CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Syahdu


__ADS_3

"Kak...." Vita mendesah. "Apa harus sekarang?" Vita nampak gugup.


Atala dan Vita sudah berada di kamar pengantin. Walau Mereka telah lama hidup bersama sebagai kakak beradik tapi tetap saja semua nya nampak gugup.


"Sebenar nya Aku pun juga takut, Sayaaang..." Kata Atala yang melepas cumbuannya pada Vita.


Vita mengalungkan tangannya pada leher Atala. Walau Mereka belum lagi melepas pakaian Mereka karena rasa malu yang sangat besar.


"Memang Kak Atala belum pernah melakukannya?" Vita nampak terkejut.


Atala menggeleng. "Aku belum pernah melakukannya Sayang... Walau Aku pernah menikah tapi Aku gak pernah menyentuh Friska." Kata Atala.


Vita menarik leher Atala. Atala berada diatas tubuhnya masih dengan lutut menahan tubuh nya agar tak menindih Vita. Vita mengecup bibir Atala. "Aku mencintaimu Kak.... Kamu benar-benar menjaga nya semua untukku." Kata Vita terharu.


Atala balas mencium bibir Vita dan kembali menuntut dalam. "Aku ingin merasakan yang pertama hanya padamu, Sayang...." Kata Atala yang masih saja gugup.


"Kalau Kak Atala belum siap, gak apa Kak. Aku juga sebenarnya masih takut." Kata Vita manja.


Atala mengecup kening Vita. Atala menggeser tubuhnya ke samping tubuh Vita. Vita tidur menyamping menghadap Atala. Atala berpangku tangannya di pipi.


Vita memainkan kancing piyama Atala. Atala sendiri sudah membuka satu persatu kancing piyama Vita. Sesuatu tersembul dari sana. Atala menahan saliva nya. "Apa Kamu tak pernah memakai bra kalau tidur?" Tanya Atala.


"Iiihhh Kak Atala... Ya gak lah... Kan biar aliran darah lancar saat tidur.." Vita menelungkupkan wajahnya malu ke dada Atala.


Atala menyingkap piyama Vita. Dia mengusap punggung Vita tanpa halangan apapun. Telapak tangannya mengelus punggung Vita.


"Kaaaakkk...." Vita mendesah.


Atala sudah berhasil membuka semua kancing piyama Vita dengan tangannya yang satu lagi saat Vita mulai terbuai dengan belaiannya.


Kini Atala dapat melihat tubuh polos Vita walau masih ada bagian yang tertutup. Vita menutup wajahnya karena malu.


"Kenapa Sayaaang.... Boleh kan?" Kata Atala lembut. Atala sudah membacakan doa dan mengecup kepala Vita. Vita pun juga sudah berdoa sebelum Mereka memulai.


Vita mengangguk pelan. Atala mulai menikmati tubuh Vita. Vita menggeliat menikmati sensasi kenikmatan yang baru pertama kali Dia rasakan bersama suami nya, orang yang sangat Dia cintai.


Entah sejak kapan Atala berhasil membuka semua. Vita sudah mabuk kepayang dengan kenikmatan yang Atala berikan.

__ADS_1


Atala sudah bersiap memasukan inti nya pada inti Vita. Tapi Atala urungkan. Dia tak ingin menyakiti Vita. Vita menahan pinggul Atala. "Kaaaakkkk...." Vita agak nya sudah bersiap.


Akhirnya Atala menyatukan cinta Mereka. Vita menjerit tertahan menahan sakit saat Inti Atala berhasil merobek selaput perawannya. "Aaaccchhh...." Airmata Vita keluar karena menahan sakit.


Atala buru-buru akan mencambut karena tak ingin Vita merasa sakit. Tapi lagi-lagi tangan Vita menahan pinggul Atala. Padahal Atala juga merasa nyeri karena ini juga pertama untuknya.


Atala mulai menarik ulur secara perlahan. Vita mulai menikmati walau rasa perih masih ada disana.


"Sayaaaang....." Vita kembali mendesah. Atala juga mendesah. Atala sedikit mempercepat gerakannya dan itu membuat Vita berteriak kenikmatan. Vita mencapai klimaks nya. Atala masih terus memompa hingga Vita berteriak kenikmatan berkali-kali. Atala pun sudah mencapai puncak kenikmatan tapi masih ada kenikmatan yang masih tertinggal.


Setelah merasakan sensasi kenikmatan berulang kali, tubuh keduanya terkulai lemas. Peluh membasahi kedua tubuh Mereka. Atala menarik tubuh Vita agar miring. Atala belum melepas punyanya karena masih terasa keras.


Nafas Vita terengah. "Apa masih ada lagi?" Tanya Atala.


