CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Bunda Murka


__ADS_3

Vero menahan nafas nya. Dia teringat akan penghinaan Ayah nya Diah secara tak sengaja untuk dirinya dan keluarganya. Vero menghembuskan nafasnya perlahan.


"Veroooo...." Diah mengelus lengan Vero dengan lembut. Diah memeluk lengan itu.


"Maaf Diah... Hubungan Kita sudah berakhir." Vero melerai pelukan Diah pada lengannya.


"Tapi kenapa? Aku salah apa? Sampai saat ini Aku gak tahu apa alasan Kamu memutuskan Aku." Diah memohon menatap Vero berharap.


"Maaf... Aku tidak bisa bilang padamu. Semua akan terasa menyakitkan jika Aku mengingatnya kembali. Ada berita apa yang Kamu bawa?" Vero teringat akan alasan Diah menjenguk Neneknya.


Diah menunduk. Diah terlihat frustasi, Diah tak mengerti akan kesalahan apa yang telah dirinya perbuat sehingga hubungan yang baik-baik saja, kandas begitu saja.


"Lita......" Kata Diah perlahan.


Vero terperanjat mendengar Diah menyebut kekasihnya. "Ada apa dengan Lita? Sekarang dimana Lita?"


Diah menatap mata Vero, ada cinta yang begitu mendalam untuk Lita. Hanya dengan menyebut nama nya saja, Vero sudah melupakan amarahnya.


Lita telah kembali ke Jakarta. Sore ini Lita akan terbang ke Luar Negeri." Diah menunduk sedih, orang yang sangat dicintainya kini telah berpaling tanpa tahu sebabnya.


"Apa?! Kenapa tidak Kamu katakan dari tadi?!" Vero terlihat geram.


"Aku sudah mencoba menelponmu dari kemarin tapi tak Kamu angkat." Bela Diah.


Vero menghela nafas, Vero memang menerima panggilan beberapa kali semalam, tapi tak dia angkat malah saking kesalnya, akhir nya nomor tak dikenal itu Vero blokir.


"Aku juga sudah mengirim pesan padamu, kalau itu nomor Aku tapi ternyata sudah tak aktif." Kata Diah lagi.


"Aaahhhh....!" Vero mengacak rambutnya kasar. Dia meninggalkan Diah yang masih terpaku dan belum mendapat jawaban atas alasan apa Vero memutuskannya.


Vero membuka pintu ruang perawatan Sang Nenek. "Nek.... Vero mau balik ke Jakarta."


"Tapi kenapa mendadak sekali?!" Ayah Burhan heran.


"Kamu itu... Ngapain ke Jakarta, nanti yang gantian sama Kakek jagain Nenek, siapa? Kamu gak sayang sama Nenekmu ini, haaahh...?! Bunda Dinda nampak kesal. Dia tahu pasti Vero ingin menemui Lita, kekasihnya.


"Sebentar saja Nek. Sore Vero kembali lagi kesini." Vero mengharap.


"Tidaaakkk!!! Nenek bilang tidak ya tidak.! Tidak ada bantahan!!" Bunda Dinda sangat marah.


"Bunda..... Ingat penyakit Bunda..." Ayah Burhan mencoba mengingatkan Bunda tentang kondisinya.


"Biar Ayah...! Ini cucu memang mau Neneknya cepat-cepat mati!! Dia sudah yatim piatu sekarang mau juga kehilangan Neneknya!" Bunda tambah murka.


"Bukan begitu Nek.... Biarlah Vero menemui Lita sebentar saja. Sore ini Lita berangkat keluar Negeri. Vero ingin memastikan Lita." Vero mencoba merayu sang Nenek.

__ADS_1


"Tidak!! Ayah, Jangan kasih ijin Vero berangkat ke Jakarta. Lagi pula seenaknya saja Kamu meninggalkan pekerjaanmu disini!" Ketus Bunda Dinda.


Vero menghela nafas menahan kesal. Dia mengacak rambutnya kasar dan meninggalkan ruang perawatan Bunda Dinda.


Vero langsung pergi ke taman, Dia duduk disana menenangkan hatinya. Vero mengambil ponselnya, mencari kontak Lita dan menelponnya.


Maaf... Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau diluar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi. Demikian operator selular menjawab.


Vero menghela nafas kembali. Dan terus mencoba menghubungi Lita, tapi jawabannya tetap sama.


Pundak Vero dielus seseorang. Vero mendongak. "Kenapa Kamu masih disini?" Tanya Vero pada orang itu.


Orang itu langsung duduk disebelah Vero dan menyerahkan ponselnya. "Kamu pake ponselku. Tapi setelah ini, janji untuk menjelaskan semua apa yang sebenarnya terjadi hingga Kamu memutuskan Aku." Pinta Diah.


Vero berfikir sejenak. Diah benar, Vero harus jujur pada Diah. Vero tak ingin Diah dan Lita mengecapnya sebagai playboy cap teri mempermainkan hati wanita🤣🤣.


Vero mengambil ponsel Diah tanda setuju dengan syarat Diah. Vero bergegas menghubungi Lita.


"Assalamu alaikum Diah...." Sapa Lita.


