CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Bodoh Gak Ilang-ilang


__ADS_3

Dua Hari Kemudian Pernikahan ulang Tuan Alex dan Lisa dilaksanakan. Hanya kerabat dekat juga kolega dekat yang menghadiri undangan pernikahan Mereka.


Romo dan Istri sangat terharu. Mereka akhirnya bisa tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Puteri Mereka tanpa harus khawatir lagi Puteri nya berada pada jalan yang salah.


Kebahagiaan juga terpancar pada wajah kedua mempelai yang sudah berumur. Alex terus-terusan menciumi wajah Lisa tanpa rasa sungkan.


Lisa pun dari tadi melihat ke arah Leo yang tak mau lepas dari seorang gadis berhijab yang sangat cantik.


Tak lupa juga, Kakak Leo, Alexa beserta suami menghadiri pernikahan ulang kedua orangtua nya. Alexa sangat bahagia akhir nya bisa melihat senyum bahagia di wajah sang Mama juga Papa nya.


"Sayaang.... Gadis yang disebelah Leo, siapa? Cantik sekali. Apa Dia calon menantu Kita?" Tanya Lisa pada Alex.


"Aku berharap demikian, Sayang. Dia puteri Tuan Lambok, sekaligus Mahasiswi Leo di Kampus nya." Kata Alex.


"Memang nya Leo tak menyukai nya? Aku lihat ada tatapan cinta tulus Leo untuk gadis itu." Kata Lisa.


"Nama nya Lita, Sayang. Leo memang sangat mencintai Lita. Tapi Leo keras kepala, belum mau membuka hati nya untuk muallaf." Jelas Alex.


Lisa terlihat murung. Alex melihat nya. "Kenapa Sayang?' Alex cemas.


"Semua salah Kita. Kita tak pernah mengajari anak-anak Kita soal agama." Mata Lisa berkaca-kaca.


"Iya Sayang... Kamu benar. Ini semua salah Kita. Tapi Aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan Mereka. Aku juga berdoa untuk Leo, agar Allah membukakan pintu hatinya dan mau muallaf." Harap Alex.


"Aamiin." Kata Lisa lembut. "Lita sangat cantik." Puji Lisa.


"Persis seperti mu." Goda Alex.


Wajah Lisa bersemu merah.


"Lita juga gadis yang baik. Dia pernah menolongku saat tiba-tiba Alergi ku, kumat. Lita tak pandang siapa yang Dia tolong. Lita juga berasal dari Keluarga baik-baik. Tuan Lambok juga seorang muallaf. Kamu sudah kenal istri nya kan?" Tanya Alex.


"Iya... Tia sangat baik dan lembut. Walau Aku baru mengenalnya. Tapi Aku merasa, Tia itu tulus." Puji Lisa.


"Aku akan mendukung sekali jika Lita menjadi menantu Kita." Kata Lisa.


"Leo....!!" Panggil Alex.


"Dokter, Papa mu memanggil." Kata Lita.


"Ayo Sayaang... Aku kenalkan sama Mama." Kata Leo yang langsung menggandeng tangan Lita.


"Tapiii....." Lita tak bisa lagi menolak. Leo sudah membawa nya pada Papa dan Mama nya.


"Ya Pa... Ada apa?" Tanya Leo.

__ADS_1


"Kamu ini bagaimana sih? Gak mau memperkenalkan Lita sama Mama mu?" Goda Alex.


"Maaf Pa, Ma... Leo hanya ingin membiarkan Mama dan Papa melepas rindu dulu." Canda Leo.


Lisa mencubit pinggang Leo. "Kamu ini, senang sekali menggoda Mama."


"Hehehehe... Ma... Ini Lita, pacar Leo. Sayang, ini Mama Aku, Mama Lisa." Jelas Leo.


"Assalamu alaikum Tante..." Sapa Lita malu-malu.


"Kok Tante siihhh... Panggil Mama ya Sayang." Pinta Lisa.


"Ehh.. Ii... Iya Ma..." Lita sangat malu.


"Pa... Calon mantu Kita, cantik ya?" Goda Lisa.


Alex tersenyum. "Tuh Leo, Mama mu sudah gak sabar mau punya menantu lagi." Canda Alex.


"Leo sih sudah mau nya cepat-cepat Ma.. Pa.. Tapi Lita nya mengulur waktu terus." Kata Leo.


Lita mencubit pinggang Leo. Leo meringis menahan sakit juga geli.


"Bukan Lita kali yang mengulur waktu. Tapi Kamu..." Canda Lisa.


Lita tersenyum dengan jawaban Lisa. Leo tergagap dengan ucapan Mama nya.


"Kamu itu sudah jadi Dokter juga Asdos, tapi masih juga pura-pura bodoh." Lisa mencubit lengan Leo.


"Aadduuuuhhh Ma... Sakiiit.... Pa... Tolongin Leo..." Leo kembali meringis.


"Papa gak mau bantuin Kamu... Mama Kamu benar..." Canda Alex.


Lita hanya terkekeh dengan tangan yang menutup mulutnya.


"Nah tuh Kakak mu. Alexa...." Panggil Lisa pada Puteri nya.


