CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Seminar


__ADS_3

Satu tahun berlalu, kehidupan rumah tangga Lita dan Krisna nampak baik-baik saja. Lita sudah tidak memikirkan lagi kekurangan yang terasa hampa dalam percintaannya. Lita sudah ikhlas menjalani kehidupannya bersama Krisna dan Caca.


Lita tak boleh egois, dari awal Dia tahu ketidaksempurnaannya sebagai seorang Wanita, namun dengan lapang dada Krisna mau menerimanya apa ada nya.


Krisna pun merasa Lita sudah mulai mencintainya walau apapun kekurangan yang ada pada diri nya.


Hari ini Krisna mendapat Undangan menghadiri seminar Ikatan Dokter se Asia. Lita juga turut diundang, namun Lita tak bisa hadir mengingat Caca yang masih butuh perhatiaannya. Begitu juga dengan Klinik.


"Setidaknya Kamu menemani Aku ke Negara C. Kita bisa jalan-jalan saat seminar Ku usai. Apalagi Caca juga sedang libur sekolah kan? Please ya sayaaang...." Krisna sedang merayu Lita yang dalam pelukannya. Mereka baru saja menutup Klinik nya.


"Tapi Ayaaang.... Klinik akan tutup kalau Aku ikut Ayang (Ayah sayang)....Kasihan kan Orang-orang yang membutuhkan pertolongan Kita...." Dengan lembut Lita menangkup kedua pipi Krisna. Krisna langsung mengecup bibir Lita.


"Seminar itu dua minggu lagi, kan? Kita buat pengumuman di Klinik kalau Kita akan tutup pada hari itu." Krisna terus merajuk. Dia tak akan sanggup berjauhan dengan Lita dan Caca walau hanya seminggu.


Lita menghela nafas. "Baiklah Ayang Ku yang tampan..." Lita menoelkan hidung mancungnya pada hidung mancung Krisna. Krisna tak mau hilang kesempatan, Dia mencium bibir Lita hingga Mereka berdua saling berebut mengambil napas.


"Ibu.... Ayah....." Caca mendorong pintu ruangan Praktek Orangtua nya.


Krisna langsung melepaskan pagutannya. Lita buru-buru merapihkan hijab dan pakaiannya karena tangan Krisna yang sempat bergerilya tadi.


"Ada apa Sayaang???" Tanya Krisna dan Lita serempak.


"Ibu... Apa Ayah dan Ibu akan meninggalkan Aku dua minggu lagi?" Caca terlihat sedih dan mengrucutkan bibirnya.


Lita mengulurkan tangannya. Caca menghampirinya. Lita langsung memangku tubuh Caca.


"Aku lihat undangan ini tadi di meja pendaftaran." Kata Caca sambil menunjukan undangan Seminar untuk Lita.


Krisna tersenyum. Dia mengecup pipi Caca. "Siapa yang tega meninggalkan Puteri Ayah dan Ibu?" Kata Krisna.


"Jadi Ayah dan Ibu tidak pergi?" Tanya Caca berbinar.


"Ayah dan Ibu tetap akan pergi, tapi Kamu ikut." Jelas Lita yang menoel hidung Caca dengan hidungnya.


"Jadi Aku akan berlibur bersama Ayah dan Ibu?! Yeeehhhh... Terima kasih Ya Allah... Akhirnya Caca bisa jalan-jalan sama Ayah dan Ibu." Caca menengadahkan tangannya dan mengusapkan ke wajah nya.


"Maafkan Kami ya Nak... Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan Kami. Ayah janji setelah Kita pulang dari Negara C, Ayah akan meluangkan waktu untuk jalan-jalan bersama Kalian." Krisna memeluk Istri dan Puterinya.


________________________________


Dua minggu kemudian.

__ADS_1


Keluarga Krisna sudah berada di Kamar Hotel yang memang sudah disediakan oleh pihak penyelenggara.


Sedangkan seminarnya diadakan di sebuah Rumah Sakit Terbesar di Negara C.


"Ibu, nanti kalau Ayah dan Ibu pergi seminar, Caca sama siapa?" Tanya Caca.


"Kamu sama Ibu disini. Yang hadir Seminar biar Ayah saja." Kata Lita.


"Berarti Kita bisa jalan-jalan di Negara C ini dong Bu?" Tanya Caca.


"Iya Sayang... Tapi Kita ijin dulu sama Ayah yah..." Pinta Lita lembut.


"Ayah... Boleh yah?" Caca langsung memeluk tubuh Ayah nya.


"Iya boleh, Sayaang..." Krisna mencium pipi Caca.


Caca sangat bahagia memiliki Orang Tua yang sangat menyayangi dan mencintainya. Apalagi Dia memiliki Ibu yang begitu mencintainya. Caca berjanji akan berbakti kepada kedua Orang Tua nya kelak.


Esok Hari nya.


