CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Permintaan Terakhir


__ADS_3

"Uncle... Caca mau minta tolong..." Caca memeluk Laptop milik Ayah nya. Krisna memang selalu mengajari Caca saat Dia sedang membuka Laptop. Memberikan tanda untuk membuka password Laptopnya.


"Bantuan apa, Cantik?" Tristan langsung memangku tubuh Caca dan mencium pipi keponakannya.


"Caca mau buka laptop ini, tapi Caca belum tahu caranya." Pinta Caca. Caca memang gadis kecil yang sangat cerdas. Di usia nya yang masih sangat belia, Dia sudah mahir menghapal menu-menu yang harus Dia buka. Caca mengingatnya lekat dalam pikirannya.


"Oohhh gitu..." Tristan langsung mengambil laptop dari dekapan Caca dan meletakan di atas meja belajar nya. Tristan memang sedang libur kuliah, sedangkan Lita sedang ada wawancara di sebuah Rumah Sakit di Negara I.


Lita sedang melamar pekerjaan sebagai Dokter di Rumah Sakit itu. Padahal tawaran Uncle Marcel dan Auntie Nindy, Lita tolak. Lita ingin jauh-jauh membuang masa sedihnya di Indonesia. Lita ingin membuka lembaran baru.


"Sekarang sudah hidup, Laptopnya. Caca masukkan kata sandi nya." Pinta Tristan.


Caca mengingat sesuatu sambil menjentikkan telunjuknya ke dagu. Itu membuat Tristan tertawa geli, gemas melihat kelakuan Caca.


Caca menekan huruf-hurup yang ditandai Sang Ayah. Mengurutkannya sebagai satu kata.


"Oohhh password nya nama Kamu, Sayang dan nama Ibu." Tristan mencium pipi Caca.


"Benar itu, Uncle?" Tanya Caca.


"Iya Sayang... Ayah Kamu sangat menyayangi Caca dan Ibu." Kata Tristan.


Laptop itu terbuka. Caca kembali menekan menu yang sering Dia buka bersama Ayah nya. Caca tersenyum melihat video-video yang Krisna simpan di Laptop itu. Moment Caca yang sedang membantu Lita memberi makan ikan, saat Ayahnya membantu Ibu nya memasak dan banyak lagi.


Tristan menyusut airmata nya. Kehidupan Sang Kakak sangat bahagia bersama Krisna. Pantas saja Kakak nya sangat terpukul ditinggalkan Krisna.


"Caca Sayang...." Tiba-tiba wajah Krisna yang berada pada Laptop milik nya. Krisna duduk tepat di depan kamera Laptop.


"Ayaaaahhhh...." Caca terlihat sangat senang melihat wajah Krisna.


"Saat Caca melihat video ini, mungkin Ayah sudah tidak ada lagi di dunia ini." Krisna menyusut airmata nya.


"Maafkan Ayah karena Ayah tidak akan bisa menemani pertumbuhan Caca hingga Caca dewasa." Krisna menghela nafas. Dada nya terasa sesak.


Tristan mengernyitkan dahi nya. "Ada keanehan dari pesan Krisna pada Laptop nya. Apa maksud perkataan Kak Krisna?" Batin Tristan.

__ADS_1


"Ayaaahhh...." Caca mulai terisak. Tristan yang masih memangku Caca mengelus kepala Caca dengan lembut.


"Berjanjilah Nak, untuk menjadi Puteri Ibu yang baik. Jaga Ibu Mu baik-baik, seperti Ayah menjaga Mu juga Ibu Mu. Turutilah kemauan Ibu Mu walau itu tak sejalan dengan hati Mu. Syurga Mu berada dibawah telapak kaki Ibu, walau Ibu bukan Ibu kandung Mu, tapi pengorbanannya sama besar dengan Ibu yang mengandung Mu...." Krisna kembali menyusut airmata nya. Dia menghela nafas.


Caca mendongak menatap wajah Tristan. Tristan mengecup kening Caca. "Kamu adalah nyawa Ibu, Sayang... Ibu gak akan sanggup kehilangan Mu." Kata Tristan.


Caca kembali menatap Laptop seakan sedang berbicara dengan Sang Ayah. "Caca janji Ayah."


"Caca jangan melarang Ibu Caca, jika Ibu ingin menikah lagi... Ayah merasa bersalah karena telah merebut Ibu Mu dari Dokter Leo." Krisna menunduk mengambil sesuatu. "Ini adalah foto Dokter Leo, Beliau adalah tunangan Ibu Mu sebelum bertemu Ayah. Caca gak boleh marah sama Ibu. Ayah sangat mencintai Ibu Mu, Ayah ingin Ibu bahagia bersama cinta sejati nya."


"Kakak juga sangat mencintai Kak Krisna." Kata Tristan seolah ikut berbicara pada Krisna dalam Laptop.


Krisna tersenyum. "Ayah tahu, Ibu Mu mulai mencintai Ayah walau lama Ayah menunggu nya." Krisna terkekeh. "Tapi Ayah bahagia, disisa hidup Ayah, Ayah mendapatkan Istri yang berhati mulia. Ayah tidak salah menjadikannya Ibu untuk Caca, ya kan Nak?" Tanya Krisna.


