
Kehebohan di istana belum berakhir setelah kehilangan putri Li Wei yang di persiapkan untuk pengobatan sang Kaisar.
Di dalam kamar sebuah kamar yang besar dan mewah,nampak sesosok tubuh tua terbaring lemah tidak berdaya.
Tubuhnya terlihat kian menua dari biasanya,dan bibirnya nampak sudah berwarna biru kehitaman, cuma pancaran matanya saja yang masih menunjukan besarnya nafsu duniawi dan ambisinya.
Kini setiap batuk batuk,pasti akan keluar darah hitam dan bau busuk dari mulutnya.
"Apakah sudah bisa di tangkap kembali putri teratai hitam ku itu Sau thiam,aku sudah tidak tahan lagi" keluh sang Kaisar.
Sang pangeran memandang ayahanda nya,berbagai macam pikiran berkecamuk di kepalanya saat itu.
"Belum ayahanda, Dewa kembar yang mengejar juga tidak ada kabarnya lagi"jawab sang pangeran.
"Ja di apa yang kalian kerjakan hingga menjaga satu orang saja tidak becus ?"tanya sang Kaisar tajam.
"Kami sudah berusaha ayahanda,tetapi putri itu dilarikan lewat lorong rahasia yang mirip labirin,sehingga susah untuk melacaknya,tetapi Dewa kembar sudah mengetahui arah pelarian mareka,sehingga tinggal menunggu waktu saja,mareka pasti dapat di tangkap kembali, bukankah Dewa kembar tidak ada tandingan nya di benua ini"kata pangeran berusaha membesarkan hati ayahanda nya.
"Engkau memang tolol pangeran,menangkap seorang putri yang melarikan diri saja tidak becus,apa sih isi kepala mu?"kata Kaisar dengan kasar walau di ucapkan dengan suara pelan.
Pangeran mendengar umpatan dan makian sang ayahanda nya,menjadi geram juga akhirnya,lalu dengan suara keras membentak, dia berkata dengan kasar, "hei pak tua gila perempuan, apakah kau tahu kalau semua ini karena hobi menggauli wanita cantik,kalau saja hobi buruk mu itu kau tinggalkan, dan tidak merusak rumah tangga orang,kau pasti selamat hingga sekarang, sekarang kau mau menimpakan kesalahan kepada orang lain, padahal sebenarnya ini salah mu sendiri,kau tahukah kalau sekarang anak kesayangan mu itu sudah mendahului mu ke neraka,seorang pendekar telah memenggal kepalanya di desa Kayu,aku sengaja tidak memberitahukan pada mu,karena tidak mau penyakit mu bertambah parah,aku cukup berbakti kepada mu selama ini,tapi apa yang kudapatkan?,putra mahkota saja kau berikan pada putra kedua mu,padahal itu hak ku"...
Memang pangeran Teng sau thiam ini tidak seperti ayah dan adiknya yang gila perempuan cantik,bukan karena alim sih,tetapi lebih kepada nafsu yang menyimpang.
Pangeran ini setiap kali melihat lelaki tampan dan gagah,nafsunya langsung bangkit,tetapi tidak kepada perempuan meskipun secantik apapun.
Makanya dia tidak segan segan menyerahkan putri Li wei untuk pengobatan sang ayah,itu semua karena ia sebenarnya tidak tertarik dengan gadis cantik itu.
Sang Kaisar tersentak mendengar bentakan sang putra yang selama ini selalu ramah kepadanya.
Dadanya terasa sakit,segala apapun yang di ucapkan putranya sebenarnya adalah sesalan yang selalu hadir di dalam hatinya semenjak dia sakit.
Tetapi itu semua sesal yang tiada artinya,nasi tidak lagi menjadi bubur, tetapi nasi sudah tumpah ke lumpur.
Andai nasi menjadi bubur,tentu masih bermanfaat bila ditambah bumbu dan daging cincang,tetapi kini nasinya telah tumpah kelumpur,binatang pun enggan memakannya.
