CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Terluka Lagi


__ADS_3

Jam 6 sore, Lita dan Leo sampai di Bandara Negara J.


Leo membantu mengurus kargo untuk Lita. Leo tak membiarkan Lita kesana kemari mengurus keberangkatan. Hingga pada akhirnya....


"Alhamdulillaah beres..." Batin Leo sambil tersenyum ke arah Lita yang sedang duduk di ruang tunggu.


Lita membalas senyuman Leo. Lita merasa tak enak karena telah merepotkan Leo.


"Terima kasih Dokter...." Lita menyodorkan minuman kopi kepada Leo yang Lita beli di resto terkenal di dalam Bandara.


"Kamu shalat dahulu, kan?" Tanya Leo.


Lita mengangguk. "Aku titip tas ku yah?"


"Dibawa saja. Aku antar, Aku akan menunggu di depan musholah bandara." Pinta Leo.


Lita mengangguk dan Mereka langsung menuju musholah. Lita belum tahu maksud Leo ikut ke Musholah. Leo masih merahasiakan muallaf nya pada Lita.


Beberapa saat Kemudian


"Lama ya Dok?" Tanya Lita.


"Gak kok. Aku rela menunggumu." Goda Leo.


Lita menghela nafas. Leo memberikan tas selempang Lita pada Lita.


"Berapa lama Kamu akan kembali?" Tanya Leo.


"Secepatnya." Kata Lita singkat. Mereka sambil berjalan menuju pintu keberangkatan Luar Negeri.


"Aku pasti sangat merindukanmu. Baru saja Aku menemukanmu, ternyata Kamu mau kembali..." Leo terlihat sedih.


"Huh... Selalu gombal..." Lita mengrucutkan bibirnya.


Leo langsung menghadang Lita dan memeluk erat tubuh Lita. "Kenapa Kamu tak pernah percaya padaku??" Leo tak ingin melepaskan Lita.


"Dokter.... Lepaskan..." Lita memberontak. Namun Leo tak juga mau melerai pelukannya.


"Kamu tahu? Aku sangat ingin menikahimu cepat-cepat... Tapi Kamu selalu menolak." Leo masih memeluk Lita.


"Itu karena Dokter gak mau meluluskan permintaanku..." Lita masih mencoba melepas pelukan Leo.


"Diamlah.... Lalu kalau Aku menuruti permintaanmu, Apa Kamu sungguh mau menikah denganku?" Pertanyaan Leo membuat jantung Lita kembali berdebar.


"Jawablah...." Leo menunggu jawaban Lita.


"Ii... Iiyaaa... Aku mau menikah dengan Dokter... Tolong lepaskan..." Pinta Lita.


Leo melerai pelukannya. "Kamu gak akan ingkar janji?" Leo menatap Lekat mata Lita sambil tersenyum menang.


Lita menunduk dan mengangguk. "Sekarangpun kalau Dokter sudah menuruti kemauanku, Aku akan menikahi Dokter."


"Sungguuuh??!!" Leo tak percaya.


Lita kembali mengangguk.

__ADS_1


Leo kembali memeluk Lita, kali ini dengan lembut. Leo mengecup puncak kepala Lita. "Alhamdulillaah..." Batin Leo.


"Kapan pernikahan Abangmu?" Tanya Leo sambil melerai pelukannya.


"Seminggu dari hari ini." Kata Lita.


"Aku akan menikahimu hari itu...!!" Kata Leo.


"Apaaaa??!! Dokter jangan main-main..." Lita setengah kaget dan menghentikan langkahnya sesaat.


"Aku tidak main-main. Aku serius...!" Kata Leo mantab.


Lita tertawa. "Dokter ada-ada saja..." Lita menggelengkan kepala. "Baca bismillaah aja belom bisa..." Batin Lita sambil merengut.


"Kamu minta mas kawin apa?" Tanya Leo, kali ini dengan wajah sangat serius.


Lita melihat itu. Bagi Lita, Leo hanya menggampangkan saja. Sejenak Lita mendapatkan ide, agar Leo tidak main-main.


"Aku tidak minta harta atau perhiasan. Aku hanya ingin Dokter melafalkan surat Ar-Rahman sampai selesai, dengan tajwid dan makhraj yang benar." Pinta Lita.


"Hanya itu?" Tanya Leo.


Lita mengangguk. "Aku tak perlu pernikahan mewah." Pinta Lita lagi.


"Baik, Aku terima." Leo mengulurkan tangannya kepada Lita. Lita membalas. Mereka saling berjabat tangan tanda setuju.


Panggilan terakhir pesawat menuju Indonesia sudah terdengar. Lita bergegas.


"Tenanglah... Kenapa Kamu senang sekali berpisah denganku?" Leo merajuk.


Leo menggandeng tangan Lita. "Ckk... Dokter...." Lita mencoba menepis tapi tak bisa.


"Apalagi? Kamu sudah setuju kan? Jadi ijinkan Aku melepas rindu denganmu, sesaat..." Pinta Leo.


Lita tak dapat lagi berdebat dengan Leo. Lita mengalah.


Mereka sampai di depan pintu pengecekan. Leo tak bisa mengantar sampai kedalam.


