata Lita malas.


"Apa Aku mengganggu mu?" Tanya Arby.


"Tidak Kak. Aku juga belum bisa memejamkan mata." Kata Lita.


"Hhhmmm....Boleh Aku bertanya?" Tanya Arby.


"Tanya lah Kak." Kata Lita lembut.


"Apa Dosen mu itu mencintaimu?" Tanya Arby to the poin.


Deg... Jantung Lita berdegub kencang. "Kenapa tiba-tiba Kakak menanyakan itu?" Tanya Lita.


"Apa Kamu juga mencintai nya?" Tanya Arby lagi.


"Gak mungkin lah Kak. Kepercayaannya berbeda dengan ku. Satu lagi... Dia itu seperti seorang om-om..." Canda Lita sambil terkekeh.


"Masa??? Masa seburuk itu?" Arby terkekeh.

__ADS_1


"Beneran Kak. Kalau Kakak gak percaya, tanya Astrid. Aku geli melihat bulu-bulu yang tumbuh lebat di wajah nya..." Lita terkekeh.


Arby menghela nafas. Ada kelegaan di hati nya.


Lita menguap. Lita kelepasan, lupa mengontrol hingga terdengar Arby.


"Nah tuh udah ngantuk. Ya udah istirahat ya. Besok Aku jemput ya?" Tanya Arby.


"Mau kemana Kak?" Tanya Lita.


"Keliling aja. Aku kan baru pertama kali ke negara ini." Ucap Arby polos.


"Baik Kak. Nanti Aku kabari kalau Aku sudah selesai Kuliah." Lita menyetujui.


"Terima kasih, Sayang." Ucap Arby. "Selamat tidur... Mimpi indah ya." Kata Arby lagi.


"Ya Kak. Assalamu alaikum..." Salam Lita.


"Wa alaikumussalaam." Jawab Arby dan segera memutus sambungan telpon.


Ponsel Lita kembali berkedip. Seperti nya panggilan itu waiting karena Lita sedang dalam panggilan dengan Arby.


Lita mendengus kesal melihat nama di layar ponsel nya. "Tapi kalau gak diangkat, Dia pasti akan terus mengganggu ku." Batin Lita.


Mau tak mau Lita menjawab panggilan itu. "Halo..." Sapa Lita.


"Kenapa tak menjawab telpon ku dari tadi?" Terdengar nada kesal dari seberang sana.


"Oh begitu. Apa kiriman ku sudah Kamu terima?" Tanya Leo.


"Sudah... Terima kasih. Saudara ku menyukainya." Kata Lita ceplas ceplos.


"Saudara mu? Kok Saudara mu? Aku kan membeli nya untukmu." Leo sedikit kesal.


"Tapi Aku berulang tahun berdua." Kata Lita ketus.


"Maksudnya?" Leo makin bingung.


"Aku berulang tahun dengan kembaranku. Jadi gak salah kan jika Dia mengambil kirimanmu. Kan tujuannya untuk yang ulang tahun?" Lita mempermainkan Leo.


"Ya Tuhan... Jadi Kamu gak mau menerima pemberianku?!" Leo terdengar sangat kesal.


"Aku sudah menerima nya. Tapi ternyata kembaranku menyukainya. Jadi ku berikan pada nya." Lita masih ngeles.


Tut... tut... tut.... Sambungan telpon terputus. Leo sangat kesal dan memutuskan sambungan telponnya.


Lita hanya mencebikkan bibir nya. "Boleh nya maksa, huh!" Lita dongkol.

__ADS_1


____________________________________


"Subhanallaah....Ganteng banget... Tapi Kenapa Dia ada disini?" Jantung Lita berdegub kencang. "Ya Allah kenapa jantungku sakit?" Lita menyentuh dada kiri nya.


"Kamu kenapa?" Tanya Astrid.


Lita menggeleng. Lita masih menatap wajah pria tampan itu. Tapi seperti nya Pria tampan itu tak menggubris kehadiran Lita dan Astrid.


"Kamu kagum dengan wajah nya ya?" Pertanyaan Astrid sangat menohok.


"Hah... Eh anu... Gak... Gak mungkinlah. Kamu gak lihat, Dia sangat angkuh. Mata nya mencari tapi tak satu pun gadis-gadis kampus yang menyapa nya mendapat perhatiaannya." Lita terlihat kesal.


"Hayooo hati-hati... Nanti jatuh cinta beneran." Canda Astrid.


"Gak lah, Lalu mau dikemanakan Kak Arby?" Lita bertanya.


"Oohh iyaaa... Hampir saja Aku lupa." Astrid menepuk keningnya sendiri. "Cieee... cieee... cieee... Kayak nya udah mulai kepincut sama Kak Arby yah...." Goda Astrid.


"Entahlah Astrid. Kayaknya Aku lebih dominan kasihan sama Dia. Walau Dia perhatian tapi hatiku menganggap nya perhatian seorang Kakak pada Adiknya. Tapi Aku masih terus berusaha menepis semua dan belajar mencintainya." Jelas Lita.


Jam belajar pun di mulai.


Dokter David memberikan materi dengan gamblang. Tiba-tiba pintu terketuk.


"Masuk...!" Pinta Dokter David.


"Dok.. Ini file yang Dokter minta." Kata Leo.


Dokter David memeriksa File yang dikirim Leo. Sedangkan mata Leo sibuk mencari sosok Lita di kelas.


"Astaghfirullaah... Dia masuk ke kelas ku. Apa Dia Asisten Dokter David yang lain?" Jantung Lita kembali berdegub. Lita buru-buru menunduk saat mata Leo mencari. Namun Lita belum tahu kalau itu adalah Leo.


"Astaga... Apa penglihatanku tak salah? Itu tempat duduk yang biasa Lita duduki bersama temannya. Jadi...." Leo ternganga.


"Terima kasih Dokter Leo, Anda boleh kembali ke ruangan." Pinta Dokter David pelan.


"Eh... Iya Dok." Leo terkejut saat tangan Dokter David menyentuh tangannya.


Leo segera meninggalkan kelas Lita. Perasaannya tak menentu, kecewa mungkin saja, takut juga campur aduk. "Ya Tuhan....Pantes saja Aku tak menemukannya. Dia telah menutup seluruh tubuhnya. Beberapa kali Dia melintas di depan mataku... Tapi Aku gak tahu kalau itu Lita." Batin Leo, wajahnya memancarkan kekecewaan.


Leo mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Lita.


🥀Temui Aku setelah kelas selesai, Di taman samping Kampus.🥀


Lita merasakan getaran ponselnya. Namun Dia tak menggubris. Dokter David sedang menjelaskan materi.


Leo pergi ke toilet. Dia menjambak rambutnya. "Ya Tuhan... Disaat Aku mencintai seorang gadis, Dia malah berbeda denganku. Dan sekarang Dia menutup seluruh tubuh nya. Apa yang harus Aku lakukan!!" Leo meremas rambutnya.

__ADS_1


"Lita... Aku mencukur bulu-bulu diwajahku, karena Kamu... Aku ingin Kamu lihat kalau Aku tak setua yang Kamu katakan. Aku tampan, sangat tampan, cocok denganmu yang sangat cantik dan membuatku tergila-gila.... Tapi Kamu malah menutupi kecantikanmu.... Kamu kan tahu keberadaan orang seperti mu dipandang sebelah mata disini..." Gumam Leo cemas.


Leo meraba dada kiri nya yang sakit. "Mama.... Apa ini hukuman buat Aku? Karma Papa datang padaku..??? Aku gak bisa meninggalkannya...."


__ADS_2