CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Introgasi


__ADS_3

Ternyata Leo sudah berada di Kantor Polisi. Leo sangat geram mengetahui kalau pesawat yang membawa Lita milik Karl Suami Bella.


Bella sedikit kaget melihat Leo berada disana. Namun penampilan Leo yang beda seperti biasa nya membuat Bella sedikit tenang karena Karl tidak akan mengenali Leo sebagai mantan Kekasih nya dulu.


Wajah Leo kembali ditumbuhi bulu-bula yang lebat menutupi wajah nya. Hanya menyisakan hidung dan mata juga kening dan pipi.


Bella merasa illfeel dengan penampilan Leo saat ini. Bella tak menyangka kalau Leo bisa serapuh ini ditinggal Lita. "Apakah Dia dulu seperti itu, saat Kutinggalkan?" Batin Bella.


Bella mengeratkan rangkulan lengannya pada Karl. Karl mengelus tangan Bella.


"Silahkan Tuan Karl. Ini Dokter Leo, calon Suami Nona Lita Wijaya, salah satu korban kecelakaan yang berada dalam pesawat Anda." Seorang Polisi mempersilahkan Karl dan Bella untuk duduk berunding dengan Leo. Dan memperkenalkan Leo pada Karl.


Karl menjabat tangan Leo. Karl memang tidak tahu kalau yang berada di depannya adalah Leo mantan Bella. Yang Karl tahu, mantan Kekasih Bella adalah Alexander. Kalau Orang Luar memang selalu menyebut nama belakang.


"Maafkan Saya, Dokter Leo atas keteledoran ini. Saya juga tidak tahu mengapa Nona Wijaya berada dalam pesawat pribadi Saya." Karl membuka pembicaraan.


Leo menatap tajam ke arah Bella. Hati nya mengatakan kalau Bella terlibat dalam masalah ini. Tapi Leo tak dapat menuduh Bella tanpa bukti dan apa motifnya menculik Lita.


Leo ingat saat di Bandara, Bella memohon padanya untuk kembali. Namun Leo menolaknya mentah-mentah. Lagi pula Leo masih bingung, mengapa Bella kembali mengejarnya sedangkan Karl tidak jauh tampan dari dirinya. Apalagi kini Karl terlihat jauh lebih muda dan segar tidak seperti saat baru akan menikah dengan Bella.


"Apa motif Bella menculik Lita, sedang Karl memiliki segalanya." Batin Leo. Leo memijit pelipisnya.


"Tuan Karl, Saya sangat meminta bantuan Anda untuk menyelidiki kasus ini. Karena keberadaan Calon Istri Saya di dalam pesawat milik Anda. Sayang sekali awak pesawat tidak ada yang selamat. Jadi Kita tidak bisa mendapatkan bukti dan pernyataan dari saksi." Pinta Leo.


Karl mengangguk. "Pasti Dokter, Saya akan menyelidiki kasus ini. Saya baru mendapatkan sedikit celah, ini semua perbuatan Dany, orang kepercayaan Saya. Karena hanya Dany yang punya akses mengijinkan pesawat Saya keluar selain Saya dan Istri Saya." Jelas Karl.


"Tapi kini Dany sudah pergi untuk selama nya." Karl menunduk. Hatinya terluka karena Dany tewas dalam kecelakaan itu dengan membawa segala penghianatannya.


Bella mengelus lengan Karl dengan lembut. Karl menatap wajah Bella, Ada cinta dimata Bella untuknya.

__ADS_1


"Tapi apa motif Dany, menculik Lita? Apa Lita mengenal Dany?" Tanya Leo yang sontak membuat Karl kaget.


"Apa?! Jadi Nona Wijaya diculik? Sayang, Kamu tahu hal ini?" Tanya Karl pada Bella.


Bella cepat-cepat menggeleng. "Aku tidak tahu, Sayang. Mungkin saja Dany menaruh hati pada Nona Wijaya, tapi ditolak. Dany tidak terima dan menculiknya?" Bella mempengaruhi semua orang.


Karl menghela nafas. Dia memang sering memergoki Dany sedang memandangi selembar Foto entah foto siapa. Karl akan mencari Foto itu.


"Tidak mungkin. Lita tidak mengenal Dany. Aku tahu betul bagaimana Calon Istri Ku. Dia tidak suka bergaul dengan orang yang tidak Dia kenal!" Leo tak terima dengan argumen Bella.


"Tapi... Bukankah Nona Lita itu calon Dokter? Bisa saja kan, Dany mengenal Lita di Rumah Sakit? Setahu Saya, Dany sering mengeluh sakit pada tungkai lehernya." Argumen Bella.


"Kamu mengenal Nona Wijaya, Sayang?" Tanya Karl.


