
"Tidak Sayaaang... Aku gak mau menikah dengan Friska... Aku tak mencintainya..." Kata Atala masih tak terima dengan keputusan Vita.
Vita menghela nafas. Vita menggenggam tangan Atala. "Kak... bagaimana jika hal yang menimpa Friska menimpa pada Adik Kakak? Apa yang akan Kakak lakukan?" Tanya Vita.
"Aku akan mencari pelakunya sampai ke ujung manapun." Kata Atala tegas.
"Butuh waktu berapa lama Kak?" Tanya Vita.
Atala terdiam. Atala akhirnya menggeleng. Dia teringat akan perkataan Tante Siska.
Kalau Kamu menyuruh Kakak menikahi "Friska, berarti Kamu menuduh Kakak sebagai pelakunya...???" Atala tertunduk sedih.
Vita terperanjat apa yang dikatakan Atala. Tak ada alasan baginya untuk mengalah kalau bukan karena kasihan pada Friska. Tapi Vita tak dapat mengatakan sebenarnya pada Atala. Vita juga mendengar perkataan Tante Siska.
"Kak.... Kalau kata orangtua dahulu....Posisi Kakak sekarang seperti 'si buah simalakama' Dimakan mati bapak tak dimakan mati ibu..... Serba salah... Kalau Kakak bertahan dengan pendirian Kakak menikahiku, Kakak gak akan bisa juga keluar dari sini, karena semua bukti tertuju pada Kakak." Jelas Vita.
"Papa sudah berusaha mencari pengacara terbaik tapi Mereka tak memegang satu kunci pun. Orang yang mengajak Friska untuk minum-minum pun tak terlihat di CCTV. Aku hanya bisa berdoa demi kebahagiaan dan keselamatan Kakak. Mudah-mudahan yang berbuat jahat pada Kita dibukakan pintu hatinya dan mau mengakui semua kesalahannya." Jelas Vita lagi.
Airmata Atala jatuh ke pipi. "Andai saja Aku tak ceroboh. Andai Aku membawa Papa nya Friska... Andai saja... hik... hik... hik...." Atala sangat terpukul. Dia begitu polos ingin menolong Friska. Semua karena kebaikan hatinya yang selama ini ditanamkan oleh Tia dan Lambok.
Tia pun ikut menangis. Tia juga terpukul dengan kejadian ini. Karena fitnah ini membuat kedua anaknya menderita.
Kunci nya ada pada Friska, tapi kondisi Friska pun sangat tak memungkinkan untuk dimintai keterangan. Dia hanya menyebut nama Atala saja.
_________________________
Apa maksud undangan ini, Di? Tanya Teguh pada Diandra mantan istrinya. Teguh masih memanggil Diandra dengan sebutan sayangnya: DI.
Diandra masih tak bisa menutupi keterkejutannya melihat teguh yang tiba-tiba datang. Dia sedang menyiram tanaman di halaman rumahnya dan Joey baru saja berangkat ke Kantor karena Dia memang sedang ada kerjasama dengan Perusahaan di Jakarta.
__ADS_1
"Maaf Mas... Suami ku tak ada dirumah... Jadi sebaiknya Mas kembali lagi nanti kalau Suamiku sudah kembali." Tegas Diandra yang langsung meninggalkan Teguh di teras yang terpaku.
Teguh hendak menggapai tangan Diandra tapi penjaga rumah Diandra dengan sigap menghalangi niat Teguh.
"Maaf Pak... Lebih baik Bapak menuruti perkataan Ibu Diandra." Kata Penjaga itu.
Teguh menghela nafas. Dia menahan rasa penasarannya. "Aku harus bertemu Atala. Tapi.... Dimana Atala? Ya Allah... Aku benar-benar tak percaya ini." Teguh pun meninggalkan rumah mantan istrinya.
Diandra mengintip dari jendela ruang tamu nya yang tertutup hordeng. Dia menghela nafas. "Ya Allah... Kenapa Dia bisa menerima undangan itu? Apakah Atala yang mengundangnya? Atau Suamiku yang mengundangnya?" Batin Diandra.
Diandra bergegas masuk karena mendengar buah hati nya yang terdengar menangis di kamar.
________________________
"Apa..?!!! Atala di penjara?? Tapi bagaimana mungkin?" Tanya Teguh pada Lambok.
