CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Baby Bule


__ADS_3

"Oak... Oak... Oak..." Akhirnya Nindi berhasil melahirkan seorang anak perempuan yang cantik dengan paras seperti Marcel, baby bule😊.


"Waaahhh... kayaknya benar, dia lahir menunggu kedatangan Ayahnya." Canda Dokter Tita.


Marcel tersenyum seraya menerima bayinya dari perawat untuk segera diadzankan.


Marcel mengadzani Putrinya. Tak lama Marcel menyerahkan pada Nindi agar melihat Putri Mereka.


Nindi terharu. Dia begitu bahagia melihat buah cintanya dengan Marcel.


"Mari Bu, biar Saya bersihkan dulu." Pinta perawat.


Nindi mengangguk seraya memberikan bayinya pada perawat.


Marcel mencium kening Nindi. "Terima kasih Sayang. Kamu telah berkorban nyawa demi Putri dan kebahagiaan Kita."


Nindi tersenyum. "Aku ngantuk Yang." Kata Nindi.


"Tidak... Kamu belum boleh tidur. Nanti setelah kondisimu cukup kuat, baru Kamu boleh tidur." Kata Marcel yang terus berbicara pada Nindi agar terus terjaga.


Tak lama Nindi dipindahkan ke ruang perawatan. Nindi sedang menyusui bayi Mereka.


ASI Nindi memang langsung keluar saat Baby bule menghisapnya. Karena Nindi yang selalu memakan sayuran dan buah-buahan saat masa hamil dulu.


Ibu dan Fitri selalu bawel mengatakan pada Nindi agar banyak mengkonsumsi Sayuran dan Buah serta makanan yang mengandung protein tinggi.


Tak lama Ibu dan Fitri masuk. Marcel berpamitan sebentar karena tadi sempat tertunda untuk shalat ashar. Marcel shalat di ruang VIP perawatan Nindi.


"Assalamu alaikum..." Pintu ruang perawatan terbuka.


Tia, Lambok dan anak-anak Mereka masuk kedalam ruang perawatan Nindi.


"Wa alaikumussalaam..." Jawab Ibu, Fitri dan Nindi.


"Kak Tia... Kak Lambok... Kapan datang." Nindi terlihat senang, apalagi Atala yang langsung memeluk Nindi.


"Anak tampan Auntie sekarang tambah tinggi." Kata Nindi sambil mencium pipi Atala.


"Ya dong Auntie, Aku kan dikasih makan sama Mama." Canda Atala.


Yang lain tertawa mendengar penuturan Atala. Lambok mengacak rambut Atala. "Kamu ini, senang sekali menggoda Mama mu." Kata Lambok.


Tia tersenyum melihat Atala yang selalu menggodanya. "Kita baru saja sampai. Dari bandara langsung kesini." Kata Tia.


"Auntie, twins mau gendong Baby bule." Kata Mereka yang duduk di sebelah Nindi.


Fitri mengambil Baby bule dari Nindi dan menyerahkan pada Twins tanpa melepas Baby bule dari tangan Fitri.

__ADS_1


"Cantiknya... Aku mau punya adik seperti ini." Kata Lita.


"Bawa pulang saja, Sayang, Baby nya." Canda Lambok.


Nindi melotot pada Lambok. "Enak saja..." Nindi mengrucutkan bibirnya.


Marcel yang sudah selesai shalat ashar, mengusap kepala Nindi lembut.


"Nanti Mama kalian juga punya baby lagi." Canda Marcel.


Tia terperanjat. "Bagaimana Kamu bisa tahu? Aku kan belum cerita." Kata Tia.


Marcel terkekeh. "Benarkan dugaanku?"


Tia mengangguk. Lambok tersenyum sambil merengkuh kepala Tia lembut.


"Benar Kak Tia hamil lagi?" Nindi ikut terperanjat.


"Ya Dek. Sudah memasuki 8 minggu. Kakak juga awalnya kaget gak ada tanda-tanda. Hanya setelah Kakak ingat belum datang bulan. Lalu Kakak beli testpack dan hasilnya positif." Jelas Tia.


"Selamat Nak, semoga Kalian sehat-sehat saja." Kata Ibu.


"Kembar lagi, Kak?" Canda Fitri.


Tia tersenyum. "Kakak belum tahu. Waktu mengandung Twins, Kakak konsultasi dengan Dokter Emily. Emily waktu itu bilang kemungkinan kembar bisa." Kata Tia.


Lambok mengangguk. "Kamu mengenal Emily?" Tanya Lambok.


"Loh memang Kak Lambok tidak tahu? Ustadz Joey William itu kan Suaminya Dokter Emily. Aku mengenal Mereka karena sering bertemu saat beribadah beberapa tahun yang lalu." Jelas Marcel.


"Apa?!" Lambok sangat terkejut. "Tapi Emily bilang, Suaminya telah meninggal dunia saat kecelakaan?" Tanya Lambok bingung.


