CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Gak akan berubah


__ADS_3

Semenjak hari di mana Satria mengungkapkan perasaanya terhadap Nadin. hari-hari yang di lewati mereka seperti biasa seolah-olah tak terjadi apa-apa.


Nadin yang kembali sibuk mengurus toko kuenya dan Satria yang juga sibuk melayani pasien-pasiennya,seolah bisa mengalihkan perasaan masing-masing


Hari ini jadwal mama kontrol dan di pastikan akan bertemu kembali dengan Satria.


Kali ini Salman ikut mengantar mama karena selesai dari rumah sakit rencana Nadin dan salman akan ke cabang bekasi.


Mereka telah sampai di rumah sakit,selesai mendaftar langsung menuju ruang praktek dokter Satria dan saat ini mereka tengah duduk di depan ruang praktek menunggu nama mama di panggil.


Nadin,mama dan Salman asyik terlibat perbincangan mengenai cabang baru di bekasi sesekali mereka tertawa cekikikan..tak berapa lama nama mama di panggil dan mereka bertiga masuk ke dalam ruangan.


"Selamat siang bu Dewi ada gimana kabarnya" sapa Satria.


"Alhamdulillah dok baik, saya merasa lebih sehat "


"baik saya periksa dulu ya bu" sesekali Satria melirik ke arah Nadin dan Salman.


Selesai memeriksa mama satria menjelaskan diagnosa awal tentang ginjal mama.


apa aja yang boleh dan tidak boleh di lakukan dan meresepkan obat dan vitamin yang harus di konsumsi.


Nadin mendengarkan penjelasan Satria sesekali mencuri pandang ke arah Satria.


Salman yang agak sedikit curiga dengan tingkah laku keduanya akhirnya buka suara


"Dokter bukannya teman sekolah mba Nadin ya? " tanya nya tiba-tiba


"iya lebih tepatnya kakak kelas" jawab Nadin


"hanya kakak kelas kan?" melihat gelagat aneh keduanya Salman curiga mereka ada hubungan lebih..


"iya kakak kelas, kenapa sich kepo" buru-buru Nadin menjawab sebelum Satria menjawabnya


Satria hanya tersenyum


"emang kenapa man,? " mama akhirnya bertanya


"gakpapa sich tante cuman pengen tau aja, mana tau mereka pacaran, baguslah kalo cuman temenan doang" ujarnya to the poin


Nadin melengos malas menanggapi Salman


"Kami tidak pacaran tapi kami akan menikah segera saya akan melamar putri ibu " ujar Satria mantap


bukan hanya Nadin yang terkejut, Salman dan mama juga diam terpaku..


"Maksudnya apa bang? kan aku _____"


ucapanya terhenti..


"Nanti aku akan ke rumah mu" Satria langsung memotong ucapan Nadin


" Maaf bu Dewi kalo saya mendadak memberitahu semuanya,sebenarnya saya memang ada rencana untuk bertemu ibu" ujarnya menatap mama.


"Pak dokter bisa aja bercandanya " jawab mama mencoba untuk tersenyum

__ADS_1


"Saya tidak bercanda bu" ujarnya tegas..


"Sudah selesai kan dok, kami pamit dulu ya" Nadin bangkit dari kursinya dan menggandeng mama keluar.sementara Salman masih diam terpaku di tempatnya


"Sudah berapa lama dokter menjalin hubungan dengan mba Nadin " tanya Salman yang belum bisa terima


"sejak kami satu sekolah "jawabnya tegas


" jika tidak ada keperluan lagi silahkan bisa keluar gantian dengan pasien yang lain" ujarnya mempersilahkan Salman untuk keluar..


Di perjalanan pulang


" mba kamu serius ada hubungan dengan dokter Satri, kok gak pernah cerita sama mama" tanya mama yang masih kaget dengan pernytaan dokter yang menanganinya..


" tapi mama sich setuju-setuju aja, kapan lagi punya menantu dokter kan" tersenyum


"nanti mba cerita ya mah"


"sekarang aja mba aku juga penasaran" timpal Salman


"ini masalah pribadi aku,gak ada hubungan dengan pekerjaan " jawab Nadin ketus


sebenarnya kalo bukan urusan kerjaan Nadin malas berurusan dengan Salman..


bukan hanya sekali dua kali anak ini menyatakan cintanya kepada Nadin.Nadin yang hanya menganggap Salman hanya sebagai adek tapi tidak dengan Salman. Nadin kurang suka jika ada orang lain yang mencampuri urusan pribadinya


"kita antar mama, setelah itu kita langsung ke bekasi ya man" titah Nadin.


