
Malam itu hujan gerimis turun perlahan,hawa dingin dan nyanyian rinai hujan yang jatuh menimpa atap membuat para penghuninya semakin terlelap dalam mimpi indah masing masing.
Namun di dalam sebuah kamar yang besar dan indah,seorang gadis cantik jelita tiba tiba terjaga dari tidurnya.
Keringat dingin membasahi tubuhnya yang duduk menggigil di sisi tempat tidur.
Sedah lima malam berturut turut,dia bermimpi yang sama.
Dalam mimpinya itu,dia melihat kakak tirinya Thio Seng Kuan putra sang Kaisar dari selir, sedang berusaha memperkosa seorang gadis cantik jelita.
Sambil menangis dan berusaha melawan,gadis itu menatap kearah putri Mei Yin sambil berkata, "kakak !,tolong aku kak!, tolong aku kak!,kakak!, tolong kak!"...
Mimpi itu selalu berulang hingga beberapa kali dan terjadi berturut turut dalam beberapa malam ini.
Dan yang sangat aneh adalah dia merasa sangat akrab dengan gadis di dalam mimpinya itu.
Sudah setahun ini Thio Xiu Huan sakit keras yang aneh, sekujur tubuhnya membusuk dan berbau tidak sedap.
Dia adalah kakak kandung dari putri Thio Mei Yin, putra kaisar Thio Wen Zhuo dari permaisuri, maka jabatan putra mahkota calon pengganti sang Kaisar pun, jatuh kepada Thio Seng Kuan,putra sang Kaisar dari se orang selir.
Meskipun banyak ditentang oleh semua kerabat istana,tetapi karena sang Kaisar sangat menyayangi sang selir,maka ucapan sang selir lah yang di dengarkan oleh sang Kaisar.
Putri Mei Yin bangkit berdiri dan menuangkan air putih ke dalam gelas dan meminumnya.
Pintu di ketuk dari luar,dan terdengar suara halus seorang wanita dari balik pintu itu.
"Yun Yun!,masuklah!" perintah sang putri kepada dayang setia nya itu.
Seorang gadis cantik seusia dengan sang putri Mei Yin masuk kedalam kamar sang putri.
"Ada apa Yun Yun,tidak biasanya malam malam seperti ini kau datang ke tempat ini,ada berita apa gerangan ?"tanya Putri Mei Yin.
"Ampun Gusti putri, hamba memberanikan diri kesini karena tadi sore hamba melihat Gusti pangeran Seng Kuan datang entah dari mana,membawa seorang gadis sangat cantik yang kaki dan tangannya di ikat serta mulutnya juga di ikat tuan putri!"kata dayang Yun Yun memberikan laporannya.
Putri Mei Yin termenung sejenak,teringat dia akan mimpi nya barusan yang selalu berulang ulang.
"Di mana sekarang kakak Seng Kuan menyembunyikan gadis itu Yun Yun?"tanya putri Mei Yin.
"Di paviliun timur tuan putri !"jawab dayang Yun Yun.
"Di paviliun timur ?, kok aneh, itu kan tempat menginapnya tamu tamu terhormat, biasanya juga di pondok Suli,kenapa sekarang di paviliun timur?,apa karena sudah resmi menjadi putra mahkota sehingga berani terang terangan di hadapan ayahanda Kaisar?"gumam putri Mei Yin.
"Baiklah,nanti lewat tengah malam,kita satroni tempat itu, kali ini aku tidak bisa berdiam diri, tingkah laku kakak sudah semakin meresahkan saja,ingat, pakai, pakaian operasi yang biasanya"kata putri Mei Yin kepada dayang nya itu.
"Hamba mengerti tuan putri,hamba menunggu ditempat biasanya saja"kata Yun Yun sambil terus berlalu keluar kamar itu.
__ADS_1
Malam itu hujan masih turun walaupun tidak lebat, tetapi hawa dingin membuat orang malas untuk keluar dari selimut.
Di paviliun timur,sepuluh orang prajurit jaga sedang menunaikan tugasnya berjaga jaga di depan paviliun timur.
