
Sepuluh Bulan Kemudian
"Sayaaang...!! Sakiiit...!!!" Lita memanggil Leo yang sedang bercengkrama dengan Caca, Tristan, Atala, Lambok dan Tia.
Leo sedang menjalani cuti tahunannya demi menemani Sang Istri menunggu masa-masa melahirkan, menjadi Suami siaga. Demikian juga dengan Atala, Dia menyerahkan pekerjaannya kepada Fathir dan Orang kepercayaannya. Atala sangat bahagia menanti kelahiran buah hatinya.
"Sayaaang....!! Kak Atala..!! Sakiiiit...!! Mamaaa..!!" Tak lama, tiba-tiba terdengar teriakan Vita memanggil Atala.
"Aaaccchhh..." Lita dan Vita berteriak menahan sakit. Usia kandungan Mereka sudah masuk bulannya akan melahirkan. Mereka berdua tadi sedang merajut membuat baju bayi.
Atala dan Leo juga yang lain berlari mendengarkan teriakkan itu.
Setelah pernikahan Lita dan Leo, tak lama Lita mual-mual. Awalnya Lita beranggapan karena masuk angin dan kurang tidur, karena hampir tiap malam Leo dan Lita berusaha menumbuhkan benih di rahim Lita. Terkadang tengah malam Mereka mandi wajib demi melaksanakan shalat lail. Tapi Leo terus memaksa mengajak Lita agar periksa ke Dokter kandungan mengingat setelah menikah, Lita tak pernah datang bulan.
Vita pun tidak tahu dirinya sedang berbadan dua. Hanya saja pola makannya yang akhir-akhir ini berlebihan. Dan Vita tak sedikitpun merasakan mual atau gejala Ibu hamil. Vita juga masih datang bulan walau hanya sedikit. Ternyata setelah tiga bulan, Tia melihat perubahan tubuh Vita, Tia menganjurkan Atala membawa Vita ke Dokter.
Mereka sangat bahagia dengan kabar kehamilan yang sudah lama Mereka nanti-nanti. Ternyata pernikahan Lita dan Leo membawa keberkahan bagi Mereka, kasih sayang tulus yang Mereka tumpahkan pada Caca menuai kebahagiaan.
Leo segera menggendong tubuh Lita. Demikian juga dengan Atala yang menggendong tubuh Vita menuju mobil masing-masing. Tristan membantu membawakan tas Mereka yang memang sudah disiapkan jauh-jauh hari.
Caca sangat bahagia karena Dia akan memiliki banyak Dede bayi dari kedua Ibu nya.
Leo dan Atala berlari mengambil kursi roda untuk Istri Mereka. Dokter kandungan yang sudah dikabari dari rumah, langsung mempersiapkan ruang persalinan.
Leo menemani Lita. Atala menemani Vita.
Setengah jam kemudian
"Oaaakk... Oaaakk... Oaaakkk..." Terdengar suara tangis bayi dari dua sisi ruangan yang tertutup pintu nya.
Lambok, Tia dan Tristan juga Caca menengadah mengucap syukur akan kelahiran bayi-bayi itu.
Tak lama kembali terdengar tangis bayi dari kedua kamar itu.
"Oma... Apa Dede bayi Caca kembar?" Tanya Caca tak percaya namun mata nya berbinar.
"Ya Sayaaang... Mommy Caca punya dua dede bayi, Mama Vita juga punya dua dede bayi." Jelas Tia.
Caca menghitung jari nya. "Yeeee.... Caca punya empat dede bayi...!! Terima kasih Ya Allah..!!" Caca menengadah.
Tristan memeluk tubuh Caca yang tak bisa diam sambil menggelengkan kepala melihat tingkah keponakannya itu. "Kamu senang, Sayang?" Tanya Tristan.
"Senang banget Uncle... Caca kan udah pernah bilang, kalau Caca mau punya dede bayi...." Celoteh Caca yang heboh.
