CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Lamaran Untuk Lisa


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu. Liburan panjang semester sudah tiba. Lita dan Astrid terlihat senang manakala menerima hasil transkrip nilai selama satu tahun ini.


Nilai Lita sangat memuaskan. Astrid juga bersyukur mendapat nilai bagus walau tak sebagus Lita.


"Kamu jangan gak datang ke pernikahanku." Pinta Astrid.


"Insyaa Allah Aku datang. Masa sahabatku menikah Aku gak datang." Canda Lita.


"Sama Pak Asdos ya?" Goda Astrid.


"Memang beliau, Kamu undang?" Tanya Lita heran.


"Pastilah... Masa kekasih nya Aku undang, Pak Asdos nya gak. Nanti kekasih Pak Asdos diculik sama orang Singapura, Aku kena sasaran. Hahahaha..." Goda Astrid.


Lita mencubit lengan Astrid. "Apaan siiihhh.... Jangan mulai deh."


"Aduuuhhhhh..... Sakit iihhh Lita... Kalau nyubit gak kira-kira." Astrid mengrucutkan bibirnya sambil mengusap lengannya yang dicubit Lita.


"Hehehehe... Maaf... Terus Kamu dijemput Kak Arham kan?" Tanya Lita.


Astrid mengangguk. "Iya... Kalau bukan Dia, siapa lagi?? Hahahaha...." Mereka berdua tertawa sambil menutup mulutnya.


"Terus Kamu sendiri kapan?" Tanya Astrid.


"Apa nya yang kapan?" Tanya Lita bingung.


"Meresmikan hubungan Kamu dengan Pak Leo." Tanya Astrid.


Lita menghela nafas. "Aku gak tahu... Dia belum mau mengabulkan persyaratanku." Lita terlihat murung.


Astrid merangkul bahu Lita. "Insyaa Allah... Kalau Kalian berjodoh, Allah akan mempermudah niat baik Kalian. Aamiin..." Kata Astrid.


"Aamiin....." Jawab Lita.


Tiba-tiba serangkaian bunga tersodor ke depan tubuh Lita.


"Hhmmm... hhhmmm... hhhmmm... Aku duluan yaaahhh..." Astrid tertawa sambil berlalu.


"Astriiiiddd!!!! Iiisshhh kebiasaan deeeehhh....!" Teriak Lita.


Astrid berbalik sambil memberi kode menelpon kepada Lita.


Lita melambaikan tangan pada Astrid. "Hati-hati ya..."


Astrid mengangguk dan membalas lambaian tangan Lita.


"Pak Dokter....! Aku kan lagi sama Astrid... Kenapa ganggu siihhh??!!" Lita mengrucutkan bibir nya.


"Sayaaang... Aku kangen... Oh ya, Selamat yah... Kamu menjadi Mahasiswi dengan nilai terbaik tahun ini. Aku harap Kamu bisa bertahan hingga lulus." Kata Leo.


"Terima kasih... Tapi kangen-kangen nya gak di Kampus juga kali...." Lita mengrucutkan bibir nya.


Lita tak ingin Mahasiswa dan Mahasiswi lain berprasangka yang tidak-tidak pada dirinya. Telinga Lita sudah panas mendengar desas desus diri nya dengan Leo yang tak mengenakan hati.


Leo juga sempat ditegur pihak Kampus tentang kedekatannya dengan Lita. Tapi Leo berjanji akan profesional. Dan Leo menepatinya. Lita mendapat nilai terbaik karena murni kerja keras nya dan kecerdasan otak nya.


Dokter David juga membenarkan itu. Lita memang Mahasiswi cerdas.


"Liburan ini, Kita ke Indonesia. Mengantarkan Papa pada Mama." Kata Leo sambil menggandeng tangan Lita menuju parkiran mobil.


"Tapi kan Aku juga akan menghadiri pernikahan Astrid." Lita tak mau kalah.

__ADS_1


"Aku tahu Sayaaang... Nanti Kita atur waktunya." Leo membukakan pintu mobil untuk Lita.


"Lagi pula kenapa Aku harus ikut?" Lita mengrucutkan bibirnya.


Leo menatap wajah Lita. Dia duduk menyamping dibelakang setirnya. "Aku ingin mengenalkanmu pada Mama. Lagi pula Papa juga memintaku untuk mengajakmu." Kata Leo dengan lembut.