"Sayaaang...." Sapa Vero lembut.


Tut... tut... tut.... Sambungan terputus. Vero segera menelponnya kembali dan......


Maaf.. Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau...


"Aku ikut... Kamu masih hutang penjelasan padaku!" Kali ini Diah sangat tegas.


Vero menoleh menatap Diah lekat. "Baiklah... Aku akan menjelaskan diperjalanan." Kata Vero sambil berlalu dan Diah mengikuti langkah besar Vero dengan sedikit berlari.


"Vero... tunggu Aku..." Diah nampak kewalahan mensejajarkan langkahnya dengan Vero.


Vero mengetik pesan pada Kakek Burhan. Kemudian Dia juga menelpon ke travel langganannya.


____________________________


FLASHBACK ON


"Aku sangat mencintaimu..." Vero menarik kepala Diah agar bersandar pada pundaknya.


"Tapi Vita...." Diah nampak sedih.


Vero menegakkan kepala Diah dan duduk menghadap kearah Diah. Vero mengerutkan keningnya. "Ada apa dengan Vita?" Vero terlihat bingung.


"Kamu menyukai Vita, kan? Kamu antar jemput Vita." Diah menunduk.

__ADS_1


Vero tertawa. "Hahahaha... Diah... Diah... Aku dan Vita tidak ada hubungan apa-apa. Kita sedang sibuk mengurus acara rohani sekolah." Vero mencoba meyakinkan Diah.


"Tapi...." Diah masih ragu.


"Kalau Aku antar jemput Vita, wajarlah... Supaya cepat. Kamu tahu... Abangnya Vita sangat galak. Siapa itu?!" Vero nampak mengingat...


"Kak Atala..???" Kata Diah.


"Yah Atala... Dia sangat ketus kalau Aku menjemput Vita. Malah kadang Aku gak jadi bareng Vita karena Atala yang melarang dan mengantar sendiri Vita ke sekolah." Jelas Vero.


Diah menyenderkan kepalanya pada dada Vero. Vero memeluknya. "Aku juga sangat mencintaimu. Aku gak mau berpisah denganmu, walau apapun alasannya." Kata Diah sendu.


Vero mengusap punggung Diah dengan lembut dan mengecup puncak kepala Diah. "Ya Sayang... Aku juga gak mau berpisah denganmu." Kata Vero meyakinkan penuh cinta.


"Aaahhh hujaaaaannnn...!" Diah teriak dan hendak meninggalkan bangku taman dengan menarik tangan Vero, namun Vero malah menarik Diah dalam dekapannya.


"Biarlah seperti ini..." Vero memeluk erat tubuh Diah. Diah pun membalas pelukan Vero.


Hujan makin deras. Vero melonggarkan pelukannya dan mendekatkan wajahnya agak menunduk pada wajah Diah.


Vero mengecup bibir Diah. Diah tak menolak. Diah telah terlena dengan perlakuan Vero. Vero akhirnya menuntut dalam ciuman itu. Sambil terus mengelus tubuh Diah dalam curahan hujan yang sangat lebat. Mereka tak memikirkan tas dan buku-buku Mereka basah kuyup diguyur hujan nan lebat.


Duuuaaaarrrr.....!!!! Petir menggelegar... Cahaya nya terlihat menakutkan.


"Eemmm... Aaaaaa....!!!" Diah berteriak kaget dengan bibir yang terbungkam bibir Vero.


Vero tersadar. Dia merasakan bibirnya telah bengkak. Dia juga melihat bibir Diah yang juga sedikit bengkak.


"Maaf.." Vero mengusap bibir Diah lembut. Diah tersipu malu.


"Ayo Kita cari tempat berteduh." Ajak Vero.


"Tapi mau apalagi berteduh, Kita sudah basah kuyup." Kata Diah.


"Hahahaha...." Vero tertawa menyadari keadaan Mereka yang sudah lepek terguyur air hujan.


"Ayo kuantar Kamu pulang." Ajak Vero.


"Nanti Kamu ganti baju dirumahku saja. Aku masih menyimpan kaos dan celana panjang Kamu yang tertinggal di lapangan basket." Goda Diah mengingat kejadian dua tahun lalu saat Diah dan Vero baru jadian dan Diah sangat jahil menyembunyikan baju Vero di pepohonan dekat lapangan basket.


"Hahahaha....! Iya ya... Kamu nakal banget." Vero tertawa mengingat kejahilan Diah waktu itu.


Vero sangat menyukai Diah yang selalu ceria bersama Lita. Tak pernah menggubris godaan laki-laki di sekolah yang mencoba mendekati Mereka. Tapi Vero memberanikan diri menyatakan perasaannya pada Diah, dan bersambut. Diah diam-diam mengagumi Kakak kelas nya itu.


Sebenarnya Vero sangat ingin mendekati Lita saat itu, tapi Lita selalu diawasi oleh Atala saat menjemputnya pulang sekolah. Dan lagi Vero melihat Lita seperti tak memiliki perasaan sedikitpun pada dirinya.

__ADS_1


Kalau anak perempuan di sekolah nya sibuk mengejar-ngejar dirinya, tapi Lita nampak acuh saja.


__ADS_2