
"Bagaimana keadaan Puteri Kami, Dok?" Tanya Tia pada Leo. Lambok dan Tia dipanggil keruangan Leo.
"Seperti nya ada trauma pada Lita, Tuan dan Nyonya Lambok. Tapi Kami team Dokter sedang Observasi. Apa Tuan dan Nyonya tau penyebabnya?" Tanya Leo.
Tia dan Lambok saling memandang. Mata Tia berkaca-kaca.
Lambok menghela nafas. "Saya kurang tahu, selama ini Lita baik-baik saja. Dia selalu terbuka pada Kami. Memang setahun yang lalu, Dia putus dengan cinta pertamanya. Tapi selama ini, Lita baik-baik saja. Biasa-biasa saja." Jelas Lambok.
"Bagaimana dengan Arby?" Tanya Leo.
Lambok dan Tia saling memandang. Secara serempak Mereka menjawab. "Arby? Siapa Arby?" Tanya Tia dan Lambok.
"Saya juga kurang tahu, cuma Dia pernah mengaku pada Saya, kalau Dia kekasih Lita." Jelas Leo.
"Benarkah?!" Lambok dan Tia berbarengan. Mereka sangat terkejut.
Leo mengangguk. Tia dan Lambok menghela nafas. "Nanti Kami coba tanyakan pada Kakak-kakak nya. Kami baru saja tiba. Dan belum dapat kabar apa-apa." Kata Lambok.
Leo mengangguk. "Semoga mental Lita kuat." Doa Leo.
"Aamiin." Jawab Lambok dan Tia.
_________________________________
"Ini Ma.... Pa...." Astrid memperlihatkan foto Arby pada Tia dan Lambok. Sepulang dari Kampus, Astrid langsung ke Rumah Sakit. Dia ingin menjenguk Lita.
"Subhanallaah.... Pa...." Tia membekap mulutnya sendiri.
"Dia mirip sekali. Seperti kembar identik." Kata Lambok.
"Tapi Kak Arby gak kembar, Ma.. Pa... Dia sebatang kara." Jelas Astrid. Astrid memang pernah membuka akun sosmed nya Vero, karena Dia tak percaya kalau Arby mirip dengan Vero.
"Apa Lita belum bisa move on, Pa? Tapi ada masalah apa Lita dengan Arby? Sampai-sampai Lita seperti itu?" Tanya Tia.
"Nanti Astrid tanyakan langsung ke Kak Arby, Ma. Dari kemarin, Aku coba menghubungi Kak Arby, tapi ponsel nya gak aktif." Jelas Astrid merasa tak enak hati.
"Terima kasih Sayang...." Kata Tia lembut sambil mengusap kepala Astrid yang tertutup hijab.
"Assalamu alaikum...." Salam dari luar ruang perawatan Lita. Pintu pun terbuka.
"Wa alaikumussalaam..." Jawab Tia, Lambok dan Astrid. Sedangkan Tristan ikut Vita pulang ke hotel.
"Mama... Papa.... Bagaimana keadaan Lita?" Tanya Fathir dan Atala.
"Dokter sedang observasi. Lita seperti trauma." Kata Lambok.
__ADS_1
Atala dan Fathir saling menatap.
"Oh ya Maaf. Ma... Pa... Ini Tuan Alex, Papa nya Dokter Leo. Dia ingin menjenguk Lita." Kata Atala.
"Tuan Alex... Saya Lambok dan ini istri Saya, Tia." Lambok menyambut Alex sambil berjabat tangan. Sedangkan Tia menangkupkan kedua telapak tangannya di dada.
"Senang berkenalan dengan Anda." Alex tersenyum. Dia melihat Astrid. "Loh... Astrid, Kamu disini? Jadi Lita adik nya Atala, Temanmu, yang menolong Saya?" Tuan Alex terkejut.
Astrid mengangguk.
"Menolong Tuan?" Tanya Lambok.
Alex mengangguk. Dia menceritakan perihal kejadian di Mall. "Lita dan Astrid sering menjenguk Saya, selama Saya berada di Rumah Sakit. Jelas Alex.
"Dunia ternyata sempit ya, Tuan. Tuan tau? Putera Tuan, mengejar-ngejar Adik Saya." Canda Fathir.
"Oh ya? Jadi Lita yang sering disebut Leo? Dia bilang cinta nya bertepuk sebelah tangan. Saya bilang, mau menjodohkan dengan Adiknya Atala, dan Leo menolak karena sudah punya idaman hati." Alex terlihat sangat senang.
"Jadi, Dokter Leo yang merawat Lita, itu Dosen yang mengejar-ngejar Puteri Saya?" Tanya Lambok.
Fathir dan Atala mengangguk. "Iya Pa... Waktu itu wajah Alex ditutupi bulu-bulu sangat lebat, makanya Lita bilang seperti om-om. Tapi ternyata om-om nyamar, Pa." Canda Fathir.
"Waaahhh Tuan Lambok. Seperti nya Kita akan berbesanan." Canda Alex.
"Hahahaha...." Tuan Alex bisa saja.
