
Putri Giok Lin membelai rambut putri Kwan si, mareka menangis meratapi nasip mareka yang sedang di ujung bencana besar.
"Sudahlah adik Si,aku juga mencintai kakak Alex sepenuh hati ku,bila ada kehidupan kedua, maka aku akan tetap memilih Alex sebagai suami ku, marilah kita berdoa pada Tian yang agung semoga dia membimbing suami kita kesini,aku tahu ikatan batin tak akan bisa di batasi dengan apa pun"kata putri Giok Lin berbisik di telinga putri Kwan si.
"Ha ha ha ha,kedua putri yang angkuh dan sombong ternyata juga bisa menangis,mana keangkuhan kalian, kesombongan kalian, sekarang jangankan suami mu yang tidak berguna itu,Kaisar sekalipun tidak bisa menyelamatkan diri kalian"kata Xiouw min dengan nada arogan nya.
"Kau memang tidak bermoral,kau yang tidak berguna,kau dan kakak mu adalah sampah yang pantas untuk di bersihkan" jawab putri Giok Lin marah.
"Sayang muka mu cantik jelita,seandainya kau tidak cantik,tentu menyiksa dan membunuh mu adalah satu kesenangan,tapi jangan khawatir,setelah puas menggilir kalian berdua,kami juga akan merusak wajah cantik kalian,karena wajah cantik kalian lah kakak ku tergila gila karena nya,dan keluarga ku hancur"Xiouw min berkata sambil berjalan mendekati kearah kedua putri itu.
"Tidak,tidak,jangan,kalian memang bangsat!"teriak putri Giok Lin setelah tangannya ditarik oleh Xiouw min.
Xiouw min tertawa tawa gembira sambil terus menyeret tangan Putri Giok Lin.
"Adik Si,tolong aku"jerit putri Giok Lin.
putri Kwan si berusaha menahan tangan putri Giok Lin dari seretan Xiouw min yang sudah nampak kesetanan itu.
"****** kurang ajar!" bentak Xiouw min sambil menendang tangan putri Kwan si hingga terlepas.
"Kakak Lin!,kakak Lin!" jerit putri Kwan si menangis sejadi jadinya.
Xiouw min terus menarik tangan putri Giok Lin kesebuah ruangan goa sambil tertawa tawa.
"Tras!!".
Suara ketawa Xiouw min tiba tiba berubah menjadi jeritan panjang,ketika tangan kanannya yang menyeret tangan putri Giok Lin putus dan jatuh di lantai goa,sedangkan tubuhnya tidak lagi bisa digerakkan.
Kauw Thian Bun juga mengalami nasip yang sama,tiba tiba tubuhnya tidak bisa digerakkan.
__ADS_1
Entah kapan dan bagai mana datang nya,tiba tiba di depan mareka berdiri seorang pemuda dengan rambut berwarna merah di sebelah kanan dan warna biru di sebelah kiri.
"Kalian melakukan kesalahan patal dengan menculik kedua orang istri ku,maka kematian pun terlalu ringan bagi kalian,serahkan obat penawar racunnya maka kematian kalian akan ku permudah"kata Alex dengan sangat marah.
"Kau memang bajingan bangsat,ketahuilah bahwa racun jamur jari iblis tidak ada obat penawarnya,dan kedua orang istri mu akan menjadi orang cacat selama lamanya"jawab Kauw Thian Bun sambil tertawa bangga, "kalau pun ada obatnya,cuma buah teratai hitam lah obatnya,tetapi di Dunia ini tidak ada teratai hitam itu"...
Alex sangat gusar sekali mendengar itu,di keluarkan ya dia butir berwarna putih susu sebesar ujung jari kelingking,lalu di masukannya kedalam mulut kedua pemuda itu,setelah menekan beberapa urat di tenggorokan kedua pemuda itu,akhirnya butiran tadi lolos kedalam perut kedua pemuda tadi.
"Kalian tahu itu apa?, itu telur lintah Dewa, lintah yang cuma ada di Dunia Dewa,dalam tiga pembakaran dupa,telur itu akan menetas,dan akan memakan dantian mu sedikit demi sedikit hingga habis,dan sakitnya seperti kau dikuliti hidup hidup, sehingga kau lebih memilih mati ketimbang hidup,tetapi kematian tidak akan terjadi,karena lintah itu menghisap semua aura keberanian mu hingga habis kering,akhirnya dalam satu purnama kau akan menjadi mayat hidup, yang hidup dengan kesakitan tetapi mati tidak berani,jangan khawatir karena di seluruh semesta ini,cuma aku yang tahu obatnya" kata kata Alex membuat seluruh tubuh kedua pemuda itu menggigil ketakutan, sesal bercampur takut menyatu di dalam hati mareka berdua.
