CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)

CLBK (Cinta Lama Belum Kelar)
Tristan Rewel


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini, Lambok keluar kota karena ada proyek yang harus Dia pantau. Walau pun Dia bos nya, tapi Lambok ingin pekerjaan Mereka memberikan kepuasan pada Kliennya.


Atala sibuk mengurus daftar ulang di Universitas Negeri yang menerimanya. Tapi dalam kesibukannya, Atala tak melupakan untuk menjemput Twins. Atala sangat menjaga Adik-adiknya.


"Kamu kenapa, Sayang?" Kata Tia yang coba menenangkan Tristan, dari tadi uring-uringan terus.


Mobil Atala memasuki pekarangan rumah. Twins segera keluar meninggalkan Atala yang masih memeriksa apa ada file nya yang ketinggalan.


"Assalamu alaikum..." Salam Twins.


"Wa alaikumussalaam..." Jawab Tia. Yang masih menimang Tristan.


"Adek Tristan kenapa Ma?" Tanya Vita.


"Gak tahu, Vita. Mama juga bingung. Dari tadi rewel terus. Mama sampe gak kelar masak." Kata Tia yang menunjuk masakannya.


Vita langsung menaruh tasnya dan membuka sepatunya. "Aku ke kamar dulu deh Ma. Ganti baju. Nanti Aku yang terusin masaknya." Kata Vita yang gak tega melihat Mama nya kerepotan.


Tia mengangguk. "Terima kasih Sayang."


"Assalamu alaikum." Salam Atala yang baru tiba. "Adek kenapa Ma?" Tanya Atala.


"Mama gak tahu Atala." Kata Tia.


Atala mendekat dan mengambil Tristan dari tangan Tia. "Tristan sama Kakak yah. Kasihan Mama..." Bujuk Atala.


Tapi Tristan malah tambah kencang nangisnya.


"Ada yang sakit kali Ma badannya." Kata Atala.


"Mama berfikir begitu. Tadi Mama sudah telpon Bu Ijah supaya datang kesini. Tapi Bu Ijah nya lagi ngurut ditempat lain. Gak ada juga yang antar dia kesini." Kata Tia.


"Ya sudah Ma, biar Atala jemput Bu Ijah. Mama tenang ya." Kata Atala yang segera mengambil kunci motor.


"Terima kasih Nak. Hati-hati... Jangan ngebut-ngebut." Pesan Tia.


"Ya Ma...." Kata Atala yang sudah berlalu ke parkiran motornya.


Vita dan Lita sudah mengganti pakaiannya. "Loh Kak Atala mau kemana, Ma?" Tanya Lita.


"Kakakmu mau jemput Bu Ijah." Kata Tia.


"Ooohh..." Kata Lita.


Vita sudah nguprek di dapur meneruskan masakan Mama nya.


"Maaf ya Nak, baru pulang sekolah malah bantuin Mama masak." Kata Tia pada Twins.


"Gak apa Ma... Mama kan gak sengaja. Mama pasti panik deh dari tadi." Kata Vita.


"Ya..." Kata Tia yang tersenyum pada Putrinya. "Diem ya Sayang... Tuh Kakak Twins sudah pulang..." Kata Tia yang masih berusaha menenangkan Tristan.

__ADS_1


30 menit Kemudian.


Vita dan Lita sudah selesai memasak dan merapikan dapur. Vita juga sudah menata makanannya di meja makan.


Motor Atala memasuki pekarangan rumah. "Mari Bu... Mama sudah tunggu dari tadi." Kata Atala ramah.


"Ya Nak... Tadi Ibu lagi ngurut di dekat rumah. Mau kesini gak ada yang antar." Kata Bu Ijah.


"Gak apa Bu. Nanti pulangnya Atala anter sampe rumah." Canda Atala.


"Assalamu alaikum...' Salam Atala dan Bu Ijah.


"Wa alaikumussalaam..."Jawab Tia dan Twins.


"Mari Bu ijah. Di ruang tengah saja." Kata Tia yang langsung mengajak Bu Ijah ke ruang tengah.


Vita membuatkan minum untuk Bu Ijah. Atala tak lupa mencubit pipi Vita.


"Iiihhh... Kakak...masih saja becanda... Mama lagi panik juga." Vita mengrucutkan bibirnya.


Atala menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Maaf..." Kata Atala.


Tristan sedang diurut Bu Ijah. Tristan tambah kejer nangisnya.


"Kenapa dengan Tristan, Bu Ijah?" Tanya Tia khawatir.


"Gak apa Nak Tia. Sebentar lagi juga anteng. Ada yang dirasa sakit, makanya Tristan rewel." Kata Bu Ijah.