__ADS_1
Lambok mengacak rambut Caca dengan lembut. "Kamu ini, selalu saja gemesin..." Kata Lambok.
"Opa, Caca kan Puteri Mommy dan Daddy... Ya kan Uncle?" Caca meminta pembelaan.
"Iya... Iya... Kamu memang Puteri Mommy dan Daddy, jadi Caca juga harus sayang sama dede bayi Moomy dan Daddy, juga Mama Vita dan Ayah Atala." Nasehat Tristan.
"Ya dong Uncle, Caca sayaaaang banget sama dede-dede Caca..." Jawab Caca dengan antusias.
Lambok, Tia, dan Tristan tertawa akan tingkah laku Caca yang menggemaskan.
Leo mencium kening Lita berulang kali. "Alhamdulillaah... Terima kasih, Sayaang..." Air mata Leo menetes di pipi Lita. Leo sangat bahagia karena hadiah yang tak ternilai dari Allah SWT. Dia ikhlas menerima kekurangan Lita, namun jika Allah sudah berkehendak, maka KUN FAYAAKUUN.
Demikian juga Atala. Tak henti-hentinya Dia mengecupi wajah Vita yang berkeringat karena telah berjuang melahirkan Putera Puteri Mereka. Kesabaran Mereka menunggu datangnya buah hati selama enam tahun menikah, akhirnya berbuah hasil yang tak ternilai. Mata Vita juga berkaca-kaca karena tak dapat menahan rasa bahagia.
___________________________
Dua hari kemudian.
Keluarga Besar Lambok dan Tuan Alex sudah berkumpul di kediaman Lambok. Keluarga besar dari Sumatera juga sudah datang semalam. Mereka berbahagia mendapat kabar tentang kelahiran Putera-puteri Lita-Leo dan Vita-Atala.
Tuan dan Nyonya Wijaya juga tiba disana. Mang Jojo masih setia menemani Tuan Wijaya kemana pun beliau pergi. Keluarga Mang Jojo memang mengikuti Tuan Wijaya pindah ke Negara B. Karena kejujuran Jojo yang sudah mengabdi pada Keluarga Wijaya hingga Tuan Wijaya tak ingin orang lain selain Jojo.
Lambok tersenyum memandang kedua Orang tua nya. Walau terbesit rasa sakit dan sedih, karena kedua Orang tua nya yang dermawan, tapi tak mau mengikuti nya untuk muallaf. Lambok menghela nafas nya beberapa kali. Membayangkan dirinya tak dapat berkumpul di akhirat nanti bersama kedua orang tua nya.
Tia mengelus punggung Lambok dengan lembut. Lambok menoleh. Tia tersenyum seakan tahu akan kegundahan hati Suami nya.
Lambok mengecup kening Tia. "Aku bahagia hidup bersama Mu... Kamu memberikan Aku kebahagiaan yang tak kuharap sebanyak ini. Terima kasih Sayang..." Lambok memeluk tubuh Tia.
Derita, Akankah Berakhir milik Tia, ternyata berakhir dengan kehidupannya yang bahagia.
Cinta Lama Belum Kelar, Lita-Leo, akhirnya tamat dengan pernikahan Mereka yang kini dikaruniai Bayi kembar dan Puteri Sulung Mereka, Salsabillah.
Caca tak henti-henti nya merengek agar dede bayi nya bisa dia gendong bergantian. Caca ingin menggendong semua Adik-adik nya.
Leo dan Atala hanya menggeleng sambil tersenyum melihat tingkah laku Puteri sulung Mereka. Atala dan Leo sepakat kalau Caca adalah Puteri sulung Mereka.
Vita dan Lita masih rehat pasca melahirkan. Mereka sesekali juga bersenda gurau walau gerakan tubuh Mereka yang masih terbatas.
"Mommy.... Dede nya nangis... Minta mimi kali, Mommy..." Adu Caca saat melihat salah satu Adik nya menangis saat digendong Caca dalam pengawasan Leo.