"Hati-hati yah Ayang...." Lita merapihkan kerah blazer Dokter yang dikenakan Krisna.


Lita tersenyum. "Aku usahakan. Tapi Aku gak janji..."


Krisna mencium bibir Lita. Lita membalasnya.


"Kita sarapan dulu yah..." Ajak Lita. Mereka bertiga ke Resto Hotel.


Sebenarnya Krisna tahu alasan kenapa Lita tidak mau menghadiri Seminar itu. Karena Diri nya yakin, Leo pasti akan berada disana. Karena Leo adalah salah seorang Moderator dalam Seminar itu. Dan Krisna sangat mengerti dengan kondisi Lita. Dia tak ingin kembali menorehkan luka.


____________________________


Hari ini hari kelima Seminar berlangsung. Hari kebanyakan ramah tamah Sesama Dokter dari seluruh penjuru Asia.


Krisna menghampiri Leo yang sedang berbincang dengan beberapa Dokter. Dari hari pertama Leo terlihat sangat mengacuhkan Krisna. Tapi Krisna memaklumi nya.


"Hai Dokter Leo....Assalamu alaikum..." Krisna mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan Leo. Namun Leo tak membalasnya.


Leo masih belum bisa terima Krisna merebut Lita dari dirinya.


Krisna tersenyum tak disambut oleh Leo. "Maafkan Aku karena telah menyakiti hati Mu...." Krisna membuka bicara saat Leo berbalik hendak meninggalkan dirinya.

__ADS_1


Leo menghentikan niatnya. Krisna mendekat. "Aku butuh pertolongan Mu." Kata Krisna lembut. Leo sangat terkenal sebagai Dokter ahli saraf.


Leo berbalik dan mengerutkan keningnya. "Tolong apa? Belum bisa mengambil hati calon istri Ku?!" Ketus Leo.


Krisna kembali tersenyum. Mata nya terluka karena tak bisa memberikan kebahagiaan seutuhnya kepada Lita.


"Apa Kau menyakiti Lita Ku?!" Leo nampak khawatir dengan tatapan Krisna.


Krisna menggeleng. "Aku tak akan sanggup melukai hati seorang bidadari." Kata Krisna.


"Lalu apa maksud Mu mengatakannya pada Ku?! Kau ingin pamer kalau Lita Ku berhasil Kau dapatkan?!" Leo sangat gusar. Dia berbalik dan meninggalkan Krisna begitu saja.


"Dokter Leo...." Panggil Krisna. Namun Leo tetap berlalu. Krisna menghela nafas.


"Dokter Krisna..!!" Sebuah suara memanggilnya.


Krisna mencari asal suara. Krisna terpaku sesaat melihat senyum teman lama nya.


"Dokter Lewis..???" Krisna tidak percaya. "Apa kabar? Kamu di undang juga? Bukankah terakhir Kamu berada di Eropa?" Krisna sangat senang.


Dokter Lewis tersenyum. Dia merangkul sahabatnya. "Setahun yang lalu Aku pindah ke Negara B karena Istri Ku berasal dari Negara B." Kata Lewis.


"Tega sekali... Menikah tak ada kabar berita nya?" Krisna meninju perut Lewis perlahan.


"Lalu apa beda nya dengan diri Mu?! Aku dengar Kau menikah dengan Dokter Smart Yang Cantik Jelita? Maaf... Apakah benar desas desus nya... Kalau Istri Mu itu Calon Istri Dokter Leo?" Lewis berbisik.


Krisna mengangguk. "Itu benar. Tapi sudahlah... Terlalu panjang kalau Aku menceritakannya pada Mu. Aku mau ke bagian saraf, Kamu mau ikut?" Tanya Krisna.


"Kau sakit?" Lewis mengerutkan keningnya.


"Beberapa tahun yang lalu Aku tertembak di bagian ginjal. Dan ada beberapa saraf yang putus." Kata Krisna terlihat sedih.


"Tenanglah... Aku kenal Dokter ahli saraf disini. Tapi.... Bukankah Istri Mu juga Dokter ahli saraf?" Lewis mengerutkan keningnya.


Krisna mengangguk. "Istri Ku yang terbaik. Tapi Dia juga berhati malaikat. Sepertinya ada yang Dia sembunyikan dari Ku."


"Ayo... tunggu apalagi...." Ajak Lewis menemui Dokter Ahli saraf di Rumah Sakit itu.


Lewis mengenalkan Dokter Aldo pada Krisna. "Kamu bisa mempercayakan rahasia Mu padanya... Maaf Aku tidak bisa menemani Mu. Istri Ku sudah menelpon Ku dari tadi." Pamit Dokter Lewis.


"Baiklah... Terima kasih... Lain kali Kami akan mengunjungi Mu.." Kata Krisna sambil menjabat tangan Lewis.

__ADS_1


__ADS_2