Caca mengangguk. Airmata nya terus mencelos. Tristan mengusapnya dengan lembut.


"Boleh Ayah minta tolong sama Caca?" Tanya Krisna.


Caca mengangguk. Dia hirup air hidungnya yang akan keluar. Tristan mengusapnya dengan tisu.


"Ya Kak, Aku akan membantu Caca. Caca adalah keponakan Aku yang sangat Aku sayangi." Tristan memeluk tubuh Caca.


"Caca juga menyayangi Uncle." Kata Caca mencium lengan Tristan.


"Tolong satukan kembali cinta Ibu Mu dengan Dokter Leo. Ibu Mu hanya bahagia bersama Dokter Leo. Kamu mau kan?" Tanya Krisna lagi.


Caca mendongak menatap Tristan walau Caca masih bingung siapa Dokter Leo? Dimana Dia harus mencari nya.


Tristan mengangguk. "Uncle akan membawa Mu pada Dokter Leo." Kata Tristan seakan tahu banyak tanya pada tatapan Caca.


"Insya Allah Ayah... Caca akan membawa Ibu kembali pada Dokter Leo." Kata Caca mantab.


"Boleh Ayah bicara dengan Uncle Mu, Sayang? Apa Uncle ada disana?" Tanya Krisna.


Caca mengangguk. Caca mengerti kalau sudah begitu Ayah nya hanya ingin ngobrol berdua dengan Uncle nya. Caca turun dari pangkuan Tristan. Dia berlari ke kamar nya dan menutup Kamarnya perlahan.

__ADS_1


"Aku disini Kak. Caca sudah masuk kamar." Kata Tristan.


"Tristan... Maafkan Kakak, Kakak tidak bisa membahagiakan Kakak Mu. Kakak sangat mencintai Kakak Mu, tapi penyakit Kakak terus menggerogoti tubuh Kakak. Kakak tahu ada hal yang Kak Lita tutupi dari Kakak. Kakak tahu, Kak Lita sangat menjaga perasaan Kakak. Dia tak ingin menghancurkan hati Kakak. Mungkin Allah memberi kesempatan pada Kakak agar merasakan bahagia memiliki seorang pendamping disisi hidup Kakak tanpa harus merusaknya...." Krisna menghela nafas.


"Maksud Kakak?" Tristan terlihat bingung.


Krisna menyusut airmata nya. Dia terkekeh. "Karena penembakan itu, Alat vital Kakak tidak berfungsi lagi, Tristan. Saat ini Kakak Mu masih perawan. Karena Kakak tidak bisa menjadi Suami yang sempurna buat Kak Lita." Airmata Krisna kembali menetes.


"Astaghfirullaah..." Tristan menutup mulut nya.


"Kakak Mu menutupi nya dari Kakak. Dia mengatakan kalau Kakak baik-baik saja. Tapi Kakak ini seorang Dokter juga Tristan. Kakak tahu Kakak Mu menyembunyikan sesuatu dari Kakak. Tapi Kakak tidak akan marah pada Kakak Mu. Kakak tahu, semua yang Kakak Mu lakukan demi kebahagiaan Kita." Jelas Krisna.


"Bantulah Caca mengembalikan Kak Lita pada Dokter Leo, Kamu mau, kan?" Tanya Krisna.


Tristan mengangguk. "Aku janji Kak. Aku juga mau melihat Kak Lita bahagia."


Krisna tersenyum seolah jawaban Tristan akan seperti keinginannya. "Boleh Kakak bicara lagi sama Caca?"


"Caca... Sayaaang...." Panggil Tristan.


Caca keluar kamar dan berlari ke arah Tristan. "Ya Uncle."


"Sini Sayang..." Tristan kembali memangku tubuh Caca.


"Caca.... Janji sama Ayah, Caca jadi Puteri yang baik buat Ibu dan Dokter Leo. Kata nya Caca mau dede bayi? Nanti Caca akan punya banyak dede bayi yang banyak..." Krisna terkekeh.


"Ya Ayah... Caca janji. Caca akan membawa Dokter Leo kembali sama Ibu." Kata Caca.


"Anak pintar. Ayah sayang Caca. Doa Ayah selalu menyertai Mu, Nak. Walau Ayah tidak bersama dengan Caca lagi, tapi Cinta Kasih Ayah selalu bersama Mu. Jaga Ibu baik-baik ya Sayang... Assalamu alaikum... Cup..." Krisna mengecup kamera Laptop nya.


Gelap.


"Wa alaikumussalaam...." Jawab Tristan dan Caca.


Caca mengusap airmata nya. "Uncle.... Apa yang harus Kita lakukan? Dimana Kita menemukan Dokter Leo?" Tanya Caca.

__ADS_1


Tristan mencium pipi Caca. "Nanti Kita minta nomor telpon Dokter Leo sama Ayah Atala." Kata Tristan.


__ADS_2