
Pagi yang cerah,ketika lima ekor kuda dipacu membelah keheningan hutan itu.
Alex beserta ketiga istri dan seorang pengawalnya,memacu kudanya dengan cukup kencang di jalan raya yang membelah sebuah hutan menjadi dua bagian itu.
menjelang tengah hari mereka tiba di pinggir sebuah sungai yang melintang di depan mereka selebar kurang lebih sepuluh Depa,tetapi berair dangkal setinggi lutut kuda.
Ketika mereka hampir sampai di tepi sungai, serombongan prajurit yang tampak mengawal sebuah kereta yang sangat mewah berhenti di pinggir sungai itu juga.
Dari Panji Panjinya yang dibawa salah satu prajurit,terlihat kalau mereka dari negeri Sumeon,salah satu negeri besar di Utara benua tanah para Dewa.
Negeri ini dipimpin oleh seorang Ratu yang sangat cantik jelita bernama Ratu Helena.
Ratu Helena memang cantik jelita,tetapi karena ilmunya yang sangat tinggi,sehingga tidak ada satu Kaisar pun yang berani meminangnya.
Ratu Helena sebenarnya baik hati,tetapi dia bisa bersifat sangat arogan kepada orang yang tidak dia sukai.
Para pengawal Ratu Helena adalah para pendekar pilihan se tanah para Dewa ini,kemampuan mereka sudah teruji dan sangat dikenal sebagai sepuluh ksatria utama.
Ketika kuda Alex mulai mendekati pinggir sungai,beberapa orang prajurit menahan kuda mereka,dan menyuruh mereka berhenti.
Ratu ini juga memiliki empat orang pengawal utama yang selalu menyertai kemanapun dia pergi yang terdiri dari gadis gadis cantik berkemampuan sangat tinggi yang disebut dengan empat Dewi utama,yang bernama, Dewi Arashi, Dewi Suli,Dewi Zuhaili, Dewi Candrani.
"Maap tuan,mengapa menahan kuda kami, ijinkan kami meneruskan perjalanan kami tuan "kata Alex berusaha merendah.
"Kalian tidak boleh meneruskan perjalanan, dan mundurlah sejauh seratus langkah dari sini baru boleh beristirahat, atau cari jalan lain sejauh seratus langkah kehilir sungai atau seratus langkah kehulu sungai" kata prajurit itu dengan garangnya.
"Kenapa harus menghindar sejauh itu?, inikan jalan umum tuan, siapa saja boleh lewat disini?"tanya Alex tetap berusaha seramah mungkin.
Kereta kencana yang ditarik oleh empat ekor kuda putih itu telah berhenti tepat di tepi sungai,sedangkan kesepuluh ksatria yang mengawalnya dengan menunggang kuda, berbaris mengelilingi kereta mewah itu.
"Rupanya kau mencari mati ya,apakah kamu tidak tahu kalau rombongan ini sedang mengawal Ratu Sumeon yang sedang pulang dari kunjungannya,selama sang ratu berjalan,tidak diperkenankan seorangpun untuk mendahului beliau,tidak perduli kau siapa atau apapun jabatan mu"kata prajurit pengawal itu tetap dengan sikap garang dan arogan yang di buat buat.
"Maap kami cuma mau lewat,kami tidak perduli dengan segala macam ratu atau raja ataupun Kaisar,kami tidak mengganggu siapapun, cuma serombongan keluarga yang sedang melakukan perjalanan tuan,ijinkan lah kami menyeberang"kata Alex dengan berusaha menekan kemarahannya sekuat mungkin,karena dia tidak ingin terjadi bentrok disini.
Tetapi sang prajurit itu bukannya mengijinkan, tetapi malahan semakin bertambah murka mendengar perkataan Alex.
Ditambah lagi dia tidak melihat tingkat kultipasi Alex dan rombongannya, dia menyangka bahwa Alex dan rombongannya cuma serombongan pedagang biasa saja yang tampa kebisaan apa apa.
"Rupanya kau memang tidak memiliki kuping ya, sudah kubilang saat Ratu Helena sedang berpergian,tidak seorangpun yang diperkenankan untuk mendahuluinya!"kata sang prajurit dengan suara agak membentak.
