
"Jadi apa rencana Kalian sekarang?" Tanya Lambok pada Krisna dan Lita. Mereka sedang duduk santai di teras belakang rumah. Krisna sedang membuat kolam ikan untuk ternak ikan gurame.
"Lita sih ingin Kita membuka Klinik lagi. Waktu di Kalimantan, Klinik Kita lumayan ramai dan sudah dikenal banyak orang. Yang pesan obat-obat herbal juga lumayan, tetapi kini Kita gak bisa kembali kesana, karena keberadaan Tuan Riji yang belum puas menghancurkan hidup Kami, Pa." Jelas Lita.
"Kalau masalah Tuan Riji, nanti Papa bicarakan pada Orang kepercayaan Papa." Kata Lambok.
"Seperti nya Kita akan menetap disini saja, Pa... Lita lebih nyaman disini sepertinya." Krisna menambahkan.
"Lalu tanah Kalian di Kalimantan gimana?" Tanya Lambok.
"Aku sudah urus semua sebelum pernikahan Kami. Kalau terjadi sesuatu pada Kami, pihak Pemerintah Daerah akan memberikan Kami kompensasi." Jelas Krisna.
Lambok mengangguk-angguk.
"Haaahhh.... Hooohhh.... Oma cape..." Tiba-tiba Tia dan Caca sudah berada disana.
"Opaaaaa..." Teriak Caca. Langsung menubruk tumbuh Lambok. Tristan geleng-geleng kepala melihat kelakuan Caca.
"Cucu Opa.. Kok Oma nya keletihan gitu?" Tanya Lambok yang langsung menggendong Caca. Rasa Tua nya kini terasa sirna karena kehadiran Malaikat kecil Krisna dan Lita.
"Hehehehe.... Oma Aku ajak jalan-jalan di kebun Auntie Astid." Cadel Caca.
Tia terlihat bahagia walau tubuh nya terasa cape. Tapi Dia merasa kembali muda.
Lambok dan Tia sudah tinggal di Singapura selama seminggu. Mereka mengurungkan niat kembali ke Indonesia secepatnya karena Caca yang mengobati Mereka akan kerinduan kehadiran seorang Cucu.
"Sayaaang.... Jangan bikin Oma capek dong... Kasihan kan Oma." Kata Krisna.
"Gak apa Krisna. Tadi Caca sudah mengajak Mama balik cepat, tapi Mama masih ingin berkeliling." Jelas Tia.
"Tuuhhh Oma yang mau, Ayaaahhh...." Celoteh Caca.
"Hahahahaha...." Lambok dan Tristan tertawa.
Lita kembali ke teras belakang sambil membawa seteko teh manis hangat dan pastel. "Minum dulu Ma..." Lita menyodorkan secangkir teh pada Mama nya.
"Terus Kamu kapan kembali ke Negara I, Dek?" Tanya Lita.
"Iihhh Kakak... Kakak ngusir Aku?" Tristan cemberut.
Lita mengacak rambut Tristan dengan sedikit berjinjit. "Bukan ngusir, tapi bagaimana Kuliah Mu?" Lita terkekeh.
"Aku kan cuti satu semester Kak. Masih ada waktu 2 bulan masa cuti Ku. Jelas Tristan. Lagi pula sudah lama Kita gak kumpul kayak sekarang, kan? Sayang Kak Vita dan Kak Atala gak ada disini. Abang Fathir juga." Kata Tristan lagi.
Tiba-tiba kedua mata Tristan ada yang menutupnya dari belakang.
__ADS_1
Caca langsung turun dari pangkuan Lambok dan memukul Orang yang menutup mata Tristan. "Jangan cakitin Uncle Aku...."
"Aduuuhhh.... Aduuuhhhh...." Atala mengaduh... Dia melihat kebawah. "Coba lihat, ada peri kecil disini." Atala langsung berjongkok menyamai tingginya dengan Caca.
Vita sudah menyalami Mama dan Papa nya. Memeluk Lita dan menangkupkan tangannya pada Krisna.
Caca bersedekap. Pipi nya digembungkan. Terlihat lucu.
"Peri cantik, siapa nama Mu?" Tanya Atala.
"Caca....!! Om jangan cakitin Uncle Aku!" Ketus nya.
Tristan tertawa dan ikut berjongkok dengan Atala.
Caca memperhatikan wajah Atala kemudian kembali ke Tristan. "Kok wajah Om milip Uncle ciihhh???" Caca terperanjat.
Atala merangkul bahu Tristan. "Karena Om, Kakak nya Uncle. Kakak Mama nya Caca." Jelas Atala.
"Om, Kakak nya Ibu Caca?" Tanya Caca.
"Dan Tante, Kembaran Ibu nya Caca." Vita sudah ikut berjongkok. Dia sangat gemas mendengar celotehan Caca.
Caca memandang wajah Vita kemudian pada Ibu nya. Caca menggeleng. "Tante boong... Wajah Tante dak milip Ibu, tapi milip Oma." Celoteh Caca.
"Duuuuhhh... Pinter banget siiihhh..." Vita mencubit pipi Caca gemas.
