CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Kekecewaan Leo


__ADS_3

Malam minggu tiba. Lita beserta keluarga nya telah bersiap ke resto X yang telah dipesan oleh Atala karena memang Leo sang Asdos mengajak Lita dinner disana.


"Kok Kamu berpenampilan seperti itu, Sayang?" Tanya Lambok.


"Memang kenapa Pa? Kan Aku dinner karena terpaksa, bukan dinner dengan calon suamiku....Hehehe..." Canda Lita.


"Setidaknya Kamu hargai sedikitlah Asdos mu." Pinta Lambok.


"Gak ah Pa.... Nanti Dia malah ke GR an." Lita mengrucutkan bibirnya.


"Loh... Kamu kok berdandan seperti itu? Abangmu sudah tampan, Kamu malah seperti itu?!" Fathir mendengus kesal.


"Iiihhh Bang Fathir, nanti kalau Aku tampil cantik, Abang malah cemburu... hehehehe...." Canda Lita.


Lambok dan Tia hanya menggeleng melihat kelakuan Putera Puteri nya.


"Ya sudah lah... Kita berangkat sekarang. Nanti Asdos mu kelamaan nunggu." Kata Tia.


"Biarkan saja Ma.... Siapa suruh ngancam-ngancam." Kata Lita kesal.


Drrttt... drrtttt.... Ponsel Lita bergetar dan berdering. Lita melihat layar ponselnya. Melihat foto profilnya.


"Huuuuhhhh.... Tahu darimana lagi Dia nomor ponsel ku?" Lita menepak keningnya.


"Kenapa gak diangkat?" Tanya Atala.


"Malas Kak.... Cerewet banget..!!" Lita mengrucutkan bibirnya.


Vita mencubit pipi Lita yang terlihat menggemaskan. "Kan Aku sudah bilang, tutupi kecantikanmu..." Goda Vita.


"Yaaaa.... Insya Allah secepatnya." Kata Lita.


"Alhamdulillaah...." Jawab Mereka.


Astrid tersenyum bahagia melihat kekompakan keluarga Lita.


_______________________


Leo sangat kecewa melihat Lita yang berpenampilan sangat cuex, memakai kaos oblong warna putih agak gombrong, dengan celana jeans yang juga gombrong, memakai topi dibalik, seperti seorang rapper. Tidak lupa sepatu sket putih layak hendak bermain bola basket.


"Pak Asdos..." Sapa Lita cengar-cengir. "Sudah lama nunggu?" Tanya Lita santai.


"Kamu mau makan malam atau mau main basketball? Atau mau ngerapp???" Leo kesal.


"Memang ada yang salah yah?" Lita melihat tubuhnya dari atas ke bawah sambil sedikit berjingkrak. "Aku memang baru pulang dari latihan basket. Ternyata teman-temanku pandai ngerapp... So Aku ikut-ikutan berdandan seperti ini." Lita sangat senang menggoda Leo, membuatnya kesal.


"Kamu mau pesan apa? Aku ikut saja. Selera makan ku hilang." Kata Leo singkat.


"Aku juga gak berselera makan malam bersama Om-om.... Keselek kayaknya Aku melihat brewok Bapak. Apa gak takut masuk itu bulu-bulu? Bercampur dengan makanan yang dimakan." Lita jadi kesal karena Leo yang seenaknya bilang hilang selera makannya.

__ADS_1


Kruuuyyuuukkk.... Tiba-tiba terdengar bunyi perut.


Lita terperangah..... Buru-buru Dia tutup mulutnya menahan tawa karena ternyata Leo sudah sangat lapar.


"Bbbrrrtttt..... Bapak sudah berapa hari gak makan???" Lita menahan tawanya.


"Sudah duduk. Pesan makanan untukku." Kata Leo menahan kesal.


Lita masih menahan tawa nya sambil melihat menu yang disediakan. Tak lama Lita manggil seorang waitress dengan melambaikan tangan.


Dua menit kemudian waiters membawa makanan pembuka.


"Makan dulu Pak, sambil menunggu menu utama nya. Nanti kalau Bapak pingsan, bingung Saya, nanti yang bayar bill nya siapa?" Canda Lita.


"Lita... Disini bukan kampus. Bisa kah Kamu berhenti memanggilku Pak?" Pinta Leo kesal.


Lita mencebikkan bibirnya dan itu membuat Leo sangat gemas.


"Kan Saya memanggil sesuai umur dan penampilan Bapak." Canda Lita.


"Apa Saya terlihat begitu Tua?!" Tanya Leo.


"Memang Bapak gak punya cermin ya di rumah?" Lita menahan tawanya.


Leo hanya menunduk sedih. Ada guratan kesedihan yang tersembunyi disana.


Lita melihat itu. Lita merasa tak enak. "Maaf Pak.... Saya tak bermaksud....."


Tak lama menu utama datang. Waitress menatanya.


"Terima kasih..." Kata Lita sambil tersenyum.