"Kami tidak melakukan apapun pada rombongan tuan,tidak pula membuat masalah,kenapa kami harus mundur sejauh seratus langkah?"tanya Alex.
"Rupanya kau memang kepengen dipukul ya, kami tidak memerlukan alasan apapun untuk menyuruh mu berbalik arah,meskipun kau seorang Dewa,kau tidak bisa melawan aturan yang telah ratu tetapkan" prajurit itu kini memplototi matanya kearah Alex.
"Menyingkirlah tuan dari hadapan kuda ku,dan ijinkan kami meneruskan perjalanan kami"kata Alex.
Prajurit itu menjadi semakin marah saja melihat Alex yang tidak mengindahkan larangannya dan berkeras ingin menyeberang sungai dangkal itu.
Karena sangat marah mendengar Alex yang membantah kata katanya, prajurit itupun mengayunkan tangannya hendak memukul kepala kuda Alex.
"Bum!!".
Tiba tiba sebuah ledakan terdengar dan tahu tahu tubuh sang prajurit itu telah melayang terpelanting ketengah sungai itu dan jatuh dengan bokong terlebih dahulu.
Prajurit yang lain bengong karena tidak sempat melihat apapun yang terjadi,saat terdengar suara ledakan,mereka cuma melihat tubuh rekan mereka terpelanting ke tengah sungai dangkal itu ,tanpa sempat melihat siapa yang telah melakukannya.
Prajurit arogan itu jatuh terduduk di tengah sungai,sehingga pakaiannya basah semua.
Terdengar suara umpatan sumpah serapah sang prajurit itu kalang kabut tak karuan,sambil berjalan terpincang pincang kepinggir sungai.
__ADS_1
"Kau terlalu arogan sebagai prajurit tuan, saya cuma mau lewat kesembarang untuk meneruskan perjalanan kami,jangan sampai ada korban yang tidak berguna disini tuan"kata Alex berusaha sekuatnya untuk menekan rasa amarah di dalam hatinya.
"Tunggu,kau boleh meneruskan perjalanan, tetapi tinggalkan kepala mu disini anak muda"kali ini salah satu dari sepuluh ksatria yang menyahut perkataan Alex,sambil melangkah mendekati Alex.
Alex menarik nafasnya dalam-dalam,kemarahan didalam hatinya mulai meledak.
"Kau boleh mengambilnya tuan,bila memang kau memiliki kemampuan untuk mengambilnya,maka dengan senang hati akan kuserahkan kepala ku kepada mu,tapi bila tidak,maka kepala mu yang akan aku ambil" nada suara Alex kini telah meninggi,kemarahannya serasa sudah mencapai ubun ubun kepala nya.
Salah satu ksatria yang bernama ksatria Laeiya itu tertawa terbahak bahak seolah olah apa yang diucapkan oleh Alex adalah satu hal yang sangat lucu.
"Kau kira aku tidak mampu melakukannya?, ha ha ha,jangankan memotong kepala mu,memotong kepala guru mu saja aku mampu melakukannya,semudah memotong kepala anjing saja"kata sang ksatria Laeiya.
Memang selama ini sepuluh ksatria utama itu adalah ksatria pilih tanding yang jarang mendapatkan lawan yang seimbang,sehingga tidak salah juga bila di hati mereka timbul sifat sombong dan arogan.
"Kalau kau memang mampu,kenapa tidak segera kau lakukan tuan, tetapi jangan menyesal bila keadaan berbalik" kata Alex dengan nada menantang.
Dari dalam kereta mewah itu keluar lima orang perempuan cantik dengan seorang perempuan yang sangat cantik jelita berhiaskan sebuah Tiara cantik terbuat dari emas dan berlian di kepalanya.
Perempuan cantik jelita itu tidak berkomentar apa apa,cuma menatap pertengkaran antara Alex dan ksatria nya.