Lita menghela nafas. Sebenarnya Lita tak habis pikir dengan kelakuan Leo yang memperlakukan diri nya sangat special tapi tak juga mau mengabulkan keinginannya agar Leo muallaf.


"Kenapa Sayaaang??" Leo terlihat bingung melihat raut wajah Lita.


"Tidak apa-apa. Tapi Aku harus minta ijin dulu sama Mama dan Papa ku juga kakak-kakakku." Kata Lita.


"Nanti Aku yang minta ijin pada Mereka." Kata Leo.


Lita hanya diam saja. Lita tahu Keluarga nya sangat mendukung hubungannya dengan Leo. Papa nya, Lambok, malah mensupport Lita agar bersabar dan berdoa Leo lambat laun akan mau mengikuti kepercayaan Mereka.


"Aku juga mau tahu kediaman orangtua mu di Jakarta." Kata Leo lagi yang mulai mengendarai mobilnya.


________________________


Satu Minggu Kemudian


"Untuk apa Kamu kesini?!" Ketus Romo, mertua Alex, Papa Leo.


Tiba-tiba Alex memegang kedua lutut Romo. Leo yang melihat sangat kaget. Leo segera mengangkat tubuh sang Papa yang sudah bersimpuh sambil menangis.


"Pa... Kenapa seperti ini?!" Leo terlihat tidak suka.


Alex mengangkat tangannya. "Tidak apa Nak. Ini bakti Papa pada kedua orangtua Mama mu. Puluhan tahun Kami menikah tanpa restu dari beliau." Kata Alex.


"Eyang... Papa ku ingin kembali pada Mama." Kata Leo.


Sedangkan Lisa, Sang Mama sudah menangis menahan rindu pada Suami nya juga karena kekerasan hati sang Romo.


"Maafkan Alex, Romo. Alex memang salah." Kata Papa Leo.


Sedangkan Lisa sudah dalam pelukan sang Ibu yang begitu mengerti perasaan Puteri nya. Namun Beliau juga tak bisa berbuat apa-apa.


"Setelah sekian lama, Lisa kembali, kenapa baru sekarang Kamu bertandang kesini?!" Romo belum juga menurunkan nada bicara nya.


"Maaf Romo, maksud kedatangan Alex kemari, Alex ingin menjemput Lisa, Istri Alex. Alex tidak bisa hidup tanpa Dia." Alex masih bersimpuh dihadapan Romo.


"Tidak bisa!! Puluhan tahun Kalian menikah tapi tidak sah!" Suara Romo menggelegar.


"Romo.... Sing sabar.... Nanti jantungmu kumat." Sang istri menghampiri Suami nya dan mengelus punggung suaminya. "Dengarkan dulu alasan Alex. Nak alex, duduklah di kursi, jangan seperti ini." Pinta Sang Ibu dengan lembut.


Leo membantu Alex berdiri dan menuntunnya ke sofa di ruangan itu.


"Romo tidak setuju kalau Lisa kembali pada Alex. Ingat Lisa, bertahun-tahun Kamu hidup dalam dosa, apa Kamu mau mengulangnya kembali?! Kamu bunuh saja Romo mu ini!" Romo masih emosi tapi kini airmata tumpah ke pipi nya.


Lisa berlari dan bersimpuh di kaki Romo nya. "Ampun Romo... Aku ndak akan mengulang kesalahanku dulu. Huk...huk...huk..."


"Romo.... Alex minta maaf. Kali ini Alex akan menikahi Lisa seperti kemauan Romo, mengikuti ajaran Agama Islam." Alex akhir nya membuka suara. Dia tak tega melihat istrinya yang sudah sangat menderita karena ulahnya.


"Apa maksud Kamu? Kamu mau mengikuti ajaran Kami?" Romo sedikit terkejut.


"Insyaa Allah, Romo. Alex sekarang sudah muallaaf." Alex tersenyum.


Lisa yang menangis dilutut Romo nya langsung mendongak tak percaya, begitu juga dengan Romo dan Ibu yang terkejut.


"Kamu tidak main-main kan Alex?" Tanya Romo masih ketus.

__ADS_1


"Tidak Eyang, Papa malah sudah bisa mengaji." Tambah Leo.


"Alhamdulillaah...." Romo, Ibu dan Lisa menengadah mengucap rasa syukur.


"Ya Romo... Aku sangat mencintai Lisa. Aku sadar kalau selama ini pernikahan Kami tidak sah dimata Agama." Kata Alex.