"Punya Kakak masih ada didalam." Vita tersipu malu.


"Aku enggan melepasnya. Kaya nya masih terasa enak." Goda Atala.


Atala kembali menindi Vita saat nafasnya sudah beraturan. Atala terus berpacu. Vita terus berteriak karena enak.


"Aamiin..." Kata Vita lemah.


Atala menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Mereka. Vita sudah terlelap karena letih. Atala memandang wajah istrinya, Istri yang telah sepenuhnya menjadi miliknya seorang. Atala kembali mengecup kening Vita. Tak lama Atala pun terlelap.


_________________________


"Pokok nya Bunda gak sudi berbesanan dengan Keluarga Mereka! Apalagi si Nia itu tambah besar kepala semenjak Tia menikah dengan suami nya yang sekarang!" Bunda sangat marah, walau tubuhnya sudah tak muda lagi, tapi mulutnya masih jahat berucap.


"Bundaaaa.... Kita ini sudah tua... Sebentar lagi ajal menjemput Kita... Apakah kebencian akan Bunda bawa ke liang kubur?" Tanya Ayah Burhan, suami Bunda Dinda.


"Memang nya Vero gak bisa mencari wanita lain selain anak si Tia itu!" Cerca Bunda.


"Bundaaaa.... Semua ini amanah Adnan. Adnan ingin salah satu anaknya menikah dengan keluarga Bu Nia." Kata Adrian mencoba memberi pengertian pada Bunda nya.


"Apalagi sekarang Adrian lihat, Vera menyukai Fahri anaknya Fitri." Kata Adrian.


"Bunda.... Bunda lihat anakku ini?" Tanya Adrian yang mengambil Puterinya dari gendongan Dita istrinya.

__ADS_1


"Disaat usia Adrian sudah senja, akhirnya Adrian bisa memberikan keturunan, Dan susah payah Dita melahirkannya karena usia nya yang tak muda lagi." Jelas Adrian.


"Apa maksud Kamu?" Tanya Bunda.


"Tia dan Lambok yang membantu Aku dan Dita mendapatkan keturunan. Mereka pula yang membiayai pengobatan Ku ke Negara T dan bertemu dengan seorang Tabib disana. Entah sudah berapa banyak uang Tia dan Lambok keluar untuk pengobatanku. Yang Adrian tahu, Tabib selalu mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli bahan baku ramuan obatnya." Jelas Adrian.


"Mungkin kalau Adrian tak mengenal Tia dan Lambok, Dan Mereka tak memiliki hati yang tulus menolong, mungkin hingga kini Adrian tak akan punya keturunan." Adrian menunduk.


"Aaacchhh! Bunda gak percaya! Bisa sajakan Tabib itu kong kalingkong sama Tia dan Lambok. Biar dibilang berjasa!" Ketus Bunda.


"Istighfar Bunda...!" Hardik Ayah Burhan.


"Ayah heran, kenapa Bunda benci sekali pada keluarga Nia? Padahal jelas-jelas Bunda yang merebut Ayah dari Nia. Bunda yang sudah menjebak Ayah hingga akhirnya Ayah menikahi Bunda. Apa salah Nia!?" Ayah Burhan sampai gusar.


Hingga saat ini Dia tak mengerti mengapa istrinya sangat membenci Nia, padahal Dinda yang sudah merebut dirinya yang akan menikah dengan Nia, Ibu Tia.


"Huuuhhh!!! Kalian semua! Bisanya menyalahkan Bunda!" Bunda bergegas masuk ke kamar dan BRAAAAKKKK....! Suara pintu dibanting kasar menutup kamar.


"Astaghfirullaah...." Ayah Burhan mengelus dada.


Puteri Adrian menangis karena kaget mendengar suara keras itu.


Huuaaaaa.... Huuuaaaa.....


"Cep.. cep... cep.. Sayaaang..." Dita langsung mengambil Puteri nya dari tangan Suaminya. Kemudian Dita segera menyusui nya.


"Bunda keterlaluan...!" Geram Adrian.


Ayah Burhan terkulai lemah. Dia segera duduk bersandar di sofa sambil memegang dada nya yang terasa nyeri.


"Ayaaaah...!" Adrian tersentak kaget. Adrian memberikan air minum pada Ayah nya yang telah Dita siapkan.


"Ayah minum dulu..." Pinta Adrian yang menyodorkan teh hangat itu ke bibir Ayah Burhan.


"Ya Allah.... Apa salahku?! Aku tahu karena telah berbuat nista dimasa lalu karena menghianati calon istriku...." Ayah Burhan meneteskan airmata.


Adrian mengelus punggung Ayahnya. "Ayah yang sabar, Yah..." Pinta Adrian.

__ADS_1


__ADS_2