Mungkin hati sang Ratu menjadi sedikit tersinggung mendengar ucapan Alex tadi,sehingga dia menanggapinya dengan ketus, "pemuda dengarlah,bila kau bisa membuktikan ucapan mu terhadap ksatria ku,maka seratus ribu keping emas untuk mu,tetapi bila tidak bisa,maka kau harus menunduk dan menyembahku sebagai seorang budak terhadap majikannya,dan kau ksatria,bila kau berhasil membuktikan perkataan mu tadi,maka seratus ribu keping emas menjadi milik mu"...
Bagai manapun sang Ratu ini sangat mengenal kemampuan ksatria nya yang sudah sekian lama bersama nya itu.
Mendengar perkataan sang Ratu tadi,sang ksatria utama menjadi sangat riang karena bakalan mendapatkan bonus seratus ribu koin emas.
"Ratu jangan khawatir, akan kubuat pemuda ini menjadi budak mu Ratu,hamba cuma memerlukan satu jurus saja"jawab sang ksatria utama itu dengan congkaknya.
"Lakukanlah sekarang!" perintah sang Ratu.
Mendengar perintah dari Ratunya,ksatria Laeiya bergerak kearah Alex dengan gerakan yang sangat cepat sambil melayangkan pukulan tangan kanannya kedada Alex dengan tenaga yang cukup besar.
Sang Ratu pun tercengang sambil membelalakkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Tiba tiba dia melihat tubuh pemuda yang menjadi lawan dari pengawalnya itu menghilang dari pandangannya dan muncul begitu saja tepat dibelakang sang ksatria nya.
Seandainya Alex menghendakinya,dengan kecepatan seperti itu,dia bisa saja melayangkan pukulan ke tengkuk sang ksatria nya itu tanpa bisa dihindari oleh sang ksatria nya itu.
Dengan sangat penasarannya,sang ksatria membalikan tubuhnya dan kembali menyarangkan satu pukulan dengan tenaga penuh kearah dada Alex.
Kejadian tadi kini terulang kembali,tiba tiba tubuh Alex raib dari hadapan sang ksatria bernama Laeiya itu dan sudah berdiri di belakangnya.
Kini sang ksatria menghunus pedangnya, dan aura berwarna kuning langsung menyebar dari pedang itu.
"Rupanya kau memiliki sedikit ilmu sihir,tetapi kau jangan berbangga dahulu,karena pedangku ini tidak pernah gagal dalam membunuh mangsanya"kata sang ksatria sambil mengacung acungkan pedang nya ke muka Alex.
"Hati hati tuan,senjata tidak bermata,dia bisa melukai siapapun,bahkan tuannya sendiri"kata Alex sambil turun dari kudanya dan menyerahkan tali kekang kuda kepada putri Annchi.
"Cabutlah pedang mu anak muda,aku tidak ingin dikatakan menyerang orang yang tidak bersenjata"kata ksatria utama Laeiya.
"Tuan aku jarang menggunakan pedang, karena bila aku menggunakan pedang, maka akan ada kepala orang yang putus dari badannya"jawab Alex.
Kata kata Alex justru membuat amarah di hati ksatria utama Laeiya makin berkobar kobar.
"Apakah kau takut bertarung ilmu pedang dengan ku,sudah ku bilang aku tidak akan melawan orang yang tidak berpegang,ayo cepat keluarkan pedang mu dan kita bertarung!" teriak sang ksatria utama Laeiya marah karena merasa diremehkan.
"Baiklah bila itu mau mu tuan,tetapi aku sudah memperingatkan kamu,jangan salahkan aku bila bertindak berlebihan"kata Alex sambil mengeluarkan pedangnya.
Seberkas cahaya berwarna putih kemilau keluar dari telapak tangan Alex berbentuk sebilah pedang.
__ADS_1
Melihat Alex mengeluarkan satu pedang berbentuk aneh yang terbuat dari cahaya, sebenarnya hati sang Ratu sangat terkejut.
Tetapi keyakinannya kepada pengawalnya mengalahkan kebimbangan hatinya.
sang ksatria Laeiya bergerak sangat cepat mengelilingi tubuh Alex dengan harapan Alex tidak memiliki kesempatan untuk berpindah tempat kembali.
Ketika merasa Alex sudah tidak bisa berbuat apapun,maka dengan gerakan yang sangat cepat,sang ksatria mengayunkan pedangnya kearah leher Alex.
