CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Suasana Hati Lita


__ADS_3

Lita sangat kesal. Dia memutuskan pergi ke suatu tempat seorang diri.


Lita menghentikan sebuah taxi. "Pak ke pantai." Pinta Lita.


Supir taxi mengangguk.


Lita merogoh tas nya, karena ponsel nya berdering. Lita melihat nama di layar ponsel nya. "Huh! Mau apa lagi sih nih orang?" Gerutu Lita. Lita menunggu sampai panggilan itu berakhir. Tak lama Lita me-non aktif-kan ponsel nya.


"Kak Arby gak dewasa! Gak mau menyelesaikan masalah. Aku gak tahu apa masalahnya." Batin Lita. Bayangan Leo melintas.


"Iiissshhh kenapa harus dia lagi yang terlihat dan terpikirkan." Lita memijat keningnya.


Di saat yang sama.


"Kenapa ponsel nya jadi tidak aktif?" Leo terus menghubungi Lita, namun tetap sama, nihil. Nomor ponsel Lita berada di luar jangakauan.


"Kenapa hari ini Lita tak masuk Kelas? Ada apa? Apa Dia sakit?" Leo terlihat cemas memikirkan Lita.


"Itu kan, bukannya teman dekatnya Lita? Siapa ya namanya? Aaahhh kenapa Aku jadi lupa." Leo segera menghampiri Astrid yang sedang berjalan seorang diri.


"Nona...!" Panggil Leo.


Astrid celingukan. Melihat siapa yang Leo panggil.


"Ya Kamu, Nona...!" Kata Leo menunjuk Astrid.


"Oohh.. Maaf Pak. Saya kira Bapak manggil siapa." Kata Astrid.


"Dimana Lita? Kenapa hari ini gak masuk kelas?" Tanya Leo.


"Lita sedang mengurus sesuatu, Pak. Tadi sih sudah mau berangkat sama Saya, eh ponselnya berdering, terus Dia gak jadi ke kampus." Cerita Lita.


"Ck.... Lita... Sehari saja tak melihatmu, tubuh ini terasa tak bertulang." Batin Leo


"Ok terima kasih." Kata Leo sambil berlalu.


"Pak Leo memang sangat tampan. Cocok sekali dengan Lita, tapi Mereka berbeda. Lagi pula kasihan Kak Arby kalau Lita sama Leo." Batin Astrid yang menatap tubuh Leo hingga menghilang di balik pintu ruang kerja nya.


________________________________


Seorang gadis duduk di pasir di pinggir pantai. Dia tak peduli gamis dan hijab nya basah terkena deras nya ombak air laut yang sedang pasang. Sesekali Lita menimpukan sebuah batu ke laut, membuang kesal nya.


Sudah Lima jam Dia berada di sana. Tak memperdulikan cacing-cacing di perut nya yang dari tadi sudah menggrogoti perutnya karena lapar.


Lita nampaknya enggan beranjak dari tempatnya. Hati nya galau. Sesekali air mata nya jatuh ke pipi.

__ADS_1


"Kenapa Aku tak seberuntung Vita, Ya Allah? Vita mendapatkan Kak Atala, cinta pertama nya. Sedang cinta pertamaku, kandas karena Aku bukan cinta pertamanya. Dan Dia kembali pada cinta pertamanya. Hik... hik... hik..." Lita menangis. Menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya.


"Dia kembali pada nama yang lain, tapi sama saja, Dia tak dewasa. Kenapa sih para Laki-laki banyak yang tidak bisa bersikap Dewasa?!" Lita masih meracau ditengah tangisannya.


"Pak Leo?! Ah... Dia memang tampan tapi bukan tipe ku. Dia begitu sombong dan lebih suka memaksa. Huh... Kenapa Aku bertemu manusia seperti Dia. Hik.... hik... hik..." Lita enggan mengusap wajah nya. Wajah nya basah dengan airmata bercampur deburan ombak di laut.


Bibir nya sudah biru karena angin laut yang dingin dan perutnya yang Dia biarkan kosong dari pagi.


Tubuh Lita berguncang. Tangis nya pecah. Wajah nya masih menelungkup di kedua lutut nya. Lita merasa tubuhnya sangat lemas.


Sebuah tangan mengangkat tubuhnya. Lita sudah pasrah, Dia merasa tulangnya melunak, tidak dapat menopang tubuhnya.


Lita membuka mata nya yang sembab, ingin melihat siapa yang sedang menggendongnya. Namun pandangannya buram, gelap seketika. Lita tak sadarkan diri.


"Lita...!!! Banguuunnn...!!" Orang itu berlari ke arah dimana Dia memarkirkan mobil nya sambil menggendong tubuh Lita.


Dia juga segera menelpon Rumah Sakit tempat nya bekerja, karena Rumah Sakit itu yang lebih dekat dengan posisi nya saat ini.


________________________________


Jarum infus melekat di nadi tangannya. Alat bantu pernafasan baru saja dilepas. Kondisi nya sudah jauh membaik setelah sepuluh jam kondisi nya sangat mengkhawatirkan.


"Sebaiknya Dokter pulang dan istirahat. Dari tadi Dokter belum istirahat." Kata Seorang Dokter yang membantu Leo menangani Lita.


"Aku belum tenang kalau Dia belum sadar." Kata Leo.


