
Ketika tubuh Alex sudah kembali pada keadaan semula,dia nampak seperti pemuda biasa pada umumnya dengan ketampanan diatas rata rata namun tidak luar biasa,
Dia terlihat seperti pemuda lemah dan tidak meyakinkan kalau dia tuan agung dewa suci.
Putri Kayla dan Dewi Paraditha juga datang memeluk tubuh sang suaminya itu.
"Kakak sangat keren, kami sampai tidak mengenali kakak lagi, kakak seperti bukan kakak yang biasanya, sayap kakak sebanyak itu dengan warna warni indah,sejak kapan kakak sadar sayap itu ada?" tanya Dewi Paraditha.
Alex cuma tersenyum simpul menatap wajah Dewi Paraditha yang cantik.
"Itu lama sekali,semenjak aku bisa mengaktifkan darah mahluk suci di tubuh ku,aku tahu bahwa aku mempunyai sayap, tetapi tidak sebanyak sekarang,baru setelah aku bisa melampaui Dewa cahaya dan masuk pada Dewa sempurna, aku mempunyai seratus sayap berwarna warni ini" jawab Alex.
"Aku tidak mengetahui apa itu Matrix,apakah adik Dewi mengetahuinya?"tanya putri Annchi kepada Dewi muyimaeva.
Dewi muyimaeva menggelengkan kepalanya, "Aku juga tidak tahu kakak putri, tetapi menurut kaisar dewa suci,Matrix itu adalah pusat kendali semesta ini, Matrix ada jauh sebelum semesta ini dibuat, Matrix lah yang mengendalikan semesta ini sehingga tidak saling tabrak dan saling hantam atau saling tumbuk"jawab Dewi muyimaeva.
Karena belum begitu puas dengan jawaban sang Dewi muyimaeva, putri Annchi pun berpaling pada Alex seolah meminta penjelasan.
Alex menganggukkan kepalanya, Dewi benar, dan satu saat bila tugas ku sudah selesai,kalian bisa melihat apa itu dunia Matrix "jawab Alex.
Para wanita meneruskan pekerjaan mereka tadi yang sempat tertunda, yaitu memasak untuk makan siang mereka
Sambil bekerja,mereka terus membicarakan perihal tadi.
"Tuan putri,melihat kejadian tadi,hamba semakin yakin untuk menggambarkan diri hamba kepada yang mulia Kaisar"kata Dewi Arashi kepada junjungannya putri Helena.
"Benar putri,rasanya keputusan tuan putri tidak salah,hamba mendukung tuan putri seratus persen"kata Dewi Candrani menguatkan pendapat sahabatnya.
Begitulah komentar empat Dewi utama kepada junjungan mereka itu.
Setelah makanan semua siap,mereka segera menyantap bersama diselingi oleh canda tawa mereka.
Selesai makan,mereka kembali meneruskan perjalanan mereka dengan memacu kuda masing masing.
Setelah peristiwa tadi,kini Pegasus lebih bersemangat lagi berlari membawa tuannya, karena kini dia tahu siapa tuannya ini sebenarnya.
Tampak lemah dan tidak meyakinkan,tetapi ternyata dialah laki laki terkuat di semesta raya ini.
Menjelang sore hari, mereka tiba di sebuah hutan berbukit bukit dan juga terdapat lembah yang tidak terlalu dalam.
Mereka segera menuruni lembah dengan menuntun kuda mereka masing masing.
Hutan yang tidak terlalu rapat,membuat mereka dengan leluasa menuntun kuda mereka.
Ternyata di situ terdapat sebuah telaga cukup besar dengan sebuah batu besar sebesar empat buah rumah dan tinggi menjulang di tengah tengah telaga itu.
Sedangkan berjarak sekitar tiga ratus langkah kearah selatan,terdapat sebuah kuil tua yang sudah tidak terawat lagi.
Alex membersihkan kuil itu dari semak semak yang mengganggu, sementara para wanita membersihkan ruangan dalam kuil itu.
Selesai membersihkan ruangan dalam kuil itu, para wanita segera menghidupkan api untuk mempersiapkan masakan untuk makan malam mereka.
Didepan kuil itu terdapat sebuah batu besar dengan satu sisinya dibuat rata dan bertuliskan, "ini kuil Dewi Bulan,di persembahkan untuk menghormati Dewi Bulan yang menyelamatkan penduduk dari kemarau yang panjang".