Seketika wajah Bella memucat. Dia keceplos ngomong. "Ah itu... Aku pernah melihat Nona Lita sedang memeriksa pasien Dokter Oliver di Negara Bagian." Bella tak kehabisan kata-kata.


Leo menghela nafas. "Mungkinkah Lita mengenal Dany saat Lita kecewa pada Ku?" Batin Leo. "Ya Allah... Tunjukkanlah jalan kebenaran MU." Leo menengadah.


Mereka pun berpamitan dan meninggalkan Kantor Polisi.


Leo sangat tidak puas. Hati nya tetap kekeh kalau Bella lah dalang dibalik semua ini. Kali ini Leo mengalah demi mendapatkan sesuatu.


_______________________________


Hampir setiap hari Leo datang ke pantai menatap lautan dimana pesawat yang ditumpangi Lita, jatuh disana. Leo lupa merawat dirinya. Wajahnya tak terawat. Tubuh nya kurus, mata nya terlihat celong.


Surat kepindahan tugas untuk Leo sudah keluar. Namun seperti nya Leo enggan pergi ke Jakarta. Leo malah meminta ijin untuk bertugas di Rumah Sakit tempat para korban bencana pting beliung ditangani.


Pihak Rumah Sakit memberikan ijin kepada Leo. Mereka sangat mengerti dengan keadaan Dokter Leo saat ini.

__ADS_1


Leo menyalakan rokok. Baru saja pematik korek nya menyala, Leo teringat pesan Lita.


"Aku gak suka melihat Dokter merokok! Aku pusing mencium bau asap nya!" Saat itu Lita sangat marah, Lita merampas rokok Leo dan membantingnya ke lantai. Meremuk kardus rokoknya dan membuangnya asal.


Leo menghela nafas. "Aku janji Sayang... Tidak akan merokok lagi, tapi Kamu pulang yah...." Airmata Leo menetes. Rasa sedih nya akan kehilangan Lita tak dapat Dia tahan lagi. Leo menangis, menangisi kepergian Lita.


Perasaan Leo mengatakan kalau Lita masih hidup. Leo belum bisa menerima Lita telah tiada sebelum melihat jasad nya.


Seseorang menepuk bahu Leo dari belakang. Dia berdiri di samping Leo.


"Kamu tidak boleh seperti ini, Dokter. Bukan Kamu saja yang merasakan kehilangan. Saya pun merasa kehilangan Puteri Saya. Tapi Saya belajar ikhlas menerima ini semua." Dokter Oliver mencoba menghibur Leo.


"Dokter...." Leo menoleh. Leo terlihat kaget melihat Dokter Oliver berada disini.


"Dany mengenal Lita saat Dia sering mengeluhkan penyakitnya. Lita membantu Saya menangani Dany. Dany pernah bertanya pada Saya tentang Lita. Saat itu Saya bilang, Puteri Ku sudah ada yang punya. Lita itu calon Istri Dokter Leo. Dany terlihat nampak kecewa. Namun Dia bisa terima." Jelas Dokter Oliver.


"Tapi Saya tidak percaya kalau Dany bisa melakukan hal nekat seperti itu. Dany sangat menyayangi Lita. Dia tidak akan sanggup menyakiti Lita." Jelas Dokter Oliver.


"Bagaimana Dokter bisa yakin?" Tanya Leo.


"Saya pernah bicara dengan Dany dari hati ke hati. Dany bilang Lita mengingatkannya kepada Adik perempuannya yang tidak Dia ketahui keberadaannya setelah Dia diboyong oleh Suami nya. Dany berjanji akan menjaga Lita seperti Adik nya sendiri." Jelas Dokter Oliver.


"Perasaan Saya mengatakan kalau Bella dibalik ini semua. Bella itu sangat licik. Tapi Saya tidak punya bukti untuk menuduhnya." Leo meremas rambutnya.


"Sepertinya Bella masih terobsesi oleh Mu." Kata Dokter Oliver.


"Tapi Suami nya tak kalah tampan, Dokter. Walau memang umur Mereka terpaut jauh." Kata Leo.


"Leo, yang nama nya ambisi, kalau belum tercapai, seseorang itu akan terus mencoba mendapatkannya. Apalagi Bella sangat mencintai Kamu." Kata Dokter Oliver.

__ADS_1


"Tapi Saya lihat kemarin, tatapan pada Tuan Karl sarat dengan Cinta, Dokter." Kata Leo.


Dokter Oliver tersenyum dan menepuk bahu Leo. "Sekarang bagaimana Dia akan terobsesi pada mu kalau penampilan mu seperti ini." Dokter mengukur Leo dari atas kepala hingga ujung kaki. "Bangkitlah Nak... Saya yakin Lita tak menyukai melihat mu seperti ini." Nasehat Dokter Oliver.


__ADS_2