Seorang wanita cantik dan agak genit masuk kedalam kamar itu mendengar suara pangeran yang nyaring.
wanita itu adalah Teng tong cai,adik dari sang Kaisar.
Wanita inilah mantan selir Kaisar terdahulu yang berkudeta menggulingkan Kaisar yang sah dan menggantikannya dengan sang kakak.
"Ada apa pangeran, mengapa kau membentak Kaisar?,apakah otak mu sudah rusak?"hardiknya.
Pangeran menatap wanita itu dengan tajam,senyum sinis menghias dibibirnya, "iya bibi ku sayang, bibi ku yang juga berhati iblis,sama seperti kakak nya,dulu kau disayang dan dimanja sang Kaisar terdahulu,tetapi apa balasan mu?,kau malah menginginkan tahtanya, kau rayu Kaisar tanah Nirwana untuk membantu mu,dengan imbalan tubuh mu,apa itu bukan melacurkan diri demi tahta bibi?"...
Muka perempuan itu merah padam menahan emosi.
"Kau dan ibumu adalah wanita yang tidak tahu malu,kau bukan anak kakak ku,waktu ibu mu direbut oleh kakak ku,kau sudah berumur tiga bulan didalam kandungan ibu mu,sekarang engkau telah menjadi seorang pangeran,kau malah berani melawan Kaisar yang membesarkan mu,dasar kalian tidak tahu terima kasih"bentak sang bibi.
Muka sang pangeran menjadi merah padam, bibirnya bergetar,ia tidak pernah menyangka bahwa dia adalah salah satu korban keserakahan Kaisar yang doyan wanita cantik itu.
Dengan gerakan yang cepat, pangeran itu menggerak tangannya dan sebilah belati terbang menancap di dada Teng tong cai hingga tenggelam sampai kegagangnya.
Mata wanita cantik itu melotot,tak menyangka bahwa sang pangeran yang selama ini nampak lemah,ternyata memiliki kekuatan hebat.
Nyawa wanita gila harta itupun akhirnya melayang ditangan sang pangeran.
Kini Kaisar Kaget melihat kelakuan putranya,meski bukan putra kandung, tetapi ia sudah menganggap Sau Thian sebagai putranya sendiri.
__ADS_1
pangeran mendekati tempat tidur Kaisar sambil tersenyum yang sebenarnya seperti sebuah seringai mengerikan bagi kaisar.
"A apa yang akan kau lakukan nak?"tanya Kaisar lemah.
"Maapkan aku ayahanda,aku akan mengobati sakit ayahanda, ayahanda dijamin akan langsung sembuh"kata sang pangeran sambil berjalan mendekati sang Kaisar yang sedang terbaring lemah.
"Ti, tidak nak,jangan lakukan itu,aku ini ayah mu,aku menyayangi mu" kata Kaisar putus asa.
Segala macam sesal terpancar dimatanya, andai kata,andai kata, andai kata,ah semua kata andai kata selalu menghiasi hati setiap orang yang menyesal.
Tetapi sesal disaat nyawa sudah tersisa di tenggorokan apakah ada nilainya?,tentu saja sesal yang sudah tidak diterima langit dan bumi lagi.
Pangeran mengambil bantal dan langsung menutupi wajah sang Kaisar dan menekannya kuat kuat.
Setelah kakinya menggelepar lemah beberapa saat,tubuh Kaisar itupun akhirnya diam untuk selamanya.
Hari itu pangeran mengumumkan bahwa Kaisar wafat di bunuh adiknya sendiri,dan pangeran terpaksa membunuh sang bibi yang telah membunuh ayahanda nya.
Percaya atau tidak,lebih baik diam dari pada kena masalah,itulah mungkin yang ada di benak semua orang.
Hari itu juga pangeran menobatkan dirinya menjadi Kaisar yang baru.
Namun rupanya ujian baru dimulai,beberapa saat setelah memegang kekuasaan sebagai Kaisar, Jenderal Tao an ham datang melaporkan tentang datangnya seribu prajurit yang akan menyerang kota raja.
