
"Apa itu harus?" Leo masih tak percaya.
Fathir dan Joana mengangguk dengan pasti.
"Tapi Mama dan Papa ku..... Mereka bisa hidup bersama." Kata Leo manampik.
Fathir tersenyum. "Kamu boleh pikirkan dulu persyaratan dari Kami. Kamu juga yang lebih tahu dengan kehidupan Keluargamu.... Maaf Kami harus segera kembali, Istriku dan Puteriku sudah lelah. Jika Kamu bersedia, Kamu boleh menghubungiku. Aku akan membantumu mendapatkan Lita."
Fathir dan Joana juga Puteri Mereka, meninggalkan tempat dimana Leo masih duduk terpaku. Fathir meninggalkan kartu namanya.
Fathir dan Atala memang sudah mencari tahu tentang kehidupan Leo, Mama dan Papa nya. Mereka tak mempermasalahkan tentang kondisi Keluarga Leo. Fathir dan Atala juga menyelidiki bagaimana Leo di luaran sana. Ternyata Leo memang belum punya kekasih atau istri.
Leo menjambak rambutnya. "Ya Tuhan... Kenapa disaat Aku bisa mrmbuka hatiku, Aku dihadapkan dengan persyaratan ini?!"
Akhir nya Leo pun meninggalkan resto dengan langkah gontai. Niatnya ingin berbelanja dan memanjakan diri, Dia urungkan. Leo segera menuju resort yang sudah dia sewa.
_____________________________
Hari ini Arham berjanji akan mengajak Astrid dan Lita jalan-jalan berkeliling melihat-lihat Kota di Singapura.
Ada yang direncanakan Arham dan Astrid untuk Lita.
Lita dan Astrid terlihat senang. Lita memang sudah sering ke Singapura dengan Keluarganya, namun kali ini Dia sangat senang karena Arham mengajak ke tempat-tempat bersejarah yang hanya boleh orang tertentu saja yang boleh masuk ke dalam.
Lita dan Astrid sibuk melihat-lihat. Arham terlihat menghampiri seseorang. Tak lama Arham dan temannya menghampiri Astrid dan Lita.
"Sayaaang... Lita.... Kenalkan ini Arby, teman dekatku. Dia pengelola tempat ini." Kata Arham.
Lita dan Astrid menangkupkan kedua telapak tangannya.
"Assalamu alaikum Astrid... Lita...." Arby sudah kenal dengan Astrid.
"Wa alaikumussalaam..." Jawab Astrid namun Lita membuang muka. Ada luka di hati nya.
"Lita... Kamu kenapa? Kenapa wajahmu mendadak pucat?" Tanya Arham.
"Aaa... Aakuuu.... Astrid... Aku mau Kita kembali..." Pinta Lita.
__ADS_1
"Tapi Kita belum makan siang..." Kata Arham.
Lita sudah bergegas keluar dari gedung, Arby, Arham dan Astrid mengejar Lita. Lita sudah menangis.
"Litaaaa.......!!" Astrid berlari mengejar Lita dan berhasil memegang tangan Lita.
"Tolong Strid... Aku mau pulang...Hik...hik...hik.... Biarkan Aku sendiri...." Lita menangis.
"Aku antar yah...." Arby menawarkan diri.
Lita tak melihat sedikitpun ke wajah Arby. Tapi Lita menggeleng. Lita menyetop sebuah taxi. Lita langsung masuk kedalam taxi. Sontak saja Astrid langsung ikut masuk kedalam.
"Sayaaang... Maaf... Aku takut Lita kenapa-napa!!" Teriak Astrid tanpa meminta persetujuan Arham.
"Hati-hati Sayaaaang...! Aku menyusul...!!" Teriak Arham. Karena taxi sudah mulai melaju.
"Ada apa Arham? Kenapa seperti nya Dia tak suka melihatku?" Arby merasa tak enak hati.
"Aku juga gak tahu. Kalau begitu, Aku susul Mereka ya. Lain kali Kita bertemu lagi." Kata Arham yang segera menuju mobilnya dimana terparkir.
Leo duduk termenung di teras resort nya sambil menikmati secangkir cappucino panas.
Sesekali Leo terlihat menghela nafas. Dia memegang sebatang rokok yang menyala di sela jemari nya, namun tidak Dia hisap.
Sudah lama sekali Dia berhenti merokok, Karena Leo tahu rokok tak baik untuk kesehatan. Tapi kali ini Leo mencobanya kembali.
Pikirannya kembali ke rumah. Kehidupan orangtua nya yang pada akhirnya tak harmonis, sejak Mama nya memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Mama yang seorang Muslim dan Papa seorang Katolik.