"Kenapa Tuan?" Tanya Lambok heran.
"Maafkan Saya.... Ini semua salah Saya. Saya tak pernah mengajarinya tentang agama. Saya membiarkan anak-anak Saya menentukan hidupnya sendiri. Karena Saya tak ingin, nasib anak-anak Saya seperti nasib Saya dan Istri Saya, tak mendapat restu orangtua." Mata Alex berkaca-kaca.
Tia dan Lambok saling memandang.
"Untung nya Saya bertemu Ustadz Joey." Kata Alex. Ustadz Joey telah membuka hati Saya. Alex menghela nafas.
"Ustadz Joey? Jadi Anda mengenal Ustadz Joey?" Tanya Lambok terkejut.
"Anda kenal, Tuan?" Tanya Alex.
"Tentu saja, Beliau Kakak Ipar Saya. Ayah sambung Atala, Putera Kami." Lambok tersenyum.
"Saya masih bingung. Anda bilang Atala Putera Anda, tapi kenapa Puteri Anda menikah dengan Atala?" Tanya Alex.
"Cerita nya panjang Tuan. Nanti.... Lain kali, Kita ngobrol yang banyak." Kata Lambok.
"Lalu, dimana Istri Anda, Tuan?" Tanya Lambok. Lambok memang tidak tahu perihal Alex. Dia hanya tahu, Alex adalah kolega Atala dan Fathir.
__ADS_1
Alex menghela nafas. "Istri Saya kembali ke Indonesia." Alex menunduk.
"Maaf Tuan, Saya tak bermaksud membuat Anda sedih." Kata Lambok.
"Gak apa Tuan Lambok. Saya kini sedang belajar tentang Agama Islam, Atala yang membantu Saya. Saya ingin kembali kepada Istri Saya." Alex tersenyum, ada kesungguhan pada tatapan matanya.
"Semoga niat baik Tuan Alex cepat tercapai yah. Semoga mudah menerima pelajaran Agamanya. Aamiin..." Doa Lambok.
"Aaamiiinnn...." Jawab Mereka.
___________________________________
"Kenapa Kakak jahat sekali! Apa salah Lita?!" Astrid sangat marah pada Arby. Mereka sedang melakukan sambungan telpon.
"Maaf Astrid, tapi Lita membohongi ku. Dia mencintai Leo, tapi Dia tak jujur." Jelas Arby.
"Cinta?! Sama Pak Leo?! Kakak gila yah? Jelas-jelas Lita menolak pemberian Pak Leo!" Astrid masih kesal.
"Tapi Leo....." Belum selesai Arby berbicara, Astrid langsung memotong.
"Sudah! Aku tak mau lagi bicara sama Kak Arby. Jangan dekati Lita lagi. Sampai kapan pun, Aku akan menghalangi Kak Arby mendekati Lita. Assalamu alaikum." Astrid memutus sambungan telpon.
"Tapi......" tut... tut... tut.... Arby mencoba menjelaskan sesuatu tapi Astrd sudah memutus percakapan Mereka.
"Ya Allah... Apa yang sudah Aku lakukan? Aku sangat mencintai Lita... Aaccchhh....!! Bodoh...! Bodoh...!!" Arby menjambak rambutnya sendiri. Arby menyesal, seandainya Dia mau bersabar mendengarkan penjelasan Lita dan tak mengacuhkan Lita. Semua karena sifat ego nya yang sangat tinggi.
Astrid mendengus kesal. "Dasar Kak Arby..!! Gak dewasa! Udah tua tapi kelakuan kayak anak-anak. Lita... Maafin Aku yah... Gara-gara Aku dan Kak Arham mendekatkan Kamu dengan Kak Arby... Heeehhh...." Astrid sangat menyesal.
Di Rumah Sakit
"Sayaaang... Mama suapi yah?" Tia sedang mencoba menyuapi Lita. Lita sudah sadar, tapi belum mau makan. Wajah nya sangat pucat.
Lita menggeleng. "Aku gak lapar Ma... Aku mau tidur." Kata Lita malas.
"Sayaaang... Kamu mau makan apa? Nanti Kakak beliin yang Kamu mau, yang penting Kamu sehat." Rayu Atala.
"Pa... Lita mau pulang...." Rengek nya.
"Tapi Sayang... Kamu belum sembuh benar." Kata Lambok lembut.
"Aku sudah lima hari meninggalkan Kampus." Kata Lita lemah.
"Makanya Kamu makan yah... Biar cepat sehat dan bisa kembali ke Kampus..." Tiba-tiba Leo sudah berada di ruangan. Dia sedang tidak memakai seragam Dokter. Dia sedang istirahat.
"Pak Leo!? Kenapa Bapak ada disini? Bapak tau dari Astrid yah?" Tanya Lita tak suka.
__ADS_1
"Sayaaang... Pak Leo yang membawa Kamu ke Rumah Sakit ini. Dia menemukanmu akan pingsan di pinggir pantai. Dokter Leo juga yang merawat Kamu, selama ini." Jelas Vita.
Lita menatap wajah Leo, tak percaya apa yang disampaikan Vita.