Kaisar yang baru menyuruh prajurit dari tanah Nirwana yang terkenal hebat itu untuk melawan pasukan yang akan menyerang.
Jenderal Tao an ham selaku pimpinan prajurit dari tanah Nirwana, mempersiapkan pasukannya di gerbang kota raja.
Sementara itu keamanan di dalam istana dipercayakan kepada jendral Hu mian ma.
Pintu gerbang istana di tutup rapat rapat,seribu prajurit disiap siagakan.
pasukan panah diatas benteng sudah siap dengan senjatanya.
Namun serangan yang dinantikan dari luar tidak jua kunjung datang, malah dari taman istana terdengar suara keributan.
Delapan orang pemuda pemudi tiba tiba saja datang menyerang para prajurit jaga di dalam istana.
Tiga orang pria dan lima orang wanita menyerang tiba tiba entah dari mana asalnya.
Setiap gerakan mereka, pasti ada nyawa yang melayang dengan tubuh yang terbelah atau terpotong.
Seribu prajurit yang berada di dalam tidak menyangka bila serangan justru di mulai dari dalam istana.
Alex melompat dengan kecepatan yang tidak bisa di ikuti oleh mata,tahu tahu dia sudah berada di dekat para pemanah diatas benteng istana.
Dengan satu gerakan, serangkaian serangan yang sangat dingin menghantam tiba tiba,membuat tubuh mareka semua kaku,lalu pecah berderak seperti cermin yang pecah.
Sebentar saja para pasukan pemanah,sudah habis,sedangkan pasukan pedang juga kewalahan menghadapi serangan dari ketiga istri Alex yang seperti singa mengamuk.
Selesai menghabisi regu pemanah diatas benteng, Alex langsung masuk kedalam istana.
Diruang tengah istana, nampak seorang pemuda dengan pakaian perang lengkap,dengan menghunus sebilah pedang ber aura kegelapan sedang berdiri menantikan kedatangan Alex.
"Mana Kaisar tua itu,, dimana dia berada?" tanya Alex.
Wajah pemuda itu tersenyum menyeringai menatap Alex, "Kaisar tua itu telah tiada, sekarang akulah sang Kaisar,lebih baik kau menjadi pengawal ku, segala kemuliaan akan kau dapatkan"...
"Aku tidak tertarik dengan tawaran mu,aku juga tidak haus jabatan atau kedudukan, aku cuma ingin kau pergi dari istana ini selagi sempat, karena kesempatan tidak datang dua kali,istana ini bukan hak mu, pergilah" kata Alex memberi kesempatan kepada pangeran itu.
__ADS_1
Namun justru pangeran itu menjadi tertawa mendengar kata kata Alex.
"Ha ha ha ha ,ternyata kau sama seperti yang lainnya,menganggap ku rendah dan meremehkan aku,begini saja,kuberi kau kesempatan sepuluh jurus,bila dalam sepuluh jurus kau bisa menyentuh tubuh ku,maka kau kubebaskan untuk pergi dengan selamat,tetapi bila dalam sepuluh jurus kau tidak bisa menyentuh tubuh ku,apalagi mengalahkan aku,maka kau juga boleh pergi setelah kau tinggalkan kepalamu sebagai kenang kenangan"kata pangeran itu kepada Alex dengan jumawa nya.
"Iya kah,semoga kau tidak menyesali keputusan mu itu,jangan katakan aku kejam, karena aku sudah memberi mu kesempatan,bersiaplah pangeran"kata Alex.
Tubuh Alex menghilang dari hadapan pemuda itu,dan tiba tiba sudah berada di dekat nya.
Namun sang pangeran ternyata bukan pemuda biasa,dengan gerakan refleks,dia melompat kesamping dengan cukup cepat.
Namun saat dia bermaksut mendarat di lantai,dia terperanjat terkejut setengah mati, karena kaki sebatas pahanya tidak ikut melompat,alias tertinggal jatuh dilantai.
