
Pagi hari setelah sarapan daging siluman serigala, dan menyimpan sebagiannya lagi,Alex dan ketiga istrinya serta pengawal barunya meneruskan perjalanan mereka.
Tujuan mereka adalah kota Neverdoxia yang jauh lebih ramai dari pada kota Naulan.
Kalau kota Naulan berada di tepi sungai Kluise,berbeda dengan kota Neverdoxia yang berada di kaki sebuah bukit yang bernama bukit Doxia.
Sebenarnya kota ini terlebih dahulu dikuasai oleh prajurit rambut api,tetapi karena jauh dari pantai ataupun sungai,prajurit yang menjaga kota ini cuma sekitar tujuh ratusan orang saja yang di pimpin oleh seorang jendral bernama Ariesmon yang sangat gemar dengan urusan wanita cantik itu.
Banyak warga kota itu yang cantik cantik di rebut paksa oleh Ariesmon untuk memuaskan nafsu bejadnya.
Sebenarnya jendral Ariesmon sudah mendengar tentang kehancuran pasukan mereka di kota Naulan,tetapi karena menganggap bahwa kesaktiannya lebih hebat dari siapapun,dia tidak terlalu memusingkan masalah itu.
Dia cuma menempatkan lima puluh orang prajurit untuk menjaga pintu gerbang,mengantisipasi kalau kalau ada pasukan musuh yang datang.
Tetapi hingga beberapa hari dia menunggu,tidak satupun prajurit musuh yang tampak,akhirnya dia menganggap laporan telik sandinya cuma kebohongan belaka.
Setiap malam jendral ini senang berpesta pora dengan bawahannya yang di temani oleh para wanita cantik yang dia rebut atau dia culik dari rumahnya.
Ketika mereka memasuki gerbang kota Neverdoxia, hari sudah lewat tengah hari,dan kebetulan orang yang memasuki gerbang kota tidak banyak lagi.
Setelah melewati pemeriksaan dan membayar biaya masuk kota,Alex dan ketiga istrinya serta Lau me memasuki kota Neverdoxia yang tidak sepadat biasanya walaupun kota ini lebih besar dari kota Naulan,tetapi para penghuni kota banyak yang pergi ke kota Naulan yang mereka tahu sudah bebas dari tangan prajurit rambut api.
Dikota ini,dimana mana terlihat prajurit rambut api yang berlalu lalang dengan menenteng pedang di pinggang dan tameng di tangan kiri.
Di sebuah rumah mewah di kota Neverdoxia ini,yaitu rumah mantan ketua kota terdahulu, Seorang laki laki setengah tua usia lima puluhan tahun,bertubuh tinggi besar memakai jubah warna merah sedang berbincang dengan seorang laki laki usia empat puluh tahun, dengan rambut setengah botak.
Lelaki tinggi besar berjubah merah itu bernama jendral Ariesmon,sebagai penanggung jawab kota Neverdoxia di bawah pemerintahan rambut api.
Sedangkan lelaki setengah botak satunya lagi adalah komandan Klarixon,sebagai komandan pasukan prajurit rambut api yang berada di kota Neverdoxia ini.
Selagi mereka berbincang santai,dari arah luar masuklah seorang telik sandi yang di tugaskan melihat situasi dalam kota.
"Tuan,maapkan saya,tadi siang selepas tengah hari,Dipintu gerbang kota masuk lima orang yang terdiri dari dua orang laki laki,serta tiga orang perempuan muda dan luar biasa cantiknya tuan "kata telik sandi itu.
Mendengar itu, jendral Ariesmon menjadi sangat tertarik.
"Apakah kau tahu siapa laki laki itu?"tanya jendral Ariesmon.
"Tidak tuan,tetapi sepertinya seorang pemuda biasa yang kultipasinya cuma alam ksatria dengan seorang laki laki setengah tua, mungkin pengawalnya atau mungkin juga paman nya,yang tingkat kultipasi mereka semua tidak jauh berbeda"kata prajurit Telik sandi itu.
"Cepat selidiki kemana mereka,rebut dengan paksa ketiga gadis itu, bawa ke sini,hadiah besar menanti mu"kata jendral Ariesmon kepada telik sandi itu.
"Baiklah tuan,akan saya kerjakan"kata pelayan itu sambil Tergopoh gopoh pergi keluar.
Disebuah rumah makan di tengah kota Neverdoxia,Alex,putri Giok Lin,putri Kwan si dan putri Annchi serta Lau me,sedang melangkah memasuki rumah makan itu.
