Mr Matrix

Mr Matrix
Geger di Istana Langit.


__ADS_3

Istana langit bukan lah sebuah istana yang berdiri begitu saja diatas awan putih seperti yang orang kira selama ribuan tahun.


Sebenarnya istana langit berdiri diatas sebuah bongkahan batu meteorit yang besar.


Batu ini mengambang dilangit karena daya tarik Bumi dan daya tolak dari batu meteorit ini sama besarnya,sehingga membuat batu ini mengambang diudara.


Entah bagai mana cerita awalnya sehingga sang Kaisar Giok bisa menemukan tempat itu dan membangun istana diatasnya.


Agar orang orang mengira itu benar benar berdiri diatas awan,maka dengan bantuan sedikit sihir,di datangkan awan abadi untuk membungkus batu meteorit itu,sehingga tampak benar benar berdiri diatas awan putih.


Seluruh persiapan sudah di susun dengan matang nya untuk menyambut kedatangan Alex dan pasukannya,seperti pasukan tombak api,dan pasukan panah api.


Beberapa Dewa utama dengan kesaktian paling hebat poin di siagakan, seperti Dewa Erlang, Dewa Nacha,Dewa Rulay,Dewa Jiang Bun,Dewa Gu Ciangkun.


Kaisar Giok atau Kaisar langit sendiri merasa yakin jika Alex akan dapat dikalahkan dan bukan cuma empat elemen suci itu yang bakalan dia kuasai,tetapi juga negeri Fangkea serta para permaisuri nya yang terkenal paling cantik diseluruh semesta itu juga akan dia bil paksa.


Kaisar Giok senyum senyum membayangkan dirinya akan menjadi Kaisar para Dewa suci dan menjadi Kaisar terkaya dengan dikelilingi sebegitu banyak wanita wanita cantik jelita.


Mereka sebenarnya sudah sangat siap menghadapi segala kemungkinan apapun juga,tetapi pagi itu mereka tetap terkejut setengah mati dan jantung mereka semua seperti serentak berhenti berdetak ketika gerbang utama tiba tiba meledak.


"BUM!!!!".


Sebuah dentuman maha dahsyat terjadi di depan istana langit.


Istana yang selama ribuan tahun menjadi lambang ke kuantan dan kekuasaan itu kini terguncang hebat,sebagian malah runtuh,dan yang paling kuat terlihat retak menganga di mana mana,sedangkan lantai istana juga terlihat dipenuhi oleh retakan sebesar jari tangan orang.


Sangkin kuatnya guncangan,sampai sampai para Dewa terlempar ke udara seperti semut di masukan dalam kuali lalu diguncang kuat kuat.


Di halaman depan istana,bukan cuma pintu gerbang yang hancur berantakan,tetapi hampir seluruh tembok juga hancur menjadi kumpulan pasir putih.


Pohon pohon persik Dewa yang sudah berumur ribuan tahun itu,semuanya tercabut bersama akarnya dan terlempar keudara.


Seluruh prajurit langit penjaga gerbang,terlihat berserakan di lantai halaman utama dengan kondisi tubuh yang sudah tercerai berai tidak karuan.


Melihat itu, Dewa Nacha langsung terbang ke udara,namun baru saja dia bermaksut terbang ke arah halaman depan istana yang hancur itu, dihadapannya kini telah berdiri seorang laki laki bercahaya putih .


Dengan menggunakan dua buah roda api nya, Dewa Nacha segera menyerang Dewa Samudra.


Kedua roda api itu terbang sambil berputar menyerang kearah Dewa Samudra.


Namun Dewa Samudra bukanlah dewa dewa an yang dipilih karena terlihat hebat,tetapi memang sebenarnya Dewa dari bangsa mahluk suci yang tubuh nya terbuat dari cahaya itu.


Saat kedua roda api milik Dewa Nacha melesat menghantam kearah Dewa Samudra,dengan tanpa menghindarkan diri, Dewa Samudra menendang roda api milik Dewa Nacha itu hingga hancur berkeping keping,sedangkan roda api yang satunya lagi,dia tendang hingga melesat secepat Sambaran kilat menghantam dada Dewa Nacha.


Tubuh Dewa Nacha meluncur menghantam tiang teras depan istana langit hingga patah berantakan.