"Ini nama nya Mama Vita. Caca panggil Mama yah..." Pinta Lita. Lita tahu Vita sangat merindukan anak dari pernikahannya.
"Jadi Caca punya dua Ibu?" Tanya Caca.
Vita mengangguk tapi airmatanya sudah mencelos karena haru. Lita merangkul bahu Vita.
"Dan punya dua Ayah." Tambah Atala.
Caca memandang ke arah Krisna. Krisna tersenyum dan mengangguk.
"Yeeeiiii... Caca jadi punya banyak Ibu, Ayah, ada Oma ada Opa, ada Uncle Tistan, Uncle Aham, Auntie Astid dan Dede Abel... Caca ceneng deh...." Caca bertepuk tangan.
Vita kembali mencubit pipi Caca.
Krisna menyeka airmata nya yang sudah menyudut di mata nya. "Ya Allah... Alhamdulillaah.. Engkau memberikan Kami Keluarga yang sangat menyayangi Kami." Krisna sangat terharu.
Lambok langsung merangkul bahu Krisna. Dan tersenyum.
______________________________
__ADS_1
Satu Bulan Kemudian.
Lambok dan Tia sudah tahu apa alasan Lita meninggalkan Leo dan memilih Krisna. Walau banyak airmata yang tumpah, namun rasa sedih Mereka terobati manakala melihat Caca yang pulang bersama Astrid tempo hari.
Krisna juga sedang mengusahakan untuk pengobatan Lita. Dia dan Lita sedang meracik Obat untuk kesehatan Mereka berdua.
"Mama dan Papa punya sesuatu untuk Kalian." Kata Lambok pada Lita dan Krisna. Mereka sedang duduk di saung sambil memberi makan ikan gurame.
"Apa Pa?" Tanya Lita dan Krisna berbarengan.
Lambok memberikan sebuah Map pada Krisna. "Apa ini Pa?" Tanya Krisna.
"Bukalah.... Dan baca...." Pinta Lambok.
Krisna melihat ke arah Lita. Lita mengangguk. Lita sudah tahu apa yang akan Papa nya berikan. Dua minggu yang lalu Papa nya meminta pendapat Lita hal ini agar Krisna tidak tersinggung.
"Pa... Krisna tidak bisa terima ini." Kata Krisna kembali memberikan sertifikat ruko pada Lambok.
"Kenapa?" Tanya Lambok.
"Ini terlalu berlebihan. Lagi pula Krisna akan mengusahakan sendiri dari hasil keringat Krisna." Kata Krisna.
"Nak.... Papa dan Mama Mu ikhlas. Kamu itu Putera Papa juga." Jelas Lambok.
"Tapi Pa....Krisna takut tak dapat membahagiakan Lita dan membuat Papa bangga." Kata Krisna lembut. Dia sangat menyayangi Lambok dan Tia seperti Orang tua kandungnya sendiri.
Lambok dan Tia tersenyum. Mereka sudah sangat mengerti akan penolakan Krisna. "Papa dan Mama tahu, Kamu sangat bertanggung jawab pada Lita dan Caca. Anggap saja ini sebagai kado pernikahan Kalian dari Kami." Jelas Tia.
"Dan ini..." Tia kembali memberikan sebuah amplop pada Krisna. "Itu dari Saudara-saudara Lita di Jakarta dan Sumatera. Mereka belum bisa datang karena kesibukan dengan kehidupan Mereka." Jelas Tia lagi.
Krisna membuka amplop. Dua tiket ke Negara P untuk bulan madu. Pernikahannya dengan Lita sudah hampir lima bulan. Tapi Mereka selalu disibukan dengan pekerjaan Mereka.
"Pa... Ma... Ini terlalu berlebihan untuk Kami." Krisna benar-benar merasa tidak enak.
Lambok merangkul bahu Krisna. "Berangkatlah Nak. Pendekatan Kalian kan masih singkat. Bersantailah disana. Biarkan Caca bersama Kami. Vita juga sangat senang jika Caca bersama nya selama Kalian berbulan madu." Pinta Lambok.
Krisna memandang wajah Lita. Lita tersipu malu sambil mengangguk.
"Nanti pulang dari Negara P, baru Kalian mulai buka Klinik di ruko itu." Kata Tia.
"Tapi Pa... Nanti Caca menangis jika tidak melihat Kami berdua." Kata Krisna.
"Caca sudah Kami kasih pengertian. Dan Dia anak yang sangat cerdas. Dia mau tinggal dengan Vita." Jelas Lambok.
Krisna merangkul bahu Lita. Dan mengecup kening Lita. "Krisna mengucapkan terima kasih karena Krisna dan Caca diterima dengan baik dalam Keluarga Mama dan Papa." Krisna kembali meneteskan airmata haru nya.
__ADS_1
Lita mengelus bahu Krisna dan melingkarkan tangannya ke perut Krisna. "Kakak sangat mencintai Ku. Jadi Keluarga Ku juga menyayangi Kakak." Kata Lita.
Lambok dan Tia mengangguk penuh haru. Kini yang Mereka pikirkan apa alasan yang akan Mereka berikan pada Keluarga Tuan Alex dan Leo.