
Delapan orang pengawal yang tadi berdiri di belakang tuan besar Jun,kini segera berlari mendekati tempat kejadian.
Nampak muka mereka sangat murka melihat dua orang dari sepuluh penggali kubur itu benar benar dibuat tidak berkutik cuma dalam satu jurus saja.
"Ke*a*at,kalian tidak tahu berurusan dengan siapa heh,kami sepuluh penggali kubur akan selalu menggali kubur musuh kami jika sudah berhadapan dengan kami,kalian berdua andai saja bukan yang diinginkan tuan besar Jun,tentu sudah kami perkosa beramai ramai,tetapi karena kalian adalah yang diinginkan oleh tuan besar Jun,maka kami maapkan,ayo cepat bersujud dan meminta maap serta segera temui tuan besar Jun, sedangkan suami mu itu,biarlah dia merasakan nasip menjadi Kasim seperti kawan kami itu"kata pemimpin dari sepuluh penggali kubur itu.
Alex yang sudah bosan mendengar omong kosong dari para penggali kubur itu,tiba tiba bangkit berdiri sambil berjalan dengan santainya keluar dari rumah makan itu.
Dewi muyimaeva kembali tersenyum manis namun kali ini terasa agak mengerikan dan jantung orang yang melihat senyuman itu tiba tiba berdetak kencang tanpa sebab.
"Kalian yang berhasrat dengan burung suami kami,itu dia sudah keluar dari rumah makan ini, kejar dia bila kalian memang satria,tetapi bila dalam satu jurus kalian tidak bisa menumbangkannya, maka jangan menyesal bila kalian yang tumbang"kata Dewi muyimaeva dengan lembut,tetapi kini agak bergetar dan terasa sangat mengerikan.
Tetapi kesepuluh laki laki setengah baya yang terkenal dengan ilmu keroyokan nya yang tidak ada tandingannya itu, tentu saja menganggap enteng kepada Alex yang terlihat seperti pemuda biasa saja itu.
Kesepuluh orang laki laki setengah tua itu segera berlari mengejar Alex ke halaman rumah makan itu.
Dua orang yang tadi terluka,kini sudah bisa bergerak bebas lagi setelah menotok di pahanya beberapa kali serta meminum obat anti luka.
Di halaman rumah makan itu, nampak Alex sudah menantikan mereka dengan berdiri ditengah tengah halaman itu.
"Cepat cabut pedang mu dan putuskan burung mu sendiri,dengan begitu kesalahan kedua wanita itu kami maapkan dan kau tidak kami bunuh" kata pemimpin sepuluh orang penggali kubur itu.
"Baiklah tuan bila itu kemauan tuan,akan hamba laksanakan"kata Alex sambil mengeluarkan pedang cahaya dari dalam gelang penyimpanannya.
Kesepuluh orang laki laki setengah baya yang bergelar sepuluh orang penggali kubur itu tertawa terbahak bahak, tidak mereka sangka pemuda itu begitu pengecutnya sehingga mau saja mereka suruh.
Namun tawa mereka cuma sesaat saja,tiba tiba berubah menjadi jeritan histeris.
Alex dengan gerakan yang luar biasa cepatnya, sehingga waktu seolah berhenti ketika dia bergerak sangkin cepatnya gerakan Alex itu,tahu tahu sepuluh laki laki setengah baya itu sudah kehilangan benda keramatnya masing masing dan tergeletak diatas tanah berpasir tanpa tahu siapa dan bagai mana dia melakukannya.
Darah merah membasahi celana mereka hingga menetes ke atas tanah berpasir dihalaman rumah makan itu.
"Sekarang perintah kalian sudah ku laksanakan, tinggal nyawa kalian saja yang belum ku cabut,ayo katakan perintah apa lagi yang harus aku lakukan?" tantang Alex kepada kesepuluh penggali kubur itu.
"Nah sudah ku katakan bahwa kalian harus menumbangkannya dalam satu jurus,bila dalam satu jurus kalian tidak bisa menumbangkannya, maka kalianlah yang akan tumbang"Dewi muyimaeva masih saja tersenyum sangat manis namun justru terasa sangat mengerikan.
Tuan besar Jun yang tadi keluar dari rumah makan, sangat terkejut melihat kesepuluh pengawal nya terluka cuma dalam satu jurus saja.sedabgkan selama ini,kesepuluh pengawalnya itu tidak ada yang bisa mengalahkannya.