"Ustadz Joey memang kecelakaan Kak, tapi tidak meninggal. Emily meninggalkannya karena Ustadz Joey mengajak Emily untuk muallaf. Emily menolak dan dia menggugat cerai. Hak asuh jatuh pada Emily karena kondisi anak-anak mereka yang masih balita saat itu." Jelas Marcel.


"Tega sekali Emily mengatakan Suaminya sudah meninggal." Kata Lambok.


"Dia juga mencintaimu, Kak." Kata Tia tiba-tiba.


Lambok terperanjat. "Bagaimana Kamu bisa tahu?" Tanya Lambok.


"Emily selalu memintaku untuk melepaskanmu, saat Aku konsultasi atau memeriksa kehamilanku. Makanya Aku kepikiran terus." Tia menunduk.


Lambok memeluk tubuh Tia. "Sudah jangan diteruskan. Aku gak mau Kamu sakit lagi. Kamu tahu, Aku hanya mencintai dirimu." Kata Lambok yang mengecup kepala Tia.


"Ya Kak Tia. Kak Lambok malah memutuskan tidak akan menikah lagi saat Kakak meninggalkan Kami dulu." Kata Nindi.


Tia mendongak dan menatap wajah Lambok. Lambok mengangguk memberi jawab atas tatapan Tia.

__ADS_1


"Aku mencintaimu." Kata Tia.


"Aku juga sangat mencintaimu." Kata Lambok yang kembali memeluk erat tubuh Tia.


"Ustadz Joey ingin mengambil alih hak asuh anak Mereka Kak. Dia sedang mencari pengacara yang handal. Dia tak ingin anak-anaknya terjerumus dengan didikan Emily." Kata Marcel.


"Ya... Kakak ingat Ustadz Joey pernah cerita ingin mengambil alih hak asuh anak-anaknya. Tapi Aku tak menyangka kalau mantan istrinya itu Emily." Lambok menghela nafas. "Terlalu Emily."


"Ternyata dunia begitu sempit. Aku mengenalkanmu dengan Ustadz Joey agar Kamu bisa belajar dengannya, malah ternyata Aku mengetahui Ustadz Joey adalah Mantan Suami Emily, teman kecilku." Kata Lambok sambil menghela nafas.


"Ya Kak, karena Kakak juga memberikan Aku kartu nama Ustadz Joey, Aku jadi bisa memiliki Nindi dan sekarang Buah Cinta Kami." Kata Marcel yang tersenyum pada Nindi.


"Sayaaang... Aku mual. Aku mau ke toilet." Kata Tia tiba-tiba.


Lambok mengantar Tia ke kamar mandi yang ada di ruang rawat Nindi. Lambok membantu Tia di kamar mandi, mengusap punggungnya juga memijitnya lembut.


"Aku berharap, Kamu jangan merahasiakan apapun dari Aku. Aku tak ingin kejadian yang lalu terulang lagi. Aku gak bisa hidup tanpamu." Pinta Lambok.


Tia menyeka mulutnya dengan air bersih. "Iya Kak, Aku janji. Apapun Aku akan beritahukanmu. Aku juga gak mau pergi meninggalkan kalian tanpa pesan apa-apa."


"Ssstttt... Jangan pernah ucapkan itu lagi. Insya Allah Kita tidak akan apa-apa." Kata Lambok menguatkan Tia.


"Iya Sayang.... Maafkan Aku." Kata Tia yang memeluk tubuh Lambok.


"Apa sudah tidak mual lagi?" Tanya Lambok.


Tia menggeleng. "Aku kepengen minum lemontea buatan Kamu, Yang." Canda Tia.


Lambok tersenyum. "Kalau begitu ayo Kita pulang. Nanti Aku buatkan Kamu lemontea hangat." Kata Lambok yang merangkul bahu Tia keluar dari kamar mandi.


"Bu... Adik-adikku.... Kita balik duluan yah. Biasa nih Bumil ngidam." Canda Lambok.


Nindi tersenyum. "Ya Kak gak apa. Terima kasih sudah menengok Nindi disini."


"Pa... Ma... Atala disini saja, mau menemani Auntie dan Uncle." Kata Atala.


"Ya Sayang gak apa." Kata Tia.


Mereka pun akhirnya berpamitan. Ibu dan Fitri juga ternyata ikut berpamitan.


"Nanti malam Aku akan kesini sama Fahmi." Kata Lambok.


"Ya Kak, gak apa. Sekarang Kakak urus Bumil dulu." Canda Marcel.


Nindi mencubit perut Marcel karena takut menyinggung Tia.


"Aaauuuwww... Sakit Yang... Kamu habis lahiran tenaganya kaya Rambo." Canda Marcel.

__ADS_1


Yang lain tertawa melihat tingkah adik bungsu mereka dan Suaminya.


__ADS_2