Mr Matrix

Mr Matrix
Kembali ke Istana.


__ADS_3

Alex tertegun mendengar perkataan dari Puri Guan Hong,bahwa mereka harus memanfaatkan waktu semaksimal mungkin,karena pertaruhannya adalah ketujuh saudara mereka yang tersedot kedalam tubuh Alex.


"Ya,aku memang harus secepatnya menikah dengan Dewi Suci agar bisa mencari yang lainnya lagi,waktu terus berlalu,aku seperti sedang melakukan sebuah permainan dengan waktu yang terbatas"kata Alex.


Akhirnya Alex memutuskan untuk segera menikahi Dewi Suci dan kembali ke Fangkea secepatnya.


Dan upacara pernikahan antara Dewi Suci dan Alex akhirnya berlangsung dengan sederhana dan khidmat,setelah pemakaman seratus prajurit Alex yang gugur di tangan kaisar Nirwana.


Beberapa hari setelah pernikahan Alex dan Dewi Suci, Alex mengumpulkan seluruh pasukannya,untuk kembali ke Fangkea.


Untuk mempermudah perjalanan, Alex menciptakan sebuah pintu portal dari negeri Fangkea di Bulan biru,ke negeri Fangkea di tanah Nirwana.


Masyarakat Fangkea geger ketika secara tiba tiba muncul pintu portal di sisi timur alun alun kota Fangkea.


Masyarakat Fangkea dengan hati was was menantikan siapa gerangan yang keluar dari pintu portal dimensi waktu itu.


Mereka bersorak Sorai gembira setelah melihat yang keluar adalah prajurit negeri mereka.


Sebuah iring iringan kereta kencana mewah menjemput mereka dari alun alun kota raja Fangkea,menuju ke istana.


Di istana Fangkea,terlihat putri Kwan si dan putri Dewi Sucitra berdiri di gerbang istana dengan pakaian kebesaran seorang permaisuri kaisar.


Saat melihat putri Giok Lin turun dari kereta kencana bersama putri Guan Hong, Dewi Tara dan Dewi Suci, putri Kwan si berlari memeluk sang kakak yang selalu di rindukannya itu.


"Kakak !, syukurlah kakak sehat tidak kurang satu apa jua pun"jerit histeris putri Kwan si memeluk sang kakak dengan erat,di ciumnya kedua pipi sang kakak dengan hati yang penuh kerinduan.


Maklumlah,selama ini mereka selalu bersama sama.


Sedangkan Bidadari dari Utara Nio nio berpelukan dengan Dewi seribu wajah dan berjalan mendekati Dewi suci, "guru,bagai mana keadaan mu,adakah guru sehat saja ?"tanya Bidadari dari Utara.


Dengan tersenyum Dewi Suci memeluk murid terakhirnya itu, "tentu saja sehat Nio nio,dan sekarang aku adalah bahagian dari mereka!"...


"Hah ?,ba,,,,bagai mana bisa terjadi guru, bagai mana ?"tanya Nio nio yang biasa bermanja kepada sang guru itu.


Sambil melangkah memasuki istana Fangkea, Dewi Suci menceritakan semuanya.


Setelah sampai didalam istana itu, Dewi Tara memegang kepala putri Kwan si dan putri Dewi Sucitra secara bergantian.


Setelah selesai memegang kepala kedua madunya itu,kedua orang putri itu tiba tiba merasa pusing yang luar biasa, sehingga membuat mereka berdua bergulingan di lantai.


Beberapa saat setelah sakit kepala yang amat sangat tadi mereda,kini di benak mereka timbul semua bayangan kenangan masa dahulu kala saat mereka masih satu untaian permata illahi milik dewa utama.


Bersamaan dengan kembalinya ingatan mereka,kembali pula kesaktian mereka dahulu sebagai seorang Dewi utama.


Kini keenam saudara itupun saling berpelukan, mengingat masa lalu indah waktu masih bersama sama.

__ADS_1


Sementara itu Kaisar Yuan dan sang Ratu yang telah sembuh dari sakit bersama putra mahkota pangeran Song Kim Bu ditempatkan di paviliun kehormatan di timur istana Fangkea.


Malam itu diseluruh negeri Fangkea diadakan pesta perayaan kembalinya sang kaisar dengan membawa ke menangan.