__ADS_1


Dewa Nacha jatuh tertelentang di hadapan para Dewa yang lainnya dengan sekujur tubuh nya tertusuk patahan dari senjata roda api nya.


Dewa Niskala sangat murka melihat Dewa Nacha tewas ditangan musuh nya itu.


Dengan mempergunakan senjata tombak langit nya,dia maju ke arah Dewa Samudra.


Namun Dewa Lonceng Kematian segera menghadang di depannya.


"Bai An,aku juga mau bermain main sebentar, kau beristirahat saja dulu" kata Dewa Lonceng Kematian kepada Dewa Samudra.


Dewa Niskala segera menyerang kearah Dewa Lonceng Kematian dengan tombak langit di tangan nya.


Lonceng di tangan dan kaki Dewa Lonceng Kematian tiba tiba berbunyi sangat nyaring,dan Dewa Lonceng Kematian bergerak seperti seorang yang sedang menari.


Dewa Niskala yang sedang menyerang Dewa Samudra dengan tombaknya itu,tiba tiba bergerak tidak karuan seperti terganggu dengan suara lonceng itu.


Dewa Niskala mencoba membendung suara lonceng itu dengan menutup semua saraf pendengarannya,tetapi ternyata suara lonceng itu menyerang langsung ke jantung nya.


Akhirnya darah segar menyembur dari mulut, hidung, kuping, dan semua pori pori kulit sang Dewa Niskala, karena jantung nya pecah.


Melihat dua Dewa utama sudah tumbang,dewa Erlang segera maju dengan pedang cahaya langit di tangan nya.


"Mundur lah Dewa Lonceng Kematian,ini giliran ku sekarang!" kata Alex dan tahu tahu sudah berada di depan dewa Erlang.


"Aku khawatir,jangankan untuk membunuh ku,untuk menyentuh ku saja kau tidak mampu wahai Dewa palsu " kata Alex.


"Benar kah itu?,baiklah kalau kau tidak mau menyerahkannya secara suka rela,maka kau akan ku bunuh dan dada mu akan ku belah,lalu ke empat elemen suci itu akan ku ambil sendiri "kata Dewa Erlang dengan rasa yakin.


"Kalau memang kau mampu,maka cepat lakukan saja, atau kau memang besar omong saja "kata Alex.


Merah padam muka Dewa Erlang mendengar kata kata Alex,diputar nya pedangnya di atas kepalanya,dan terdengar suara mengaum seperti suara singa.


Dengan kecepatan luar biasa,diserang nya Alex sekuat tenaga.


Namun ketika pedang itu hampir menyentuh tubuh Alex, tiba tiba tubuh Alex sudah berada di tempat lain sambil melipat ke dua tangan nya di dadanya.


"Ternyata aku benar kan, kau cuma hebat omong saja,menyentuh tubuh ku saja kau tidak mampu " kata Alex.


Mendengar perkataan Alex itu,Dewa Erlang segera mempercepat gerakannya hingga ke titik maksimalnya.


Tetapi se apapun dia mempercepat gerakannya, kejadian tadi selalu terulang terus, seolah olah Alex bisa berpindah pindah tempat.


Akhirnya Dewa Erlang menghentikan serangan nya, lalu mulutnya komat kamit membaca sesuatu.


"Engkau adalah kelinci kecil dan aku seekor naga!" seru Dewa Erlang sambil menunjuk ke arah Alex.

__ADS_1


Dewa Erlang berulang ulang mengucapkan kata kata aneh itu.


"Ha ha ha ha, kau mau memamerkan sihir murahan mu itu kepada ku, kau salah orang, aku tidak bisa di sihir,ilmu sihir tidak berfungsi terhadap ku,kau membuang buang waktu ku saja kata Alex sambil bergerak sangat cepat hingga tidak ada mata yang mampu mengikuti gerakannya,dan tahu tahu tubuh Dewa Erlang terjungkal ke lantai dengan dada yang sudah remuk hingga meninggalkan sebuah lobang sebesar buah semangka.


Namu baru saja Alex bermaksut menyerang kembali,sebuah telapak tangan raksasa datang dari langit menindih tubuh Alex.


