
Alex melangkah berjalan memasuki kota raja Fangkea dengan berjalan kaki sambil menyapa semua rakyatnya yang mengelu elukan kedatangan Kaisar mereka itu.
Sepanjang jalan nampak keanehan yang tampak terlihat,tetapi Alex masih enggan untuk menanyakan kepada prajurit nya.
"Kakak,tidakkah kakak melihat keanehan sepanjang jalan kota kak?"tanya putri Annchi.
"Ya aku melihat keanehan itu,tetapi aku belum ingin bertanya,aku ingin menyiapkan hati ku dulu,karena semenjak beberapa hari yang lalu, hatiku berdebar debar tidak karuan,perasaan ku gelisah,aku selalu mendengar suara putri Giok Lin meminta tolong kepada ku"jawan Alex bergetar.
Dikiri kanan jalan nampak para prajurit sedang bersiaga penuh,sedangkan para masyarakat warga kota Fangkea juga bersiaga dengan senjata mereka masing masing.
Dengan mempercepat langkah kaki nya,Alex ingin segera sampai di istana Fangkea.
Setelah melewati gerbang kedua,di halaman istana nampak berjejer menyambut mereka adalah Jendral Lau me,Dewa cahaya suci,Dewa bayangan dan Dewi obat,serta Nio nio sang bidadari dari utara.
Sedangkan di depan mereka nampak putri Kwan si dan putri Kayla yang cantik jelita namun dengan mata memerah sembab akibat menangis.
Putri Kwan si yang sedang hil muda itu segera berlari menghampiri Alex, memeluk pemuda itu sambil menangis terisak Isak.
"Sudahlah putri jangan menangis,kami sudah pulang dengan membawa hasil gemilang,mana kakak kalian Giok Lin,kenapa tidak bersama kalian untuk menyambut ku,adakah sesuatu terjadi dengannya selama aku pergi?"tanya Alex kepada istrinya.
Putri Kayla juga menghampiri Alex lalu memeluk sang suami dengan tangisan yang tidak bisa dia bendung lagi.
"Ada apa ini, katakanlah, apa yang terjadi,guru Dewa cahaya suci, katakan apa yang terjadi, dimana istri ku?"tanya Alex mulai meninggi.
"Yang mulia,lebih baik kita masuk dulu,baru kita bicarakan apa yang telah menimpa Gusti permaisuri yang mulia"kata Dewa cahaya suci mencairkan suasana.
"Tidak guru,katakan dulu dimana istri ku"kata Alex.
"Yang mulia,beberapa waktu setelah kepergian yang mulia mencari batu mustika serat jiwa, datang utusan dari negeri Yuan yang mengatakan bahwa Ratu ibunda dari Gusti permaisuri Giok Lin sedang sakit,makanya permaisuri beserta nona Siauw Hwe dan selusin prajurit pengawal pergi kenegeri Yuan,beberapa waktu disana,tiba tiba negeri Yuan mendapatkan serangan dari Kaisar tanah Nirwana yang bermaksut menguasai dunia bulan biru ini kembali,negeri Yuan kalah perang,kaisar dan seluruh keluarga istana di tawan kaisar tanah Nirwana dan di bawa ke tanah Nirwana,sedangkan pasukan negeri tanah Nirwana terus melanjutkan ambisi mereka untuk menguasai benua makmur Fangkea, kami terlambat mendapatkan Khabar itu, permaisuri Kwan si segera mengutus Jendral Liong san beserta limaratus prajurit untuk membantu negeri Yuan,musuh dapat kita kalahkan tetapi sang permaisuri beserta keluarganya di tawan oleh Kaisar tanah Nirwana"jawab Dewa cahaya suci.
Mendengar itu,tiba tiba mata Alex yang berlainan warnanya itu kini keduanya menjadi putih seperti mutiara,dan tubuhnya memancarkan cahaya putih kemilau seperti cahaya yang paling terang.
Alex mengepalkan tangannya dan mengangkatnya keatas sambil menjerit.
"TIDAAK!!!".
Siang hari yang terik tiba tiba langsung berubah mendung,awan kemurkaan berwarna hitam kelam langsung menutupi langit bersama petir kemurkaan yang ber dentum kencang berkali kali,seakan hari ini kiamat sudah terjadi.
Hal ini juga terjadi hingga sampai tanah Nirwana,istana kaisar Nirwana berderak diguncang gempa yang kuat,sehingga beberapa bagian ambruk,dan petir kemurkaan berdentum beberapa kali menyambar seluruh istana tanah Nirwana.
Tanah Nirwana seakan di ayun ayun diatas air,jerit dan tangisan terdengar di seantero negeri tanah Nirwana.
Dewi muyimaeva segera memeluk tubuh sang suami yang sudah nampak seperti Dewa agung yang akan menghancurkan semesta.