Segala macam hiburan diadakan di seluruh negeri yang bergembira karena sang kaisarnya telah kembali dengan selamat.


Begitu pula dengan di dalam istana negeri Fangkea, Alex mengadakan pesta kegembiraan juga.


Seperti biasanya, Putri giok Lin Dan putri Kwan si tidak mau berpisah kamar,karena terbiasa dengan kebersamaan mereka berdua sewaktu mengembara bersama.


Selagi ketiganya asik berbincang tentang pengalaman waktu di tanah Nirwana,pintu kamar pun diketuk dari luar.


putri Giok Lin melangkah ke pintu dan membukanya.


Ternyata di situ telah berdiri di depan pintu Dewi Tara dan Dewi Suci yang menatap dengan senyum senyum simpul.


"Kalian pikir kami begituan kah ?"tanya putri Giok Lin sambil tersenyum kearah kedua madunya itu.


"Aah,kakak,begituan juga tidak apa apa,memang masalah ?,kan baru ketemu"kata Dewi Tara sambil tertawa cekikikan.


Putri Giok Lin menyentil kuping Dewi Tara pelan sambil menarik tangan kedua adiknya itu.


"Ayo masuk!" katanya lalu pintu pun kembali dikunci dari dalam.


"Ada apa kalian kesini, apa ada keperluan yang harus dilihat,eh maksud ku ada yang perlu disampaikan ?" kata putri Giok Lin pura pura salah sebut.


"Iiiih kalian,dari jaman dahulu kala hingga sekarang,tetap saja jahil, ada apa sih ?" tanya putri Giok Lin.


"Ini kak,Serat suci mengeluarkan tulisan kembali"kata Dewi suci sambil duduk di samping putri Giok Lin.


Alex bangkit dari tidurnya di paha putri Kwan si, "tulisan apa ?,apakah ada tugas lagi ?'...


"Sepertinya ia, coba dengar saya baca, "akhirnya sang dewa pun pergi ke Utara,di mana tidak ada gelap saat malam dan tidak ada matahari saat siang, untuk mencari Biksu Mata hati"suara Dewi Tara membacakan tulisan di dalam serat suci itu.


"Ah aku tambah tidak mengerti maksudnya, tidak ada gelap saat malam dan tidak ada mentari saat siang hari, malam jelas gelap dan siang jelas terang karena ada matahari"kata Alex bengong.


Lama mereka berlima terdiam membisu,masing masing dengan analisanya masing masing.


"Ah aku tahu,aku tahu" kata putri Giok Lin tiba tiba.


"Apa,apa,kak apa maksudnya"tanya Dewi suci.


"Maksud nya,,,eum maksud nya kita bertanya kepada guru dewa cahaya suci saja,dia pasti tahu"kata putri Giok Lin tertawa terkekeh kekeh.


Tiba tiba Putri Kwan si tertawa terpingkal pingkal menatap ke idiot an kedua adiknya itu, "sudah kuduga pasti seperti itu hasil jawabannya, tetapi kakak Lin benar sih, sepertinya cuma guru yang bisa memecahkan teka teki ini"...

__ADS_1


Alex bangkit berdiri dan melangkah keluar kamar menemui sang Dewa cahaya suci di taman belakang istana Fangkea.


Taman belakang istana ini sangat besar dan cantik,ada banyak pohon Xiang Li atau Pear Dewa berwarna kuning emas dengan rasa yang manis, juga ada beberapa pohon Liu Ngan atau Kelengkeng yang sedang berbuah masak.


Pohon anggur nampak berbaris rapi di sisi barat taman dan ada sebuah telaga kecil di timur taman dengan teratai Bidadari berwarna merah kuning agak keputihan, tumbuh di tengah telaga.


Seekor burung Hong nampak bertengger diatas batu di sisi timur telaga kecil sambil terkantuk kantuk.


Terlihat para pelayan istana memetik buah anggur untuk diperas dijadikan minuman.


Diatas batu Giok pipih berwarna biru tua, nampak Dewa cahaya suci duduk bersila menghadap kearah telaga kecil yang dipenuhi aneka warna ikan koi itu,sambil sesekali tangan nya melemparkan sesuatu dan di perebutkan oleh para ikan.