Kuil Dewi Bulan ini cukup tinggi dan sebenarnya cukup besar juga.
Namun yang agak aneh bagi Alex adalah letak kuil ini tepat pintu masuk nya menghadap kearah batu besar yang mencuat dari dasar telaga itu dan menghadap matahari terbit serta membelakangi matahari terbenam.
__ADS_1
Setelah berpikir sejenak,akhirnya Alex terperanjat,ya,bentuk kuil ini sangat serasi dengan bentuk batu muncul ditengah danau itu.
Kebetulan kah atau memang ada hubungannya dengan batu yang berada di tengah danau itu.
Lama Alex mengamati fenomena itu,kenapa bisa bentuk kuil ini simetris dengan bentuk batu muncul yang berada di tengah danau itu,dan bila diukur,mungkin luasnya pun sama.
Dua orang istrinya datang mendekati,putri Annchi dan Dewi muyimaeva sambil membawa teh harum yang dicampur gula aren untuk nya.
"Kak,kenapa bengong, sepertinya serius sekali, ada apa yang kakak pikirkan?"tanya Dewi muyimaeva.
"Tidak,aku cuma heran saja coba kalian perhatikan antara batu yang muncul ditengah danau itu dengan kuil ini,adakah yang salah menurut kalian?"tanya Alex kepada kedua orang istrinya itu.
Putri Annchi dan Dewi muyimaeva menatap kearah kuil dengan teliti,kemudian beralih kepada batu muncul yang ada di tengah danau itu,cukup lama barulah keduanya terperanjat.
"Hei bukankah bentuk kuil ini sangat mirip dengan batu muncul ditengah danau itu?"putri Annchi yang pertama kali menyadari itu.
"Ya ya kakak benar,batu muncul itu sangat mirip dengan bentuk kuil ini,serta ukurannya pun mungkin sama persis"kata Dewi muyimaeva baru menyadarinya.
"Dan lagi coba kalian perhatikan letaknya, sama persis Utara Selatan dan saling berhadap hadapan"kata Alex kepada kedua istrinya itu.
"Iya iya kakak benar,ada apa sebenarnya dengan kuil Dewi bulan ini,dan misteri apa yang ada disekitar telaga ini"kata Dewi muyimaeva merenung sesaat.
Alex melirik batu prasasti didepan kuil itu,tidak ada keterangan apapun.
Juga di sekeliling kuil tidak lagi ada keterangan apa pun.
Alex dan istrinya masuk ke dalam kuil karena dipanggil putri Kayla untuk makan.
Mereka ber sepuluh orang itu makan sambil bercengkrama dan bercanda gurau.
Alex duduk di halaman kuil sambil menikmati pemandangan malam di telaga yang cukup besar ini,kebetulan malam ini bulan purnama penuh, sebentar lagi sang bulan akan muncul di ufuk timur.
"Kak,kira kira siapa yang membuat kuil Dewi Bulan ini ya,dengan maksud apa,apa pemujaan pada Dewi Bulan?"tanya putri Annchi sambil mereguk minumannya.
"Entah lah,mungkin orang sakti jaman dahulu" jawab Alex asal.
Mereka terus berbincang hingga malam mulai larut.
Alex mengajak kedua istrinya itu untuk masuk kedalam kuil.
Baru saja mereka berbaring beberapa saat, tiba tiba putri Annchi dan Dewi muyimaeva tersentak langsung duduk dari tidurnya.
"Ada apa kalian duduk bersamaan seperti itu?"tanya Alex.
"Tidaklah kakak mendengar sesuatu?"tanya Dewi muyimaeva kepada Alex.
Alex mencoba menajamkan pendengarannya, dan Lamat Lamat dia mendengar suara tangis seorang wanita yang amat memilukan itu.
Suara itu sepertinya berasal dari telaga itu.
"Heh,ada suara wanita menangis,ada suara wanita menangis,dimana ya?"tanya putri Helena sambil menggosok gosokan matanya yang sempat terlelap dalam tidur.
Mereka semua. bangkit keluar dari kuil itu perlahan sambil mendengarkan dari mana suara itu berasal.
"Huu huu huu,ibu,tolong aku bu,aku kesepian bu, ibu"suara tangis itu mendayu Dayu membuat hati orang yang mendengarnya menjadi ikut terasa pilu juga.
Mendengar suara tangisan yang sangat pilu itu,para wanita semuanya tiba tiba serentak menangis terisak Isak pula.