Karena terlalu tajamnya pedang cahaya milik Alex,sehingga saat terkena babatan,orang itu hampir hampir tidak merasakan sakit apapun.
Tubuh pangeran Teng sau thiam jatuh berdebam di lantai istana,dengan keadaan paha yang sudah putus.
Jeritan mengerikan yang keluar dari mulut pangeran Teng sau thiam terdengar hingga keluar istana.
"Bukankah itu permintaan mu,aku sudah memberi mu kesempatan tetapi kau menolaknya,dan meminta hal ini,maka dengan senang hati ku kabulkan"kata Alex dengan nada dingin.
"Kau memang iblis berhati paling kejam, bunuhlah aku,jangan siksa aku"pinta pangeran Teng sau thiam dalam keputusasaan.
"Baiklah,semoga saat kau terlahir kembali nanti,kau menjadi orang yang lebih baik lagi" bersamaan dengan berakhirnya ucapan Alex,pedang cahaya milik nya berkelebat,dan jatuhlah kepala sang pangeran itu mengakhiri petualangannya di dunia.
Alex mengangkat kepala pangeran itu dan membawanya keluar.
Diluar peperangan masih berlangsung sengit.
Ini sudah tidak bisa dikatakan perkelahian tetapi sebuah pembantaian.
Dengan gerakan sangat cepat,ketiga istri Alex itu membantai siapa saja yang berada di dekat dengan mareka.
Bahkan jendral Hu mian ma sendiri sudah tewas ditangan putri Giok Lin.
Alex menatap pertempuran tidak seimbang ini dengan perasaan sedih,diang
"Heeii kalian semua,hentikan pertempuran,pimpinan kalian sudah mati,bagi yang menyerah akan diampuni,dan bagi yang melawan akan dibunuh!!!"teriak Alex.
Tiba tiba semua orang menghentikan pertempuran dan langsung melihat kearah Alex yang sedang mengacungkan kepala sang pangeran.
Nyali merekapun jadi menciut melihat kepala sang pangeran berada di tangan Alex.
Dimulai dari beberapa orang melemparkan senjata mereka,di ikuti oleh yang lainnya.
Kini semua pasukan yang tersisa melemparkan senjatanya masing masing dan duduk sambil mengangkat tangannya.
Alex menarik tangan pangeran Shao an shi kedepan,lalu berkata, "dengarkan,ini adalah pangeran Shao an shi putra dari Kaisar Shao zixin,dialah pewaris tahta yang seharusnya,dialah Kaisar yang sah,siapa yang mendukung Kaisar Shao an shi silahkan bergeser kesebelah kanan,bagi yang tidak bergeser kesebelah kanan,berarti tidak mendukung Kaisar Shao an shi sebagai pemimpinnya"...
Sisa pasukan pemberontak sekitar enam ratus orang itu langsung bergerak kesebelah kanan.
Alex memerintahkan petugas untuk membuka pintu gerbang istana,dan berjalan menuju ke arah gerbang kota tempat pasukan tanah Nirwana menanti kedatangan pasukan yang di pimpin oleh Gao an yong dan Qiu Li thai.
Jenderal Tao an ham,pemimpin pasukan tanah Nirwana,menatap kedatangan Alex dengan tatapan sinis.
"Pasukan Kaisar sudah dikalahkan,pangeran sudah tewas, tarik pasukan kalian,dan hentikan peperangan ini" kata Alex sambil melemparkan kepala pangeran Teng sau thiam ke arah jendral Tao an ham.
Jenderal tua itu tersenyum menatap kearah Alex,jenggot nya yang panjang menjuntai ber ayun tertiup angin.
"Nak,kau tidak usah jadi pahlawan kesiangan, kalau kau kira aku bawahan pangeran tolol itu,kau salah nak,aku bukan anak buah pangeran ataupun Kaisar, bila Kaisar meninggal, maka akulah Kaisar penggantinya"kata jendral tua itu.
__ADS_1
Alex menggelengkan kepalanya,menatap kearah jendral tua yang masih duduk diatas kudanya itu.
*********