Leo menghela nafas. Dia masih duduk di samping brankar Lita. Mengusap kepala Lita yang tak tertutup hijab dengan lembut. Mata Lita masih terpejam. Tapi keadaannya sudah lebih baik.


Leo teringat kalau Lita memiliki keluarga disini. Tapi Dia tak menyimpan nomor ponsel Fathir. Leo juga gak tahu Fathir masih ada disini atau tidak.


Leo memberanikan diri memeriksa tas Lita. Dia mengambil ponsel Lita. "Mati... Heehhh... Dia sengaja mematikan ponsel nya. Lita... Lita... Kenapa sih Kamu susah sekali ditaklukan?" Batin Leo.


"Ya Tuhan... Pake sandi... Lalu bagaimana Aku membukanya?" Gerutu Leo.


Deringan ponsel Lita mengagetkan Leo. Hampir saja ponsel itu jatuh dari tangannya.


Tanpa ragu Leo mengangkat ponsel Lita. Dia membaca nama di layar ponsel Lita. Astrid Sayang.


"Assalamu alaikum Lita! Lita Kamu dimana? Ini sudah jam berapa?! Apa Kamu ikut terbang dengan Kak Arby?!" Cerocos Astrid tanpa menunggu jawaban dari Lita.


"Hhmmm..." Leo berdehem. "Aku Leo..." Sahut Leo setelah Astrid tak nyerocos lagi seperti petasan cabe rawit. Leo sampai menjauhkan ponsel Lita dari telinga nya.


"Pak.... Apa...!? Pak Leo!? Tapi... Bagaimana bisa?!" Astrid terkejut juga sedikit gugup. "Apa yang Bapak lakukan sama Lita?" Astrid terdengar was-was.


"Lita di rumah sakit. Aku menemukannya di pinggir pantai, Lita pingsan." Kata Leo.

__ADS_1


"Apa..!? Di Rumah Sakit mana, Pak?" Astrid masih nyerocos.


"Rumah Sakit SF. Ruang VVIP3." Kata Leo.


"Baik Pak. Terima kasih banyak. Maaf Pak..." Astrid segera mematikan ponsel nya.


Di Tempat Lain


"Bagaimana Strid? Apa Lita ketemu?!" Fathir langsung nyerocos.


"Lita di Rumah sakit SF, Dokter Leo menemukannya di pantai, pingsan." Jelas Astrid.


"Astaghfirullaah... Tapi bagaimana bisa begitu? Apa yang dilakukan Arby pada nya?!" Vita terkejut.


Astrid menggeleng. "Aku juga gak tahu Vit."


Fathir, Atala, Vita, Joana, Jofa Puteri Fathir dan Joana, dan Astrid bergegas menuju Rumah Sakit.


Astrid terlihat sangat kesal. Jam menunjukan pukul dua dini hari. Keluarga Lita sangat mengkhawatirkan Lita yang menghilang begitu saja. Beberapa kali Mereka menghubungi ponsel Lita tapi gak aktif.


Terakhir Vita tahu, Lita berada di kamar Arby karena Arby sudah berpamitan akan kembali ke Negara Singapura. Namun baik Lita atau pun Arby tak memanggilnya lagi saat akan berangkat ke Bandara.


Astrid yang menyangka Lita sedang mengantar Arby ke Bandara, atau Mereka jalan-jalan dulu sebelum ke Bandara, tak mempunyai firasat apa pun.


Sore tadi Astrid mencoba menelpon Lita namun tidak aktif. Dia juga coba menelpon Arby, juga sama tidak aktif. Mungkin Arby sudah di Pesawat.


Hingga selesai Isya, Lita tak kunjung kembali ke Mess. Astrid sangat cemas dan langsung menghubungi Vita. Setengah jam kemudian, seluruh saudara Lita sudah berkumpul di Mess Mereka.


FLASHBACK ON


Leo sangat kecewa karena hari ini Lita tak masuk kelas. Padahal Dia mengajar di Kelas Lita menggantikan Dokter David.


Setelah Leo mendapat informasi dari Astrid, tak lama Leo kembali ke Apartemen nya. Jadwal nya di Rumah Sakit sedang kosong.


Leo kembali menghisap rokok nya di Balkon Apartemen yang menghadap ke laut. Leo memang sengaja tidak pulang ke rumah Papa nya karena ingin menyendiri.


Leo melihat seorang gadis berhijab duduk di pinggir pantai. Gadis itu tak peduli diterjang ombak laut pasang.


Awal nya Leo tak begitu memperdulikannya. Tapi tiba-tiba Dia teringat Lita yang kini sudah berhijab.


"Ya Tuhan, apa yang perempuan itu lakukan? Sudah berjam-jam Dia disana. Dia bisa sakit." Leo membanting rokoknya ke lantai. Dia bergegas ke parkiran dan mengendarai nya dengan kecepatan agak kencang, karena posisi Laut dimana perempuan itu berada yang memang memutar dari Apartemen Leo.


Leo setengah berlari ke arah tubuh itu setelah memarkir mobil nya. Tubuh itu terlihat sudah doyong walau posisi nya masih duduk menelungkupkan wajah nya di lutut.


Leo langsung menggendongnya. Leo sangat terkejut melihat wajah yang sudah pucat itu adalah Lita.

__ADS_1


FLASHBACK OFF


__ADS_2