"Ada apa nih Ma? Kok Adik Aku dicubitin dari tadi..." Canda Alexa.


"Adik Kamu... Bodoh nya gak ilang-ilang." Canda Alex.


"Dek... Kamu jangan bikin malu Kakak deh..." Goda Alexa. Alexa melihat kearah Lita. Keningnya sedikit berkerut. Leo memang belum memperkenalkannya pada Lita.


"Dan gadis cantik ini?" Tanya Alexa.


"Tuuhh kan Papa mu benar, Adik Kamu bodohnya gak ilang-ilang. Masa Leo gak ngenalin Lita sama Kamu?!" Canda Lisa dengan mimik dibuat serius.

__ADS_1


Kali ini Alexa yang mencubit pinggang Leo.


"Aduuuhhh... Abis deh pinggang Aku. Yang... tolongin Aku dong Yang..." Leo kembali meringis.


Lita hanya tersenyum sambil menggeleng.


"Whats?! Yang?? Jadi ini pacar Kamu?! Dan Kamu gak mau ngenalin sama Kakak?!" Alexa tambah kesal dengan Leo. Tapi sambil masih dalam candaan.


"Kan Kakak lagi sibuk sama Suami juga anak-anak Kakak." Leo mencoba membela diri.


"Tuh kan ngeles melulu." Kata Lisa.


"Memang ya... Kamu bikin malu Kakak, bodoh nya gak ilang-ilang." Alexa kembali mencubit pinggang Leo. Leo berlari dan berdiri dibelakang tubuh Lita.


"Dokter... Jangan bawa-bawa Aku dong." Lita terlihat kikuk.


"Hahahaha..." Alex tertawa melihat tingkah laku anak-anak nya. Lisa sampai meneteskan airmata.


Romo dari kejauhan yang sedang mengobrol dengan Ustadz Joey dan Lambok, juga merasa bahagia melihat kebahagiaan Keluarganya.


"Sudah ah Kak... Cape tahu..." Leo terengah-engah. "Aku minta maaf." Leo menangkupkan kedua telapak tangannya. "Kakakku yang cantik, kenalkan ini Lita, pacar Aku, calon istri Aku. Cantik kan?!" Kata Leo terdengar menyebalkan.


Lita memutar bola mata nya.


Alexa tersenyum melihat tingkah Lita. "Lalu kapan Kalian menikah? Dan kapan Kamu mau insaf?!" Alexa to the poin. Alexa sangat mengerti dari penampilan Lita yang berhijab. Itu berarti Leo harus mengikuti ajaran Lita.


"Kakak?!" Leo terperanjat.


"Kenapa? Ada yang salah? Kakak tahu, Lita tak ingin menunda pernikahan, tapi Kamu yang membuatnya semua jadi terlambat. Iya apa iya?!" Skakmat dari Alexa.


Leo menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. Sedangkan Lita menunduk malu. Wajah nya sudah bersemu merah.


"Lita... Kakak sarankan sama Kamu. Kalau Leo tidak juga mengabulkan persyaratanmu, Kamu tinggalkan saja, cari laki-laki lain yang lebih segala nya dari Leo." Alexa ceplas ceplos.


"Iisshh Kakak... Bukannya dukung Aku... Malah bikin mood Lita turun." Leo terlihat sedikit kesal.


"Sudah... sudah.... Sayang... Maaf yah... Kamu harus melihat drama keluarga ini." Canda Lisa pada Lita. "Mama berharap Leo tidak mempermainkan Lita. Mama merestui jika Leo mempersunting Lita tapi kalau Leo mau mengikuti kemauan Lita. Mama sangat berharap Leo bersikap dewasa dan tidak mempermainkan perasaan Lita." Kata Lisa lagi.


Lisa memeluk Lita dan mengecup kening Lita. "Terima kasih Ma... Kak Alexa..." Kata Lita.


"Kakak gak pernah menghalangi jika semua bertujuan demi kebahagiaan. Baik untuk Mama dan Papa juga buat Leo. Kakak tak akan pernah mempermasalahkan walau pun Kamu dan Kakak berbeda keyakinan. Kakak hanya berpesan sama Kamu, Lita, tetaplah dengan pendirian Kamu, selama itu dijalan yang benar." Kata Alexa yang sangat setuju Lita menjadi pendamping Leo.


Alexa tak ingin Adik satu-satu nya hidup tanpa pegangan yang kuat. Dia sendiri sudah mengikuti agama suami nya. Alexa ingin Adik nya hidup bahagia setelah Dia melihat kini kedua orangtua nya sudah bahagia.


"Terima kasih Kak... Kakak mau menerima Lita. Walau Lita juga sangat kesal dengan Dokter yang masih labil." Lita mengrucutkan bibir nya.

__ADS_1


"Kamu tenang saja Dek... Nanti Kita saling bertukar nomor telepon. Kapan pun Kamu boleh ngadu sama Kakak kalau Leo bodoh nya gak ilang-ilang." Canda Alexa namun serius.


Sedangkan Leo dari tadi sudah pusing karena semua keluarga nya membela Lita.


__ADS_2