"Sifat mu tidak ubahnya seperti iblis yang kejam"kata Xiouw min marah namun tidak berdaya untuk bergerak.
"Tidak,tidak,kau salah,aku justru lebih kejam dari iblis yang paling kejam pada orang yang sudah membahayakan keluarga ku,aku tidak akan membunuh kalian,karena kematian terlalu ringan buat kalian,kalian akan hidup dengan rasa sakit luar biasa,penyesalan luar biasa,dan penderitaan luar biasa"kata Alex.
Mata Alex menjadi merah menyala menjadi mata seekor naga karena kegusaran di dalam hatinya yang membuncah.
"Kakak maapkan aku yang tidak bisa menjaga diri,hampir saja bencana besar menimpa rumah tangga kita"kata putri Giok Lin sambil terisak-isak.
Alex membuka portal ke Dunia dimensi milik nya,bersama dengan Liong san dan Soa Ning,mareka masuk ke dunia dimensi membawa putri Giok Lin Dan putri Kwan si.
Sesampainya di dalam rumahnya di Dunia dimensi,Alex mencoba menyalurkan hawa murni ke tubuh kedua orang istrinya,dan memberikan masing masing dua butir pil berwarna putih.
"ini tidak bisa mengobati racun di dalam tubuh kalian,tetapi setidaknya bisa mengembalikan sebagian tenaga dan kebugaran tubuh kalian"kata Alex.
Hatinya pilu menatap penderitaan kedua orang istrinya itu,di ciumnya dahi kedua istrinya itu, "maapkan aku,aku tidak bisa memberi kebahagiaan untuk kalian berdua,malah penderitaan yang kalian dapatkan dengan mengikuti ku,maapkan aku,aku memang tidak berguna"Alex kembali memeluk kedua istrinya itu.
"Kakak Alex kenapa bicara seperti itu,kami berdua bahagia bisa selalu bersama kakak Alex,suka duka kita hadapi bersama,sesulit apapun hidup ini,bila tetap bersama kakak,kami bahagia"kata kata putri Giok Lin menyangkal ucapan Alex.
Kemudian putri Kwan si menimpali ucapan madu nya itu. "Kakak Lin benar kak,justru kami bahagia Tian masih memberikan kesempatan kita bersama sama"...
__ADS_1
Alex kembali duduk bersila dilantai, memusatkan konsentrasi kepada gurunya Dewa cahaya suci Jia Bai El.
"Guru, guru, guru, maap murid mengganggu guru, apakah guru tahu dimana bisa kudapatkan teratai hitam guru ?"tanya Alex lewat telepati kepada gurunya.
"Pangeran,teratai hitam itu berada di sebuah telaga di alam bidadari"jawaban dari gurunya juga dengan telepati.
Putri Giok Lin Dan putri Kwan si sudah nampak kembali sedikit kekuatan mareka,tetapi itu bukan hal yang sebenarnya, karena kini didalam tubuh mareka telah bersemayam racun jamur jari iblis yang sewaktu waktu bisa merenggut nyawa mareka.
oleh karena itu,demi keselamatan kedua orang istrinya,Alex menyuruh mareka untuk tinggal sementara di Dunia dimensi di temani oleh Soa Ning hingga teratai hitam itu bisa di temukan.
Sedangkan dia dan Liong san akan meneruskan perjalanan ke hutan kerajaan siluman.
Sementara itu di dalam goa, Xiouw min dan Kauw Thian Bun,tengah menjerit jerit sejadi jadi nya,karena sakit yang luar biasa dirasakan, hingga kedua mata mareka meneteskan air mata darah.
Rupanya telur lintah Dewa itu mulai menetas dan menghisap dantian mareka serta Aura keberaniannya.
Semakin lama,kekuatan serta qi di tubuh mareka,sedikit demi sedikit mulai terasa menyusut berkurang.
Ketika lintah itu sudah kenyang,maka rasa sakit yang luar biasa itu juga berkurang,tetapi itu cuma sementara,karena saat lintah itu lapar,maka rasa sakit yang tidak ter perikan pun kembali terasa,begitulah berulang ulang tiada hentinya hingga ajal menjemput.
Hari ini dengan menggunakan kuda terbang,Alex dan Liong san terbang menuju kota Kui shin tempat persinggahan terakhir sebelum memasuki kota Min shin dan masuk ke hutan kerajaan siluman.
Setelah menempuh perjalanan dua hari terbang dan bermalam satu malam di sebuah desa,mareka akhirnya tiba di kota Kui shin.
Mareka turun agak jauh dari gerbang kota,agar tidak menarik perhatian orang orang.
Setelah membayar sebanyak lima ratus keping perak atau setengah keping emas untuk satu orang,mareka masuk kedalam kota Kui shin.
*******
__ADS_1