Tubuh Alex hilang didalam telapak tangan sangat besar itu.


Itulah jurus telapak sakti Milik Dewa Rulay yang pernah mengalahkan Sun Go Kong.


Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian terperanjat melihat tubuh Alex yang terkena jurus telapak sakti itu.


Sementara itu Dewi muyimaeva dan Dewi Tara hanya diam tanpa berkata kata apapun.


"Ha ha ha ha,ternyata sebegitu saja kesaktian mu hai pecundang, sekarang,seluruh negeri Fangkea telah resmi menjadi milik ku,dan keempat elemen suci itu juga akan ku miliki, ha ha ha ha" tawa kaisar Langit hingga perut buncit nya terguncang guncang.


Namun tidak lama,tawa nya berubah menjadi suara keheranan,ketika secara perlahan lahan,telapak tangan raksasa itu mulai hancur berkeping keping,dan dari balik telapak tangan raksasa itu muncul Alex yang sudah berubah menjadi mahluk cahaya berwarna putih kemilau dengan seratus sayap warna warni terbuat dari permata yang sangat indah di belakang nya.


Dewa Rulay terperanjat melihat hal itu,tiba tiba tubuh nya menggigil ketakutan,hingga dengkulnya bergetar, "De Dewa Agung!" ...


"Tuan ku, urungkan niat tuan ku,yang kita hadapi Dewa sesungguh nya tuanku,dialah Dewa nya para Dewa suci,dialah sang Dewa Agung, serahkan putra nya sebelum segala galanya terlambat !" kata Dewa Rulay kepada sang Kaisar langit.


Tetapi sang Kaisar langit yang mata dan hatinya sudah di tutupi oleh nafsu serakah dan ambisi tidak berkesudahan itu, jangankan menuruti kata kata dari Dewa Rulay, yang ada dia malah marah besar kepada Dewa Rulay,dan mengatakan bahwa Dewa Rulay adalah seorang Dewa yang pengecut.


Sang Kaisar langit bertepuk tangan tiga kali,dan dari dalam istana langit,muncul seorang wanita gemuk menggendong seorang bayi berjalan mendekati arah Kaisar langit.


"Sekarang kau serahkan ke empat elemen suci itu, atau putra mu ini ku binasakan,aku tidak perduli dengan istana dan seluruh kerabat istana ini,bila kau nekat tidak mau menyerahkan ke empat elemen suci itu, maka aku akan nekat membunuh putra mu"kata Kaisar langit sambil mengacungkan tinju nya yang sudah di lambari dengan jurus api itu ke dada pangeran Kemal.


Akhirnya kemarahan Alex ditariknya kembali,kini sang putra dalam bahaya,sang kaisar gila itu mulai bertindak nekat.


"Baiklah,baiklah,tetapi kau harus berjanji membebaskan putra ku"kata Alex .


"Tentu saja aku berjanji bila ke empat elemen suci itu kau serah kan kepada ku,putra mu akan ku kembalikan kepada mu"kata Kaisar langit.


Akhirnya Alex mengeluarkan keempat elemen suci itu dari dalam tubuh nya dan ke empat elemen suci itupun melayang ke arah tubuh sang Kaisar langit.


Dengan tertawa terbahak-bahak ,sang kaisar langit mengambil ke empat elemen suci itu dengan tangan nya, " ha ha ha ha,pemuda nasip yang bodoh,apa kau kira aku akan memenuhi janji ku kepada mu ?, huh sungguh b*d*h,setelah keempat elemen ini ku kuasai,kau pun akan ku bunuh,dan seluruh istri mu yang terkenal sangat cantik cantik itu akan ku ambil "kata sang Kaisar langit sambil menelan keempat elemen suci itu.


Setelah menelan keempat elemen suci itu,tawa sang kaisar pun masih terdengar karena akhirnya hasratnya untuk menjadi Dewa sesungguh nya kini tercapai,bahkan dia akan menjadi Dewa Agung nya para Dewa suci.


Tetapi tawanya itu tidak berlangsung lama,karena kini sang kaisar terlihat sangat kesakitan luar biasa.


"Bangsat apa yang kau berikan kepada ku tadi ?"tanya sang kaisar sambil menggelepar gelepar kesakitan luar biasa.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2