Semetara itu Satria tidak bisa konsen setelah pernyataannya tadi. bisa di bilang dia nekat melamar anak gadis orang dengan cara seperti ini. rasa cemburunya yang mendorongnya untuk segera menghalalakan Nadin. walau kenyataannya dia tau siapa Salman. dia tak mau lagi berkahir seperti duabelas tahun lalu.mencintai dalam diam.


Sabtu ini dia ingin orangtuanya melamar Nadin menjadi menantunya


"Abang kok mendadak, kamu gak melakukan kesalahan kan? " suara nyaring mama mengintrogasi Satria


"Gak mah, justru kalo mama gak ngelamar dia Satria akan mengulang kesalahan yang sama mah" ujarnya memijat pelipis.


"Mama mau lihat dulu anaknya, kamu kirim fotonya ya "


"ok mah, mama gak akan nyesel melamarnya untuk di jadikan menantu" ucapnya tertawa..


"Dasar anak nakal, ya sudah mama mau ngasih tau papa dulu" mama menutup panggilan sepihak..


Di carinya kontak Nadin dan menghubunginya dia harus bertemu Nadin..


"Assalamualaikum bang " sapa Nadin dari sebrang tak perlu waktu lama Nadin langsung mengangkat telepon dari Satria


"Waalaikumsallam bisa kita ketemu sekarang" tak perlu berbasbasi Satria harus segera bertemu dengan Nadin


"Aku lagi di cabang bekasi bang"


"Share loc ya aku kesana sekarang" Satria langsung mematikan panggilan, mengambil kunci mobilnya


"sus sudah tidak ada lagi pasien kan, sore ini aku gak praktek ada urusan" ujarnya


"Baik dok" Suster Ana asisten dokter Satria memang bisa di andalkan

__ADS_1


Nadin mengirim lokasi nya saat ini.tanpa menunggu Satria langsung menuju ke tempat Nadin.


"Siapa mba yang mau ke sini" tanya Salman


" Dokter Satria, aku ada perlu sama dia, mungkin nanti aku pulang sama dia" jawab Salman.


"ohh ya sudah" ada rasa cemburu di dada Salman tapi dia bisa apa, dia hanya rekan kerja Nadin.perasaannya tak pernah terbalas..


_______________________________________________


Satria pov


Aku pacu kendaraanku menuju lokasi yang dikirim Nadin, aku masih bisa bersyukur nadin tidak menolak dan juga belum mengiyakan.


sesampai di lokasi aku lihat dia berjalan ke arah mobilku..


"boleh masuk bang, kita sekalian makan siang ya aku laper" ujarnya tanpa malu dan basa-basi


kubuka kan pintu samping kemudi dia masuk dan sekarang duduk di sebelahku


"kita mau makan di mana? kamu kok belum makan bukanya ini sudah lewat jam makan siang " tanyaku


"Tadi sibuk ngurus toko lupa"jawabnya singkat


"bang, aku mau tanya soal tadi" dia menjeda ucapannya "kita ke resto dekat sini aja bang aku pengen makan seafood " aku menoleh kearahnya "ok kamu kasih tau ya jalannya " ujarku..sepanjang jalan tak ada pembicaraan apapun selain petunjuk arah darinya


sampailah kami di resto di memilih duduk di ujung dekat taman, dan mulai memesan makanan yang ingin dia makan..menunggu pesanan datang dia mulai bertanya


"Bang soal tadi, kenapa abang bilang ke mama kan aku minta waktu bang" katanya setengah merajuk


"berapa lama waktu yang kamu minta?kita sudah sama-sama dewasa bukan anak Smp"ujarku..


"iya sich bang tapi seenggaknya untuk ngomong ke mama kamu tanya aku dulu "kataanya lagi.


"Sabtu depan mama dan papa ku akan melamarmu" langsung ku ungkapkan tujuanku menemuinya


Dia membulatkan matanya terperanjat kaget


"Abang yang bener cepet banget bang" katanya panik


"Mama sama papa jauh-jauh dari surabaya loh untuk melamarmu" kataku


dia menutup mulutnya dengan kedua tangangnya "ya ampun bang " ujarnya lagi


"Jadi jangan kecewain mereka ya, aku mohon" ucapku memohon


"abang yakin sama Nadin, yang abang cintai kan Nadin yang dulu bang bukan Nadin yang sekarang" tanyanya


"abang selalu yakin dengan apa yang abang rasa dari dulu sampe sekarang gak akan berubah " ucapku mantap


"Baiklah bang kita coba jalani aja " Nampak guratan pasrah di wajahnya..


semoga bukan keterpaksaan..


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


jangan lupa like dan votenya yak kakak sayang makasih 😘😘πŸ₯°


__ADS_2