"Jaga dirimu baik-baik." Leo merogoh saku celananya. Dia membuka kotak kecil bludru berwarna putih.


"Aa...Aaappaa ini Dokter?" Lita terlihat gugup.


Leo mengambil jemari Lita dan menyematkan cincin itu ke jari manis Lita.


"Aku gak mau, hati Kamu berpaling lagi." Kata Leo.


"Huuhh....! Gak terbalik?!" Lita mengrucutkan bibirnya.


Leo hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Tunggulah Aku..." Leo sedikit berteriak kepada Lita saat Lita sudah akan masuk kedalam. Lita hanya melambaikan tangan.


"Aahh Dokter... So sweet sekali...." Lita melihat jemarinya yang telah terpasang cincin permata pemberian Leo. "Apa ini?! Aaacchh... Dokter kebiasaan." Lita berbalik hendak keluar kembali.


"Maaf... Kunci mobil Kekasihku, ada padaku... Boleh Aku keluar sebentar?" Tanya Lita kepada petugas.


"Baik Nona, Silahkan....Jangan lama yah. Sebentar lagi pintu ditutup." Kata petugas itu.

__ADS_1


Lita tersenyum. "Baik, terima kasih." Lita setengah berlari mencari sosok Leo.


Langkah Lita terhenti beberapa saat. Pemandangan yang Lita lihat, menyesakan dadanya. Airmata Lita tumpah. Kunci mobil Leo jatuh dari genggamannya.


Suara kunci jatuh itu bergema diruangan itu.


Sesaat Leo menatap kearah suara. Dan mendapati Lita berdiri disana.


Lita mengusap airmatanya. Lita langsung berlari. Namun Leo berhasil memegang lengan Lita.


"Sayaaang... Kamu salah paham." Leo memohon.


Lita melepaskan cincin dari jemarinya, mengambil tangan Leo dan mengembalikan cincin itu. Lita bergegas berlari ke arah pintu dimana pesawat berada.


"Lita...!!!" Panggil Leo.


Beberapa pengunjung melihat kearah Leo. Leo berusaha mengejar Lita, namun beberapa petugas bandara menahan tubuhnya.


"Maaf Tuan.... Anda tidak boleh masuk." Kata Petugas itu.


"Tapi Kekasih Saya, salah paham. Ijinkan Saya memberi penjelasan padanya. Saya mohon...." Leo menghiba.


"Maaf Tuan, Pesawat sebentar lagi take off." Penjaga itu terus menghadang Leo.


Leo membuang nafasnya kasar. Leo mengacak rambutnya. Tubuhnya lemas karena Lita salah paham lagi.


Leo menunduk, melangkah lunglai. Langkahnya terhenti melihat kunci mobilnya masih tergeletak di lantai. Dia merogoh kantong celananya. "Lita....." Leo menghela nafas lalu Leo memungut kunci itu.


"Ada apa? Siapa Dia?" Seorang wanita cantik menghampiri Leo. Dia hendak merangkul lengan Leo dengan manja.


"Tolong tinggalkan Aku..." Leo mengangkat kedua tangannya.


"Tapi Aku ingin bersamamu... Aku merindukanmu... Dan Kau sangat mencintaiku, bukan?" Kata Wanita itu.


Leo menatap wanita itu tajam. "Dengar... Kamu sudah mencampakkan Aku beberapa tahun yang lalu. Kamu memilih Pria itu menjadi Suami mu... Jadi buat apalagi Kamu kembali?" Ketus Leo sambil berlalu.


Namun Wanita itu mengejar Leo. "Sayaaang... Aku terpaksa... Papa memaksaku!"


Leo berbalik. "Jangan membela diri! Kamu sudah menghinaku di depan Pria itu. Dengan sombongnya Kau permalukan Aku didepannya! Hatiku sudah tertutup untukmu!" Leo mempercepat langkahnya. Leo bergegas masuk kedalam mobilnya. "Siaaalll!!" Leo memukul stir dengan tinjunya.


"Leo...! Dengarkan Aku!" Wanita itu menggedor kaca mobil Leo.


Leo langsung menyalakan mesin mobil dan meninggalkan Wanita itu tanpa melihat kembali ke spion.


Di Pesawat


"Hik... hik... hik...." Lita terisak. "Kenapa sakit sekali? Tega Kamu, Dokter!! Kenapa Kamu terus mempermainkan hatiku?"


Lita mengingat adegan itu. Saat Lita hendak memberikan kunci mobil Leo, Lita terkejut melihat Leo sedang berpelukan dengan Wanita cantik dan seksi.


Lita ingat betul wajah Wanita itu. Lita pernah melihatnya di rumah Papa Leo, saat Dia menjenguknya. Lita bertanya siapa Wanita dalan foto yang sedang dirangkul mesra oleh Leo.


Mr. Alex bilang, Wanita itu mantan Kekasih Leo. Mereka hampir saja menikah tapi Wanita itu pergi meninggalkan Leo demi menikah dengan Pria Kaya Raya.


Lita hanya mengangguk. Saat itu Lita masih biasa saja pada Leo. Namun saat ini, hati Lita terasa teriris sembilu dan luka itu tersiram perasan jeruk nipis... Periiiihhh sekali....

__ADS_1


__ADS_2