Mereka sengaja memilih meja yang berada didekat dinding dan menghadap ke arah tamu yang baru datang.
Kali ini putri Kwan si yang memesan makanan untuk mereka semua.
__ADS_1
Alex sengaja menyerahkan sebagian besar uangnya kepada putri Giok lin untuk biaya makan mereka semua sehari hari.
Beberapa saat setelah mereka duduk,dari luar masuk seorang laki laki berperawakan sedang, duduk di dekat meja yang di duduki Alex.
Sedari awal masuk hingga Alex hampir selesai makan,laki laki itu tetap diam sambil terus memperhatikan Alex dan rombongannya.
Hingga ketika Alex dan ketiga istrinya serta Lau me selesai makan,laki laki itu keluar terlebih dahulu tanpa memesan satu makananpun.
Selesai putri Giok Lin membayar semua harga makanan,mereka akhirnya keluar dari rumah makan itu hendak mencari sebuah penginapan yang nyaman untuk tempat beristirahat.
Namun baru saja mereka berjalan beberapa langkah,dari kiri dan kanan jalan,bermunculan seratus lima puluh orang laki laki berjubah merah dengan lambang api di dadanya yang di pimpin oleh laki laki yang tadi di dalam rumah makan.
Alex menatap prajurit rambut api yang mengepungnya satu persatu, "ada urusan apakah kalian menahan jalan kami, minggirlah, kami mau lewat"...
"Tidak ada yang boleh lewat,kalian berdua harus mati,sedangkan kalian bertiga,ikutlah denganku, atau kalian akan menyesal selamanya" kata laki laki yang tadi di rumah makan.
"Kalian para anjing perusuh rupanya,kalian pikir kalian siapa,kalian bernasib sial dengan bertemu kami"kata Alex.
"Kurang ajar,kau rupanya kepingin mati cepat ya, prajurit,ayo bunuh kedua laki laki itu, dan jangan ganggu para wanitanya,mereka miliki,setelah aku puas,baru kukasih kepada jendral itu"teriak laki laki tadi.
Serentak seratus lima puluh orang prajurit bergerak mengepung Alex dan rombongannya.
"Putri Annchi,bereskan laki laki bejad itu, sementara semua prajurit ini,coba kalian bertiga bereskan"kata Alex memerintahkan putri Annchi untuk menyelesaikan laki laki pertama sedangkan putri Giok Lin Dan putri Kwan si serta Lau me,bertugas membereskan semua prajurit itu.
Putri Annchi mendekati laki laki pertama tadi dengan senyum yang dibuat semanis mungkin, sehingga laki laki itu kian mabuk kepayang menatapnya.
"Benarkah tadi kau mengatakan mau bermain main dengan ku dulu,setelah kau bosan,baru kau berikan kepada jendral kata mu,benarkah ?"kata putri Annchi sambil menatap laki laki itu dengan sudut matanya.
Namun racauan laki laki itu berubah menjadi jeritan melengking tinggi saat entah sejak kapan sang putri itu telah menghunus pedangnya dan memotong sesuatu di sela kedua pangkal paha laki laki itu.
Darah mengucur deras membasahi tanah, sementara laki laki itu berjingkrak-jingkrak kesakitan yang teramat sangat,karena bandulan ajaib miliknya kini telah putus tergeletak diatas tanah seperti sampah tidak berharga lagi.
"Hi hi hi,kau tidak memenuhi sarat menjadi suami ku,aku sudah memiliki suami,kau lebih pantas menjadi anjing pengais sampah saja, burung mu cuma mendatangkan musibah saja bagi kaum ku yang lemah,maka hidup tanpa burung lebih patut bagimu!"bentak putri Annchi marah.
Sambil menahan sakit luar biasa,laki laki itu menyumpah serapah putri Annchi, "kau memang iblis wanita ******,kenapa tidak kau bunuh saja aku?"...
"Sayang sekali kematian terlampau indah bagi mu,kau harus merasakan bagai mana hidup tidak berharga itu"kata putri Annchi seraya bergerak cepat, tahu tahu kedua kaki dan tangan laki laki itu sudah dibabatnya hingga putus.
Sementara pembantaian dilakukan oleh putri Giok Lin Dan putri Kwan si serta Lau me dengan cepat,hingga cuma menyisakan beberapa orang saja lagi.
"Kalian semua yang masih hidup,pulanglah ke pimpinan kalian,dan bawa laki laki cacat itu bersama kalian"kata putri Annchi kepada beberapa orang yang memang sengaja disisakan tidak di bunuh.