__ADS_1
Dewi muyimaeva mendekap tubuh sang suami kedalam dadanya sambil berbisik halus di telinganya, "hentikan kemurkaan mu sayang, atau kau akan menghancurkan seluruh isi semesta ini dengan murka mu itu,lalu apa gunanya kita diciptakan sang kehendak suci, tenangkan diri mu, tenanglah,setiap apa yang terjadi kepada hidup kita,itu bagian dari rencana sang kehendak suci,kita cuma bisa menjalankannya dengan perasaan tulus,ayolah kita masuk istana dulu,dan tenangkan hati mu"...
Bisikan sang Dewi kecantikan dan keluhuran itu ternyata bisa menenangkan hati Alex,sehingga sedikit demi sedikit alam kembali seperti semula.
Seluruh yang hadir saat itu terdiam ngeri dengan kemurkaan sang Kaisar mereka itu.
Tatkala kemurkaan sang Kaisar meledak,semesta digoncang seakan kiamat sudah dimulai.
Alex segera memasuki istana dan duduk di sebuah kursi yang memang selalu diperuntukan untuk tempat dia duduk di ruang depan istana itu.
Beberapa saat tidak ada suara yang terdengar keluar dari mulutnya.
Dewi muyimaeva masih setia memeluk sang suami sambil duduk disebelahnya.
Dibenamkannya wajah pemuda itu ke dadanya, seakan ingin berbagi derita bersama.
Mata Alex kini kembali berwarna beda seperti semula,namun dari tatapan mata itu,sang Dewi muyimaeva tahu kalau hati sang suami kini sedang sangat berduka,putri Giok Lin memiliki tempat tersendiri dihati sang kaisar muda itu,seorang putri cantik jelita,juga penuh dengan cinta dan jiwa keibuan,sabar,tabah, juga sangat setia.
"Kami semua tahu kakak,tidak ada yang bisa menggantikan posisi kakak Giok Lin di dalam hati mu,dia memiliki ruangan tersendiri disana,tetapi ketahuilah,sebesar apa kedukaan mu,sebesar itu pula rasa kami kepada nya,tetapi tenanglah,aku sudah memasang segel palaka sara kepada semua istri mu,dimana siapapun yang ingin berbuat tidak senonoh kepada mereka,orang itu akan lumpuh selama sepekan,tidak ada yang bisa membuka segel itu kecuali aku sendiri, karena akulah pencipta segel itu,tenangkan diri kakak,bersemedi lah beberapa saat mudah mudahan kakak mendapatkan petunjuk serta hati kakak menjadi tenang"kata Dewi muyimaeva kepada suaminya itu.
Alex tidak lagi menjawab,tetapi cuma menganggukkan kepalanya saja,mengikuti sang Dewi yang membimbing tangannya menuju keruang semedi di belakang istana.
Sesampainya di dalam ruangan semedi,Alex membuka pintu portal kedunia dimensi miliknya.
Tanpa berkata kata lagi, Dewi muyimaeva langsung melesat kedalam dunia dimensi untuk menjemput Dewi Sucitra dan Dewi Paraditha serta Dewi Ginantari.
Setelah beberapa saat, empat orang melesat keluar dari dunia dimensi itu dan pintu dimensi pun akhirnya mengecil lalu menghilang sama sekali.
Dewi muyimaeva yang sudah menceritakan semuanya serta melarang mereka bertanya terlebih dahulu,langsung mengajak ketiga orang itu keluar ruang semedi itu membiarkan Alex bersemedi sendirian.
Mereka berjalan menuju ke ruang depan yang tadi masih terdapat banyak orang.
Ketika mereka tiba,yang pertama menyambut mereka adalah putri Kwan si yang memeluk Dewi muyimaeva sambil menangis tersedu sedu.
"Adik Dewi,bagai mana keadaannya,apakah dia sudah tenang sekarang, aku takut dia akan menghancurkan semesta ini"kata putri Kwan si.
Tenanglah kakak,sang kehendak suci menjadikan kita sebagai pendampingnya tentu ada maksud dan tujuannya,bukan disatukan begitu saja, tanpa maksud, seperti aku dijadikan menjadi pendampingnya seumur hidup adalah untuk mengatur dan membatasi tindakannya bila sewaktu waktu melenceng atau khilaf, dan kalian semua juga punya peran yang berbeda beda,seperti kakak Giok Lin yang ditakdirkan menjadi penyejuk hatinya,kita harus bisa bekerja sama saling mendukung dan saling membantu satu sama lainnya"kata Dewi muyimaeva menenangkan hati semua yang hadir saat itu.