Melihat kedatangan Alex dan beberapa permaisuri, Dewa cahaya suci segera turun dari batu pipih dan menjura kepada Alex dan ke empat istrinya.


"Salam sejahtera untuk Kaisar yang mulia,ada angin apakah gerangan yang membuat paduka yang mulia menemui hamba ?"tanya Dewa cahaya suci.


"Salam sejahtera juga buat Guru,kami datang menemui guru karena ingin menanyakan tentang maksud dari tulisan timbul di serat suci ini guru"kata Alex sambil menyerahkan serat suci kepada Dewa cahaya suci.


Serat suci adalah semacam buku yang terbuat dari serat sesuatu seperti kain putih,tetapi cuma berisi beberapa lembar halaman,dan berisikan kisah kisah seperti teka teki kehidupan,dan selalu berubah ubah cerita nya.


Dewa cahaya suci menerima lembaran serat suci itu dari tangan Dewi Tara dan membacanya.


"Akhirnya sang Dewa pun pergi ke Utara, dimana tidak ada gelap saat malam dan tidak ada matahari saat siang, untuk mencari Biksu Mata hati.


Dengan Biksu Mata hati,semua pertanyaan akan terjawab semua" Dewa cahaya suci selesai membacakan isi serat suci itu.


"Apakah guru mengerti maksud dari serat ini guru?"tanya


"Tugas pergi keutara iya,sudah jelas tuan harus pergi ke Utara dan paling Utara dunia ini tuan,konon disana ada daerah yang aneh di mana malam lamanya setengah tahun dan siang lamanya setengah tahun,dan Biksu Mata hati adalah Biksu setengah tua,meskipun usia yang sebenarnya cuma kehendak suci saja yang tahu,yang tidak memiliki mata,alias buta, tetapi dia bisa melihat dengan mata hatinya, melebihi pandangan mata jahir manusia biasa,dia mengabdikan seluruh hidupnya kepada seorang pertapa tua bernama Dewi perawan suci,Dewi ini banyak menghabiskan usianya dengan bersemedi dan akan keluar dari ruangannya cuma saat musim bunga yang cuma satu kali dalam satu tahun itu"kata Dewa cahaya suci mengakhiri keterangannya.


"Bisakah perjalanan kesana dilakukan dengan berkuda guru?"tanya putri Kwan si.


"Bisa,tetapi cuaca disana sangat ekstrim,dinginnya bisa membuat manusia beku seketika,kalaupun berniat pergi,hamba sarankan tuan ku permaisuri berdua tidak usah ikut,takutnya kandungan tuanku permaisuri berdua terpengaruh dengan keadaan cuaca yang sangat ekstrim itu "saran dari Dewa cahaya suci kepada putri Giok Lin Dan putri Kwan si.


Nampak dari raut wajah kedua orang putri ini satu kekecewaan mereka.


Dewi Suci memeluk tubuh Giok Lin Dan Dewi Tara memeluk putri Kwan si dengan erat.


"Kakak,waktu kita cuma sepuluh purnama saja yang tersisa,sedangkan saudara kita masih Sembilan orang yang belum ditemukan,belum lagi tiga elemen dasar semesta juga belum diketahui berada di mana, bila saja dalam waktu itu semuanya belum diketemukan dan dikumpulkan,maka kakak kakak yang tersedot kedalam tubuh kakak Alex akan menghilang untuk selamanya kak!"kata Dewi Tara memberikan pengertian kepada kedua kakaknya itu.


"Lagipula,Negeri kita dan Istana kita harus tetap ada pemimpinnya selama Kaisarnya pergi, pemimpin yang bisa diandalkan dalam menjalankan pemerintahan dan negara kak!"Dewi Suci mengingatkan.


"Suatu saat nanti,setelah semuanya selesai,kita akan bersama berkumpul tanpa ada masalah besar lagi tuan ku permaisuri berdua,jadi bersabar saja,kita juga harus membantu ayahanda tuanku permaisuri untuk membangun negeri Yuan kembali"kata Dewa cahaya suci menghibur hati kedua permaisuri itu.


"Kalian benar adik adik ku, aku akan tinggal bersama adik Si, pergilah,dan cepatlah kembali"kata putri Giok Lin pasrah.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2