Teguh memang masih penasaran dengan Undangan yang Dia terima. Yang Teguh tahu, kalau Atala Putera Tia dan Lambok tapi di undangan tertulis namanya sebagai Ayah kandungnya dan Diandra sebagai Ibu nya.
Lambok menceritakan semua perihal kehidupan Atala pada Teguh. Teguh menjambak rambutnya.
"Ya Allah... Aku begitu egois hingga tak melihat penderitaan Diandra dan anak ku...." Teguh terlihat sangat menyesal.
Dia memang telah menikah dan mempunyai anak dari wanita lain. Teguh memang telah menghianati Diandra. Dia tak pernah benar-benar meninggalkan selingkuhannya terdahulu sebelum Atala lahir. Karena selingkuhannya itu ternyata hamil.
Teguh menikahi kekasihnya secara sirih dengan catatan Dia gak boleh membongkar pernikahannya ini. Wanita itu menyanggupi karena Dia begitu mencintai Teguh.
Setelah Teguh bercerai dengan Diandra, Teguh langsung mengurus pernikahan sah nya dengan Wanita itu. Dan Usia anak dari Wanita itu terpaut 3 tahun usia nya dengan Rasya Aditya dan Atala.
"Jadi Putera kandungku masih hidup dan Dia adalah Atala.... Ya Allah... Atala... Maafkan Papa, Nak..." Teguh benar-benar menyesal.
__ADS_1
Lambok menepuk bahu Teguh perlahan. "Sudah lah Mas....Semua sudah terjadi dan sudah berlalu. Semua yang telah terjadi tak dapat diulang kembali." Kata Lambok bijaksana.
"Yang terpenting sekarang, bagaimana caranya mengeluarkan Atala dan mendapatkan bukti-bukti kalau Atala tak bersalah dan bukan Atala yang melakukan perbuatan itu." Kata Lambok lagi.
"Friska itu siapa?" Tanya Teguh. "Apa Aku mengenal Orangtua nya?" Tanya Teguh.
"Aku gak tahu Mas mengenalnya atau gak. Ayah nya adalah Rafael Saputera, Direktur Utama di Perusahaan Papa dulu yang kini menjadi milik Tia." Jelas Lambok.
Teguh mengangguk. "Aku mengenalnya. Rafa adalah teman kuliah ku dulu. Aku akan coba bicara dengannya."
Lambok hanya menghela nafas. Dia tak berani berharap banyak pada Teguh.
___________________________
"Jadi Atala, Putera kandungmu? Kalau begitu bagus dong kalau Kita berbesanan." Kata Rafa sangat senang.
"Tapi Atala tak mencintai Puteri mu. Dia mencintai Vita, Puteri Lambok." Kata Teguh berharap Rafa mau membebaskan Atala.
"Lalu bagaimana dengan nasib Puteri ku. Hidupnya sudah hancur. Masa depan nya sudah gelap. Pria mana yang mau terima perempuan yang sudah tidak perawan?" Kata Rafa pelan.
Teguh menghela nafas. "Zaman sekarang banyak laki-laki yang tak terlalu memikirkan keperawanan. Yang penting Mereka saling nyambung, Insya Allah Friska akan datang jodohnya." Bujuk Teguh.
"Aaahhh... Kamu sama saja dengan Lambok. Kalau Kamu tak juga mau membiarkan Atala menikahi Friska, Aku jamin Atala tak akan pernah bebas dari tahanan Polisi." Ancam Rafa.
"Kamu tak berubah Rafa.. Masih sama seperti dulu....Egois dan selalu ingin menang sendiri. Apa yang Kamu inginkan harus Kamu dapatkan. Bagaimana nasib Putera ku nanti jika Dia menjadi menantumu." Kata Teguh.
"Yang terpenting bagiku saat ini, Atala menikahi Friska. Karena Friska begitu mencintai Atala." Kata Rafa.
"Apa Friska akan bahagia jika Atala tak mencintainya? Apa hidupnya akan bahagia dengan Atala yang tak punya perasaan sedikitpun pada Puteri mu?" Tanya Teguh.
__ADS_1
"Aaahhh... Cinta akan tumbuh dengan sendirinya. Nanti Atala akan terus bersama Friska, cinta itu akan tumbuh. Buktinya, Aku dan Siska hingga sekarang saling mencintai." Kata Rafa.
Teguh menghela nafas. "Kamu memang egois." Teguh meninggalkan ruang kerja Rafa. Teguh memang datang ke Perusahaan Wijaya dan langsung menemui Rafa di ruangannya.