"Tristan aktif banget ya? Badannya pada sakit." Kata Bu Ijah


"Bu Ijah... Minumnya Vita taruh sini yah." Kata Vita ramah.


"Ya Neng Vita... Terima kasih." Kata Bu Ijah.


30 menit Kemudian.


"Nah Tristan sudah anteng." Kata Bu Ijah.


Tia tersenyum dan memeluk Tristan. "Bu Ijah....Makan dulu ya... Kita belum makan siang." Kata Tia yang mengajak Bu Ijah ke meja makan.


"Gak usah Nak Tia. Tadi Bu Ijah sudah makan di rumah." Tolak Bu Ijah.


"Beneran Ibu sudah makan?" Tanya Tia.


"Ya bener, sudah." Kata Bu Ijah.


"Atala kalau mau makan, makan saja dulu. Bu Ijah gak buru-buru kok." Kata Bu Ijah lagi.


"Ya sudah Bu, Kita makan dulu yah. Kasihan anak-anak baru pulang sekolah gak ada makanan." Kata Tia.


"Ya Nak Tia... Silahkan." Kata Bu Ijah yang menyesap minuman yang tadi disediakan Vita. Juga beberapa cemilan.

__ADS_1


"Ma... Tadi kelengkapan data-data Atala ketinggalan. Mama merapihkan gak?" Tanya Atala.


"Ya tadi Mama lihat. Sudah Mama masukan lagi ke tempat file biasa di ruang kerja Papa. Kamu sih... Gak diperiksa dulu kalau mau jalan." Kata Tia.


"Hehehehe... Maaf Ma. Tadi buru-buru takut Twins telat. Nanti Atala biar ambil sendiri ya Ma." Ijin Atala.


"Ya Sayang... Mama mau menidurkan adik Kamu dulu. Jangan lupa Bu Ijah diantar pulang dulu." Pesan Tia.


"Ya Ma....Atala gak lupa." Kata Atala.


Tak lama mereka selesai makan siang yang sudah sangat telat. Vita dan Lita merapihkan meja makan dan mencuci peralatan makan yang sudah dipakai.


Tia memberikan amplop pada Bu Ijah. "Bu... Ini buat ongkos urutnya. Terima kasih banyak ya Bu... Jangan kapok." Kata Tia.


"Gak lah... Ngapain pake kapok." Kata Bu Ijah yang membuka amplopnya.


"Ya Allah Nak Tia... Ini uangnya banyak sekali. Bu Ijah kalau ngurut gak segini Neng." Bu Ijah terkejut.


Tia tersenyum. "Gak apa Bu. Itu rejeki buat Ibu. Diterima ya Bu." Kata Tia.


"Ya Allah... Alhamdulillaah... Terima kasih banyak Nak Tia... Biar berkah... Semoga dilancarkan rejekinya... Aamiin..." Bu Ijah mendoakan.


"Aamiin..." Kata Tia, Atala dan Twins.


Atala pun mengantarkan Bu Ijah setelah berpamitan.


___________________


Atala sudah tiba di rumah. Dia bergegas masuk ke ruang kerja Papanya.


Atala membuka laci dimana Papanya menaruh semua dokumen-dokumen keluarga.


"Nah ini dia, map warna biru." Gumam Atala yang ingat betul tadi Mama nya memberikan dokumen akte kelahiran dan Kartu Keluarga dalam map berwarna biru.


Atala menariknya karena senang. Tapi tarikannya membuat sebuah map terjatuh dan isinya bertebaran di lantai.


"Astaghfirullaah... Ceroboh sekali Aku." Guman Atala. Atala pun memunguti lembaran dokumen dari lantai.


Mata nya tertuju pada selembar dokumen. "Surat Adopsi...?" Atala kembali bergumam. Atala memungutnya.


"Surat adopsi siapa?" Atala penasaran dan membacanya dengan teliti.


Atala terkulai lemas. Tubuhnya merosot ke lantai. "Jadi Aku bukan anak Mama dan Papa?" Matanya sudah berkaca-kaca.


Atala kembali membacanya, ingin memastikan kalau penglihatannya tidak salah. "Tidaaaaakkkk......!!!!!" Tiba-tiba Atala berteriak.


Vita dan Lita yang sedang mengerjakan PR di kamar, sangat kaget mendengar teriakan Atala.


"Kak Atala kenapa?" Tanya Lita.


"Aku gak tahu. Ayo kita lihat." Ajak Vita.

__ADS_1


Tia baru saja akan memejamkan mata karena lelah seharian menghadapi Tristan yang rewel.


Tia kaget, Tia mengelus punggung Tristan agar kembali tidur karena sempat kaget mendengar teriakan Atala.


__ADS_2