"Sini Sayang...." Panggil Lita.
Caca menyerahkan dede bayi yang dia gendong kepada Leo, Leo memberikannya pada Lita.
__ADS_1
Caca memperhatikan Lita yang menyusui Putera nya, sedangkan Puteri nya sedang terlelap dalam dekapan Eyang Puteri nya, Mama nya Leo.
Tuan Alex dan Lisa memutuskan pindah tempat tinggal ke Jakarta agar bisa berkumpul dengan Anak-anak dan Cucu-cucu Mereka.
Tuan Alex sengaja membeli rumah persis di sebelah rumah Lambok, dengan bantuan Fathir.
Lita sangat senang akhirnya bisa mengabdi kepada Orang tua Leo. Lisa sangat menyayangi Lita seperti anak kandungnya sendiri. Leo sangat bahagia melihat kekompakan Istri dan Mama nya.
Sedangkan Vita dan Atala memutuskan tetap tinggal bersama Lambok dan Tia. Sesekali Mereka mengunjungi Mama Diandra dan Ustadz Joey.
Caca terus terlihat bahagia. Semua Orang terlihat bahagia. Tristan tak pernah jauh-jauh dari Caca. "Uncle... Gendong..." Pinta Caca manja.
Tristan menggendong tubuh Caca yang seperti nya sudah letih. Caca menyerukkan kepala nya ke bahu Tristan.
Mata Caca melihat ke suatu tempat. Caca tersenyum, Dia ingin teriak tapi tidak jadi. "Uncle..."
"Ya Sayang....?" Jawab Tristan.
"Ada Ayah Caca...." Bisik Caca.
"Ya... Uncle melihat Ayah Caca berdiri disana." Bisik Tristan. Tristan tak percaya Krisna menampakan sosok nya pada Caca dan Tristan.
Krisna tersenyum bahagia dan memberi tanda kalau dirinya sangat bahagia melihat kebahagiaan Lita dan Leo juga Caca.
Caca melambaikan tangan pada Krisna. Krisna membalas dengan memberikan ciuman dari jauh. Mata Tristan berkaca-kaca.
"Uncle... Kenapa Ayah tidak ikutan disini?" Tanya Caca.
"Tidak Sayang, Ayah Caca sudah bahagia disisi Allah SWT. Ayah Caca hanya ingin mengucapkan terima kasih karena Kita berhasil menyatukan Mommy Caca dan Daddy." Jelas Tristan.
Caca mengangguk dan kembali menyerukkan wajah nya ke leher Tristan.
TAMAT
_______________________________
🌷💕👐HI READERS👐💕🌷
TERIMA KASIH ATAS KESABARANNYA MENANTIKAN BAB DEMI BAB CLBK, KRITIK DAN SARAN JUGA DUKUNGAN YANG READERS BERIKAN, AUTHOR UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH😚😚
😎AUTHOR BERENCANA MEMBUAT KELANJUTAN KISAH TENTANG CACA DAN TRISTAN, ITU PUN KALAU READERS BERKENAN MEMBERIKAN PENDAPATNYA😍
AKAN ADA CERITA YANG LEBIH SERU LAGI DAN MENGURAS EMOSI. UNTUK ITU AUTHOR MENUNGGU PENDAPAT/KOMENT DARI READERS, DILANJUT DENGAN JUDUL BARU, ATAU SAMPAI DISINI SAJA. AUTHOR TUNGGU ATENSI DARI 25 READERS (MINIMAL 25 KOMENT) MEMBERIKAN PENDAPATNYA.
__ADS_1
🌷AKHIR KATA, SEMOGA ADA HIKMAH YANG DAPAT DIPETIK DALAM MEMAHAMI CERITA NOVEL DARI AUTHOR AMATIRAN. YANG BAIK BOLEH DICONTOH, YANG BURUK DIABAIKAN SAJA.🌷
😗WASSALAMU ALAIKUM WR.WB.😗😚