Tidak seperti biasanya, malam ini paviliun timur dijaga sepuluh orang prajurit jaga,biasanya cuma dua orang saja.
Di tengah lebatnya gerimis,tiba tiba berkelebat dua bayangan hitam ke arah pohon Tao yang tumbuh berjejer di sebelah paviliun timur itu.
Setelah beberapa saat lamanya,sebuah bola sebesar telur puyuh di lempar ke dekat para prajurit itu.
Ketika menyentuh tanah,asap tipis nyaris tak terlihat dan tidak berbau keluar dari bola itu.
Cuma dalam waktu yang singkat saja,sepuluh orang prajurit jaga itu tumbang ketanah karena tertidur pulas.
Dua bayangan hitam bergerak masuk kedalam paviliun timur itu secepat kilat.
Didalam sebuah kamar, terlihat seorang gadis cantik jelita sedang tertidur dan dalam keadaan tertotok.
Salah satu dari bayangan hitam itu bergerak cepat memanggul sang gadis yang tertotok tadi,serta bergerak cepat melompat keatas pohon Tao yang rimbun.
Baru saja bayangan hitam itu hilang di balik rimbunnya dahan dan ranting pohon Tao, dua ratus orang prajurit segera berlarian ketempat itu.
Diantara para prajurit itu,ada putra mahkota dan jendral Cen Thai Long yang juga ikut serta.
Dua ratus orang prajurit itu segera mengepung pohon Tao tempat bayangan hit tadi berbunyi.
Selesai berbisik,tiba tiba para prajurit menjadi gempar,karena tahu tahu seorang berpakaian serba hitam bercadar hitam,datang mengamuk,membantai setiap prajurit yang terdekat.
Selagi para prajurit itu kalangkabut menerima serangan tiba tiba itu,dua kelebatan hitam bergerak sangat cepat melompati tembok istana dan berlarian diatas atap rumah penduduk tanpa menimbulkan suara apapun.
Dua bayangan hitam itu terus berlompatan diatas atap rumah penduduk menuju ke selatan kota.
Tepat di penginapan An Ciang,kedua bayangan hitam itu melesat ke tingkat dua bangunan itu dan menghilang didalamnya.
Di dalam kamar enam belas penginapan An Ciang itu, Dewi Amarila tiba tiba tersentak bangun dari tidurnya.
Alex yang terkejut segera menghampiri sang istri.
"Ada apa meme?"tanya nya.
"Kakak tadi aku mendengar suara wanita memanggil ku dan meminta pertolongan, mungkin kah itu suara Dewi Suhitra?"tanya Dewi Amarila.
"Mungkin saja meme, apakah kita harus bergerak sekarang ke istana ?,tetapi kita tidak mengetahui situasi didalam istana sana meme"kata Alex.
Baru saja mereka berbincang,tiba tiba pintu diketuk dengan halus dari luar kamar.
__ADS_1
Dewi Amarila segera melompat kedekat pintu, dengan kewaspadaan penuh,di bukanya pintu kamar.
Baru saja pintu kamar terbuka,dua orang berpakaian serba hitam langsung masuk sambil memanggul tubuh seorang gadis yang tertotok.
Gadis yang tertotok itu pun langsung di rebahkan di atas tempat tidur,sedangkan salah seorang dari kedua orang berpakaian serba hitam itu membuka totokan pada tubuh gadis itu.
Begitu totokan ditubuhnya terbuka,gadis itu langsung duduk dan menangis sesegukan di antara kedua lututnya.
Dewi Amarila menyibak rambut gadis itu dan memeluk tubuhnya dengan erat, "sudahlah adikku,kau sudah selamat disini,sekarang katakan siapa dirimu dan kenapa bisa sampai ditempat ini?"...
Gadis itu mengangkat mukanya,ternyata dia seorang gadis yang cantik luar biasa dengan mata coklat muda kekuningan, "saya adalah Suhitra kak,saya di culik putra mahkota, sedangkan kakek dan nenek saya tewas di bunuh para prajurit suruhan putra mahkota" kata gadis itu sambil menangis tersedu sedu.