"Apa yang kalian lakukan, cepat keroyok pemuda itu dan bunuh dia,kedua gadis itu untuk ku,dan sisanya untuk kalian"kata tuan besar Jun.
"Hi hi hi hi,kakak putri, lihatlah orang tua pikun itu, para gadis mau diberikan kepada para kasim,lalu mau diapain coba"kata Dewi muyimaeva tertawa geli.
Putri Annchi dan putri Helena juga ikut tertawa geli mendengar perkataan tuan besar Jun tadi.
Sedangkan kesepuluh penggali kubur itu nampak memerah mukanya,karena malu bercampur marah dan dendam luar biasa.
Kesepuluh orang penggali kubur itu bergerak serentak mengelilingi Alex sambil menghunuskan pedang mereka masing masing.
Gerakan mereka memang teratur dan saling menutupi celah dan kelemahan mereka masing masing,sehingga terlihat nyaris tanpa celah yang bisa dimasuki oleh lawan mereka.
Pantas saja bila selama ini mereka tidak memiliki lawan,karena gerakan mereka memang sangat rapi dan cepat.
__ADS_1
Tetapi kecepatan seperti itu belumlah cukup untuk membuat Alex kesulitan menghadapinya.
Sekali pandang saja,Alex sudah bisa melihat dimana saja kelemahan dan celah dari gerakan itu.
Dengan menggunakan jurus sembilan langkah Dewa,serta dikombinasikan dengan ilmu meringankan tubuh tingkat dewa,membuat Alex bebas bergerak kemana saja,tanpa terhalang ruang dan waktu lagi,sehingga tubuhnya bisa menghilang sekejap dan ada di tempat lain pada waktu yang sama pula.
Alex tidak langsung bertindak,tetapi ingin mempermainkan sepuluh penggali kubur itu sesaat.
"Hei banci,rupanya kepandaian mu cuma berkelit dan menghindar saja, tanpa berani bertarung secara jantan ya"salah seorang dari sepuluh penggali kubur itu mencoba memprovokasi Alex.
"Baiklah,tetapi jangan menyesal"Alex segera menambah kekuatannya untuk bergerak cepat.
"Sreet!".
"Sreet!".
"Sreet!".
Terdengar suara tebasan pedang beberapa kali, dan sepuluh kepala manusia pun menggelinding di tanah berpasir dengan mata yang masih melotot seolah tidak percaya pada kenyataan bahwa sepuluh penggali kubur yang ditakuti banyak orang dan sudah sangat banyak menciptakan penderitaan kepada orang lain,kini harus berakhir ditangan seorang pemuda ingusan.
Melihat kenyataan itu,tuan besar Jun pun beringsut pergi dari situ.
Namun putri Helena yang sempat melihat itu segera bertindak.
"Sreet!".
Sekelebatan pedangnya mengakhiri petualangan burung tak bersangkar yang suka merusak sangkar orang lain itu.
Sedangkan dua orang perempuan muda bawaan tuan besar Jun, cuma bisa terduduk lemas dengan tubuh gemetar dengan celana mereka yang sudah basah semua.
Semua orang yang ada disitu menjadi gempar melihat kejadian itu, semua orang mensyukurinya karena tindakan dari tuan besar selama ini sudah sangat meresahkan.
Dengan tertatih tatih,tuan besar Jun melangkah kejalan raya meninggalkan rumah makan itu dengan darah yang masih bercucuran.
Semua yang hadir disitu tidak pernah menyangka sama sekali jika seorang pemuda yang terlihat lemah itu ternyata mampu membunuh sepuluh penggali kubur yang merupakan momok selama ini.
Tuan besar Jun tanpa sepuluh penggali kubur itu ibarat seekor singa yang sudah tidak memiliki cakar dan gigi lagi.
Melihat penderitaan tuan besar Jun itu,bahkan ada seorang pemuda menangis hingga terduduk didepan rumah makan itu.
"Adik Lian,ternyata karma itu benar adanya,lihatlah laki laki tua yang telah menodai mu hingga kau bunuh diri,kini dia hidup tak berguna,menjadi Kasim abadi,hu hu hu"...
Masyarakat bergotong royong mengangkat jasad sepuluh penggali kubur dan membawanya ke pemakaman umum.
Sedangkan Alex kembali memasuki rumah makan itu untuk meneruskan makan mereka yang terganggu oleh kelakuan tuan besar Jun tadi.