Beberapa orang prajurit yang tersisa,cepat cepat menggotong tubuh seorang telik sandi yang tadi di buat cacat seumur hidup oleh putri Annchi.
Setelah semuanya pergi,merekapun berlalu dari situ mencari sebuah penginapan untuk mereka menginap malam ini,sekaligus mengatur siasat apa yang akan dilakukan besok.
Di tempat kediaman jendral Ariesmon,nampak sang jendral masih bersama kepala pasukan Klarixon sedang berbincang sembari menanti kedatangan prajurit teliksandi bersama seratus lima puluh prajurit membunuh Alex dan Lau me,serta membawa tiga putri cantik jelita itu kehadapan nya.
Nampak sekali kalau jendral itu sudah tidak sabar lagi menantikan mangsanya datang.
__ADS_1
Dua penjaga gerbang datang menghadap, mengabarkan bahwa di depan ada beberapa prajurit datang menggotong seseorang yang kaki serta tangannya putus.
Betapa marahnya sang jendral melihat dan mendengar laporan prajurit teliksandi yang kaki serta tangannya sudah di potong oleh putri Annchi.
Sang jendral mendekati prajurit teliksandi yang terluka itu dengan pedang terhunus.
"A,ampun jendral, jangan bunuh sa ya" kata prajurit teliksandi itu.
Namun sang jendral tanpa belaskasihan kepada anak buah nya, langsung mengayunkan pedang kearah leher prajurit itu.
Kepala prajurit itu jatuh menggelinding diatas tanah.
Jendral Ariesmon mengangkat pedangnya ke udara dan berteriak nyaring,melepaskan segenap kemarahannya.
Setelah beberapa saat berlalu,kemarahan sang jendral mulai berkurang.
"Kepala pasukan Klarixon,bawa tiga ratus prajurit,tangkap wanita itu semuanya dan bunuh di tempat kedua orang pria itu"perintah jendral Ariesmon kepada kepala pasukan Klarixon.
Kepala pasukan Klarixon membawa tiga ratus prajurit untuk menangkap Alex dan rombongannya.
Kini di tempat kediaman jendral,pasukan rambut api yang tersisa cuma tiga ratus lima puluh orang saja lagi.
Sementara itu di penginapan tempat Alex menginap,terjadi ke hebohkan dengan kedatangan tiga ratus prajurit yang langsung menggeledah setiap kamar penginapan itu.
Ketika prajurit yang memeriksa setiap kamar itu sampai pada kamar Lau me,mereka menggedor pintu kamar Lau me dengan kuat, sehingga suaranya sampai ke kamar Alex dan istrinya disebelah.
Lau me membukakan pintu kamarnya,di depan pintu dilihatnya ada dua orang prajurit rambut api yang sedang berdiri sambil mengacungkan pedangnya pada Lau me.
Sementara di belakang kedua orang tadi,nampak enam orang prajurit dalam keadaan siaga.
Lau me mengayunkan kedua tangannya kearah kedua prajurit yang berdiri di depan pintu sambil mengacungkan pedang itu.
Sekumpulan angin yang sangat kuat serta padat menghantam dada kedua orang itu hingga terpelanting ke belakang sangat jauh,menabrak dinding penginapan hingga jebol berantakan.
Kedua prajurit itu tidak lagi bisa bangkit kembali, karena dada keduanya telah hancur terkena pukulan Lau me.
Ke enam prajurit yang berada di belakang kedua prajurit tadi juga mengalami nasip yang sama,berterbangan keluar penginapan dengan dada yang remuk.
Lau me melangkah keluar penginapan, menatap para prajurit yang berbaris di depan pintu penginapan dengan marahnya.
Lau me kembali mengangkat kedua tangannya dan diarahkan kepada prajurit yang bersiaga di depan penginapan itu.
Sekumpulan angin padat tetapi sangat kuat menghantam prajurit itu,sehingga sebelum bisa berbuat apapun, tubuh mereka talah terbang jauh seperti daun kering tertiup angin kencang.
Ketiga istri Alex yang sudah keluar sedari tadi, kini melompat kedalam arena pertempuran dan membabat sana sini.
Setiap babatan pedang mereka,pasti ada yang Tersungkur ketanah dengan kondisi tubuh yang sudah tidak bernyawa lagi.
Sedangkan Alex duduk diatas kursi di depan penginapan menatap jalannya pertempuran yang tidak berimbang itu.
__ADS_1
********