Belum sempat Alex ikut berbicara,tiba tiba;
"Bruaak!!".
Pintu kamar penginapan itupun hancur di tendang seseorang dari luar.
Di luar kamar nampak seorang laki laki setengah tua dengan kumis panjang menjuntai,serta berpakaian jubah kebesaran seorang jendral berdiri di depan pintu dengan angkuh nya.
Rupanya tadi,ketika di istana,sang jendral berilmu sangat tinggi itu sempat melihat sekelebatan bayangan hitam melesat dari atas pohon Tao.
Dengan bergerak hati hati tanpa sepengetahuan siapapun,jendral itu mengikuti bayangan hitam tadi hingga sampai ke penginapan itu.
"Ha ha ha ha,sekumpulan tikus tikus kotor tertangkap basah di selokan,ha ha ha ha,serahkan gadis itu,juga kedua penjahat itu,serta ketiga wanita cantik itu untuk kebawa ke istana,selanjutnya bunuh diri mu sendiri supaya tangan ku tidak kotor oleh darah mu!"kata sang jendral dengan wajah angkuhnya kepada Alex.
"He he he he,jendral kentut busuk,ilmu baru sejengkal berani menantang Dewa Yamadipati,pulang lah dan bersembunyi lah di ketiak ibu mu,bila kau tidak pulang,maka jasad mu akan pulang dengan kondisi tidak utuh lagi"kata Alex mulai marah.
"Bocah bau kencur, omongan mu sungguh hebat,seolah olah dunia bisa kau gulung,buktikan saja omongan mu bila memang kau benar bena laki laki,kecuali kau memang banci seperti wajah mu ha ha ha hok" tiba tiba suara tawa sang jendral berubah menjadi aneh ketika tiba tiba tubuh Alex sudah berada di sampingnya dan dengan gerakan super cepat,merenggut tangan kanan sang jendral hingga putus dan terlepas dari bahunya.
Karuan saja darah menyembur kemana mana dari bahu sang jendral yang buntung seketika.
Kedua orang berpakaian serba hitam dan bercadar hitam itu nampak bergidik ngeri melihat pertunjukan itu.
Sedangkan Dewi Suhitra segera menutup matanya tidak sanggup melihat kengerian yang di luar nalar manusia normal itu.
Dewi Amarila, Ratu Pramestiya dan Dewi Araya terdiam menatap kengerian yang di tampilkan sang suami mereka saat itu,dengan sekali renggut,tangan sang jendral itupun copot dari bahunya.
"Nah itulah salah satu bukti omongan ku,aku memang mampu menggulung dunia ini bila aku mau,tetapi untuk apa?, apa yang kudapatkan sesudahnya?, tidak ada selain sisa sisa kehancuran saja,aku adalah maut diatas maut,hakim diatas hakim, raja diatas raja,kaisar diatas kaisar, dan Dewa diatas Dewa, kau meminta bukti,maka kuberikan bukti,sekarang apa lagi yang kau minta?" tanya Alex dengan perasaan marah yang meluap luap.
"Bunuh saja aku,aku tidak Sudi diperhinakan seperti ini"kata sang jendral dengan perasaan yang sangat marah.
"Tidak!,aku tidak akan membunuh mu,aku akan menghabisi anggota badan mu,dan mengantarkan kau ke istana,agar besok hari sang pangeran jahanam itu datang dengan pasukan kalian yang banyak,dan saat itulah riwayat keKaisaran ini akan ku tamatkan dari catatan para Dewa, sebenarnya aku sudah tahu siapa kalian dan kelompok kalian,siapa yang sudah meracuni tubuh putra mahkota yang sesungguhnya,agar saat penobatan nya sang pangeran jahanam itulah yang terpilih,kau kira aku tidak tahu kah siapa orang orang kalian?" gema suara Alex seperti dentuman petir menyambar ke dalam dada jendral Cen Thai Long.
Sedangkan dua orang berpakaian serba hitam itu terhenyak kaget mendengar perkataan Alex tadi.
__ADS_1
...****************...