Mama nya Leo tak pernah menyesal meninggalkan Keluarganya di Indonesia dan mengikuti Suaminya. Menikah tanpa restu dari orangtua Mama. Mama nya sangat mencintai Papa nya.
Berita sakitnya Sang Eyang di Indonesia, membuat Mama nya memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Walaupun Sang Mama dulu diusir dari rumah karena memutuskan untuk menikah dengan Papa nya dan menjalani rumah tangga dengan kepercayaan yang berbeda. Namun demikian hal itu membuat Eyang Puterinya tersakiti, dan mulai sakit-sakitan, karena Mama nya adalah Puteri satu-satu nya Eyang nya Leo.
Papa menentang kepergian Mama ke Indonesia. Namun Mama memilih meninggalkan Papa nya Leo, karena walau Dia bahagia tinggal bersama Suami nya, batinnya tersiksa karena kerinduan pada Kedua orangtuanya nan jauh di sana.
Leo lah yang mengantar Sang Mama kembali ke Indonesia. Leo melihat kehidupan di tanah kelahiran Sang Mama. Orangtua Mama adalah Orang Muslim yang sangat taat. Walau begitu, Mereka menyambut Mama nya dan Dirinya dengan sangat baik.
Sepertinya Kedua Eyangnya tidak marah lagi sama Mama, apalagi Mama nya sampai menangis bersimpuh mohon ampun dari kedua orangtua nya.
__ADS_1
Mama nya memutuskan untuk tinggal selamanya di rumah Eyang. Leo sendiri tak dapat meluluhkan hati Sang Mama untuk kembali ke Negara J. Hingga akhirnya Leo kembali seorang diri.
Saat cuti tahunan Leo akan mengunjungi Sang Mama. Makanya saat terakhir Leo ke Indonesia, Dia kembali ke Negara J, bertemu Lita di Negara J.
Nama Leo, sang Papa yang memberinya dari Leonardo nama Kakek nya Leo, sedang Adi Putera, Sang Mama yang mengambilnya dari Eyang kakungnya, Adi Putera Permana.
Leo mempunyai seorang Kakak perempuan, Sang Kakak sudah menikah dan hidup mengikuti Sang Suami. Kakak nya juga sedikit terkejut saat Leo mengabari keputusan Sang Mama yang akan kembali ke Indonesia.
Namun begitu, Sang Kakak tak memaksa kehendak Mama nya. Kakak nya Leo tahu, diam-diam Dia sering melihat Sang Mama menangis karena menahan kerinduan pada kedua Orangtua nya.
Leo kembali menghela nafas. Dihisapnya rokok di jemarinya. "Apa yang harus Aku lakukan, Ya Tuhan...???"
Angin malam ini sangat menusuk ke tulang, dingin sekali. Namun Leo tak merasakannya. Leo seakan hanyut akan jalan hidup keluarga nya. Ponselnya beberapa kali berdering, namun telinga Leo seakan tuli. Pikiran melalang jauh pada seorang gadis yang berhasil membuatnya jatuh cinta lagi, namun syarat yang diajukan Sang Abang membuatnya galau.
"Aaaaaaaaaaccchhhhhh....!!!!!!" Tiba-tiba seorang anak kecil berteriak histeris.
Sontak kedua orangtua nya berlari menghampiri Sang anak yang berteriak tak bergeming tepat di depan resort Leo.
Leo pun tersentak kaget dengan teriakan itu. Telinga nya terasa sakit.
"Ada apa Sayaaang..??!!!" Kata Sang Mama anak itu.
Leo sudah beranjak berdiri hendak menolong anak itu. Namun anak itu malah mundur menghindar hingga Dia menubruk sang Mama yang berlari ke arahnya.
Anak itu langsung membenamkan wajahnya kedalam pelukan sang Mama. "Mama.... Aku takut.... Ada Alien." Kata Sang Anak sambil menunjuk ke arah Leo.
Leo yang sudah mendekat langsung tersurut mundur.
"Maafkan Anak Saya, Tuan..." Kata Wanita itu. Sang Suami juga merasa tak enak pada Leo, karena Sang anak mengatainya sebagai Alien.
"Dia bukan Alien, Sayang. Dia pria brewok, bukan Alien." Hibur Sang Mama setengah berbisik, namun terdengar oleh Leo.
Leo segera masuk kedalam resort nya. Suasana hatinya benar-benar sedang tidak baik. Daripada nanti Dia naik pitam, bisa panjang urusannya.
"Tuan.... Maaf....!!" Teriak Papa anak kecil itu yang melihat Leo masuk kedalam resortnya.
Sedangkan Leo hanya melambaikan tangan saja tanpa menoleh.
__ADS_1