
Pagi itu seperti biasa giliran Nadin menjaga mama menggantikan Rasya adiknya yang harus sekolah.
Tepat pukul 7 pagi nadin tiba di rumah sakit, sesegara mungkin dia berlari menuju kamar mama sebelum adik kesayangannya mengomeli dirinya..
"Ras, maaf Mba telat jalanan macet " ucapnya tergopoh-gopoh masuk ke kamar perawatan mama
"Santai aja mba hari ini aku ke tempat magang jam 8 kok" jawab Rasya santai..
"kamu udah magang kok bilang-bilang" gerutunya..
"kemarin kan Rasya udah cerita mba tapi kamu sibuk sama kerjaanmu " timpal mama menengahi..
"Dokternya udh visit belum mah, hari ini hasil lab.nya keluar kan ?" tanyanya berjalan mendekati ranjang mama
"Dokter semalam bilang kalo hasil lab.mama bagus besok sudah boleh pulang ,tinggal observasi saja " jawab Rasya..
"ohh ya Dokter mama ganti mba, dokter Rini sedang cuti jadi di ganti sama Dokter satria" jelas Rasya panjang lebar..
"Satria namanya gak asing, ahh tapi gak mungkin " gumam Nadin dalam hati
"oh " hanya dua kata yang keluar dari mulut nadin..
"Ya sudah, mah, mba ,Rasya pamit dulu ya,takut kena macet "
"Hati-hati nak, semangat ya sayang" ucap mama memeluk dan mencium Rasya..
"Kamu udah sarapan dek? " menyodorkan tangannya kepada Rasya..
"Ntar aku sarapan di tempat magang aja mba nasi uduknya enak" mencium punggung tangan Nadin..
"Assalamualaikum" berlalu keluar meninggalkan ruangan mama...
mama dan Nadin menatap kepergian Rasya bersama-sama
"Mama sudah sarapan ? "di lihatnya nampan tempat makan mama hanya di makan separo
"Sudah dikit tadi, mama bosen sama makanan rumah sakit mba" ujar mama mengeluh pelan
"Mba sudah sarapan? " tanya mama
"Sabar ya ma, mudah-mudahan besok kita pulang nanti mba masakin sop buntut kesukaan mama" Tersenyum membelai punggung tangan mama.
"Sudah tadi di mobil mah, makan roti "
"Nadin rekap laporan dulu ya mah, mama istirahat aja dulu, udah minum obat mah? "
"sudah mba, ini kayaknya udah bereaksi obatnya mama ngantuk" membaringkan tubuhnya di atas ranjang rumah sakit..
"Ya sudah mama tidur aja dulu, nanti kalo dokter datang mba bangunin mama " merapikan selimut mama.. dan berjalan ke arah sofa..
hampir empat jam mama tertidur dan dokter juga belum datang visit sampe jam besuk tiba dokter juga belum datang..
Nasya dan tunangannya vino saat ini tengah berada di ruang rawat mama. tujuannya menjenguk mama karena mama masih tertidur jadi mereka menunggu mama bangun sambil bercerita.
"Nad, maaf ya baru bisa besuk tante." ujar nasya.
__ADS_1
"Dari kemarin kerjaan padat banget,"
"gapapa sya santai aja ihh, eh tapi kok tumben mas vino bisa ikutan " tanya nadin kebingungan
"kebetulan tadi lagi ada sidang di PN dekat kantor nasya,pas mau ngajakin makan siang dia bilang mau jengukin mama kamu" ujar vino
"yahh maaf ya mas vino gara- gara nadin minta nasya ke sini acara makan siang kalian terganggu" menangkupkan kedua tangannya
Saat tengah asyik berbincang Dokter datang dengan di dampingi dua orang perawat.
Nadin langsung berjalan mendekati ranjang mama dan pelan-pelan membangunkan mama.
Dokter Satria masih diam terpaku memandangi gadis di depannya..saat satu tepukan di bahunya menyadarkannya.
"Bro, apa kabar ?" vino mengagetkannya.
" Hallo bro vino apa kabar? " memeluk sahabatnya yang sudah satu bulan ini tak bertemu karena kesibukan masing-masing..
"Nadin kamu inget kan sama Satria" ujar vino menatap Nadin..
"Satria, bang sat " ujarnya menutup mulutnya dengan ke dua tangannya
" maaf maksud aku bang Satria yang dulu kakak kelas aku" jawabnya..
Vino mengangguk
" ya Allah dokter Satria itu bang satria" tanya nya masih tak percaya..