"Aku merasa bersalah adik,kenapa saat itu aku membiarkan kakak Giok Lin pergi sendiri tanpa ku temani,aku benar benar merasa kehilangan salah satu saudara tua ku, kakak tercinta ku,susah senang kami selalu bersama,ke jurang,ke gunung,bahkan kemanapun kami tidak pernah terpisahkan,tetapi kini saat dia dalam masalah,saat dia menderita,aku tidak berada disisinya,tidak lagi bisa memeluk tubuhnya saat seperti dahulu waktu kami sama sama sakit terkena racun,aku yang bersalah adik"Isak tangis putri Kwan si terdengar lirih.
Tidak kakak ku,kau tidak bersalah apa apa, ketahuilah bahwa kita sedang menjalankan takdir yang telah di tentukan oleh sang kehendak suci,semuanya memang harus terjadi seperti ini,jangan lagi menyalahkan dirimu sendiri,ingat putra kita yang berada didalam kandungan kakak,jaga dia baik baik"suara Dewi muyimaeva yang lembut menyejukkan hati siapapun yang mendengarkannya.
putri Kayla menatap ketiga gadis cantik jelita yang keluar bersama Dewi muyimaeva tadi, "siapakah mereka kakak Dewi?"...
__ADS_1
Dewi muyimaeva hanya tersenyum menatap semua orang,kemudian dia menggamit tangan putri Annchi.
"Ooh iya kenalkan ini Dewi Ginantari pengawal setia kakak Alex, sedangkan ini adalah putri Dewi Sucitra dan yang ini adalah Dewi Paraditha,mereka berdua saudara kita yang baru"kata putri Annchi memperkenalkan ketiga dara cantik jelita itu.
Putri Dewi Sucitra dan Dewi Paraditha bersimpuh dihadapan putri Kwan si dan putri Kayla, "kakak berdua, maapkan tindakan kami, kami mohon kakak dapat menerima kami sebagai adik"...
putri Kwan si dan putri Kayla memegang tangan keduanya serta memeluk mereka bergantian.
"Adik putri berdua,bagai mana latihan kalian didunia dimensi?,apakah berhasil?"tanya putri Annchi kepada kedua dara cantik jelita itu.
"Kakak,berkat bantuan Dewi Ginantari,kami berhasil mencapai Dewa sorga tingkat lima kakak" jawab kedua orang putri itu.
Ketiga wanita cantik itu tertegun dan kaget dengan kemegahan istana Fangkea ini,apalagi disekeliling benteng istana terdapat telaga luas yang berpemandangan sangat indah.
"Dewi Ginantari,untuk sementara,kau bisa membantu Jendral Lau me dalam menyiapkan pasukan kita,persiapkan semuanya semaksimal mungkin,siapa tahu Kaisar memerlukannya dalam waktu dekat ini, segala perbekalan masukan kedunia dimensi milik permaisuri Giok Lin yang di titipkan nya kepada jendral Lau me"kata putri Kwan si selaku tertua pengganti putri Giok Lin.
Dewi Ginantari dengan senang hati menerima titah itu bekerja sama dengan Lau me yang berparas tampan seumuran pemuda duapuluh lima tahunan itu.
Sementara itu di ruang semedi,Alex sedang duduk bersila dengan kedua tangannya berada diatas kedua pahanya.
Seluruh pancaindranya terpusat kepada sang kehendak suci.
Tiba tiba seberkas cahaya putih kemilau membungkus tubuhnya, bersamaan dengan itu,seluruh rasanya seperti tidak merasakan apa apa lagi.
Jauh didalam alam pikirannya,dia seperti mendengar suara seseorang.
"Bukalah mata mu sekarang".
Alex perlahan membuka matanya,kini di berada diantara ada dan ketiadaan,diantara nyata dan kehampaan.
Seluruh yang ada terpampang nyata dihadapannya cuma kegelapan.
Dan dimana mana bertebaran cahaya warna warni menghiasi kegelapan disekitarnya.
Setelah dia mengamati benar benar,ternyata sebuah cahaya tadi adalah sekumpulan milyaran titik titik cahaya warna warni yang disebut galaxy,dan setiap galaxy terdiri dari jutaan tata Surya,dan setiap satu tata surya itu terdapat sebuah dunia.
Sedangkan titik titik kumpulan galaxy itu sendiri terdiri dari milyaran jumlahnya.
Tiba tiba suara tadi terdengar kembali, "inilah semesta,dan tempatmu sekarang adalah Matriks, pusatnya semesta, berjalanlah dan lakukanlah sebagai mana yang aku kehendaki, tegakkanlah semua aturan yang sudah kugariskan,karena sekarang kau adalah Tuan Matrix"kata suara itu lagi
Alex memandang sekelilingnya yang semuanya kecil kecil seolah tidak ada artinya.
*********
__ADS_1