__ADS_1
"Apakah kalian terkena sihir suara tangis itu?"tanya Alex tidak mengerti kenapa justru para wanita yang terisak Isak menangis.
Semakin Alex menyadarkan mereka, semakin tangis mereka menjadi jadi,seolah sedang merasakan peristiwa yang begitu sangat memilukan.
Bahkan Dewi muyimaeva yang merupakan seorang Dewi dari golongan mahluk suci yang ilmunya paling tinggi diantara mereka juga terbawa suasana haru yang ganjil itu.
Sekali lagi Alex menajamkan pendengarannya,mencari dari mana asal suara tangisan wanita itu berasal.
Ternyata memang berasal dari batu yang menonjol dari dalam air ditengah telaga itulah suara tangis itu berasal.
Ketika tubuh Alex melayang diudara mengitari batu aneh di tengah telaga itu, terdengar suara tangisan itu seperti berasal dari kuil,tetapi ketika Alex berada di kuil,suara itu seperti berasal dari batu muncul itu.
Begitulah Alex bolak balik antara batu muncul dan kuil,antara kuil dan batu muncul beberapa kali,akhirnya Alex duduk diatas batu yang terdapat disebelah barat tengah tengah antara batu muncul dan kuil itu.
Ketika dia duduk diatas batu yang menjulang agak tinggi dengan atasnya datar itu,dia tidak lagi mendengar suara tangisan wanita,tetapi suara tawa seorang wanita yang disertai suara senandung nya.
Namun ketika Alex kembali ke halam kuil,suara tawa tadi berubah menjadi suara tangis menyayat hati.
Begitulah terus menerus terjadi antara tawa dan tangis silih berganti, tergantung dimana lokasi mendengarkannya.
Kini Alex cuma sendirian,karena para wanita sedang sibuk dengan kesedihannya sendiri sendiri.
Alex kembali duduk diatas batu datar, merenung apa yang sebenarnya terjadi.
Bulan mulai naik meninggi beberapa jengkal dari atas pucuk pohon,cahayanya menerangi seluruh telaga itu Tampa terhalang awan sedikitpun.
Tiba tiba Alex merasakan kepalanya berdenyut kencang sangat sakit sekali.
Mahkota di kepalanya yang semula tidak tampak,kini tiba tiba menampakan diri dengan sendirinya.
Batu berlian sebesar telur bebek yang berada di tengah tengah mahkotanya itu tiba tiba menangkap sinar bulan purnama dan memantulkannya kearah kuil dan batu muncul di tengah telaga itu.
Nampak seberkas sinar pelangi keluar dari batu berlian hiasan mahkota itu memancar kearah kuil dan batu muncul ditengah telaga.
Kemudian antara kuil dan batu muncul itu terhubung dengan cahaya pelangi yang membias dari tengah mahkota di dahi Alex.
Beberapa saat lamanya, cahaya pelangi itu seakan terus terkumpul pada batu muncul ditengah telaga itu.
Batu muncul yang terkena bias cahaya pelangi bulan purnama itu tiba tiba bercahaya terang sambil berkedip kedip.
Batu muncul itu seperti mengeluarkan asap putih yang menyelubunginya, kian lama kian tebal dengan warna pelangi nya.
Setelah asap itu sirna,ditengah telaga itu kini terdapat sebuah kuil cantik serupa dengan kuil yang ada di darat,dengan sebuah jabatan terhubung.
Suasana menjadi hening, suara tangis tadi sudah tidak terdengar lagi,dan para wanita sudah tidak lagi terhipnotis oleh suara tangisan tadi
Dari tepi telaga menuju kuil di tengah telaga itu terhubung sebuah jembatan dari batu pula.
"Apa yang sebenarnya terjadi,kenapa kita semua menangis?"tanya putri Annchi
"Kita semua terpengaruh oleh hawa kesedihan yang berasal dari tengah telaga itu,dan ternyata kakak benar mengenai batu muncul itu bukan batu biasa,tetapi kuil yang berubah menjadi batu,tetapi siapa yang menangis tadi?",kini Dewi muyimaeva yang ikutan bingung.
Belum habis keheranan mereka,tiba tiba dari dalam kuil di tengah telaga itu terdengar suara tawa cekikikan seorang wanita.
Bersamaan dengan itu,dari pintu kuil ditengah telaga itu muncul seorang gadis yang cantik luar biasa dengan tubuh tinggi semampai dan rambut panjang sepinggang berkulit putih seperti salju.
*********
__ADS_1