Satria hanya mengulas senyum
Nasya dan dua orang perawat hanya terdiam menyaksikan adegan tali kasih ini..
"Jadi kamu kenal sama dokter ganteng ini mba?" mama sudah terbangun dan duduk di atas ranjang..
Nadin hanya mengulas senyum ke arah mama
"Maaf dokter gimana hasil lab.mama" tanya nadin..
"Hasilnya baik, tapi perlu observasi satu hari lagi, setelah saya selesai visit bisa temui saya ke ruangan saya nanti biar perawat yang mengantarkan anda" ujarnya datar..
"bro, gue tinggal visit dulu ya, ntar malam futsal jangan lupa " menepuk bahu vino..
"Ibu Dewi saya pamit dulu, istirahat dulu kalo besok tensi sudah normal ibu bisa pulang"ujarnya lembut kepada mama..
Satria keluar dari ruangan rawat mama dengan perasaan bahagia yang membuncah.rasanya ingin berlari kearah nadin dan memeluknya.
selesai visit satria kembali ke ruangannya..
_______________________________________________
Satria pov
Hari ini aku merasa bahagia dan bersemangat.setelah sekian lama aku mencari nadin tanpa terduga aku bertemu dengannya.
Awalnya aku sempat kesal karena harus menggantikan dokter Rini yang tengah cuti, tapi sepertinya aku akan berterimakasih dengan dokter Rini.karenanya aku bertemu dengan Nadin cinta monyetku dan cinta pertamaku saat masa sekolah ,wanita pertama yang menempati hatiku..
__ADS_1
Setelah selesai visit aku meminta nadin ke ruanganku dengan alasan akan membacakan hasil lab bu dewi mama nadin, padahal di baca di depan bu dewi juga gakpapa. karena aku tak mau kehilangan dia lagi aku beralasan untuk menyampaikan info tentang mamanya hanya ber dua..
Tok..tok..
pintu ruanganku di ketuk terdengar salam dari luar. ku persilahkan Nadin masuk dan kami duduk berhadapan.
Dia tersenyum ke arahku "Maaf dokter gimana hasil lab mama" tanya nya tanpa basa basi..
"Tekanan darah normal, hanya sepertinya ada masalah di ginjal bu dewi " ujarku datar..
ohh tuhan kenapa denganku, jangan sampai dia menjauh lagi karena sikap dingin ku ini..
"Apa masalahnya serius dok" tanyanya lagi kembali.
Kali ini aku coba tersenyum kepadanya.
"Gak begitu serius tapi harus di tangani serius "
" Apa mama perlu cuci darah? " tanyanya kembali..
"untuk saat ini belum, tinggal di jaga saja dengan baik,kamu tenang saja asal makannya di jaga" ujarku menenangkannya
"oh ya ini kartu nama saya, jika ada yang perlu di tanyakan bisa hubungi saya di nomer ini" aku menyerahkan kartu namaku, berharap dia menghubungiku..
"maaf Nadin apa kamu masih mengingatku" aku mencoba beralih membicarakan masalah pribadi..
Dia nampak terkejut
" Dokter kakak kelas ku saat di SD dan saat Smp pindahan dari Smp 14 kan? " ujarnya tersenyum
Aku mengangguk mengiyakannya..
dia tersenyum lebar dan memanggilku
"Bang sat ria" panggilan khusus darinya untukku sejak dulu walaupun aku kesal karena dia memanggilku dengan terputus-putus,tapi ada rasa bahagi di dalam hati..
"Nad nad " panggilku. dia tertawa mengingat pangilan yang aku berikan dulu untuknya..
"gak nyangka ya bang kita ketemunya di sini " ujarnya masih tertawa..
ponselnya berbunyi menghentikan tawanya
wajahnya kulihat datar
" iya aku kesana sekarang" dia mematikan ponselnya
"nanti aku hubungi abang ya, makasih ya bang sudah mau merawat mama" ujarnya berpamitan denganku mengulurkan tangannya untuk ku jabat..
ku jabat tangan mungilnya yang lembut saat kulit telapak tanganku bersentuhan dengan kulit telapak tangnku aku merasakan desiran hebat di dadaku.ohh tuhan rasa ini selalu ada untukmu Nadin..
dia melepaskan jabatan tangannya, menunduk dan berlalu keluar ruanganku..
ku pandangi kepergiannya, kali ini tak akan ku lepaskan dirimu nadin..
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1
jangan lupa like dan votenya kakak π