"Alhamdulillaah...." Ucap Romo, Ibu dan Lusi.


"Assalamu alaikum...." Terdengar suara salam dari beberapa orang.


"Wa alaikumussalaam...." Jawab Romo, Ibu, Alex dan juga Lisa.


"Maaf... Apa Kami mengganggu?" Tanya Ustadz Joey.


"Nak Ustadz.... Apa kabar... Mari masuk..." Romo menyambut kedatangan Ustadz Joey bersama rombongan. "Ada angin apa ini?" Tanya Romo sangat ramah.


Ustadz Joey tersenyum dan menatap ke arah Alex. "Tuan Alex, apa Kami datang terlambat?" Canda Ustadz Joey.


"Jadi... Nak Ustadz sudah kenal dengan Menantu Saya?" Romo jadi bingung.


"Alhamdulillaah... Dengan seijin Allah, Romo." Kata Ustadz Joey ramah.


"Romo... Ustadz Joey lah yang telah membuka hati Alex. Dan ini Putera Ustadz Joey, Atala nama nya, Dia yang selama ini membantu Alex belajar agama Islam. Ini Tuan Lambok, Papa juga Mertua Atala, dan Ini Fathir menantu Ustadz Joey." Jelas Alex.


"Kalian tidak datang terlambat Tuan-tuan. Mohon maaf, Saya merepotkan Kalian." Kata Alex lagi.


"Tidak Tuan Alex, Kami tidak merasa direpotkan, malah Kami sangat senang bisa membantu Tuan Alex." Kata Lambok.


Romo mengangguk sangat bahagia. "Mari masuk... Aduuuhhh maaf ini, tidak ada persiapan apa-apa. Kenapa tidak ada yang kasih kabar?" Kata Romo merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa Romo.... Saya juga sedang ada kerjaan disini." Jawab Ustadz Joey.


"Maksud kedatangan Kami kesini, Saya mewakili Tuan Alex untuk melamar Puteri Romo, Dek Lisa." Kata Ustadz Joey tanpa banyak basa-basi setelah dipersilahkan duduk oleh Tuan Rumah.


"Masyaa Allah... Suatu kehormatan bagi Saya... Ustadz Joey mau repot-repot mewakili Nak Alex." Kata Romo.


"Tidak Romo... Kami sudah seperti Keluarga... Jadi sudah sewajarnya membantu saudara sendiri, apalagi ini niat baik. Insyaa Allah, Allah meridhoi niat baik Kami." Kata Ustadz Joey lagi.


"Aamiin....." Sahut semua yang mendengar.


"Untuk persiapan pernikahan, Kami sudah menyiapkan semuanya. Tinggal menunggu Restu dari Romo dan Ibu. Juga kesediaan Dek Lisa menerima kembali Tuan Alex menjadi suami yang sholeh." Kata Ustadz Joey dengan candaan.


Romo mengangguk-angguk sambil berfikir. "Kami sebagai orangtua, ingin melihat Puteri Kami hidup bahagia dengan suami nya. Apalagi sekarang, Alex sudah muallaaf, jadi tidak ada lagi penolakan dari Kami. Semua Saya serahkan pada Puteri Saya, Lisa. Apa Dia mau kembali pada Alex." Kata Romo sangat bijaksana.


Lisa menunduk malu-malu.


Leo menghampiri Sang Mama. "Ma... Jawab Ma... Mama mau kan kembali sama Papa??" Leo tak sabar dengan keputusan Sang Mama yang hanya menunduk.


Dengan wajah masih menunduk, Lisa mengangguk. "Iya... Mama mau."


"Alhamdulillaah....." Jawab semua orang.


___________________________


🌷Assalamu alaikum para Reader😘🌷


Mohon maaf jika Author lama sekali untuk update. Karena kesibukan Author di dunia nyata.


Mohon maaf juga kalau cerita ini jadi melebar kemana-mana. Author hanya ingin memperjelas masing-masing karakter dari tokoh yang ada dalam Novel CLBK ini🤗


Mohon maaf juga bila banyak sekali kekurangan dalam Novel ini. Author berharap sedikit banyak dapat menghibur para Reader dimana pun Kalian berada. Happy reading n always happiness😘😘😘

__ADS_1


🌷Wassalamu alaikum wr. wb.🌷


__ADS_2