Seluruh yang melihat merasa yakin kalau kali ini kepala Alex akan menggelinding jatuh ketanah.
"Trang!!".
"Crass!!".
Ketika terjadi benturan dua senjata pedang itu, bunga api berhamburan kemana mana.
Sang Ratu termangu menatap kearah pertarungan itu,dengan tatapan tidak percaya.
Yang tampak kini adalah tubuh sang ksatria utama yang masih berdiri tegak,namun tidak lagi dengan kepalanya.
Kepala itu kini terjatuh ketanah lalu menggelinding kepinggir sungai dangkal itu.
Setelah berputar putar ditempatnya beberapa saat,akhirnya tubuh sang ksatria utama Laeiya itupun tubuh terjungkal ketanah.
Melihat kejadian itu,seluruh prajurit pengawal menjadi kalang kabut tidak karuan lagi.
Sedang kan kesembilan orang dari sepuluh ksatria utama itu langsung melompat kedepan Alex siap menyerang.
Alex nampak tenang saja sambil mempersiapkan tenaga untuk menyongsong serangan itu Alex berkata, "kalian majulah bersamaan agar tidak terlalu lama aku menyelesaikan masalah ini"...
Salah seorang dari kesembilan orang itu menatap kearah Alex dengan tatapan amarah dan dendam yang membara dihatinya setelah salah satu dari sepuluh ksatria utama itu tewas begitu saja ditangan Alex.
"Kau terlalu jumawa anak muda,ingatlah kesombongan bisa menghancurkan seseorang,jangan kira dengan kepandaian secuil itu kau bisa menghancurkan semua ksatria utama ini"kata salah seorang dari sembilan orang yang tersisa.
"Apakah aku jumawa tuan?,aku meminta baik baik,memohon kepada kalian agar memberikan kami jalan,tetapi kalian tetap menginginkan adanya masalah,jadi ketika masalah datang,janganlah kalian menyesal dan jangan menghindar".
"Kau tidak perlu berceramah dihadapan ku anak muda,kau masih ingusan,membersihkan ingus mu saja masih belum bisa,sudah berlagak menggurui kami,tidak usah pakai keroyokan,cukup tenaga ku sendiri kau kuberi kesempatan tiga jurus untuk menghindar,bila dalam tiga jurus kau bisa menghindar,aku akan mengaku kalah kepada mu"kata sang ksatria utama yang bernama Ramondher itu.
Ramondher mengambil ancang ancang sambil mengerahkan semua kekuatannya.
Dia memang memiliki jurus halimun,jurus yang tidak bisa dilihat oleh lawannya,dan tahu tahu serangan telah mendarat di areal vital musuh.
"Kakak berhati hati,laki laki ini memiliki jurus siluman yang bisa menipu pandangan mata manusia,gunakan mata Dewa kakak"terdengar Dewi muyimaeva membisikan peringatan melalui telepati ketelinga Alex tanpa siapapun mendengarnya.
Mendengar peringatan dari istrinya yang seorang Dewi itu,Alex segera menerapkan mata Dewa nya.
Kedua mata Alex kini tidak lagi berwarna lain sebelah,tetapi menjadi putih kemilau dengan retinanya yang berwarna biru tua.
Tiba tiba hati Ratu Helena berdetak kencang setelah memandang perubahan warna mata pemuda dihadapannya yang kini akan bertarung dengan pengawal pribadinya itu.
Tiba tiba saja wajah pemuda dihadapannya itu berubah menjadi sangat luarbiasa tampan dan berwibawa.
Tetapi sifat tidak mau kalah dan penasaran dengan pemuda itu,membuat sang Ratu tetap diam memperhatikan pertarungan itu.
Sang ksatria utama Ramondher kini mulai menerapkan ilmu halimun nya,tubuhnya memecah menjadi dua,satu yang tetap ditempat asalnya adalah bayangan,sedangkan yang bergeser kesebelah kiri adalah yang aslinya.
Tentu saja tubuh yang asli ini tertutup halimun alias tidak bisa dilihat oleh mata biasa ,yang terlihat cuma tubuh palsu alias bayangannya saja.
*********
__ADS_1