Namun baru saja mereka selesai makan,gangguan kembali terjadi lagi.
Kali ini dari sang ketua kota yang datang bersama seratus orang prajurit kota dengan maksud untuk menangkap Alex dan rombongannya atas tuduhan penganiayaan dan pembunuhan.
Alex keluar dari rumah makan itu dengan tenang di ikuti oleh Dewi muyimaeva dan Dewi Paraditha.
__ADS_1
Sementara yang lainnya masih menyelesaikan pembayaran harga makanan mereka.
"Apakah kau ketua kota ini dan bermaksud untuk mencari aku?,kalau iya maka kembalilah,dan bawa semua prajurit mu kembali,aku tidak punya urusan dengan mu dan tidak ingin berurusan dengan mu"kata Alex lantang.
Tetapi dasar manusia tidak tahu diri,ketua kota bukannya membawa prajurit nya mundur,tetapi malah pongah karena mengira Alex takut melihat seratus orang prajurit nya yang semuanya cukup berkepandaian juga.
"Ha ha ha ha,tidak punya urusan dengan ku kata mu?,setelah kau berbuat onar dikota ku,dan setelah aku marah baru bilang tidak punya urusan dengan ku, takut?, baru tahu takut?, terlambat, sudah terlambat untuk takut, kau sudah membuat cacat sahabat ku,kini kau harus membayarnya dengan nyawa mu, kecuali,,kecuali"...
Konsentrasi sang ketua kota buyar ketika melihat wajah Dewi muyimaeva dan Dewi Paraditha yang berjalan di belakang Alex.
"Apa yang ingin kau katakan tuan ketua kota?"tanya Dewi muyimaeva dari belakang Alex.
"Aku akan melepaskan suami mu,bahkan kalian semua,asalkan,,asalkan"..
"Hm asalkan apa tuan kota?"desak Dewi muyimaeva.
"Asalkan kau mau melayani ku semalam ini saja,maka besok kalian boleh pergi dari kota ini dengan aman"kata ketua kota tanpa malu malu lagi.
"Kalau saya menolaknya tuan ketua kota?"tanya Dewi muyimaeva.
Maka tubuh suamimu akan ku cincang lalu kalian kutangkap dan kujadikan pemuas nafsu ku seumur hidup,bagai mana?"tanya ketua kota dengan jumawa nya.
"Maka aku memilih yang kedua,aku ingin melihat bagai mana caranya kau mencincang tubuh suamiku,atau justru kau yang dia cincang"jawab Dewi muyimaeva sambil tersenyum sinis.
"Kau tidak percaya aku mampu melakukannya?" tanya tuan kota
"Tidak!,tidak sama sekali, makanya cepat lakukan bila memang kau mampu" desak Dewi muyimaeva.
"Baiklah kalau begitu, prajurit semua,cepat serang dan bunuh pemuda itu,cepaaat!" teriak sang ketua kota.
Seratus orang prajurit kota dengan senjata lengkap berupa pedang dan perisai langsung mengepung Alex.
Alex bergerak cepat hilang dan tampak di tempat lain,membuat para prajurit itu menjadi sangat bingung.
Cuma dalam beberapa jurus,satu persatu para prajurit itu bertumbangan dengan kondisi tubuh yang mengenaskan.
Ketika melihat keseratus prajurit nya sudah hampir habis,sang ketua kota pun mulai beringsut sedikit demi sedikit menjauhi tempat itu.
Tetapi Dewi Paraditha yang melihat itu segera melepaskan pukulan petir dari jarak jauh.
"Duarr!!".
Terdengar suara ledakan, dan bersamaan dengan itu,tubuh sang ketua kota tumbang ketanah dengan kondisi yang sudah hangus.
Untuk beberapa saat halaman rumah makan itu menjadi sunyi senyap,semua orang disitu terdiam.
Mereka tidak pernah membayangkan bahwa semua wanita yang bersama pemuda itu, ternyata pendekar berilmu sangat tinggi.
Alex dan rombongan nya berlalu meninggalkan rumah makan itu,berjalan menyusuri jalan raya yang ada di depan nya.
Karena hari masih belumlah sore,maka Alex dan rombongannya berjalan sambil menuntun kuda mereka kearah alun alun kota tanpa berniat mencari rumah penginapan terlebih dahulu.
__ADS_1
*********