"Makan Pak... Jangan ada yang tersisa, mubajir..." Kata Lita yang segera menggunakan serbetnya. Lita memulai makannya. "Bismillaah..." Gumam Lita tapi terdengar oleh Leo.


Leo tersenyum. "Di jaman sekarang... Wanita cantik berpenampilan cuek diacara makan malam. Dan Dia membaca doa sebelum makan. Kamu memang beda." Batin Leo.


Leo menangkupkan kedua telapak tangannya dan menunduk. Leo berdoa menurut keyakinannya.


Lita sekilas melirik apa yang dilakukan Leo. Tapi Lita tak bergeming. Lita tak mau melihat wajah Leo yang membuatnya mual dengan bulu-bulu lebat yang tumbuh di wajahnya.


Leo menatap Lita yang makan terus menunduk. "Apa brewokku segitu membuatmu mual?" Tanya Leo tiba-tiba.


Lita mengangguk tanpa melihat wajah Leo.


Leo menghela nafas. Tercetak senyum dibibirnya yang tertutup kumis.


15 menit kemudian.


Lita telah mengelap mulutnya. "Maaf... Saya mau ke toilet." Pinta Lita masih menunduk.

__ADS_1


"Haiii Sayaaang...." Tiba-tiba seseorang merengkuh tubuh Lita dari belakang.


Lita mendongak dan melihat wajah Fathir yang tersenyum tulus padanya.


"Sayaaang....!! Kamu kapan datang?!!" Kata Lita senang sedikit teriak.


"Kok Kamu makan malam disini? Sama siapa?" Tanya Fathir bersandiwara dengan wajah kesal.


Leo melihat semua. Ada kekecewaan di hati nya.


"Oohh... Beliau Asdos ku, Sayang... Maaf Aku tak minta ijin denganmu. Kamu kapan datang?" Lita mengulang pertanyaannya.


"Maaf Pak Asdos, boleh Saya duduk? Kenalkan, Saya Fathir, kekasih Lita." Fathir memperkenalkan diri.


"Oohhh yaa... Silahkan. Saya Leo, Dosennya Lita. Saya mau ke toilet sebentar." Kata Leo yang nampak sekali kecewa.


Lita dan Fathir mengangguk. Fathir mengawasi kepergian Leo, Leo ke meja kasir kemudian ke toilet. Setelahnya tak terlihat lagi oleh Fathir.


Fathir dan Lita tertawa agak tertahan. "Abang lama banget sih datangnya? Aku mual tahu lihat brewoknya. Baru saja Aku mau ke toilet." Lita mengrucutkan bibirnya.


"Maaf... Tadi Abang sudah mau kesini tapi kata Papa biar Kalian makan dulu, takutnya Asdos mu belum makan." Canda Fathir.


"Hahahaha...." Lita tertawa tapi di tutup mulutnya agar tak terlalu fulgar. "Tadi perutnya bunyi, sepertinya sudah dua hari gak makan." Canda Lita.


Fathir menepak jidadnya. "Orang aneh." Kata Fathir.


"Abang sudah makan?" Tanya Lita.


"Sudah tadi sama keluarga." Kata Fathir.


Lita mengrucutkan bibirnya. "Aku kan pengen makan bareng Mereka, malah ada aja gangguan." Kata Lita.


"Hahahaha.... Nanti Kita bertemu di hotel, Sayang... Kita masih dua hari lagi disini." Kata Fathir.


"Aku sendiri lagi deehhh..." Lita terlihat sedih.


Fathir memeluk tubuh Lita. Mengusap punggungnya lembut. Leo melihat semua. Hati nya hancur. Leo meninggalkan resto tanpa berpamitan.


"Ternyata Kamu sudah ada yang punya. Pantas saja Kamu tak menggubrisku." Batin Leo membawa kekecewaan.


"Bang.... Kok Pak Leo lama yaahhh..." Lita melerai pelukannya.


"Lah iya?!" Fathir celingukan. "Sebentar." Fathir berjalan ke kasir. Lita memperhatikan Fathir yang berbincang pada kasir, Fathir menunjuk ke arah meja dimana Lita berada.


Tak lama Fathir menghampiri Lita. "Gimana Bang?" Tanya Lita.


"Pak Leo sudah pulang. Dia sudah membayar bill nya. Sepertinya sandiwara Kita berhasil." Fathir tersenyum.


"Ayo Bang.... Kita ke Mama dan Papa... Aku lebih baik gabung sama Keluargaku." Ajak Lita.

__ADS_1


Fathir menggandeng tangan Lita. Lita merangkul lengan Fathir. Bagi yang tak mengenal Mereka, menganggap Mereka adalah pasangan kekasih yang sangat serasi.


Fathir yang tinggi semampai tapi kekar juga tampan dan Lita yang juga tinggi semampai dengan berat badan ideal. Walau memakai baju yang tak pantas untuk ukuran makan malam formil, tapi tak mengurangi kecantikannya.


__ADS_2